seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 | Alvaro ?
hai ges balik lagi ke cerita antara cinta atau balas dendam,maap ya yang udah nungguin lanjutannya lama
happy reading
skip aja udah jam istirahat
"perasaan dari tadi Afan Deket Mulu sama Devi"batin Clarissa
"deviii" teriak vio
"yaAllah vio bisa nggak si gaush teriak teriak, budek kuping gue lama lama" ucap Devi
"hehe sorry" jawab vio sambil cengengesan
"ke kantin yuk" ajak vio
"gass"ucap Mala dan Devi bersamaan
"kesempatan deketin Afan nih"batin Clarissa
"fan"
"hm?"
"ke kantin bareng yok"
"gak"
"kenapa?"
"males"
"ayolah fann"
"gue bilang gak ya gak, Lo ngerti bahasa nggak si?"
"i-iya"
di kantin ada tiga gadis yang lagi makan dan bertukar cerita, siapa lagi kalo bukan devi Mala dan vio. saat mereka lagi tertawa dan bertukar cerita, ada satu lelaki yang menghampiri ke meja mereka.
"Dev jauhin Afan"ujar lelaki itu
"kenapa gue harus jauhin Afan?"tanya Devi
"tau tuh, emangnya kenapa kok Devi gaboleh Deket sama Afan?" ujar vio
"atau jangan jangan Lo temennya Clarissa lagi, makanya nyuruh Devi buat jangan Deket deket sama afan" sambung Mala
"Lo bertiga gatau aja, kalo Afan ngedeketin Devi cuman buat balas dendam" ucap Alvaro
ya, Alvaro lah yang menyuruh devi buat jangan Dekat dekat dengan Afan lagi. karna Alvaro sempat mendengar ucapan Afan dan eby waktu itu, kalo afan hanya ingin balas dendam.
"balas dendam?" tanya devi
"iya Dev, Afan itu mau buat Lo jatuh cinta sama dia terus ninggalin Lo supaya Lo sakit hati"
"mana mungkin,Afan itu baik nggak mungkin kek gitu"
"terserah Lo kalo nggak percaya yang penting gue udah ngasih tau"ucap Alvaro lalu pergi meninggalkan devi mala dan vio
"dev Lo percaya?" tanya Mala
"nggak"
"gue mau ke kelas dulu"
"eh Dev tunggu"teriak vio namun di abaikan oleh devi
"mal ini gimana berarti mereka gajadi jadian dong"ucap vio
"gue juga gatau vio"ucap Mala
didalam kelas Devi termenung memikirkan ucapan Alvaro tadi,mata Devi kini menatap keluar jendela dengan melamun. fikiran Devi kemana mana apakah devi percaya dengan ucapan Alvaro tadi? tentu tidak karna menurut devi, Afan itu baik tapi devi masih bingung apa yang di ucapkan oleh Alvaro tadi balas dendam. apakah
Devi sebelumnya pernah bertemu dengan Afan? lantas mengapa Alvaro mengucapkan bahwa Afan mendekati ia hanya untuk balas dendam. tetapi devi tidak tau balas dendam apa yang di maksud.
Afan yang menyadari Devi terus saja termenung ia memanggil devi. "dev?" Devi melirik sekilas ke arah afan lalu ia menatap keluar jendela lagi tanpa menjawab panggilan Afan
"dev" panggil Afan lagi, sambil mengibaskan tangannya ke wajah devi
"ada apa?"
"Lo kenapa?"
"gapapa"
"yakin?"
"hm"
"devi kenapa? kok tumben banget cuek" batin afan
kring kring kring suara bell pulang sklh
"dev, mau bareng gua pulangnya?"tanya Afan pada devi
"gausah gue di jemput ayah"
"yaudah kalo itu gue duluan" ucap Afan lalu ia melangkah untuk pergi, baru saja satu langkah udah ada teriakan yang memanggil nama Afan
"afann tungguu"teriak Clarissa
Afan langsung berhenti dan berbalik
"gue boleh pulang bareng lu gak?"
"gak"
devi yang melihat itu hanya menahan tawa saja. Afan kalo sama cewek selain dirinya pasti langsung berubah menjadi kutub Utara fikirnya.
