Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.
Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"
"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"
"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Bertemu Kakek Sanjaya
Setelah tinggal di apartemen, hari-hari Jessica berjalan dengan baik seperti sedia kala, dia bahkan tidak pernah lagi bertemu dengan Michelle di kampus dan merasa lebih tenang menjalani rutinitasnya tanpa orang-orang pengacau.
Tetapi tidak disadari oleh Jessica bahwa sebenarnya hari-hari yang tenang itu diawasi oleh Michelle.
Dari kejauhan, Michelle melihat Jessica yang meninggalkan kampus lalu berbalik menatap seseorang pria yang sedang berbicara dengannya, "kak sudah lihat perempuannya kan? Jadi sekarang kau mau melakukannya atau tidak?" Tanya Michelle.
"Dia cantik, bodinya bagus dan sepertinya akan laku banyak jika aku menjualnya Nanti," kata pria bernama Dito mengulurkan tangannya pada Michelle untuk berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan kerjasama mereka.
Tetapi Michelle mengabaikan tangan itu, dia mengeluarkan amplop coklat dari tasnya dan memberikannya pada pria itu, "ini uang muka untuk mu, nanti kalau kau berhasil menikahi nya, maka aku akan menambahkan 5 kali lipat lagi. Ah,,, setelah menikahinya, kau bebas memperlakukan nya sesuai dengan keinginan mu, entah itu menjualnya atau membunuhnya, itu terserah padamu saja yang penting kau harus mengakui anak dalam kandungannya sebagai anakmu!" Tegas Michelle.
"Ha ha ha..." Dito memeriksa isi amplop coklat itu, uang yang ada di dalam sekitar 50 juta, "jangan khawatir, aku pasti akan melakukannya dengan baik. Tapi, kapan aku harus muncul untuk mengakui anak itu?" Tanya dito.
"Aku akan memberimu informasi, aku sekarang sedang mencari tahu kapan dia akan bertemu lagi dengan Nolan, saat itulah kau akan muncul," ucap Michelle.
"Jangan khawatir, aku tidak akan mengecewakanmu," ucap Dito lalu berjalan pergi meninggalkan Michelle.
Michelle tersenyum, "lihat saja Jessica, kau pikir perjalananmu akan begitu mulus untuk masuk ke keluarga Sanjaya? Selama aku masih hidup, jangan harap kau bisa hidup dengan baik!" Ucap michelle diiringi gertakan gigi yang penuh dendam.
Sementara Jessica yang meninggalkan kampus, ia pergi ke tempatnya bekerja paruh waktu.
Tinggal di apartemen tetap membutuhkan biaya untuk makan dan membayar uang sekolahnya, jadi Jessica masih harus tetap bekerja, pekerjaan di Kafe tidak terlalu berat, jadi cukup baik untuk tetap menjaga kesehatannya dan calon buah hatinya.
Saat tiba di Kafe, Jessica terkejut saat melihat kakek Sanjaya sudah berada di cafe bersama asistennya.
'Apakah ini hanya kebetulan saja? Jelas-jelas kemarin aku langsung kabur setelah menyelamatkan kakek, jadi kakek tidak mungkin tahu kalau aku yang menyelamatkan nya,' Pikir Jessica dalam hati lalu melangkah menuju pintu khusus karyawan untuk berganti pakaian sebelum bekerja.
Tetapi saat membuka pintu, ia didatangi oleh pemilik Kafe yang berkata, "hari ini tidak perlu bekerja, temui lah kakek yang ada di sana, dia datang mencari mu. Katanya urusannya sangat penting," ucap pemilik Cafe.
"Eh?" Jessica menggigit bibir bawahnya sambil melihat ke arah Kakek sanjaya.
"Pergilah," kata pemilik Cafe kemudian menutup pintu khusus karyawan.
Jessica akhirnya menghampiri Kakek sanjaya, "halo," ucap Jessica.
Kakek Sanjaya tersenyum melihat perempuan yang berdiri di hadapannya, ia langsung berdiri dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jessica.
Jessica menerima uluran tangan tersebut, matanya berkaca-kaca saat ia melihat sang kakek yang tampak sehat di hadapannya.
