NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Tamat
Popularitas:65.9k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 : Latihan Bela Diri

​Merpati putih itu tampak kelelahan, sayapnya mengepak tak beraturan di atas atap Paviliun Anggrek. Suara gaduh akibat serangan pembunuh bayaran tadi jelas membuatnya takut untuk turun. Qinqin, yang masih menggenggam belati berukir bunga seruni, mendongak. Matanya yang tajam menangkap kilatan sesuatu yang ganjil di kaki burung itu.

​"Xue, lihat! Merpati itu sepertinya membawa sesuatu," tunjuk Qinqin.

​Xue, yang masih mengusap sisa air mata akibat syok, mendongak lesu. "Mungkin itu merpati liar, Nona. Kediaman ini jarang menerima burung pembawa pesan selain untuk urusan militer Jenderal."

​"Bukan. Instingku mengatakan itu untukku," gumam Qinqin. Ia bersiul kecil, mencoba memanggil burung itu. Namun, merpati itu justru terbang rendah dan hinggap di dahan pohon persik yang menjorok ke arah kolam.

​Tanpa ragu, Qinqin mengangkat sedikit rok gaunnya, bersiap untuk memanjat.

​"Nona! Apa yang Anda lakukan? Anda ini istri Jenderal!" pekik Xue tertahan, takut Nyonya Besar Wu tiba-tiba muncul dan mendapat alasan baru untuk menyiksa majikannya.

​"Istri Jenderal juga manusia, Xue. Diamlah dan jaga situasi," sahut Qinqin pendek. Dengan kelincahan yang mengejutkan, Qinqin memanjat dahan pohon itu. Meskipun tubuh ini terasa lebih lemah dari tubuh aslinya dahulu, namun tekadnya membuatnya bergerak cepat.

​Setelah berhasil meraih sang merpati, Qinqin segera melompat turun. Merpati itu gemetar di tangannya. Benar saja, di kakinya terdapat tabung kecil yang dibungkus kain sutra yang sudah kaku karena noda kemerahan yang mengering.

​"Darah?" Qinqin berbisik. Alisnya bertaut.

​Ia segera masuk ke dalam Paviliun Anggrek, menarik Xue dan menutup pintu rapat-rapat. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Qinqin membuka gulungan kain kecil itu. Di dalamnya terdapat tulisan yang berantakan, ditulis dengan sisa-sisa tenaga dan cairan merah yang tak lain adalah darah.

​"Nona, Ayahmu sakit parah. Jangan percaya pada berita yang kau terima dari rumah. Hati-hati dengan Nyonya Bai. Surat-surat rintihanmu selama ini dibakar habis. Segera bertindak sebelum semuanya terlambat."

​Membaca tulisan itu, tiba-tiba dada Qinqin terasa sesak. Bukan sesak karena napasnya, melainkan perasaan emosional dari pemilik tubuh asli yang masih tertinggal di dalam raga ini. Air mata tanpa sadar menetes di pipi Qinqin. Ingatan-ingatan tentang seorang pria tua yang selalu membelikannya manisan saat kecil, pria yang tersenyum hangat meski tubuhnya lemah, kini membanjiri benaknya.

​"Siapa Bibi Sun, Xue?" tanya Qinqin tiba-tiba. Suaranya berubah parau.

​Xue mengerutkan kening, tampak berpikir keras. "Bibi Sun? Hamba baru mengabdi pada Nona setelah Anda menikah dan pindah ke sini. Tapi... hamba pernah mendengar Nona menyebut nama itu saat sedang mengigau waktu sakit dulu. Bukankah dia pengasuh lama Anda di Timur?"

​Qinqin meremas kain berdarah itu. "Jadi dia pengasuhku... dan dia mempertaruhkan nyawanya untuk mengirimkan ini. Nyonya Bai benar-benar wanita licik."