"kenapa selalu gak sih?"tanya Clarissa
"males"
"males Lo bilang?tadi aja Lo nawarin nih cewek buat bareng Lo"
"serah gua"ucap Afan lalu ia pergi
devi yang melihat afan sudah pergi
menjauh dari Clarissa, devi menghampiri Clarissa dan bilang. "kacian banget sih gabisa bareng Afan yak?" ledek devi
"eh bye nenek lampir bokap gua udh jemput tuh" ucap Devi lalu pergi
"awas Lo Dev" teriak Clarissa
di dalam mobil ayah Fathir, devi terus saja termenung dan diam.
devi terus saja memikirkan ucapan Alvaro dari tadi, devi merasa Afan menyembunyikan sesuatu kepada dirinya. dan devi juga tidak tau apa maksud dari ucapan Alvaro. balas dendam? apakah Devi sebelumnya punya dendam dengan Afan? padahal ia baru saja bertemu dengan Afan di sekolah itu. sebelumnya ia belum pernah bertemu dengan Afan sama sekali, lalu apa maksud ucapan Alvaro tadi? apa mungkin ayah atau bundanya punya rahasia yang dirinya tidak tau? devi rasanya ingin bertanya dengan ayah nya.
"yahh"
"ada apa Dev?"
"ayah punya dendam sama seseorang?"
"tidak, ayah tidak punya dendam"
"ayah enggak bohong kan?"
"enggak sayang, nggak mungkin kan kalo ayah bohong sama putri ayah sendiri"
devi hanya mengangguk. padahal Devi merasa kalo ayah nya ini sedang menyembunyikan sesuatu.
"semoga keluarga baskara gaada niatan buat nyakitin devia" batin ayah Fathir
"afann"
"ada apa lagi mah?"
"kalo mamah nanya Afan kapan lakuin balas dendam itu mendingan gausah tanya mah, Afan muak dengerin mamah selalu saja nanya itu"
"kamu sekarang udah berani yah ngomong seperti itu sama mamah kamu sendiri?"
"mah aku itu capek mah, tiap pulang sekolah mamah selalu nanya itu"
ucap Afan lalu ia pergi meninggalkan mamahnya
"capek ya fan? mendingan biar mamah aja yang celakain gadis itu sendiri" batin mamah voke
di dalam kamar Afan selalu saja pusing dengan pikirannya sendiri
"kapan gue bisa terbebas dari balas dendam ini?"
"tann, andai waktu itu Afan nggak ngambil bolanya di tengah jalan raya, pasti Tante gak akan kek gini. Tante tau nggak? mamah selalu saja maksa Afan buat lakuin balas dendam itu" gumam Afan sambil meneteskan air mata nya.
jika di tanya Afan rindu sama tantenya atau tidak? iya Afan rindu sekali dengan tantenya itu. ia bahkan sangat sangat rindu, terkadang Afan berpikir jika kematian sang Tante terjadi karna afan. Tante yang selalu menjaga ia dari bayi sampe tumbuh menjadi anak seusia 5tahun, kini ia sudah pergi meninggalkan dirinya. setelah kepergian tantenya mamah voke tak henti henti nya menyuruh Afan untuk melakukan balas
dendam. tapi saat Afan beranjak remaja ia urungkan niatnya untuk melakukan balas dendam, tapi sang mamah selalu memaksa Afan. jadi mau tidak mau ia harus nurut walaupun orang yang harus ia sakiti orang yang ia cinta. sungguh Afan sangat tidak rela jika Afan menyakiti devi.tapi mau bagaimana lagi? walaupun papahnya sudah berusaha membujuk mamahnya buat jangan menyuruh Afan, tetapi tetap saja mamah nya keras kepala. dan tetap ingin melakukan balas dendam itu, padahal dirinya sudah salah paham tentang kejadian beberapa tahun dahulu.
di kediaman keluarga devia
"Bun"ucap ayah Fathir
"ada apa yah?"
"ayah punya firasat kalo keluarga baskara bakalan nyakitin devia"
"maksud ayah apaan?" ucap devi yang tiba tiba datang
"keluarga baskara?, kok kayak nama Afan ya?" sambung devi"baskara itu kan banyak dev"elak bunda Salma
"oh ya? terus maksud ayah apaan?"
"gapapa Dev"
"okedeh, kalo gitu aku ke kamar dulu"
"iya"ucap ayah dan bunda bersamaan
"sebenarnya gue masih curiga sama ucapan ayah tadi" batin devi