NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08. WATACI

Malam itu, dengan hati yang bergemuruh, Nika memutuskan untuk berolahraga. Di bawah cahaya rembulan yang remang, ia berlari mengelilingi taman.

Walau napasnya tersengal dan lututnya terasa sakit, ia tidak peduli. Itulah yang selalu Nika lakukan jika hatinya tengah gundah.

"Selalu saja kalian memperlakukan aku seperti ini. Aku bukannya boneka yang tidak punya rasa lelah, aku ini manusia. Aku juga ingin seperti mereka—dimanja, diperhatikan, dan ditanya apa yang aku suka," rutuknya dalam hati.

Langkahnya melambat. Matanya menyipit untuk memperjelas apa yang sedang dilihatnya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat sosok yang dikenalnya.

Hatinya mencelos, seolah ucapannya diabaikan oleh semesta. Dahinya mengerut saat melihat Adnan dan kekasihnya begitu intim di bawah pijar rembulan.

"Jadi kau belum mengakhirinya. Sepertinya aku perlu membantumu, Adnan."

Nika merogoh ponsel dari saku celananya.

[Jangan lupa, Tuan Adnan. Tinggal beberapa hari lagi kita akan menikah. Aku harap kau sudah mengakhiri hubunganmu itu.]

Nika kembali menatap ke arah mereka sambil menekan tombol kirim. Ia berlalu dari tempat itu seolah-olah tidak melihat mereka.

Adnan, yang baru saja membaca pesan tersebut, celingukan mencari keberadaan Nika. Entah mengapa, ia merasa sedang diawasi.

Vivian menepuk pundak Adnan pelan. "Ada apa, Sayang?"

"Tidak ada apa-apa. Ya sudah ayo, kita cari makan," ajak Adnan sambil menggenggam tangan kekasihnya.

––––––

Siang itu di dalam ruangannya, Nika terlihat sangat sibuk dengan tumpukan berkas di meja. Satu per satu diperiksanya, memastikan semua laporan yang diajukan sesuai dengan data yang ada.

Setelah semua selesai, ia menyandarkan punggungnya. Helaan napas panjangnya menandakan betapa lelahnya ia hari ini.

"Geby!"

Dengan tubuh yang lemas, ia memanggil sekretaris sekaligus asistennya. Pintu segera terbuka dan Geby bergegas mendekat.

"Iya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?"

Nika menegakkan tubuhnya. "Apa jadwalku setelah ini? Kalau sudah tidak ada, aku mau pulang untuk istirahat. Sepertinya aku kurang sehat hari ini."

Nika merasa tubuhnya sangat letih. Semenjak kematian ayahnya, ia tak seharipun bisa merebahkan tubuh untuk beristirahat dengan tenang.

"Apa Ibu perlu ke rumah sakit? Biar saya antar," tawar Geby dengan wajah cemas.

Nika menggeleng cepat. "Tidak perlu. Aku hanya butuh istirahat saja."

Geby menghela napas lega. "Hari ini Ibu tinggal melakukan kunjungan ke mal tempat produk kita dipamerkan untuk pertama kalinya. Setelah itu, hanya ada janji makan malam dengan klien. Tapi saya bisa membatalkannya jika Ibu kelelahan."

Nika mengangguk puas. "Iya, begitu saja. Kita pergi ke mal sekarang juga."

Mereka pergi ke mal yang jaraknya tak begitu jauh dari kantor Holding Group. Setelah setengah jam perjalanan, mereka akhirnya sampai. Nika berjalan beriringan dengan Geby. Saat tiba di lobi, seorang staf menyambut dan mengantar mereka ke gerai yang menjual produk terbaru perusahaan.

Namun, saat tiba di lokasi, kerumunan orang mulai terbentuk. Bukan karena tertarik pada produk, melainkan karena ada keributan.

"Dasar pelayan tidak tahu diri! Saya ingin beli produk ini untuk cucu saya, bukannya dilayani, saya malah diusir!" teriak seorang wanita paruh baya dengan pakaian yang terlihat agak usang.

Nika tidak lantas mendekat. Ia ingin mengamati apa yang sebenarnya terjadi. Seorang staf yang bekerja sebagai Beauty Advisor terlihat mendekat, mencoba meredakan suasana.

"Sudahlah, Mel, jangan seperti itu," ucapnya berusaha melerai pertengkaran antara temannya dan pelanggan tersebut.

Bukannya mendengarkan saran temannya, staf bernama Melda itu justru mendorong sang nenek dengan kuat hingga terhuyung dan hampir terjatuh. Nika yang berdiri tak jauh dari sana segera menahan tubuh wanita tua itu.

"Nenek tidak apa-apa?" tanya Nika lembut. Pandangannya lalu tertuju tajam ke arah Melda.