​Kemarahan mulai membakar diri Qinqin. Ia menatap belati di atas meja, lalu menatap kain berdarah itu. Segalanya mulai jelas sekarang. Jika ayahnya di Timur sakit parah dan Nyonya Bai mengendalikan semua informasi, maka Qinqin di Barat hanyalah bidak yang sengaja dibuang agar tidak bisa menghalangi rencana Nyonya Bai menguasai harta keluarga.

​"Xue, aku butuh lebih dari sekadar kunci dapur. Aku butuh kekuatan fisik untuk melindungi diri sendiri," ujar Qinqin dengan nada tegas. "Panggil Huo Lu. Katakan padanya aku ingin menagih janji Jenderal untuk memberikan apa pun yang kuminta."

​Tak lama kemudian, Huo Lu tiba di depan paviliun. Ia tampak waspada, tangannya masih siaga di hulu pedang. "Nona Muda, Jenderal memerintahkan hamba untuk mengawasi Anda, bukan untuk menjadi pelayan pribadi Anda."

​Qinqin keluar dari pintu dengan tatapan tajam. "Huo Lu, Jenderalmu bilang aku boleh minta apa saja. Dan sekarang, aku minta kau mengajariku cara berkelahi. Terutama cara menggunakan belati dan cara menjatuhkan lawan yang lebih besar dariku."

​Huo Lu tertegun. Ia menatap Qinqin seolah wanita itu baru saja kehilangan akal sehatnya. "Anda? Belajar bela diri? Nona, tangan Anda terlalu halus untuk menggenggam senjata."

​Qinqin berjalan mendekat, menatap lurus ke mata Huo Lu. "Tangan halus ini hampir saja tergorok tadi pagi. Jika Jenderalmu sedang sibuk berperang, aku tidak bisa hanya diam menunggu maut. Ajari aku, atau aku akan pergi ke pasar dan mencari orang lain untuk mengajariku."

​Huo Lu melihat keseriusan yang luar biasa di mata itu. Ia menghela napas panjang. "Hamba harus melaporkan ini pada Jenderal."

​"Silakan. Tapi selagi kau melapor, ambilkan aku pakaian yang lebih ringkas. Gaun-gaun ini terlalu ribet untuk dipakai bertarung," sahut Qinqin.

​Malam itu, di lapangan belakang yang tersembunyi, Qinqin memulai latihannya. Huo Lu memberinya beberapa dasar gerakan langkah kaki agar ia tidak mudah dijatuhkan.

​"Lebih rendah, Nona! Kaki Anda harus kuat menapak tanah!" seru Huo Lu.

​Qinqin jatuh berkali-kali ke tanah yang keras. Lututnya memar, telapak tangannya lecet. Namun, setiap kali ia merasa ingin menyerah, bayangan kain berdarah dari Bibi Sun dan wajah pucat ayahnya muncul. Ia bangkit lagi, berkali-kali.

​Dari kejauhan, di atas menara pengawas, Wu Lian berdiri diam. Ia memperhatikan bagaimana istrinya yang dulu sangat penakut, kini terus bangkit meski tubuhnya sudah gemetar karena kelelahan.

​"Berubah drastis," gumam Wu Lian.

​Wu Lian turun dari menara dan berjalan mendekati area latihan. Huo Lu segera memberi hormat, sementara Qinqin berhenti dengan napas tersengal-sengal. Keringat membasahi wajahnya, membuat rambutnya berantakan.

​"Kenapa kau memaksakan diri sampai seperti ini?" tanya Wu Lian dingin.

​Qinqin menyeka keringatnya dengan punggung tangan. "Karena aku tidak mau mati konyol. Dan karena aku punya hutang nyawa yang harus dibayar di Timur."

​Wu Lian menyipitkan mata. "Timur? Kau ingin kembali ke sana?"

​Qinqin menatap mata Wu Lian dengan berani. "Aku akan kembali suatu saat nanti. Tapi tidak sebagai orang lemah yang bisa diusir begitu saja. Aku akan kembali untuk mengambil apa yang menjadi milikku."

