NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:308.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Sejak kuliah, Kanaya sudah mengagumi seorang Narendra Atmaja, namun ia sadar akan statusnya dan mencoba membuang jauh-jauh perasaannya. Hingga suatu hari sahabatnya mendaftarkan Kanaya ke sebuah aplikasi kencan dan ia harus bertemu dengan pria yang menjadi teman kencannya, akhirnya Kanaya menemui pria tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui jika pria yang menjadi teman kencannya adalah pria yang ia kagumi sejak kuliah.

Bagaimana kelanjutannya? Apa yang akan terjadi pada Kanaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Hari Lagi?

Kanaya sempat terdiam dan jemarinya meremas serbet kain yang ada di pangkuannya, di hadapan keluarga yang mengelola jaringan rumah sakit besar, ia merasa pekerjaannya tampak begitu kecil.

​"Saya... saya hanya guru pendidikan anak usia dini, Ma" jawab Kanaya pelan bahkan suaranya nyaris tertelan oleh denting sendok yang beradu.

​Suasana di meja makan hening sejenak, Kanaya sudah bersiap jika Mama Clara atau Papa Wira akan menganggap remeh profesinya tersebut. Namun, reaksi yang muncul justru di luar dugaan Mama Clara meletakkan garpunya dan menatap Kanaya dengan binar mata yang lebih cerah.

"Guru PAUD? Luar biasa, Kanaya! Kamu tahu tidak, itu adalah pekerjaan yang paling mulia dan paling sulit. Kamu membangun fondasi karakter anak sejak mereka masih kecil, Mama dulu juga ingin jadi guru, tapi orangtua Mama dulu malah menyuruh Mama kuliah bisnis," ucap Mama Clara.

​Papa Wira ikut mengangguk pelan, wajahnya tampak serius namun menghargai. "Menjadi guru membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Di rumah sakit, kami mengobati tubuh manusia, tapi sebagai guru, kamu sedang membentuk jiwa manusia," ucap Papa Wira.

"Tante dulu juga sempat jadi guru sekolah dasar, tapi Tante nggak kuat dan akhirnya Tante mutusin buat berhenti," ucap Tante Dahlia.

"Keren kamu, Mama tiba-tiba pengen jadi guru melanjutkan mimpi Mama," ucap Mama Clara.

"Umur udah tua, Ma. Gak bisa lanjutin lagi," ucap Narendra.

"Enak aja," ucap Mama Clara.

Malam harinya, Narendra dan Kanaya akhirnya meninggalkan kediaman mewah Om Rafa dan di dalam mobil, suasana yang tadinya hangat di meja makan mendadak berubah menjadi hening, hanya suara mesin mobil yang halus dan deru pendingin ruangan yang mengisi kekosongan di antara mereka.

​Kanaya menatap keluar jendela melihat lampu-lampu jalan yang berkelebat cepat, kepalanya masih dipenuhi oleh percakapan tadi, tentang restu tak terduga dari Mama Clara dan Papa Wira, terutama tentang pernyataan berani Narendra yang membawanya ke sana.

​"Kenapa diam saja?" tanya Narendra memecah keheningan.

​Kanaya menoleh dan jarinya masih memainkan ujung jepit rambut kayu yang kini ia genggam, "So-soal pernikahan...," belum sempat Kanaya menyelesaikan perkataannya, Narendra sudah bersuara.

"Dua hari lagi kita akan ke rumah orangtuamu, aku akan meminta restu sebelum membawa keluargaku kesana," ucap Narendra.

"Dua hari lagi?" tanya Kanaya yang terkejut.

"Iya, dua hari lagi kan libur," ucap Narendra.

"Tapi, Ayah dan Ibuku tinggal di kota C dan rumahnya di pelosok desa, butuh 6 jam dari sini," ucap Kanaya.

"Gapapa," jawab Narendra.

