Naura memilih menikah muda, tetapi pernikahannya tidak bertahan lebih dari 2 tahun, ketika suaminya mengalami koma dirumah sakit, keluarga suaminya memaksa Naura untuk menanda tangani surat perceraian mereka. Setelah bercerai Naura baru mengetahui jika di sedang hamil.
Bagaimana Naura membesarkan anaknya?
Apakah mantan suaminya akan mencari anak dan istrinya?
Atau Naura akan menerima pria baru dalam hidupnya dan menjadikan pria itu papa baru dari anaknya!
Mari baca cerita ku ya teman-teman.
Terima Kasih
🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08. Panggilan Kerja
Satu minggu berlalu Evano sudah sepertinya terbiasa melihat temannya yang diantar jemput oleh papanya. Dia tak lagi mempertanyakan itu, walau terkadang masih saja dia suka terdiam sendiri.
Saat ini Naura sudah menurunkan Evano disekolahan, ada dua orang teman yang datang menyambut Evano dengan riangnya.
Evano saat ini sudah memiliki dua orang teman, mereka bernama Kenzo dan Yeni.
Mereka selalu tampak bermain bersama. Entah bagaimana dan sejak kapan mereka mulai dekat.
Tring! bunyi di telepon di handphone Naura. Pada saat Naura belum menghidupkan mesin motornya.
Dia pun segera melihatnya, nomornya yang tidak dikenal, membuat dia teringat akan masa dimana dia mendapat kabar jika mantan suaminya kecelakaan, badan Naura sedikit gemetar melihat nomor asing masuk, pikirannya mulai kacau, keringatnya bercucuran, antara mengangkat atau tidak.
Tetapi sesaat kemudian dia teringat juga akan lamaran kerja yang selama ini dia tunggu panggilannya.
Dengan tangan bergetar, telapak tangan yang telah basah, dia pun mengangkat telepon tersebut.
"Halo" ucap Naura sedikit bergetar, dia sejenis masih trauma akan hal lalu.
"Halo, apakah ini mbak Naura?" Tanya suara wanita diseberang telepon.
"Iya, dengan saya sendiri!"
"Anda bisa datang kekantor Sinar Jaya sekitar jam 10 untuk menemui hrd kami, melaksanakan interview" Ucap wanita itu.
"Ah bisa-bisa, saya pasti akan segera kesana!"
"Baik, terima kasih" ucap Wanita itu menutup teleponnya.
"Terima kasih mbak" balas Naura.
Naura sangat bahagia, dia bisa dipanggil untuk interview disalah satu kantor tempat dia melamar kerja.
Akhirnya Naura memutuskan untuk menunggu Evano hingga pulang sekolah.
Jam 9 sudah, dengan gelisah Naura menunggu Evano keluar, ketika Evano keluar dengan cepat Naura menghidupkan mesin motornya.
"Evano cepat naik, mama ada urusan penting!" Ucap Naura dengan nada memburu.
"Urusan apa ma?" Tanya Evano disela motor itu melaju.
"Mama di panggil buat interview jadi mama langsung pergi ya, tolong kasih tau nenek!" Ucap Naura berharap Evano mengerti.
"Ok ma!"
Sesampainya didepan rumah, Evano pun segera turun, Naura pun langsung melajukan motornya menuju arah dimana kantor Sinar Jaya berada. Kantor ini bergerak di bidang makanan minuman.
"Pak dimana ruangan hrd, saya dipanggil untuk interview?" Tanya Naura pada satpam yang berjaga.
"Disana!" Menunjukan satu lorong.
"Terima kasih pak!" Naura pun berjalan menuju arah yang ditunjukan satpam tadi.
"Disini" batin Naura.
Dengan hati yang bergetar, jantung yang berdebar kuat, seperti orang ketakutan, Naura merasa grogi harus masuk kedalam, untung saja Naura selalu berpakaian rapi untuk mengantar Evano, dia juga sempat berpikir sewaktu-waktu jika ada panggilan kerja dia sudah langsung siap, karena niat kerja dia yang besar.
Tok! Tok! Tok! Naura mencoba mengetuk ruangan pintu hrd.
"Masuk" teriak orang dari dalam.
Suara seorang laki-laki.
"Maaf pak, saya Naura yang diminta untuk interview!"
"Oh iya benar!"
"Tunggu saya lihat data kamu dulu"
Dengan perbincangan yang panjang lebar, akhirnya Naura diterima bekerja sebagai adminitrasi pembukuan.
Dalam hati Naura sepertinya jantung dia ingin meloncat keluar, apalagi dengan gaji yang ditawarkan membuat Naura merasa cukup untuk kehidupan mereka saat ini.
******
"Aku pulang" teriak Naura.
"Apaan sih kamu dek, teriak-teriak" cetus mama Ayu.
"Ma, Naura keterima kerja ma!"
"Benaran dek?" Tanya mama Ayu.
