Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06
Bayu sudah melakukan berbagai cara untuk menghubungi pak Suparman, tapi tetap saja tidak berhasil.
"Mas, bagai mana ini?" Tanya Miranda lagi dengan kesal, saat ini mereka sudah berada di luar hotel berbintang itu.
"Diam kamu, harus nya kamu bantu mikir. Bukan nya malah sibuk menggerutu sejak tadi!" Kini Bayu yang balik memarahi Miranda.
"Mas, tidak lucu ya jika kita harus jadi gembel di negeri orang. Kita ini mau bulan madu, kenapa semua nya jadi seperti ini!" Miranda tampak uring- uringan.
"Apakah kau fikir aku mau kita seperti ini, aku tidak tahu kenapa tiket hotel kita bisa di batal kan dan Kartu ku juga di blokir!" Bayu mengusap rambut nya dengan kasar.
"Mas, jangan - jangan istri mu sudah mengetahui semua nya!" Miranda berkata dengan nada cemas.
"Tidak mungkin, jika dia sudah mengetahui semua nya. Tidak mungkin dia mengizin kan aku untuk pergi tadi!" Bayu berkata sambil menggeleng kan kepala nya.
"Orang - orang kantor bagai man Mas? Mungkin kah mereka yang melaporkan semua nya pada istri mu!" Miranda semakin cemas memikirkan nasib mereka saat ini.
"Sekarag gunakan uang mu dulu untuk membayar biaya hotel nya, mas janji setelah kota kembali Mas akan menggantikan nya 3 kali lipat!" Bayu berkata pada Miranda.
"Gal bisa gitu dong mas, aku ini istri mu. Sudah kewajiban mu memenuhi semua nya, bukan nya malah aku yang memenuhi semua nya!" Miranda menolak apa yang di minta oleh suami nya.
"Sayang, mas janji setelah kita pulang nanti mas akan mengganti nya!" Kembali Bayu membujuk Miranda.
"Mas, aku tidak punya uang sebanyak itu. Semua uang ku sudah aku kirim kan pada orang tua ku di kampung!" Miranda berkata dengan cemberut.
Bayu berdecak kesal mendengar ucapan Miranda, padahal selama ini dia sudah melakukan banyak hal pada Miranda. Tidak sedikit uang perusahaan yang sudah dia curi hanya untuk menyenangkan hati sang kekasih gelap nya tersebut.
Tapi kini saat dia sedang di terpa masalah, Miranda malah angkat tangan dan tidak mau tahu sama sekali.
"Mas, coba kamu hubungi ibu mu atau pun istri mu. Minta dia untuk mengirim kan uang pada mu!" Miranda memberikan usul pada Bayu.
Bayu tampak berfikir sejenak, mungkin apa yang di katakan oleh Miranda ada benar nya. Tidak ada salah nya dia mencoba nya.
"Kalau aku minta bantuan sama ibu, tidak mungkin ibu bisa membantu kita. Ibu saja hidup nya tergantung pada kita, lalu kalau aku telepon Vira aku takut di curiga!" Bayu tampak menggaruk kepala nya yang tudak gatal.
"Mas, lalu bagai mana dengan kita? Apakah mas mau kita luntang- lantung di jalan tidak jelas begini!" Semprot Miranda dengan kesal.
Akhir nya sambil menggerutu tidak jelas, Bayu pun mengambil ponsel nya dan mulai menekan panggil pada nomor sang ibu. Tapi tidak di jawab oleh ibu nya, baru pada panggilan ke tiga panggilan nya di jawab oleh sang ibu.
"Hallo bu!" Sapa Bayu pada ibu nya.
"Iya hallo nak, kamu sudah sampai di Bali ya? jangan lupa beli oleh - oleh untuk ibu dan juga Raya, ibu dan Raya juga pengen ke Bali. Jadi kapan kau mau mengajak ibu dan adik mu liburan ke Bali?" Bu Tuti langsung nyerocos panjang lebar tanpa memberikan waktu pada Bayu untuk berbicara.
"Bu, dengar kan Bayu dulu, Bayu mau berbicara hal yang penting pada ibu!" Bayu sudah kesal sendiri mendengar ibu nya berbicara panjang lebar tanpa mendengar terlebih dahulu apa yang akan di katakan nya.
