NovelToon NovelToon
Patutnya Aku Anakmu OM

Patutnya Aku Anakmu OM

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:93.1k
Nilai: 5
Nama Author: arbeiy

cerita ini adalah cerita seorang anak gadis tere yang tinggal dengan ibu tirinya, semua yang dilakukannya salah, karna terpaut beberapa taun dengan ibu tirinya, ibu tirinya yang sebenarnya baik tidak pernah harmonis dan selalu menganggap salah tere, hingga pada akhirnya ada laki2 yang umurnya jauh lebih tua, dia seorang camat didaerah xxx dia tampan, gagah, postur tubuhnya sangat bagus,sebutlah namanya adlan, bapak adlan lebih tepatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arbeiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penyesuaian tere menjadi istri

"assalamualaikum, ayah gimana ibu yah??? “ucap Adlan tergesa - gesa langsung mencium tangan ibundanya

"ibumu jantungnya kumat, dokter bilang suruh banyak istirahat dan jangan banyak pikiran!! " ayahnya menjelaskan

"apa yang jadi beban pikiran ibu, kalau ibu butuh apapun bilang Adlan bu, jangan di jadikan beban pikiran!!" ucap Adlan menggenggam tangan ibundanya.

"ibu ingin cucu Adlan, sebelum ibu pergi ibu ingin menggendongnya!!" ucap ibundanya terbaring lemah

"mungkin aku tunda dulu untuk menolak perjodohan ini, situasinya tidak tepat, tapi 2 hari lagi acara itu terlaksana!!" gumam Adlan tertunduk memikirkan permintaan ibundanya

"Adlan, Adlan....!! " ibunya menyadarkan lamunan Adlan.

"hmmmm, iya bu,ya sudah ibu istirahat yang banyak, jangan memikirkan itu dulu!! " ucap Adlan.

"calon istrimu mana??? “tanya ibunya

" Tere belum bisa ikut bu, dia masih ada keperluan!! "ucap Adlan.

" kenapa dibiarkan keluar sendiri Adlan, kalian setelah ini akan jadi pasangan, kenapa dibiarkan pergi sendiri!! "ibunya menasehati

" halo, assalamu'alaikum Tere, iya ada apa??? “suara sering ponsel Adlan memotong pembicaraan ibundanya.

"pak, pak Adlan dimana? tadi bapak kenapa tergesa-gesa seperti tadi, tidak biasanya!!" Tere penasaran

"saya di rumah sakit Tere, sakit jantung ibu kumat, tapi tidak apa-apa sudah baikan!! " jelas Adlan.

setelah tau situasinya, Tere bergegas pergi ke rumah sakit, menyusul Adlan, Tere sudah mengantar Putra pulang dan bergegas menuju rumah sakit yang di infokan oleh Adlan.

tere dan adlan menginap di rumah sakit karena perjalanan yang lumayan jauh, selama perjalanan Adlan tak bergeming sedikitpun memikirkan kedepannya, waktu semakin dekat,sedangkan posisi Adlan saat ini benar-benar ada di tempat yang salah antara Tere dan Putra.

keesokannya mereka kembali ke rumah Adlan.

"tadi saya berencana untuk membicarakan tentang perjodohan kita, tapi keadaan situasinya tidak tepat, aku tidak bisa memaksamu untuk memilih masa depan yang tidak bisa kamu pilih!!" ucap Adlan bingung saat mengobrol di ruang tamu

"saya mohon jangan, ayo sama-sama kita jalanin apa yang sudah Tuhan gariskan untuk kita, jangan memikirkan saya!! " ucap Tere tersenyum dilemanya tetapi matanya berkaca-kaca.

"entahlah, seandainya ini tidak kambuh saya bisa menjelaskan, karena saya tidak tega melihat kamu dan Putra!! " Adlan menjelaskan pada Tere.

"jangan pikirkan Putra pak, saya sudah ikhlasl!! " ucap Tere menghapus air mata di pipinya.

tidak terasa waktu yang ditunggu tiba, dimana hari pernikahan Adlan dan Tere dilaksanakan dengan sederhana mungkin, hanya kerabat dari Adlan yang hadir.