Beberapa saat kemudian, mobil Narendra berhenti tepat di depan gang sempit menuju kosan Kanaya. Pria itu mematikan mesin, namun tidak segera membuka kunci pintu, ia menoleh ke arah Kanaya dan menatap wajah gadis itu yang tampak masih diliputi keraguan sekaligus rasa tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

"Istirahat yang cukup, jangan memikirkan hal-hal yang tidak perlu," ucap Narendra lembut.

Tangan Narendra terulur dan mengusap puncak kepala Kanaya sebentar sebelum turun membukakan pintu untuk Kanaya, Kanaya turun dengan membawa tas berisi yang tadi dibelikan Narendra saat di festival.

"Terima kasih untuk hari ini, Narendra," ucap Kanaya tulus.

"Sama-sama, aku jemput dua hari lagi jam 5 pagi biar pulangnya nggak terlalu larut," ucap Narendra dan diangguki Kanaya.

Malam itu, Kanaya tidak bisa memejamkan mata, kamar kosnya yang sempit terasa lebih lega bukan karena ukurannya bertambah, melainkan karena beban berat yang selama ini ia pikul sendiri seolah-olah mulai terangkat. Namun, ia butuh seseorang untuk meyakinkan bahwa ini bukan mimpi lalu Kanaya segera meraih ponselnya dan menekan nama Arin.

^^^Rin, kamu sibuk?^^^

Aduh, Kanaya! Aku lagi dikejar tenggat laporan audit nih, baru bisa napas besok malam, kenapa?

^^^Nggak, aku... aku cuma mau cerita. Tapi ya sudah, fokus kerja dulu ya, besok kita ketemu.^^^

###

Besok malamnya, Arin benar-benar muncul di depan pintu kamar Kanaya dengan membawa martabak manis sebagai sogokan untuk cerita seru yang tertunda dan begitu pintu ditutup, Arin langsung duduk bersila di tikar.

​"Ayo, tumpahkan semuanya! Ada apa? Kok mukamu kayak orang habis menang lotre tapi sekaligus kayak orang mau ujian nasional?" tanya Arin.

​Kanaya menarik napas panjang lalu ia menceritakan semuanya tanpa terlewat, mulai dari insiden Shinta, kedatangan Narendra yang bak pahlawan, dan ajakan menikah Narendra lalu makan malam bersama keluarga Atmaja yang ternyata menerimanya dengan tangan terbuka, hingga lamaran dan pernikahan yang sudah ditentukan oleh keluarga Narendra.

​Arin yang mendengarkan cerita Kanaya pun sampai melongo, bahkan martabak yang baru saja ia gigit nyaris jatuh. Arin berkedip beberapa kali seolah sedang memproses data yang baru saja masuk ke otaknya.

​"Tunggu, tunggu... bentar, Nay. Ini aku nggak lagi dengerin kamu bacain naskah drama ?" tanya Arin.

"Nggak, Rin," jawab Kanaya.

"Narendra ngajak kamu nikah?" tanya Arin.

"Iya, dan besok dia bakal datang ke rumahku untuk minta restu orangtuaku," ucap Kanaya.

Arin benar-benar kehilangan kata-kata, ia menghabiskan potongan martabak yang ada dimulutnya lalu memegang kedua bahu Kanaya dan mengguncangnya pelan seolah ingin memastikan sahabatnya itu tidak sedang mengigau.

​"Kanaya! Kamu sadar nggak sih?! Ini tuh plot twist paling gila abad ini! Aku saksi gimana kamu cuma bisa mandangi foto Narendra di mading kampus dulu, kamu yang tiap hari sengaja datang ke gedung kedokteran cuma buat lihat dia dari jauh dan sekarang... gila sih, kamu itu definisi pengagum rahasia yang sukses karena bisa mneikah dengan pria yang kamu kagumi secara diam-diam," ucap Arin.

 "Aku juga masih nggak percaya, Rin. Jujur, aku nggak berharap sampai sejauh ini," ucap Kanaya.