"Hal penting apa? Kamu mau ibu dan Raya menyusul ke Bali sekarang juga. Ibu mau nak, kirim kan uang nya biar ibu dan Raya bisa memesan tiket nya sekarang juga!" Bu Tuti kembali nyerocos sehingga membuat Bayu semakin kesal.
"Bukan itu yang mau Bayi bicarakan sama ibu, saat ini Bayu dan Miranda sedang mengalami insiden. Kartu milik Bayu terblokir dan tidak bisa di gunakan, jadi Bayu mau minta tolong sama ibu agar mengirim kan uang pada Bayu!" Bayu pun menceritakan masalah nya pada sang ibu.
"Apa? Jadi kamu mau minta uang sama ibu untuk kalian berbulan madu, apa ibu tidak salah denger. Seharus nya kamu yang membawa ibu sekalian liburan, sekarang malah minta uang sama ibu. Ibu gak ada uang!" Bu Tuti berkata dengan ketus.
"Bu Tolong lah bu, nanti setelah Bayu pulang Bayu akan mengganti uang nya 3 kali lipat!" Bayu memohon pada ibu nya.
"Tidak, tidak, bulan ini saja kamu belum mengirim kan uang bulanan untuk ibu dan Raya, dan sekarang enak saja mau minta uang!" Bu Tuti menolak keinginan anak nya.
"Bu, Bayu mohon bu tolong Bayu, setelah Bayu pulang nanti uang nya akan Bayu ganti!" Bayu kembali memohon pada wanita yang sudah melahirkan nya ke dunia ini.
"Tidak, kamu minta saja sama Vira atau kalau tidak pada Miranda. Untuk apa kamu punya istri dua kalau tidak bisa membantu mu saat kau susah!" Dengus bu Tuti sambil memutuskan panggilan telepon secara sepihak.
Bayu tampak semakin kesal dan wajah nya sudah merah padam seperti kepiting rebus, ibu nya menolak membantu nya.
"Gimana mas? Ibu mau kan ngirim uang buat kita?" Miranda bertanya pada Bayu.
"Tidak!" Jawab Bayi lemah sambil menggeleng kan kepala nya.
"Ibu mu bener - bener keterlaluan mas, padahal kan kau adalah anak nya. Bisa - bisa nya dia menolak permintaan mu!" Miranda semakin kesal saja mendengar nya.
Bayu semakin frustasi dengan kejadian yang tidak pernah dia duga sebelum nya, pikiran nya buntu dan dia tidak tahu bagai mana cara nya dia bisa mendapat kan uang. Tiba - tiba mata nya tertuju pada leher Miranda, di leher jenjang Miranda terdapat kalung yang beberapa hari yang lalu di beli oleh Bayu.
Bayu mendapat kan ide untuk menggunakan kalung Miranda sebagai solusi dari permasalahan yang kini tengah mereka hadapi.
"Miranda, kalung mu bisa kita gunakan untuk menyelesaikan semua ini!" Bayu menunjuk pada kalung yang ada di leher Miranda.
"Apa? Jangan gula kamu mas. Tidak, kalung ini baru bebrapa hari di beli. Aku tidak akan membiar kan kau mengambil kembali kalung ini!" Miranda memegang kalung nya dengan perasan kesal.
"Miranda, nanti mas akan ganti dengan kalung lain yang lebih bagus dan mahal. Lagian kan kalung itu mas yang beli kan!" Bayu membujuk Miranda.
"Tidak mas, apapun yang sudah kau berikanlah ku tidak bisa kau ambil lagi!" Miranda mempertahankan kalung yang ada di leher nya.
"Miranda, aku tidak ingin mengambil nya. Aku hanya meminjam nya saja, nanti setelah kita pulang dari sini aku akan mengganti kan dengan yang lebih mahal!" Bayu mulai kesal dengan sikap Miranda.
Bayu dan Miranda berdebat dengan sengit, Miranda tidak mau menggunakan kalung itu untuk menyelesaikan masalah yang tengah di hadapi mereka berdua. Sementara Bayu bersikeras untuk menggunakan kalung itu.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