NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pusing

Tarjo buru buru menutup pintu itu, dan menstabilkan nafasnya.

Bodohnya Tarjo dia menuju ke pintu kamar lain dan mencoba membuka pintu kamar itu.

Ketika terbuka sebuah kamar bersih dan rapi dengan sebuah lukisan kembali terlihat. Kali ini lukisan tersebut seperti goa dalam bawah tanah.

Tarjo kembali menutup pintu itu dengan ketakutan. Terlihat masih banyak sekali pintu kamar lain, namun kali ini Tarjo tak berani membuka pintu kamar itu.

Tarjo menghentikan kakinya pergi dari lorong penuh kamar ini.

***

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Akibat ketakutannya Tarjo terus berlari hingga dia melupakan rasa lelahnya.

"Ini tak mungkin! Mengapa aku tiba di sini lagi!" Ucap Tarjo yang tiba tiba menemukan dirinya kembali ke lorong yan telah dia lewati sebelum ini.

Tarjo kembapi berlari mencoba mencari jalan keluar, hingga ia tak kuat dan tergeletak di lantai kayu begitu saja.

Tarjo menghirup udara dalam dalam mencoba menstabilkan nafasnya, dia mencoba mencari tahu ia berada di mana.

"Kenapa aku masih berada di tempat ini?" Tanya Tarjo yang lemas ketika dia berakhir di tempat di depan lukisan kosong itu. Tempat di mana pertama kali ia tersesat.

Sebuah lukisan yang menggambarkan genderuwo hitam.

Ketika Tarjo mengamati lukisan itu lagi, lukisan itu kosong, tidak ada lukisan di atas kanvasnya..

Tarjo melirik kembali lorong awal, seketika itu juga Tarjo melihat sosok genderuwo lainnya, yang sedang berdiri di ujung lorong, memandangi Tarjo dengan matanya yang merah.

"Genderuwo!" Teriak Tarjo dengan panik. Dia benar benar tak menyangka akan melihat genderuwo lain yang persis dengan apa yang ada di lukisan beberapa menit yang lalu.

Grr!

Genderuwo itu menggeram marah ke arah Tarjo sambil memasang wajah kelaparan.

Benar, Genderuwo itu sedang lapar sekali.

Tarjo menggertakan giginya, ia langsung berlari ke arah Genderuwo lapar itu sambil memajukan tinjunya.

Bam!

Siapa sangka Genderuwo itu langsung tumbang begitu saja tanpa perlawanan.. maklum saja, genderuwo itu sudah sangat lemah karena lama terjebak di sini.

Setelah mengalahkan genderuwo ini Tarjo duduk di pinggir lorong, memandangi genderuwo yang tergeletak di depannya.

"Sialan, aku mengalahkan genderuwo ini?" Bahkan Tarjo sama sekali tak menyangka mengalahkan genderuwo ini dalam satu kali serangan.

Tiba tiba pada saat ini Tarjo mendengar suara langkah kaki dari sebuah arah.

"Tunggu! Ada yang lain?" Ucap Tarjo dengan panik.

"Aku harus menyembunyikan jejak!" Ucap Tarjo dengan penuh tekad.

Kemudian Tarjo menyeret genderuwo itu ke lorong berbelok dan belok dengan tergesa gesa, berusaha untuk menyembunyikan mayat genderuwo ini.

"Loh?" Setelah mencapai belokan Tarjo terdiam, "mengapa aku merasa sudah pernah mengalami hal ini?" Tanya Tarjo dengan bingung.

Genderuwonya sama dan lorongnya juga sama.. beberapa menit yang lalu dia melihat sosok misterius menyeret mayat genderuwo memasuki belokan lorong. lalu saat ini dia yang menyeret mayat genderuwo?

"Jangan jangan yang menyeret mayat genderuwo beberapa menit yang lalu adalah aku?!"

"Lalu siapa pemilik langkah kaki tadi?" Tanya Tarjo tersentak kaget.

Tarjo kemudiam berlari mencoba melihat apa yang ada di depan lukisan kosong itu. Dia langsung menjatuhkan rahangnya tampak sosok yang sangat mirip dirinya berlari menuju ke arah lorong lain.

Persis seperti apa yang ia lakukan beberapa menit yang lalu ketika dia baru saja terjebak di tempat ini dan ketakutan melihat sosok misterius yang menyeret mayat genderuwo.

"Ti-- tidak! Mengapa tiba tiba hal ini bisa terjadi?!" Tanya Tarjo dengan begitu terkejut.

