Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
SELAMAT MEMBACA !!!
Malam harinya setelah pertengkaran hebat Sarah sekarang lagi di kamarnya anaknya Vania dia juga nanti malam akan tidur bersama anaknya .
Sedangkan Arya yang lagi merenung di kamarnya mendapati hapenya berbunyi dan ternyata dari Mutia wanita selingkuhannya .
" Halo Mut !"
" Halo Mas! Mas lagi apa? Mas tadi diperusahaan sangat heboh video kita diruangan sudah beredar di seluruh perusahaan , aku takut Mas !" Seru Mutia mengadu sama Arya .
" Kamu nggak sah takut ada aku yang akan membantu kamu ."
" Mas, apa kamu nggak bisa kesini Mas! Aku takut banget Mas hik hik hik ." Seru Mutia sedikit berbohong dengan Arya , Mutia ingin Arya ke kost annya .
Arya yang tidak tega dengan Mutia dia langsung mengambil kuncinya dan pergi dengan tergesa gesa takut Mutia ada apa apa .
Sarah yang mendengar suara mobil suami dia langsung berjalan ke arah jendela melihat mobil suami telah berlalu .
" Katanya tadi khilaf meminta maaf tapi sekarang sudah pergi menemui wanitanya lagi ." Lirih Sarah sambil menatap keluar jendela .
Sarah turun ke bawah ingin makan malam.
" Vania makan dulu yuk sayang." Ajaknya ke anaknya .
" Tapi Papa nggak ada kan Ma, aku nggak mau sama Papa, Vania takut Ma tadi pas pulang kerja Papa teriak teriak Ma, aku sama Nenek sangat takut Ma ." Balas Vania sambil menatap wajah Mamanya .
" Nggak ada papa sayang, kita makan bareng Mama sama Nenek saja yuk takutnya Nenek menunggu kita lama Sayang !" Seru Sarah sambil menggendong tubun gembil Vania membawanya turun ke bawah menuju ruang makan.
" Mbok, ayo kita makan malam dulu !" Seru Sarah ketika sudah sampai di meja makan.
" Ya Nak, tadi aku lihat suami kamu pergi dengan tergesa gesa mungkin ada sesuatu yang penting !" Seru Mbok Marni memberitahukan Sarah tentang kepergian suaminya .
" Ya Mbok tadi juga aku melihatnya kok, paling penting juga wanitanya Mbok, besok aku rencananya mau mencari pengacara untuk membantu proses cerai aku Mbok ." Ucap Sarah lirih takut anaknya mendengarkannya .
" Apa kamu sudah berpikir Nak? Apa sudah nggak bisa diperbaiki demi Vania Nak ?"Tanya Mbok Marni takut Sarah mengambil keputusan disaat hati dan pikirannya sedang panas sehingga akan mengakibatkan penyeselan .
" Sudah aku pikirkan Mbok dan sudah positif mengambil jalan cerai Mbok dengar dengar sendirikan tadi sore dia bilangnya maaf, khilaf dan meminta untuk dikasih kesempatan untuk berubah tapi baru bicara begitu sekarang sudah pergi dan nggak pamit kemungkinan dia menemui wanita itu lagi Mbok dan untuk Vania aku tidak akan melarangnya untuk menemui Vania seandainya dia ingat sama anaknya kalau pun nggak ingat ya nggak apa apa kan Mbok cukup aku yang akan menjadi Mama sama Papanya dan insyaallah aku akan berusaha untuk selalu membuat Vania bahagia Mbok ." Jawab Sarah dengan penuh kesadaran .
" Ya sudah kalau sudah kamu pikirkan dengan sepenuhnya Nak, Mbok juga nggak bisa menghalangi kamu untuk menggugat suami kamu memang suami kamu yang salah Nak !" Seru Mbok Marni ikut sedih melihat majikannya lagi ada masalah dengan rumah tangganya .
" Vania sayangnya Mama , boleh nggak Mama bertanya sama Vania ?" Tanya Sarah pelan dan lembut .
" Boleh Ma memangnya Mama mau bertanya sama Vania apa Ma ?" Jawab Vania dan berbalik bertanya sama Mamanya .
