Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Suasana ruang tamu masih hening setelah lamaran disampaikan.
Semua menunggu jawaban Lisa.
"Bagaimana, Lisa? Tidak perlu terburu-buru… tapi kami ingin mendengar pendapatmu." tanya tuan Vincent
Lisa hanya terdiam. Tangannya saling menggenggam. Ia tidak langsung menjawab, justru melirik ke arah Alya yang duduk sedikit di belakang.
Alya menyadari tatapan itu. Mata mereka bertemu.
"Lisa… Nak?" panggil papah Andreas pelan, karena melihat Lisa yang hanya diam sembari melihat ke arah Alya.
Lisa menarik napas panjang, tapi suaranya tertahan. Ia masih menatap Alya.
"Kak jangan liat aku kaya gitu" ucap Alya sembari tersenyum lembut, suara pelan tapi jelas
Semua sedikit bingung, kecuali Niko dia mengerti maksud tatapan Lisa kepada Alya,
"Aku tahu, Kak… dulu aku juga suka sama Kak Niko." lanjut Alya dengan tetap menatap Lisa dengan hangat.
Suasana langsung berubah tegang. Lisa terkejut, matanya melebar.
"Alya.." ucap Lisa berbisik
"Tapi… aku juga tahu Kakak lebih dulu mengenalnya. Dan… aku lihat Kakak bahagia jika dekat dengan kak niko." balas Alya
Mata Lisa mulai berkaca-kaca
"Aku takut… kalau aku terima, kamu akan menjauh lagi dari Kakak" ketakutan Lisa yang tahu jika Alya menyukai Niko juga.
Alya bangkit perlahan, mendekat ke Lisa.
"Aku dulu memang pernah seperti itu… dingin, menjauh. Tapi itu bukan karena Kakak bahagia… karena aku belum bisa mengerti perasaanku sendiri." ucap Alya
Alya menggenggam tangan Lisa.
"Sekarang aku sudah ngerti. Dan aku nggak mau kehilangan Kakak cuma karena perasaan yang… harusnya aku lepaskan. Dan jujur aku sudah tidak ada perasaan apapun lagi kepada kak Niko sekarang" lanjut Alya
Lisa air mata jatuh
"Tapi aku juga… aku juga suka sama Niko…" ucap lisa
Alya tersenyum kecil
"Ya sudah… berarti Kakak nggak harus bohong sama hati Kakak." balas Alya
Lisa menatap Alya, masih ragu.
"Aku nggak apa-apa, Kak. Beneran. Aku lebih milih lihat Kakak bahagia… daripada Kakak terus menahan diri demi aku." lanjut Alya lebih tegas tapi tetap lembut
Suasana menjadi haru. Mamah rumi mengusap air mata pelan.
"Jangan jauhi kebahagiaanmu sendiri, aku akan ikut bahagia jika kakak bahagia" ucap Alya pelan
Lisa akhirnya tersenyum tipis di tengah tangisnya, lalu memeluk Alya erat.
"Makasih… Alya." balas Lisa
"Gak perlu berterima kasih kak. Aku gak ada perasaan apapun lagi ko sama kak Niko, jadi kakak jangan pikir aneh - aneh ya" ucap Alya coba menenangkan Lisa
Setelah beberapa detik, Lisa melepaskan pelukan, lalu menatap ke arah Pak Vincent dan Niko.
"Saya… menerima lamaran ini. Tapi… saya ingin kita saling mengenal lebih dalam dulu." jawab Lisa dengan suara lebih mantap
Niko tersenyum lega
"Syukurlah, terima kasih sudah menerima Niko. Anak kamu yang cukup bandel ini" canda tuan Vincent.
Pertukaran cincin pun di mulai, acara tunangan ini akan di lakukan sesederhana mungkin.
Karena Niko dan Lisa masih kuliah jadi, pernikahan mereka akan di tunda sampai mereka sudah selesai kuliah.
Setalah acara tukar cincin selesai, mereka pun melakukan makan malam bersama dengan perasaan penuh kegembiraan.
Saat semua orang sedang berbincang, sedangkan Alya dia sedang di dapur memakan dimsum yang tadi papahnya beli.
"Lo lagi ngapain?" tanya Niko yang tiba - tiba muncul
"Makan dimsum" singkat Alya
Niko mengambil air di dalam kulkas dan melirik ke arah Alya dengan tatapan bingung.
"Jangan pernah ganggu gue lagi, gue sekarang udah jadi tunangan Kak Lo. hapus semua perasaan Lo" tegas Niko
Dari dulu Niko tau jika perasaan Alya besar kepadanya, jadi dia harus tegas mulai sekarang karena dia sudah menjadi tunangan Lisa.