Dia sama sekali tak mengetahui apakah waktu berjalan maju, mundur atau berulang. Hanya kebingungan dan ketakutan yang menyelimuti pikirannya.

"A-- apakah aku sedang di kerjai oleh para anomali yang menghuni pondok ini?" Tebak Tarjo dalam hatinya.

"Keluarkan aku!!!!" Dia berteriak seperti orang gila, menjambak rambutnya sendiri kemudian berlari lagi.

Tarjo berada di ambang kegilaan pada saat ini, benar benar sangat gila!

***

Sementara itu di luar pondok kayu anomali ini, suasana benar benar sangat sepi dan hening.

Dari kejauhan terlihat seorang pengendara motor kesulitan untuk mencapai tempat ini.

Bagaimana mungkin ia bisa dengan mudah memasuki tempat ini? Sedangkan ia memakai motor astrea untuk memasuki hutan.

"Ah itu dia Villa mewahnya!" Ucap Janu yang tampak sangat bahagia memandangi pondok kayu yang cukup besar di pinggir danau.

Tanpa basa basi lagi Janu langsung menuju ke samping pondok kayu itu.

"Ah, akhirnya sampai juga!" Ucap Janu kemudian turun dari motornya.

Dia langsung berdiri di pinggir danau, berjongkok dan mrmandangi air yang begitu jernih di tempat ini.

"Hmm.... dimana ikannya?" Tanya Janu dengan ekspresi penasaran, pasalnya di danau kecil ini tak ada ikannya.

Hanya terlihat serat lumut yang berseliweran. Janu mengangkat serat lumut di depannya dan mengangkatnya ke atas, "untung ini hanyalah lumut, sehingga tak berbahaya."

Janu kemudian berdiri, ketika dia hendak pergi dari tempat ini, tiba tiba dia melihat ikan mujaer atau mungkin gurame yang sangat besar. Ikan itu bersembunyi di balik batu.

"Hehe, kebetulan sekali.. sudah lama aku tidak memakan ikan bakar!" Ucap Janu.

Dengan cepat Janu mengendap endap dan .engambil batang kayu yang cukup panjang. Untungnya pada saat ini Janu juga membawa sebuah pisau kecil di jok motornya.

Janu dengan cekatan mengikat ujung kayu itu dengan pisau kecil. Kini kayu itu tampak seperti tombak.

Sambil menyeringai seperti iblis, Janu mendekati ikan tersebut dan...

Crok!

Janu tanpa basa basi lagi langsung memghujamkan tombaknya ke arah ikan gurame besar itu. Ikan gurame itu langsung mati tertusuk tak berdaya.

"Saatnya bakar ikan!" Ucap Janu dengan sangat semangat.

Apa yang tak di ketahui Janu, pada saat ini ada banyak sekali makhluk air yang mengamati Janu dari sisi kolam paling jauh.

Mereka kebanyakam memiliki wujud manusia setengah ikan, dan wanita rambut panjang dengan wajah pucat dan pakaian sobek sobek. Mereka semua hanya berani menunjukan sedikit wajah mereka untuk melihat apa yang di lakukan manusia mengerikan itu.

Tentu saja mereka tak memandangi Janu sebagai mangsa untuk di tangkap dan di makan. Melainkan sebaliknya. Mereka ketakutan apabila mereka akan di buru oleh manusia mengerikan itu.

***

Kembali ke Janu. Janu langsung membuang sisik ikan itu dan menyalakan api.

Janu membakar ikan itu.

Dengan santai Janu mencicipi daging ikan tersebut. Mata Janu melebar dengan kaget, dia langsung berdiri kakinya langsung menendang ikan itu hingga terjebur ke kolam air.

"Bajingan! Apakah kolam ini beracun? Mengapa rasa daging ikannya pahit dan tidak enak?!" Teriak Janu dengan kesal.

Teriakan Janu yang keras itu membuat semua penghuni danau itu ketakutan setengah mati.

1
Aman Wijaya
Rangga kepedean merasa dirinya seperti pangeran 🤴
Tini Nurhenti
mentri bahlul gan
Tini Nurhenti
puspa gmna kabare thor ?? 💪💪💪
Tini Nurhenti
kek kamyu ea thor 🤭🙏
Tini Nurhenti
baru lgi thor ?? hadir n nyimsk dlu thor 😄🙏🤭
bedul: iya nih, jangan lupa baca sampe selesai ya. udah 37 bab terjadwal nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!