"saya Terima nikah dan kawinnya tere yuliana binti almarhum suhendar dengan mas kawin tersebut tunai! " dengan lantang suara itu menggema di kediaman Adlan.

"bagaimana para saksi? sah?“tanya penghulu

" saaaah!!! "ucap kerabat dan saksi pada acara itu.

" ya Allah beliaulah pilihanMu, jangan biarkan hambamu mengecewakan orang sebaik beliau ya Allah, hamba janji akan belajar mencintai beliau!! "gumam Tere menunduk mendengar ijab Adlan.

Tere meneteskan air matanya karena Tere teringat almarhum ayahnya, saat hari sakralnya ayahnya tidak bisa menjadi walinya.

Tere mencium tangan Adlan menyusul kedua orang tua Adlan dan yang lain, ibunda Adlan dan ayahnya tersenyum bahagia karena anak lelakinya sudah menemukan jodohnya.

acara sudah selesai, Adlan kembali ke kamarnya begitu juga Tere, kedua orang tua Adlan sudah langsung berpamitan pulang karena ibunda Adlan tidak mau mengganggu mereka.

"tok, tok, tok!!! " Tere mengetuk pintu kamar Adlan.

"Tere, iya ada apa Tere, kamu gak istirahat??? " tanya Adlan.

"hmmmm, gimana ya, sekarang kan saya sudah jadi istri bapak, saya tau bapak tidak akan tega untuk???????? “ucapan terhenti karena wajah Tere memerah menahan malu dengan koper di tangannya.

Adlan tersenyum tipis,

" sudahlah sana kembali ke kamarmu, aku tidak memaksa kamu!!"ucap Adlan dengan tenang dan berwibawa

"jangan pak, dosa saya kalau???kalau???hmmm , kan kewajiban saya melayani bapak, tapi?????, saya temenin tidur saja ya pak,hanya sekedar temenin tidur tapi pak, ekch, kalau peluk boleh dech pak!! " ucap Tere Malu-malu dan kikuk saat berbicara pada Adlan.

"masuklah!!, tata saja Baju-bajumu di lemari sebelah sana!! " ucap Adlan mempersilakan Tere masuk

tere menata semua Baju-bajunya di lemari adlan,

"ya Allah gimana perasaan Putra ya kalau dia tau status saya sekarang, pasti dia tidak akan maafin saya, hufghh tapi saya tidak boleh egois, mungkin saya harus melupakan dia!! " ucap lirih Tere.

"kenapa harus kamu lupakan dia Tere, teruslah jalin sebagaimana mestinya kalian sebelum kamu menikah denganku, aku tidak akan mengikatmu, bersenang senanglah jangan pikirkan saya!! " celetuk Adlan.

"pak Adlan!!" tere kaget karena celetukan Adlan.

Adlan hanya tersenyum melihat tingkah Tere yang canggung karena mereka sudah berdua di kamar Adlan.

"saya mau mandi, tolong ambilkan handuk di lemari ya!!" ucap Adlan.

tere memberikan handuknya pada Adlan, lalu dia duduk di sofa kamar Adlan, pikiran Tere berkecamuk, dia merasa malu tapi juga tidak enak sendiri apabila tidak melayani Adlan, di samping itu juga dia serba salah dengan posisinya,

"kenapa Tere??? “tanya Adlan mengenakan handuk mandi.

" adueeeeech!!"tere menutup matanya

"kenapa kamu tutup matamu, biasakan saja seperti ini kalau di kamar saya!! " Adlan mengambil baju lalu berganti celana pendek dan bertelanjang dada.

Tere merasa bingung bercampur aduk grogi dan semacamnya, hari yang semakin larut, acara tadi membuat badan mereka merasa lelah, Adlan tertidur dengan pulas sedangkan Tere masih duduk di sofa karena merasa canggung, dengan raut wajahnya lelah tak sengaja kakinya menabrak meja karena mondar-mandir

"brukkkkk!! " suara hantaman lutut Tere dengan meja

"auwwwwwww, ssssttt, auwwwwwww berusaha meminimalkan suaranya agar Adlan tidak bangun

" Tere ada apa??? “Adlan kaget karena suara meja tadi

"tidak papa pak, tidurlah lagi, hanya terbentur meja sedikit!! " ucap Tere tulang betisnya membiru.

