seorang selir yang tiba-tiba melahirkan di istana dingin,tewas karna akibat di racuni oleh permaisuri yang kejam.
selir itu mati dan melahirkan bayi yang prematur,dan bayi itu terlihat aneh, permaisuri yang merasa senang melihat rupa bayi selir yang baru saja dilahirkan,dia buru-buru melaporkan masalah itu pada kaisar.
dan benar saja,kaisar juga terkejut sekaligus ketakutan saat melihat bayi itu memiliki rambut yang berwarna putih,karna mengira Bayi itu pembawa sial,dia membunuh nya.
tapi saat pedangnya ingin menebas leher bayi tersebut,dia mendengar suara anak kecil yang begitu lucu.
bagaimana kelanjutan ceritanya ? yuk mampir di cerita author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan putri ana di kediaman jenderal Jordan
Setelah mengusir Maya dari kediaman nya,jenderal Jordan merenung di dalam kamar,dia menatap ranjang dimana dia dan Maya menghabiskan malam selama ini.
" seharusnya aku mengetahui perbuatan nya dari dulu,,hah...karna Maya sudah aku ceraikan pasti kaisar Miko akan segera bertindak,,aku tidak mau Evan ikut terkena masalah,,ini semua karna Maya,apa dia tidak bisa memikirkan bagaimana nasib putra nya kedepan nya " gumam jenderal Jordan,dia memijit pelipisnya yang berdenyut keras.
Tok tok tok
mendengar suara pintu di ketuk, jenderal Jordan mendongak,dia menatap kearah pintu dan segera berjalan membuka nya.
ternyata yang mengetuk pintu adalah Evan,dia tersenyum lembut pada putranya yang menatapnya dengan mata memerah.
" ada apa nak ? Apa kamu baik-baik saja " tanya jenderal Jordan, seperti biasa dia akan bersikap lembut pada putra satu-satunya.
Evan rasanya ingin menangis,ayahnya sudah di khianati oleh ibunya,tapi pria paruh baya ini masih terlihat tenang,bahkan dia masih bisa tersenyum padanya.
" aku tidak apa-apa ayah,,itu..itu " Evan tidak sanggup melanjutkan ucapannya,dia tiba-tiba terisak yang membuat jenderal Jordan langsung memeluknya.
" tidak apa-apa nak,meski ibumu sekarang tidak bersama kita lagi,masih ada ayah disini,ayah akan melindungi mu dan berusaha membahagiakan mu " bisik jenderal Jordan,dia menatap keatas atap rumah untuk menahan air matanya yang ingin terjatuh.
" hikkkssssssssss,,, terimakasih ayah,,aku sangat beruntung memiliki ayah,,bagi Evan ayah adalah yang terbaik di dunia,,," ucap Evan.
Jenderal Jordan tersenyum,dia mengangguk lalu menguraikan pelukannya.
" sudah jangan menangis lagi,ini semua sudah menjadi takdir ayah,,tapi ayah juga tidak menyesal menikahi ibumu karna dia telah melahirkan putra terbaik untukku " mendengar ucapan jenderal Jordan,hati Evan bergetar,dia menghapus airmata nya dan menatap wajah ayahnya yang sudah mulai menua.
" ayah aku berjanji akan melindungi ayah ! aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti ayah ! " batin Evan,dia mengepalkan tangannya, bahkan harus melawan kaisar dia pun tidak takut,jika ini menyangkut ayahnya.
tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri kedua pria itu,pelayan itu langsung menunduk.
" tuan ada seseorang yang mencari anda,dan orang itu ada di luar gerbang " beritahu pelayan.
Jenderal Jordan menatap pelayan itu dengan terdiam,dia merasa heran siapa yang datang kerumahnya malam-malam begini.
" suruh orang itu masuk,dan siapkan makanan untuk mereka " perintah jenderal Jordan.
" baik tuan " setelah mendengar perintah tuan nya,pelayan itu langsung pergi dari sana.
" ayah siapa mereka ? Apa mereka tamu ayah " tanya Evan menatap ayahnya yang terdiam.
" ayah juga tidak tau nak,ayo kita lihat siapa yang datang " ajak jenderal Jordan,dan keduanya pergi menuju ruang tamu.
Sedangkan di ruang tamu,setelah pelayan memperbolehkan mereka masuk,ke empat orang itu duduk dengan wajah datarnya masing-masing.
tapi tidak dengan satu orang,dia adalah Liam,sejak tadi jantung nya berdebar kencang,dia benar-benar tidak menyangka bisa masuk kedalam kediaman jenderal Jordan yang terkenal dengan kehebatan nya.
" adik apa benar jenderal Jordan adalah paman mu,," tanya Liam dengan berbisik pelan pada adiknya.
Rose hanya berdehem,dia mengetuk-ngetuk kursi dengan jari-jari telunjuk nya.
" meski dia memiliki jabatan yang tinggi di istana,tapi jenderal Jordan memilih hidup sederhana.dia memang pantas menjadi seorang jenderal,aku tidak salah memilih orang " batin rose yang melirik kearah setiap sudut ruang tamu.
Jek dan Kevin? Mereka berdiri di samping rose yang terlihat deg-degan.
" apa menurut mu nona kita adalah keponakan jenderal Jordan? Entah kenapa aku merasa jenderal Jordan hanyalah kerabat jauh dari nona " bisik Kevin pada Jek yang terdiam.
Meski Jek merasa indentitas rose bukan hanya sekedar keponakan jenderal Jordan,tapi dia hanya menyimpannya didalam hatinya.