"Iya ma! Ini semua berkat doa mama dan Evano!" Ucap Naura sangat bahagia.
"Mama doain ya, besok aku kerjanya lancar!" Ucap Naura dengan bahagianya.
"Mama akan selalu berdoa yang terbaik untuk mu!" Ucap mama Ayu.
"Terima kasih ma!" Ucap Naura lalu mengambil tangan mamanya dan mengecupnya.
"Dimana Evano ma?" Sakin senangnya Naura, dia sampai pulang tidak memperhatikan Evano yang tengah tertidur dikursi.
"Itu lho" tunjuk mama Ayu kearah kursi.
"Astaga ma, aku sampai enggak lihat anak ku sendiri!" Ucap Naura pada mamanya.
"Kamu si bahagia banget!"
"Iya ma, karena aku bisa mencari rejeki lagi buat keluarga ini!" Ucap Naura dengan bahagianya.
*****
"Ma" panggil Naura yang tengah membawa seember air menuju kearah mamanya.
"Mama mau ngapain bawa ember itu, ini sudah malam ma?" Tanya Evano yang binggung melihat mamanya membawa seember air.
Naura hanya diam tidak menjawab pertanyaan anaknya.
Kemudian dia bersimpuh didepan kaki mamanya.
"Ma, sini kaki mama biar aku cucikan seperti waktu kecil mama mencucikan kaki sebelum aku tidur, sekarang gantian harus aku yang melakukannya" ucap Naura dengan lembutnya.
Mama Ayu hanya tersenyum kearah Naura, dia tau anaknya begitu berbakti kepadanya.
Evano saat ini hanya diam memperhatikan mamanya dan neneknya.
Naura mengangkat kedua kaki mamanya, menaikan sedikit celana panjang, celana tidur mamanya.
Dengan perlahan Naura meletakkan satu persatu kaki mama Ayu kedalam air.
"Hangat" ucap mama Ayu dengan senyum bahagianya.
"Iya ma, air hangat dikasih sedikit garam untuk kesehatan juga ma!" Ucap Naura kepada mamanya.
Kemudian Naura memijit-mijit sedikit-sedikit kaki mamanya, yang merupakan surganya nanti, karena surga dibawah telapak kaki ibu.
"Kalau enggak kasih garam bagaimana ma?" Tanya Evano.
"Ya, jadi air biasa saja!" Jawab Naura.
"Mau kemana Evano!" Panggil Naura ketika dia beranjak dari kursi.
"Mau ke toilet ma, bentar!"
"Lah kog kamu bawa ember juga, sudah isi air lagi!" Ucap Naura.
"Tunggu ma!" Jawab Evano.
Evano kembali keluar dengan membawa satu gayung air, lalu di tumpahkan kedalam ember, beberapa kali dia bolak balik toilet.
"Buat apa Evano?" Tanya neneknya.
"Buat mama, karena mama sangat menyayangin nenek, aku juga sangat menyayangin mama!" Jawab Evano.
"Aku juga ingin membersihkan surga ku!"
"Kog kamu bilang gitu?" Tanya neneknya.
Naura hanya diam memperhatikan kedua orang yang dia sayangi bertanya jawab.
"Karena Evano pernah dengar dari ibu guru, kalau surga ada dibawah telapak kaki ibu!" Ucap Evano sangat yakin.
Tidak terasa air mata Naura keluar dengan sendirinya karena dia merasa sangat terharu dengan apa yang dikatakan anaknya ini.
"Mama juga sedang membersihkan surga mama yang berada di kaki nenek!" Ucap Evano.
"Anak pintar" ucap sang nenek.
"Ma, kalau sudah selesai mama kesini ya!"
"Iya sayang" jawab Naura sambil menghapus air mata terharunya.
"Mama kenapa?" Tanya Evano karena Naura terlihat seperti menangis dimata Evano.
Padahal Naura sudah berusaha menyembunyikan tangisnya yang tanpa suara itu, hanya air mata yang menetes.
"Ah, enggak ini tadi ada debu atau binatang masuk ke mata mama jadi sakit, mama kucek-kucek ini!" Jawab Naura asal, agar tidak ketahuan dia menangis.
"Berani sekali binatang menyakiti mama ku, nanti aku penyekkan ma!" Seru Evano.
"Jangan nak kasihan" jawab Naura.
Neneknya hanya tersenyum melihat Evano yang semakin dewasa.
"Sudah dek!" Ucap mama Ayu.
"Tu Evano menunggu mu!"
Kemudian Naura pun menyudahi membersihkan kaki mama Ayu, dilapnya hingga kering kaki mama Ayu, kemudian dia membuang air itu terlebih dahulu, lalu duduk kembali dikursi.
Kini giliran Evano yang membersihkan kaki mamanya.
Naura sungguh bahagia, atas kehadiran Evano dihidupnya, bagi Naura Evano bukan lah beban, tetapi hidupnya Naura.
🤔🤔
👍❤
sambil marathon