Adlan melemparkan pesona senyumnya lagi

"tidurlah, wajahmu lelah!! " mengambil bantal dan melanjutkan tidur di sofa.

"jangan pak, bapak jangan tidur di sofa, tidurlah di,,, di,,, disini pak!! " suara Tere canggung karena merasa bersalah sehingga Adlan pindah tempat.

"tidak usah terimakasih, tidurlah besok kamu harus kuliah kan!! " ucap Adlan.

Tere merebahkan tubuhnya membelakangi Adlan, Adlan mengerti dengan posisi seorang anak yang tidak sejalan dengan hatinya, tapi dia tidak ingin mengecewakan orang yang sudah berjasa sekali untuk hidupnya, Adlan hanya senyum senyum sendiri melihat tingkah Tere, adlan tetap tenang mengahadapi sikap Tere dan memaklumi posisinya.

Tere dengan sekejap tertidur pulas, Adlan menghampiri Tere lalu menyelimuti Tere, Adlan mencium pipi, hidung dan bibir Tere, karena Tere sudah pulas, akhirnya Adlan pindah ke sebelah Tere dan memeluk Tere.

keesokan harinya, Tere terbangun dirasa ada yang aneh mendekap tubuhnya,aroma parfum Adlan yang masih menempel di badannya membuat Tere terbangun, Tere kaget awalnya, lalu diam mengira Adlan masih tertidur dan tidak enak hati untuk membangunkannya.

Adlan yang terbangun terlebih dahulu pura-pura masih tertidur karena takut Tere malu kalau Adlan memeluknya, Adlan merubah posisi melepas pelukannya dan berbalik membelakanginya dengan posisi tetap pura-pura tidur.

tere bangun pelan-pelan berharap Adlan tidak terusik, dari tidurnya, Tere tidak canggung dipeluk Adlan karena dari dulu dia selalu memeluk Adlan.

Tere bergegas mandi kemudian langsung menuju fakultas tempat dia menimba ilmu.

"Tere sudah berangkat mbak? " tanya Adlan di meja makan

"iya tuan, non Tere sudah berangkat!! " ucap mbak Sani

"entahlah mbak, kasian dia, antara hati dan pikiran tidak selaras mbak!!!" ucap Adlan menyantap roti

"iya tuan, tapi mbak salut sama non Tere tuan, dia jaga betul perasaan tuan dan juga nyonyah!! " ucap mbak Sani

"saya juga tidak tega mbak Sani, tapi dia pintar menyembunyikan dilema dan kesedihannya mbak sani, tapi saya tidak akan mengikat dia, saya akan biarkan dia bebas mbak sani seperti sebelum menikah denganku!! " ucap Adlan sambil menyantap makanan di meja yang dibuatkan mbak sani.

1
Water Color
Mohon maaf kak, mau promosi karya aku judulnya I Found You but I Lost You by Eva L
Mohon bantuannya kak🙏
Gedang Raja
gemeeeeessssssss pengen tak sentil jidatnya si Tere lieeeee,,
hasrat maku
ihhh di bikin nangisss
hasrat maku
ceritanya bagus
Sofia Ferdyansyah
menarik
Yani Cuhayanih
Aku mampir thor
Hasna Teresia
lanjut thor
Putri Selviana dewi
lbur
Tri Tri: gkgkgkg
total 2 replies
Putri Selviana dewi
lanjutt
Mumut Sah
jangan lupa untuk mampir ya😉
Gita Majela
ceritanya bagus bangat aku suka
Rina Nikijuluw
ceritanya bagus bgt tp tragis juga ya , cuma byk oesan yg disampaikan dr cerita ini walau to the point lsg tamat nga rugi bacanya s3mangat thor
Gina MulyasaRi
bagus banget ceritanya. tetap senangat
Yulia Barkah
kok end,,
Noviana Syahputri✔️💠
cerita nya 👍👍👍👍👍👍
Noviana Syahputri✔️💠
sedih😭😭😭😭
Yani
Cetitanya bagus walau ada kecewa di dunia kelamnya
Susi Sfaskhal
lanjut
Eka Permata sari
lanjut season 2 y thorrrrr
Eka Permata sari
thorrrrr season 2ny dtunggu y thorrrrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!