​Wu Lian terdiam sejenak. Ia merasakan api kemarahan sekaligus tekad yang murni dalam diri Qinqin.

​"Huo Lu, jangan hanya mengajarinya jalan kaki," ujar Wu Lian tiba-tiba. Ia mencabut sebuah belati kecil dari pinggangnya---senjata yang ramping namun sangat tajam---dan melemparkannya ke arah Qinqin.

​Qinqin menangkapnya dengan sigap.

​"Gunakan itu. Itu senjata sungguhan. Jika kau ingin bertarung, jangan setengah-setengah," lanjut Wu Lian sebelum berbalik pergi.

​Qinqin menatap belati di tangannya. "Terima kasih, Jenderal," bisik Qinqin.

​Ia kembali menatap Huo Lu. "Ayo lanjut. Jangan berhenti sampai aku bisa membuatmu mundur satu langkah saja."

​Huo Lu tersenyum tipis, mulai merasa kagum. "Baik, Nona. Bersiaplah."

​Di dalam hatinya, ia berjanji, Ayah, bertahanlah. Aku akan datang membawa perhitungan bagi mereka yang menyakitimu.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Andi Ilma Apriani
sangaattt bagus
ANWi/Berly Re: makasi kak andi iilma apriani~❤️
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
bagus bangeeett thoorr ceritax tidak bertele2
Andi Ilma Apriani
hadiirr
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
jadi perempuan licik jelas salah giliran jadi penurut pendiam malah ditindas
dan diabaikan🥹
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
Risna Udi
suka banget Thor ceritanya, semangat terus dan sehat selalu. ditunggu karya othor selanjutnya
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak Risna Udi~❤️
total 1 replies
Mydar Diamond
Thor apakah ini sudah tamat..apa pun jalan ceritanya menarik dan ada penamatnya selanjutnya Sambung ke karya baru yang sekarg promo nampaknya agak menarik juga
ANWi/Berly Re: sudah tamat ya ka~ makasih udah mampir kak~❤️
total 1 replies
Anisa Tanjung
keyen qinqin😍😍
ANWi/Berly Re: hehe~🤗
total 1 replies
Sulati Cus
ending yg manis dg konflik ringan
ANWi/Berly Re: makasi kak❤️
total 1 replies
sahabat pena
huhuhu happy ending.. 🥰🥰🥰ayo dong kak..cerita penata rias artis di up yg byk
sahabat pena: sama-sama kak
total 2 replies
Dede Dedeh
lagi dong....
ANWi/Berly Re: siap kak , bntr lg tamat nih....❤️
total 1 replies
Nanang Kukun
aku tetap menunggumu
ANWi/Berly Re: makasi kak~🤗
total 1 replies
Dede Dedeh
lanjut....... makin rame nih
ANWi/Berly Re: makasi kak~❤️
total 1 replies
sahabat pena
syukur lah jendral jujur menceritakan silsilah keluarga nya.. jd skrg hrs kompak sebagai partner jg pasangan... semangat
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
lin sya
mkin seru aj alurnya dan bikin penasaran cerita slnjutnya smga ttp seru dibacanya ya thor 👍
ANWi/Berly Re: amin makasi kak lin sya~ ❤️
total 1 replies
xiaoyu
ok thoor
ANWi/Berly Re: makasi kak udah mampir ~❤️
total 1 replies
lin sya
penasaran siapa org tua kandung wu lian knp smpai dibuang? tp walaupun nyonya wu menjadikan ia pion dan mendidik keras seenggaknya wu lian tumbuh jd pria tangguh dan gk bodoh2 amat, buktinya bsa nyembunyiin anak kndung nyonya wu suatu saat bsa jdi bumerang buat kluarga wu klo seandainya wu lian dan istrinya terdesak😄
sahabat pena
sakit hati, sedih, marah pasti nya hati jendral dgn kenyataan pahit.
ANWi/Berly Re: setuju kak~
total 1 replies
Dede Dedeh
lagiiii. dong........ qinqin aku padamu/Drool/
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak~❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!