"Terima kasih ya, Nak. Dia itu ... dasar pelayan kasar! Saya mau beli produknya tapi katanya tidak bisa, padahal saya ingin membelinya sebagai hadiah untuk cucu saya," ungkap sang nenek dengan mata berkaca-kaca.

Nika melangkah mendekat ke arah para staf yang kini tertunduk. "Apa benar begitu? Apa benar kalian melarang Nenek ini membeli produk kita?"

Amarah Nika terasa sudah di ubun-ubun, apalagi setelah menyadari siapa yang bekerja sebagai Beauty Advisor di sana. Ya, itu Vivian, kekasih Adnan. Nika menatapnya lekat-lekat, meskipun dia pacar Adnan, Nika tidak akan memberi ampun.

"Maafkan kami. Saya sudah mencoba mengingatkan teman saya, Melda, namun dia tetap tidak mau mendengarkan," ucap Vivian lirih.

Nika bersedekap tidak sabar. "Sebenarnya apa yang terjadi? Jelaskan!"

Vivian mencoba menjelaskan bahwa Melda bermaksud memberi tahu bahwa cucu sang nenek belum bisa memakai produk kosmetik tersebut karena masih di bawah umur. Namun, sang nenek tetap bersikeras hingga terjadilah keributan itu.

"Kau, Melda, kan? Cepat kemasi barangmu dan pergi dari sini. Aku tidak butuh pegawai yang kasar dan tidak bisa mengendalikan emosi. Dan untukmu, Vivian, gajimu akan dipotong bulan ini karena kau tidak tegas melerai temanmu yang berlaku kasar," tegas Nika.

"Tapi saya tidak salah, Bu! Anda tidak bisa memecat saya begitu saja! Saya sudah lama bekerja di sini. Jangan tidak adil mentang-mentang Anda pemilik perusahaan ini!" protes Melda.

Namun, Nika hanya menyunggingkan senyum tipis sambil membimbing nenek itu masuk ke dalam gerai.

"Geby, panggil keamanan dan bawa wanita itu keluar," perintah Nika sebelum berlalu.

Geby segera mengangguk. Sementara itu, Vivian hanya bisa menatap dengan nanar. Ia mencoba menyusul Nika karena merasa keputusan itu tidak adil.

"Maaf, Bu. Saya tidak terima gaji saya dipotong. Saya tidak melakukan kesalahan, bahkan saya sudah mencoba mencegah Melda," protesnya.

Nika berbalik. "Tapi kau kurang tegas terhadap rekanmu. Aku lihat kau cuma banyak bicara tanpa bertindak nyata. Kau lihat tidak? Dia sudah tua, seharusnya kau ajak masuk dulu, jangan biarkan keributan ini menjadi konsumsi publik. Jika seperti ini, citra perusahaan dan penjualan bisa terpengaruh. Apa kau tidak paham?"

"Hentikan! Ada apa ini?" sentak Adnan yang tiba-tiba muncul.

Semua menoleh. Vivian segera berlari menghampiri Adnan dengan raut wajah memelas.

1
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
mampuss luu🤣🤣
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: bahagianya ibuk🤣
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wahh ada niat terselubung apa lagi si vivian ini
Resa05
novelnya keren thor, semoga makin rame semangat up terus!
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Aamiin,. makasih kak🙏
total 1 replies
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
aduhh ibuk... 🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lahh kenapa nggak tidur bareng aja nika🤣🤣
Aldinakbar
bangun Elano jangan hanya berlindung dibalik kakakmu Bangun dan lindungi kakakmu selayaknya pria sejati
Aldinakbar
17 tahun udah bukan anak anak lagi harusnya udah ngerti,kebanyakan dimanja sih
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Iya kadang karena dia anak laki" perhatiannya dengan anak perempuan berbeda.
total 1 replies
Raine
nika yg badas kenapa jodohnya adnan sih, coba ceo kaya juga biar otaknya setara
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Jodoh gak ada yg tau ya kak🤭
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
cieee udah mulai naksir🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: wkwkwk iya yi🤣🤣
total 2 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iyalah.. nika istri nya, kmu cuma mantan/Tongue//Tongue//Tongue/
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
syukurin🤣🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hayo lohh Adnan, kmu pilih siapa?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: harus nya istri lahh🤭🤭
total 4 replies
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Violin≛⃝⃕|ℙ$☘𝓡𝓳
Astaga belum juga kering makamnya udah sibuk masalah warisan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wahhh salut sama Nika wanita yg gak gampang ditindas, tapii ituu yg kenaa vas siapaa yaa?🤔🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
Jawabannya ada di bab selanjutnya ya buk.. sumpah aku bener" keteteran ini buk nulisnya🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
apa Adnan ya yg menyelamatkan nika?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika🥺🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wkwkwkwk kesian adnan🤭🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
jngn bilang gaby kenap2 ya thor🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!