Menorehkan tinta di atas kanvas, tak selalu hitam juga putih, akan ada banyak warna yang menghiasi.
Namun, fatal bila salah menorehkan warna, karena akan menjadi noda yang akan merusak nilai estetik lukisan itu sendiri. Berani melukis cinta, juga harus berani menerima risikonya.
Alvin Daran, Pria berparas tampan yang telah menorehkan noda dan merusak sketsa lukisan yang telah susah payah Miya Patrisia rangkai. Akankah Alvin mampu mengubah Noda menjadi indah?, hingga pantas disebut sebagai lukisan, yang akan membuat senyum Miya kembali merekah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menggugurkan Kandungan
Setelah pulang dari sekolah, Miya langsung mengganti bajunya. Lalu segera menuju rumah sakit terdekat dengan membawa serta amplop yang tadinya diberikan oleh ibu Novi. Tiba dirumah sakit, Miya langsung menuju ruang kandungan setelah sebelumnya mendapatkan nomor antrian.
Miya duduk dengan menundukkan wajahnya dalam saat para ibu-ibu menatapnya tak suka. Beruntung dia tidak menggunakan seragam sekolah. Kalau dia menggunakan seragam sekolah, bisa-bisa ia akan menjadi berita terhangat setelahnya.
Miya segera berdiri saat namanya dipanggil. Entah kenapa hatinya begitu tak tenang saat ia sampai didalam ruangan serba putih itu.
"Silahkan duduk," titah sang dokter ramah. Namun, ia langsung mengganti ekspresi wajahnya saat melihat pasiennya adalah seorang gadis yang masih begitu muda.
Walau berat kakinya melangkah, Miya pun tetap mengikuti perintah sang dokter, Miya Akhirnya duduk di kursi yang tersedia di depan dokter itu.
"Apa keluhanmu?" Tanya sang dokter dengan wajah datarnya.
"Sa-saya i-ingin menggugurkan kandungan saya, dokter." Jawab Miya terbata. Padahal dia sudah memantapkan hatinya untuk menggugurkan kandungan itu. Tapi, entah kenapa hal itu dibantah oleh hati kecilnya.
"Semua ibu-ibu hamil datang kesini untuk melihat keadaan kandung mereka apakah baik-baik saja. Tapi kau, kau datang kemari untuk menjadi pembunuh!" Tegas sang dokter dengan nada suaranya yang tinggi.
Miya terkejut mendengar kata pembunuh. Ia kegat, kenapa menggugurkan kandungan adalah tindakan membunuh yang berarti kriminal. Sepertinya Miya tidak mengerti bahwa menggugurkan kandungan secara sengaja dan tanpa sebab adalah perbuatan ilegal.
Ya, Miya masih terlalu muda untuk mengerti hal itu. Ia mengira menggugurkan kandungan bisa dilakukan sesuka hati. Dia mengira bayi yang begitu kecil didalam rahimnya belum memiliki hak untuk hidup. Dan hal biasa bila ingin menggugurkannya. Lagian, katanya bukan membunuh tapi menggugurkan.
"Saya bukan ingin membunuh, dokter. Saya hanya ingin menggugurkan bayi ini karena saya tidak punya siapa-siapa dan lagi ini hasil pemerkosaan. Dan saya hanya ingin menggugurkannya dan bukan membunuhnya, dokter." Jawab Miya tetap teguh akan pendiriannya.
"Kalau begitu kenapa tidak kau saja yang bunuh diri." Saut sang dokter membuat Miya tak percaya. Apa dokter ini sudah gila, bagaimana bisa dia menyarankan pasiennya untuk bunuh diri.
"Maksud dokter apa?" Jawab Miya tak suka.
"Kenapa tidak kau saja yang mati, kenapa harus bayi tidak bersalah itu. Bukankah hidupmu begitu berat, jadi akhiri dengan mati," ucap sang dokter membuat Miya semakin tak percaya. Dokter ini benar-benar sudah gila. Pikir Miya.
"Apa kau takut untuk mati?" Sambung dokter itu bertanya hal aneh lagi. Tentu saja Miya tidak ingin bunuh diri. Memang sempat terpikirkan olehnya untuk melakukan hal itu. Tapi, ia begitu takut untuk mengakhiri hidupnya.
"Sa-saya tidak bodoh, dokter. Dan saya tidak akan pernah malakukan hal bodoh itu. Saya hanya ingin menyingkirkan bayi ini yang menjadi Noda dalam hidup saya," tegas Miya.
Bersambung ....
Jangan lupa like, komen, vote, hadiah, favorit, dan rate bintang 5 ya. Agar author semakin semangat up-nya😍
Kalau ada yang punya kopi bolehlah ya suguhkan Othor dengan kopinya🙈
Kalau tak ada bunga pun tak apa😍😘
Maafkan typonya 🙏
Lopeee readersss 😘😘😘
Bagi yang baru mampir ke karya aouthor. Jangan lupa mampir juga ke kerya Author yang lainnya. Klik aja propil Othor. Nanti akan ada tu karya author yang lain. Jangan lupa dibaca ya. Happy reading 😘😘😘
ceritamu kali ini agak beda, namun malah semakin luar biasa..
keren dah pokoknya.. 🥰🥰🥰
yg ini g ada sekuelnya ya???
oke deh lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
ga tll panjang to bener2 berkesan 🥰