Miranda menikah selama 2 tahun berbakti pada suami
membantu suami keluar dari kebangkrutan
sayang sekali setelah sukses suaminya selingkuh
bagaimana kehidupan miranda selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mia 29
Miranda memakai mobil mini cooper menuju rumah Sukmana, rumah orang tua kandungnya. Jalan siang itu terang, udara menyengat, riak panas aspal seperti menari di depan mata. Ia mengemudi tanpa tergesa.
Miranda mengenakan celana panjang bahan katun, atasan blazer dan kemeja putih. Sepatunya tidak terlalu tinggi, cukup nyaman untuk melangkah. Rambutnya disanggul sederhana agar terlihat rapi.
Mobil berhenti di depan gerbang besar rumah Sanjaya. Miranda memijat klakson satu kali, suaranya memantul ke halaman luas. Security keluar dan memeriksa mobil dengan langkah santai.
Miranda membuka jendela dan tersenyum lalu melepas kaca matanya. Angin siang masuk perlahan membawa bau bunga dari taman. Satpam itu menunduk sedikit mengenali wajahnya.
“eh non miranda” ucap satpam dengan nada terkejut bercampur senang.
Miranda memberikan uang 100.000 “bukalah” ucap miranda singkat.
“baik nona” ucap satpam itu lalu membuka pintu gerbang.
“harusnya nona miranda setiap hari kesini biar aku cepat kaya” ucap satpam lantas menutup kembali gerbang dan melihat mobil miranda parkir di garasi rumah keluarga sukmana.
Seorang pelayan mendekat ke arah mobil Miranda dengan langkah tergesa. Tangannya sigap membuka pintu dan membantu Miranda turun. Miranda kembali menyelipkan uang seratus ribu di tangan pelayan.
“selamat datang nona miranda” ucap pembantu itu dengan senyum lebar. Semua skenario Melisa untuk membuat Miranda diperlakukan dingin oleh pembantu runtuh seketika tanpa sisa.
Kalah oleh uang, uang ternyata lebih berharga daripada kata-kata. Miranda melangkah masuk ke ruang tengah dengan wajah tenang. Di kepalanya sudah tergambar siapa saja yang akan menghakiminya hari ini.
Ayahnya Joni Sukmana lebih mengutamakan keuntungan ketimbang hubungan keluarga. Ratna ibunya selalu malu mengakui dirinya sebagai anak kandung. Itulah kenyataan yang Miranda hafal di luar kepala.
Ratna menyangka Miranda bisa diatur setelah lama hidup di kampung. Nyatanya Miranda tidak bisa diatur dan selalu arogan. Ia tidak mau mengalah pada Melisa, itulah pikiran Ratna selama ini.
Rino kakak kandung Miranda entah kenapa selalu membencinya. Ia sangat membela Melisa dalam segala hal. Miranda tidak pernah mengerti alasan kebencian itu sejak kecil.
Melisa bagi Miranda adalah wanita yang mengandalkan muka sendu. Air mata menjadi senjata untuk menarik simpati orang-orang. Semua orang mudah percaya pada sandiwara itu.
Miranda masuk ke ruang tengah dengan langkah tegap. Ia duduk dengan elegan di sofa panjang berwarna cokelat. Di ruang tengah sudah berkumpul Joni, Ratna, Rino dan Melisa.
“dasar anak kampung tidak tahu sopan santun” ucap rino menatap sinis miranda.
Miranda menghela nafas menatap malas lalu berkata “ada apa aku di panggil kesini” Tanya miranda.
“kamu sudah melihat pemberitaan kan” Tanya joni menatap tajam pada miranda.
Miranda kembali menatap sinis lantas bekata “sudah tahu terus apa yang akan kalian lakukan” Tanya miranda.
“sudah melakukan kekacaun separah ini masih saja bertanya apa yang kami lakukan, tentu saj kamu harus membereskannya” ucap ratna kesal dengan suara meninggi.
“tenanglah semua akan aku bereskan, tidak harus kalian memanggilku.” Nada Miranda datar tanpa rasa takut sedikit pun. Ia menyilangkan kaki menunggu kelanjutan pembicaraan.
“ka miranda” ucap melisa dengan nada sendu “kenapa kamu selalu bersipat dingin, apakah kamu masih tidak terima dengan keberadaanku, aku juga tidak tahu kenapa kita bisa tertukar.”
“jangan salahkan ayah dan ibu, mereka menghawatirkan kamu.” Suara Melisa bergetar seolah benar-benar tulus. Miranda hanya mendecih pelan menahan tawa di dada.
Miranda mendecih “sudahlah jangan basa-basi, kalian memanggilku bukan karena peduli kan.” Ia menegakkan badan lalu melanjutkan perkataannya dengan tatapan tajam.
“sebenarnya apa yang di tawarkan keluarga sanjaya pada kalian.” Kalimat itu jatuh seperti batu di tengah ruangan. Wajah Joni langsung berubah tegang.