" diam lah dan ingat jangan terlalu ikut campur,kita ini hanya seorang budak,, seharusnya kita beruntung bisa bertemu dengan nona,,lain kali jika kamu mengetahui sesuatu sebaiknya kamu simpan rapat-rapat rahasia itu ! " tekan Jek,Jek memang memiliki prinsip sebagai seorang budak,tugasnya adalah melindungi tuannya dan menjalankan perintahnya.
mendengar ucapan Jek,Kevin mengangguk kecil,dia merasa apa yang dikatakan oleh Jek itu benar,dia merutuki diri nya didalam hati.
Tak tak tak
suara derap langkah kaki terdengar di ruang tamu,mereka yang melihat kedatangan jenderal Jordan sontak berdiri tegak,begitu juga dengan Liam,dia meremas tangannya yang ternyata sudah berkeringat.
" selamat malam tuan jenderal,maaf karna telah menganggu istirahat anda,," ucap Liam yang membuka suaranya terlebih dulu.
Evan dan jenderal Jordan yang berjalan mendekati mereka, mengangguk saat mendengar ucapan Liam.
" silahkan duduk " ucap jenderal Jordan,Liam mengangguk dan dia duduk dengan menahan nafas,lalu dia melirik adiknya yang masih duduk dengan santainya.
" jadi apa tujuan kalian kesini ? Dan siapa kalian ? " tanya jenderal Jordan dengan serius,tapi saat melihat seorang wanita yang memakai jubah berwarna hitam,dia terkejut dan langsung berdiri.
" yang mul..." ucapan jenderal terhenti saat mendengar suara dingin rose.
" duduklah " ucap rose,jenderal Jordan mengangguk dan dia kembali duduk,melihat itu Evan merasa heran dengan ayahnya dan juga wanita yang duduk di hadapan nya.
" ayah siapa mereka ? Kenapa ayah terlihat segan pada wanita yang mengenakan jubah berwarna hitam itu ? " tanya Evan dengan suara pelan.
jenderal Jordan menatap putranya,dia mendekatkan dirinya dan berbisik di telinga Evan.
" dia adalah putri ana,putri kaisar James yang hilang,,jangan sampai kamu menyingung nya,dan dari yang ayah lihat,ketiga pemuda itu belum mengetahui indentitas nya " bisik jenderal Jordan.
Evan yang mendengar itu terkejut,dengan reflek dia menatap rose yang terlihat duduk dengan tenang,dan auranya membuat Evan merasa dingin.
" dia..dia adalah putri ana..aku tidak menyangka dia masih hidup,,dan dari auranya dia seperti orang yang berbahaya " batin Evan,dia merasa rose bukan wanita biasa.
" ehemm..nona kenapa kalian datang tanpa mengabari ku,,maafkan aku karna tidak menyambut kedatangan anda,," ucap jenderal Jordan.
" tidak apa-apa,,dan aku juga sengaja datang malam ini,,karna ada hal yang harus aku bicarakan dengan mu,apa kamu punya waktu ? " rose tidak akan berbasa-basi lagi.
Dia sudah tidak sabar menghabisi seluruh orang yang ada di istana,terutama pejabat yang sekarang sudah menjadi orang yang serakah.
" tentu saja nona,ayo kita bicara di ruangan saya,," ajak jenderal Jordan,dia berdiri dan berjalan menuju ruangannya.
melihat itu rose mengikutinya tanpa melihat kakak nya Liam.
Setelah rose meninggalkan ruang tamu,mereka yang tertinggal merasa canggung,melihat itu Evan mencoba mencairkan suasana.
" apa kalian keluarga dari nona tadi ? " tanya Evan,dia tidak boleh menyingung orang-orang putri ana,jika tidak ayahnya pasti akan kecewa padanya.
Liam tersenyum mengangguk,dia menatap Evan yang berwajah datar dengan ramah.
" dia adalah adikku,dan mereka adalah,," belum sempat Liam berbicara,ucapan Liam sudah di potong oleh Jek.
" tuan kami berdua adalah pengawal nona rose,," ucap Jek,bukan maksudnya bersikap lancang,hanya saja dia tidak ingin Liam mengatakan bahwa mereka adalah saudara nya,tentu saja Jek sudah tau apa yang ingin Liam katakan pada Evan.
Evan mengangguk,dia menatap Liam dengan tatapan tajam,melihat tatapan itu Liam merasa ketakutan.
" apa nona tadi benar-benar adik kandung mu ? " tanya Evan lagi,dia juga merasa bingung kenapa mereka memanggil nama putri ana dengan nona rose.
" bukan,,dia memang bukan adik kandung ku,tapi aku sudah menganggap nya sebagai adikku,,aku sangat menyayangi nya " jawab Liam,meski dia tidak mengerti apa maksud Evan bertanya soal asal-usul adiknya.
Evan mengangguk, ternyata pemuda ini yang menyelamatkan putri ana dulu,melihat pelayan datang mengantarkan makanan,Evan menatap mereka dengan tersenyum tipis.
" kalian berdua duduk lah,makanlah selagi makanan nya masih hangat " ucap Evan,dia tidak berbicara lagi.
Meski Jek dan Kevin merasa sungkan,tapi mereka tetap duduk dan mengambil makanan yang ada diatas meja dengan wajah malu-malu.
Begitu juga dengan Liam,dia makan dan sesekali menatap Evan yang sedang terdiam merenung di depan nya.
👍👍👍
Mampu menyelesaikan persoalan kerajaan dengan hasil yang memuaskan dan bertindak adil.
Mencintai rakyatnya, mengabdikan hidup untuk memakmurkan rakyat, menciptakan kedamaian, dan memperhatikan kebutuhan mereka...👸
tangguuung, kapan hari aja bisa UP banyak, apa cuman gebrakan awal aja...😥
Kaisar James
kok kaisar James, bukannya Miko ya ?