"Tapi, nyatanya kamu bisa sampai kayak gini sama Narendra loh," ucap Arin.

"Ini juga berkat kamu, kalau kamu gak pasan aplikasi kencan aneh itu. Aku mungkin nggak akan pernah ketemu sama Narendra," ucap Kanaya.

"Nggak sih, menurutku kamu bakal tetap ketemu Narendra, tapi entah gimana prosesnya. Aku yakin ini semua takdir, kamu memang ditakdirkan buat Narendra, begitupun Narendra yang memang ditakdirkan buat kamu," ucap Arin.

Kanaya tersenyum tipis mendengar ocehan Arin yang menggebu-gebu, kata ditakdirkan itu terdengar sangat indah, namun jauh di lubuk hatinya, ada debaran halus yang terus mengingatkannya bahwa perjalanan menuju hari itu masih panjang.

​"Amin, Rin. Semoga saja benar-benar takdir," jawab Kanaya pelan.

​"Kok jawabnya gitu? Harusnya kamu itu teriak atau loncat-loncat! Seorang Narendra Atmaja loh, Nay! Cowok dingin yang dulu cuma bisa kita lihat di brosur universitas sebagai mahasiswa berprestasi dan sekarang dia mau jadi suami kamu," ucap Arin.

"Kira-kira menurut kamu, orangtuaku bakal merestui aku nggak ya? Aku tiba-tiba pulang dan bawa calon suami," tanya Kanaya.

"Walaupun cuek, tapi Narendra itu orangnya apa adanya dan tulus. Aku yakin orangtuamu bisa merasakannya dan akan merestui kalian," ucap Arin.

.

.

.

Bersambung.....

1
Nasiati
👍👍👍
Celine Jehira
untung bapaknya waras 🤭
Celine Jehira
gila bangeeet 🤣🤣🤣 help me
Celine Jehira
awwww papa Wira ❤️❤️❤️
aroem
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Nur Syamsi
Infeksi mungkin Krn luka bekas oprasi belum kering udah gerak melihat anaknya walaupun pake kursi roda
Nur Syamsi
Dika dapat lawan gadis bar bar
Nur Syamsi
Lucu ni shabatan ada yg mau beda mulut dan ada yg mau jahit mulut jdi pas bangat ...😃😃😃
Nur Syamsi
Kebetulan Dikanya jga diputusin ma ceweknya ya gilirannya Kanaya ma Naren comblangin Dika ma Arin ....
Nur Syamsi
Abaikan orang yg selalu sirik ma kamu Kanaya biarkan mrk saki sendiri klaw merasa diabaikan,
Nur Syamsi
😃😃😃 Naren Naren coba mau turun sawah 😃😃
Nur Syamsi
Bagus Bapaknya Vania jgn dukun anakmu yg posesif itu bisa kamu jdi malu ..
Nur Syamsi
Jgn didengar omongan orang yg iri Kanaya fokus saja ma acaramu, biasa mmang klaw ada yg datang bek pasti ada yg propokasi....
Nur Syamsi
Was was bacanya Thor, ntar Ayah Kanaya Tdk terimah KRNA merasa rendah diri. ..
Nur Syamsi
Salut de dg persahabatan Arin, kayak Kayla dan Celin di novel sebelah ....
Nur Syamsi
Mudah" an tulus sikap ortu Naren Thor jgn buat Kanaya sakit
Nur Syamsi
Ayo Kanaya terus terang lah ke Naren ttg ajakan nikahnya bilang saja kamu TDK pantas,vspya kamu tau bgaimna keseriusan seorang Naren yg CEO rumah sakit ....terhdp kamu
Nur Syamsi
Suruh cari kos lain tu Kanayanya Rendra
Nur Syamsi
Begitulah zaman sekarang liat orang berkelahi tidak melerai malah di potoh buat ngontenlah...apalah
Nur Syamsi
Terus terang aja Kanaya tentang tanggapan tetangga kos dan kamarmu PD Rendra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!