" Sayang seandainya nanti Vania berpisah dengan Papa untuk waktu lama apa Vania nggak apa apa Sayang ?" Ucap Sarah menatap lembut wajah cantik anaknya .
" Apa kita mau ke tempat Nenek Leni lagi Ma, kalau kesana Vania nggak apa apa Ma lagian Papa juga sekarang jarang main sama Vania dan suka marah marah Ma. Kalau mau ke rumah Nenek Leni lagi Vania boleh bawa mainan semuanya Ma, Vania mau kasih ke Mbak Tasya sama Mbak Riri Ma ." Jawab Vania dengan bahagia dan senang .
Sarah yang mendengar jawaban anaknya sangat sakit hatinya dan membuat dia seratus persen ingin menggugat cerai suaminya .
Malam harinya setelah menidurkan Vania, Sarah kembali ke kamarnya untuk mengganti bajunya dan mengambil selimutnya dia ingin tidur di kamar anaknya .
Sarah melihat jam sudah jam sebelas tapi belum ada tanda tanda suaminya pulang sedangkan yang dipikirkan Sarah sekerang lagi memadu kasih bersama selingkuhannya.
Setelah menuntaskan gairahnya Arya berbaring disebelah Mutia melihat langit langit kamar kostnya Mutia .
" Mas, lagi mikirin apa sih Mas ?" Tanya Mutia yang lagi memeluk tubuh polos Arya .
Arya tidak menanggapi pertanyaannya Mutia dia masih asyik dengan lamunannya . Arya mengingat lagi pembicaraannya sama Sarah istrinya dia sudah meminta maaf tapi disinilah dia baru ditelpon Mutia saja dia langsung pergi tanpa ada kata izin sama istrinya itu .
" Mas Arya lagi memikirkan istri kamu yang bisanya cuma dirumah saja itu ya Mas, dan bisanya cuma bisa menghabis uang kamu saja Mas ." Ucap Mutia ingin memprovokasi Arya biar benci sama istrinya .
Tapi Arya masih diam nggak menanggapi ucapan Mutia , Arya menyingkirkan tangan Mutia ingin mandi dan akan pulang ke rumahnya . Arya masuk ke kamar mandi dan Mutia menyusul Arya ke kamar mandi langsung memeluk tubuh Arya yang polos, Mutia tidak akan membiarkan Arya pulang ke rumahnya .
Keesokan paginya setelah menyelesaikan sholat subuh, Sarah masuk ke dalam kamarnya yang sepi dan kasur masih rapi berarti semalam suaminya nggak pulang, Sarah langsung mandi dan berganti baju ingin membuatkan sarapan untuk putrinya .
" Selamat pagi Mbok! Mau buat sarapan apa Mbok ?" Tanya Sarah .
" Pagi Nak, Mbok mau buat nasi goreng saja semalam masih ada sisa nasi yang banyak dan untuk Vania itu sudah Mbok pisahkan nasi gorengnya yang nggak pedas ." Jawab Mbok Marni .
Deru mobil terdengar dari luar rumahnya berarti suami pulang tapi Sarah biasa saja dia sudah mati rasa sama suaminya itu .
" Selamat pagi sayang ,Mbok !" Sapa Arya tanpa merasa bersalah .
" Pagi Pak ." Balas Mbok Marni tapi nggak sama Sarah dia hanya diam saja sambil menggoreng nasi dan ketika Arya mau menciumnya dia menghindar .
Enak saja habis bercumbu dengan wanita itu dia mau menciumnya jangan harap mulai hari ini Sarah nggak mau dekat lagi sama suami durhakanya.
" Kenapa sih Sayang ?" Tanya Arya agak kesal dengan Sarah .
" Oh kamu masih tanya kenapa istri kamu ini nggak mau dicium lagi sama kamu, Laki laki yang mendholimi istrinya tapi masih ingin di layani masih mau mencium istri , Hei Tuan Arya yang terhormat bisakah kamu mandi dulu setelah melayani wanita lain dan jangan berharap aku akan melayani suami durhaka kayak kamu , ayo kita ketemu dipengadilan aku masih ingin menjaga kewarasan saya wahai Tuan Arya yang terhormat ." Ucap Sarah langsung pergi dari dapur dan menuju kamar anaknya dan langsung menguncinya, dia malas kalau harus ketemu suaminya lagi .