"Jangan terlalu ke PDan. Gue dari dulu udah gak ada perasaan apapun lagi sama Lo, kita aja baru ketemu lagi sekarang kan. Jadi jangan so paling tau perasaan orang lain nanti malu" sarkas Alya
"Dan tolong anggap aja gue dari dulu gak ada perasaan apapun sama Lo. Biar kita saling nyaman aja, bentar lagi kan Lo jadi kakak ipar gue. Jadi lupain semuanya" lanjut Alya
"Dan satu lagi, kalo kakak gue lagi gak ada jangan pernah ajak ngomong gue. Gue takut nanti ada pikiran aneh - aneh" ucap kembali Alya
Alya langsung berjalan meninggalkan Niko yang masih bingung di tempat, ini pertama kalinya Alya memanggilnya Lo.
Se jahatnya Niko kepada Alya, Alya tidak pernah berbicara seasing itu kepada Niko membuat Niko semakin aneh.
Alya langsung berjalan ke lantai atas, dia sudah pamit tadi kepada kedua orang tua Niko jika dirinya harus segera tidur karena besok harus sekolah dan mereka pun mengerti.
Tanpa mereka berdua sadari, Lisa yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka sedikit terkejut karena ini pertama kalinya dia mendengar Alya yang ketus kepada Niko.
"Maafkan kakak dek, tapi kakak bersyukur sekarang kamu lebih perhatian sama kakak" gumam pelan Lisa
Dengan perasaan bahagia, Lisa kembali berkumpul bersama orangtua Niko dan orangtuanya.
"Jadi bagimana tuan apa tanggal pernikahan akan di buat sekarang?" tanya papah Andreas
"Jangan panggil saya dengan tuan lagi Andreas, kita akan jadi besan sekarang jadi panggil nama saja. Toh kita seumuran kan" balas tuan Vincent
"Baik - baik" kaku papah Andreas
"Ya sudah kalo gitu kita buat sekarang saja. Jadi nanti saat waktunya semakin dekati kita bisa mempersiapkan nya dengan rapih" jawab tuan Vincent
"Jadi kita mau acara pernikahannya di tanggal berapa bulan berapa?" tanya nyonya Vivi
"Arena wisuda anak kita di bulan depan jadi kita atur saja pernikahan di lakukan 3 bulan lagi. Jadi nanti setelah mereka beres wisuda kita langsung mempersiapkan kebutuhan acara" jawab mamah Rumi
**
Keesokan Paginya
"Dek, dek bangun ini udah jam 7 pagi. Kakak lupa bangunin kamu" panik Lisa sembari berteriak di samping Alya yang sedang tidur
Ugh...
"Apa sih kak" lenguh Alya
"Bangun kamu udah telat ini" panik Lisa
"Hari ini sekolah libur kakak" ucap santai Alya
"Hah libur? Libur dari mana ini baru hari kamis Alya" balas Lisa
"Tadi aku udah bangun jam 5 aku cek WhatsApp ada chat dari guru di grup kalo hari ini libur ada rapat dadakan jadi murid belajar di rumah" ucap Alya
"Mana liat chatan gurunya?" ucap Lisa
Hah...
Alya pun memperlihatkan chat dari guru dan baru percaya lah Lisa.
"Oh iya. Kakak panik tadi kamu belum bangun, oh iya kakak harus berangkat ke kampus sekarang mau di jemput sama niko" ucap Lisa
"Iya kak. Gak papa nanti aku yang terima mobilnya, tenang aja" balas Alya
"Oke kalo begitu kakak pergi ya. Inget jangan tidur lagi, di rumah cuma ada kamu mamah sama papah udah berangkat kerja" teriak Lisa
"Iya. Kakak bawel" balas Alya kesal.
dsr ppb.....🤮🤮🤮
tapi kayaknya aku bakalan nabung bab nya soalnya kalo baca per update nya kan cuma 1bab jadi mendingan di tabung bab nya. makasih thor aku suka ceritanya, sehat selalu ya author yang baik. ❤❤❤
s neng blm sdar sm kkuatannya sndri....pdhl,slain jd holang kaya dia jg jd sakti mndragunawati.....🤣🤣🤣
kl holang kaya mh gt ya....pas dngr btuh apa,sat set beli....tau2 udh nmpuk aja....tp indah bruntung bgt ktmu alya,jd dia bs bbas dr kluarga gila...trs prgi jauh....