menceritakan sebuah kisah pertemuan yang tidak pernah diharapkan kedua belah pihak, pertemuan pertama kali yang membuat mereka terikat dalam sebuah ikatan cinta.
namun sebuah takdir yang tidak bisa dikatakan sebuah takdir baik.
pertemuan antara kedua manusia dengan sisi yang berbeda, akankan mereka bisa tetap bersama?
Aster dan Sisi gelap.
A Story of universal Valery Luv
jangan lupa follow akunku ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 - cooperation
Pada pukul sembilan pagi, semua investor dan juga juga para karyawan lainnya sudah mulai berkumpul di ruangan rapat, karena pagi ini mereka semua akan membahas tentang pembangunan Hotel yang akan bertempat di Pantai Hawaii, semua orang yang ada di dalam ruangan rapat sudah tampak sangat rapi dengan pakaian yang mereka kenakan, sambil menunggu Tuan Woojin dan asistennya datang, mereka menyempatkan dirinya untuk membaca sketsa atau melihat rancangan yang akan dibahas dalam rapat itu.
Tak menunggu lama kemudian, pintu ruangan rapat itu terbuka, memperlihatkan sosok pria tampan dengan wajah dingin yang sangat berwibawa itu, sedang berjalan dengan gagahnya masuk ke dalam ruangan rapat itu. Sambil diikuti dengan asisten cantik yang berada di belakangnya sambil membawa berkas-berkas di tangannya dan tak lupa dengan senyum manisnya yang membuat para investor atau karyawan menjadi tidak terlalu tegang karena melihat wajah dingin Huang Woojin, sang presiden Grup Huang sangatlah jarang untuk menunjukan senyumnya, dia hanya menunjukan wajah dinginya dan wajah seriusnya setiap kali ada pertemuan rapat.
Menarik kursi paling depan, Huang Woojin mendudukkan dirinya setelah para investor atau pun para karyawan yang menyambutnya sambil sedikit menundukkan badannya kepada Huang Woojin sebagai salam hormat untuknya, dengan santai Woojin menyuruh Valery untuk segera memimpin atau memulai rapat itu.
"good morning all, before this meeting starts, let me introduce myself, my name is Ryui Valery, l'm the assistant of Mr. Huang Woojin"
ucap Valery. Dengan penuh percaya diri, dia memperkenalkan dirinya dengan bahasa inggris yang sederhana. dia juga menunjukan wajah bahagianya di depan para investor dan para karyawan, bagi Valery bersifat profesional sangatlah penting untuknya.
[terjemahan : selamat pagi semuanya, sebelum rapat ini dimulai, izinkan aku memperkenalkan diri, nama aku Valery, aku adalah asisten dari Tuan Huang Woojin]
"Me as a representative of Mr. Huang Woojin, without waiting any longer, I will immediately explain about the 'hotel construction project on the island of Hawaii', if you have seen the sketch provided on your table, in that sketch we plan to make a hotel can attract the attention of tourism with a design that is quite different from other hotels, for hotel decoration we want to use Korean culture for this project... "
[terjemahan : aku, sebagai perwakilan dari Tuan Huang Woojin, tanpa menunggu lebih lama lagi, aku akan segera menjelaskan tentang 'proyek pembangunan hotel di pulau Hawaii', jika kalian telah melihat sketsa yang disediakan di mejamu, dalam sketsa itu kami berencana untuk membuat hotel yang dapat menarik perhatian pariwisata dengan desain yang sangat berbeda dari hotel lain, untuk dekorasi hotel kami ingin menggunakan budaya Korea untuk proyek ini......]
Valery terus menjelaskan semua tentang proposal proyek hotel itu, yang sudah dia siapkan dari jauh hari, hingga tidak terasa waktu terus berjalan dengan cepat, Valery terus. menjelaskan presentasi itu dengan baik, hingga pada pukul satu siang rapat itu baru selesai, dengan sangat baik Valery menjelaskan semuanya dengan gaya bahasanya yang mudah dimengerti membuat semua orang di dalam ruang rapat tidak sedikit pun bisa mengalihkan pandangannya dari Valery. mereka semua menyukai cara penyampaian yang Valery lakukan.