“miranda bisakah kamu bersikap lebih sopan seperti melisa” ucap ratna kesal.
“tidak bisa” jawab miranda tegas “aku tak semunafik dia.”
“miranda” bentak rino dengan suara keras menggema di ruangan.
“sudahlah jangan banyak drama waktuku sangat terbatas masih banyak hal yang harus aku urus.”
“katakana saja untuk apa kalian memanggilku” ucap miranda dengan nada dingin. Joni menarik napas panjang berusaha menguasai keadaan yang mulai panas.
“baiklah kalau begitu” ucap joni “kami akan membantu kamu, nama baik kamu sebagai dalang penipuan investasi bodong akan kami bersihkan.”
“kami akan mengakui kalau kamilah yang memberikan kamu modal, jadi kamu akan terlepas dari jeratan hukum.” Joni berbicara pelan namun penuh perhitungan.
“oK” ucap miranda “lalu apa lagi yang kalian inginkan.” Wajahnya tetap datar seperti dinding batu tanpa retak sedikit pun.
Joni melihat Miranda dengan senyum sinis, dalam hati berkata kirain aku kamu akan melawan ternyata kamu memang orang kampung yang tak mengerti intrik bisnis.
Joni menata miranda dan berkata “kamu cukup menerima pecrceraian dari rizki tanpa menuntut apapun termasuk saham kamu yang 4 persen itu.”
“tidak bisa” tegas miranda “itu adalah uangku, dan bukan uang kalian, ada bantuan atau tidak bantuan dari keluarga sukmana aku akan tentap menunut hakku.”
“miranda kamu jangan besar kepala” ucap ratna “kamu itu tanpa bantuan kami tidak akan pernah bisa melawan keluarga sanjaya, dan berita semakin menyudutkan kamu.”
“jika kamu tidak menerima syarat keluarga sanjaya maka kamu akan kami coret dari keluarga sukmana.” Ratna menatap Miranda penuh ancaman dingin.
“jangan ayah” ucap melisa “bagaimanapun ka miranda lah yang berhak menjadi putri keluarga sukmana.” Ia pura-pura membela dengan mata berkaca-kaca.
“kamu terlalu baik melisa” ucap rino “dan kamu miranda, jika kamu tidak menerima syarat dari kami, bukan hanya keluarga sanjaya yang akan menjadi lawan kamu.”
“keluarga sanjaya juga akan melwan kamu.”
“oh aku tidak takut lawanlah aku tidak takut” ucap miranda tanpa ragu sedikit pun.
“dasar anak kurang ajar” ucap ratna kesal menahan marah.
“emang aku pernah di ajar oleh anda ha” ucap miranda dengan nada datar menusuk.
“jika ada hal yang akan kalian katakana aku akan pergi sekarang.” Miranda berdiri perlahan, matanya menyapu wajah satu per satu tanpa rasa gentar.
Miranda sudah tidak lagi menyimpan harapan pada keluarga kandungnya. Jika memang mereka mau mengusirnya kenapa tidak, toh selama ini juga tidak pernah diakui.
“tunggu dulu” ucap joni menahan langkah Miranda.
“ada apa lagi” Tanya miranda masih bediri di dekat sofa.
“jika kamu tidak menurut tanda tangani ini” ucap joni melemparkan sebuah kertas ke meja kaca hingga bergeser pelan.
“apa itu?” Tanya miranda singkat.
“surat pernyataan kalau kamu sudah bukan bagian dari keluarga sukmana.” Kalimat itu keluar tanpa rasa bersalah dari mulut Joni yang dingin.
Miranda menghela nafas lalu mengambil map itu. Tanpa ragu ia menandatangani surat pernyataan tersebut dengan pulpen di atas meja.
“kamu yakin akan melawan kami” ucap rino menatap tajam seperti pisau. Tiba-tiba melisa bangkit dan mendekat ke arah miranda memeluk miranda.
“ka miranda tolong jangan lakukan itu, menurut lah pada ayah dan ibu ka miranda, jika aku harus pergi maka aku akan pergi.”
Miranda mendekatkan mulutnya pada kuping melisa “jangan banyak drama lebih baik kamu bujuk keluarga sukmana agar lebih kejam padaku, karena vidio mesuk kamu dengan rizki ada padaku.”
Badan melisa meremang, raut ketakutan dan kebencian hadir seketika. Namun dia tutupi dengan muka sendunya yang tampak rapuh di depan semua orang.
Miranda menepuk-nepuk pundak melisa “selamat berjuang pelakor” bisiknya sangat pelan hanya untuk telinga Melisa seorang.
Miranda berbalik badan dan memakai kacamata lalu pergi meninggalkan keluarga Sukmana. Langkahnya ringan seolah beban lama baru saja terlepas dari bahu.
awas klo mngemis pda miranda🙄🙄
trus para manusia" laknat kpan jga musnah n brhnti mngusik hidup miranda..🙄🙄
ya sallam..... dunia memang suka trbalik dan lucu...
🙄🙄