'Aku sungguh minta maaf kakek, di kehidupan sebelumnya kau harus mati dengan tragis hanya karena terus melindungi ku sampai akhir,' kata Jessica dalam hati.
"Apa kau mengenaliku?" Tanya Kakek sanjaya semakin membuat hati Jessica bergejolak mendengar suara kakek sanjaya yang merupakan suara paling familiar di ingatan nya.
"Ti,, tidak," jawab Jessica dengan suara yang agak serak.
"Aku kakeknya Nolan, panggil aku kakek sanjaya. Duduklah dulu," kata Kakek Sanjaya membuat Jessica akhirnya duduk di hadapan sang kakek.
'Apa yang hendak Kakek bicarakan? Dia bahkan menyebut Nolan, apa Nolan yang memberitahunya tentang hubungan kami?' pikir Jessica dalam hati.
"Aku sudah mendengar banyak tentangmu, terakhir kali di danau juga Kakek sangat berterima kasih atas Pertolonganmu hari itu. Jika tidak ada kau, kakek tidak tahu apa yang akan terjadi. Meski sekarang kakek begitu terlambat datang berterima kasih padamu, tapi Kakek sangat tulus berterima kasih kepadamu," kata kakek Sanjaya sambil memberi kode pada asistennya sehingga sang asisten dengan cepat menyerahkan sebuah amplop yang sebelumnya telah disiapkan.
Jessica menatap amplop di atas meja, di kehidupan sebelumnya dia tidak mendapatkan barang seperti itu, namun sekarang....
Jessica terkejut bagaimana kakek Sanjaya bisa mengetahui soal kejadian di danau, tetapi dia berusaha tenang dan tidak emosional menatap kakek Sanjaya, "Kakek, tidak perlu memberikan hal seperti ini, saya dengan tulus menolong hari itu, juga tidak tahu kalau yang ada di danau hari itu--"
"Anak muda tidak boleh menolak pemberian orang tua, lagi pula kakek yakin kau akan menyukainya. Ah, nanti malam, datanglah makan malam di rumah. Aku akan menyuruh Nolan untuk menjemputmu," ucap kakek Sanjaya yang sudah lelah menunggu Nolan datang membawa Jessica ke kediaman keluarga Sanjaya, Jadi sekarang hanya bisa turun tangan langsung.
Kening Jessica berkerut, dia belum sepenuhnya memikirkan untuk benar-benar masuk ke keluarga Sanjaya karena masih ada dilema yang tertinggal, "Itu..."
"Kakek ini sudah tua, kakek berharap bisa menghadiri pernikahanmu dengan Nolan, tapi kalau kalian terus menunda seperti ini, mau jadi apa kakek nanti? Akhir-akhir ini pun kakek sudah sakit-sakitan, bahkan seringkali bermimpi buruk di malam hari, sepertinya umur sudah tidak ada lagi tapi malah sekarang kalian mempersulit kakek, padahal impian kakek hanya satu, ingin melihat kalian menikah!" Tegas kakek Sanjaya membuat mata Anggun yang sedari tadi berkaca-kaca akhirnya tidak bisa menahan diri dan tertunduk meneteskan air matanya.
'Benar, aku terlalu egois. Kakek juga... Kalau aku tidak berada di sisi kakek, mungkin saja Luna akan melakukan hal yang lebih buruk pada kakek,' pikir Jessica dalam hati menangis tersedu-sedu.
Kakek Sanjaya sangat terkejut melihat reaksi Jessica yang tampak sangat berlebihan, ia pindah ke tempat duduk di samping Jessica dan menarik Jessica untuk bersandar ke bahunya.
"Anak muda zaman sekarang kenapa begitu cengeng, kakek tidak memarahi mu, kakek mengatakan itu hanya karena... Baiklah.. baik.. ini keegoisan kakek karena tidak sabar untuk memiliki cucu menantu, maafkan kakek ya.." ucap kakek Sanjaya yang merasa mungkin kata-katanya sudah terlalu keras pada seorang gadis yang baru berumur 19 tahun.
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
maling teriak maling😎
semangat thor 💪