Sebelum semua para investor atau karyawan meninggalkan ruangan rapat, para investor amerika menghampiri Valery untuk memujinya tentang presentasi yang dibawakan tadi.
“Ms. Valery, I really like the way you delivered that presentation so well, glad to be able to work with the Huang Group” ucap salah satu investor amerika. dia juga mengulurkan tangannya untuk bisa berjabat tangan dengan Valery.
[terjemahan : Nona Valery, aku sangat suka caramu menyampaikan presentasi itu dengan baik, senang bisa bekerja dengan Grup Huang]
“thank you and happy to work with you”
[terjemahan : terima kasih dan senang bisa bekerja sama denganmu ]
balas Valery, dia juga mengulurkan tangannya untuk membalas tangan investor itu. lalu tersenyum untuk mengucapkan salam perpisahan.
Setelah ruangan benar-benar sepi, Huang Woojin yang masih duduk di kursinya yang sedari tadi menatap Valery tanpa hentinya, mulai melangkah mendekati Valery yang sedang sibuk merapikan semua dokumen yang berantakan di meja rapat itu.
“berangkat lebih awal! Saat aku sampai kau langsung menghindari! Bahkan saat rapat kau tidak sedikit melihat kearahku ataupun bertanya padaku, apa segitu tidak sukanya kamu denganku?” tanya Woojin, dia langsung menarik tubuh Valery begitu saja kedalam kedepannya. Menunjukan seringainya pada Valery saat wanita itu mulai menunjukan wajah ketidaksukaannya pada Woojin yang sangat lancang dan juga menyebalkan
“bisakah Tuan Huang melepaskan saya? Tidak baik dilihat orang lain!” ucap Valery dengan bahasa formalnya, kedua tangannya mencoba melepaskan genggaman tangan Woojin yang ada di pinggangnya.
“apa penglihatanmu mulai rabun? Di sini hanya ada kita berdua, Valery” ucap Woojin, dia menekan kata 'berdua' saat menatap mata Valery yang menatap ke arah dengan tatapannya kebencian.
“semakin kau menunjukan sifat ketidaksukaanmu padaku, aku akan semakin lancang mengganggu Valery” ucap Woojin Lagi, dengan sengaja dia semakin mempererat pelukannya.
“apa salahku? Kenapa kau sangat suka mempermainkan seseorang?”
“salahmu membuatku tertarik denganmu!”
“aku tidak peduli, lepaskan aku! Aku akan berteriak jika kau tetap terus memelukku!” ucap Valery yang memukul dada Woojin dengan kedua tangan mungilnya.
“benarkah?” ucap Woojin yang menantang Valery.
“Tolong aku .....”
Dengan senang hati Woojin memotong ucapan iyu dengan mencium Valery dengan cepat, dia meletakkan tangan kiri di belakang kepala Valery untuk memperdalam ciuman itu, lalu tidak puas dengan hanya berciuman, Woojin menggigit bibir bawah Valery yang memerintahkan untuk membuka mulutnya agar Woojin bisa memasukan lidah untuk bertemu dengan lidah Valery.
Sedangkan Valery hanya bisa terus mendorong tubuh Woojin untuk menjauh tapi bukannya menjauh malah tubuh Valery yang mulai menyentuh meja. Saat tubuh sudah menyentuh meja dengan santainya Woojin mengangkat tubuh itu.
“Woojin!”
“Woojin!”
“bodoh! Lepaskan!” ucap Valery yang berusaha melepaskan ciuman yang sangat liar itu, dia sudah mulai kehabisan pasokan oksigennya.
“Shit!” ucap Valery pada Woojin, dia menatap pria itu dengan tatapan kebenciannya. Dengan cepat dia turun dari meja rapat itu, lalu merapikan tampilannya sebelum meninggalkan pria menyebalkan itu.
“akanku pasti, tidak lama lagi kau akan menjadi milikku!” ucap Woojin, dia mulai melangkah mengikuti Valery dari belakang, tangan kekarnya menyentuh bibirnya yang mungkin kini sudah ada jejak lipstik Valery disana, ciuman yang mereka lakukan lebih liar dibanding saat mereka bertemu, dan Woojin menyukainya.
Semakin Valery menolak, maka semakin Woojin memilikinya.