Akibat fitnah kakak sepupunya, Sierra Moore dibuang keluarganya keluar kota Cragstone yang sangat jauh dan terpencil tanpa dibekali uang sepeserpun di usia 15 tahun. Tiga tahun kemudian, Tobias Moore, kakek Sierra yang baru mengetahui kalau Sierra telah didepak dari keluarga Moore sangat marah dan meminta anak dan menantunya untuk membawa Sierra kembali atau dia akan melongsorkan anaknya itu dari posisi CEO Moore Company. Sepupu Sierra, Nora Moore tentunya tidak senang dengan hal ini dan mengupayakan segala cara untuk bisa menyingkirkan Sierra dari keluarga Moore.
Apa yang membuat Nora tidak menyukai Sierra?
Hanya dengan dukungan kakeknya, akankah Sierra bisa bertahan dan mengambil kembali posisinya di keluarga Moore?
Akankah Sierra balas dendam pada orang-orang yang sudah menyakitinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Kembali ke Metropolia
Pagi di Cragstone tidak pernah diawali dengan kicauan burung, melainkan suara mesin tua yang terbatuk atau teriakan dari kejauhan. Sierra baru memejamkan mata selama empat jam setelah insiden di klinik semalam. Namun, ketukan pintu yang brutal dan tidak sabaran menghantam pintu apartemen sederhananya.
Sierra mengerang, menarik bantal untuk menutupi telinganya. Ketukan itu tidak berhenti, justru semakin keras, seolah sang tamu berniat merubuhkan seluruh bangunan tua itu. Dengan langkah gontai dan rambut pirang yang sedikit berantakan, Sierra bangkit. Matanya yang tajam masih menyimpan sisa-sisa kedinginan dari pembantaian semalam.
Ia membuka pintu dengan malas, siap untuk mematahkan jari siapa pun yang berani mengganggunya. Namun, sosok di hadapannya membuat kantuknya hilang seketika, digantikan oleh rasa mual.
"Sierra..." Carson Moore berdiri di sana, mengenakan setelan jas mahal yang tampak sangat kontras dengan koridor apartemen yang berjamur. "Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? Apa selama tiga tahun ini kau tinggal di sini? Sepertinya tempat ini tidak aman... Aku datang untuk menjemputmu pulang ke rumah."
Carson memasang senyum ramah yang menurut Sierra lebih mirip topeng. Carson selalu begini pura-pura baik, pura-pura berempati, tidak berpendirian, plin-plan, dan selalu mencari aman di bawah ketiak orang tua mereka. Saat Sierra diusir dulu, Carson sama sekali tidak berusaha mencari tahu kebenaran rumor buruk tentangnya atau membela Sierra, tapi justru memintanya mengakui kesalahan dan meminta maaf sambil bersujud di kaki orang tua mereka.
"Ada urusan apa?" tanya Sierra dingin. Ia bahkan tidak membukakan pintu lebih lebar apalagi mempersilahkan masuk.
"Sierra, kau pasti masih marah pada kami... Aku mengerti... tapi...," Carson mencoba melembutkan suaranya. "Apa yang kami lakukan padamu memang kejam, tapi semua itu kan salahmu... Kalau kamu tidak berbuat seperti itu, tidak mungkin kamu diusir dari rumah."
Sierra tertawa sinis, sebuah tawa kering yang tidak mencapai matanya. "Memangnya apa yang aku perbuat? Kalian menuduhku tanpa bukti, mengusirku tanpa uang sepeser pun. Aku hanya membawa tubuh dan pakaian yang aku kenakan saat dibawa paksa ke Cragstone tiga tahun lalu. Tidak usah sok jadi orang baik di depanku, Carson. Ekspresimu itu tampak menjijikkan."
Wajah Carson memucat sesaat. Ia selalu tahu Sierra bermulut tajam tapi dulu Sierra tidak pernah bersikap kasar padanya. Sebelumnya hubungan mereka memang tidak akrab tapi setidaknya Sierra menaruh rasa hormat padanya sebagaimana adik pada kakak.
Sejak kecil, Kakek Charles selalu memuji ketajaman logika Sierra di atas dirinya maupun Nora. Ketakutan bahwa Sierra akan merebut posisi pewaris Moore Company adalah alasan utama mengapa Carson diam saja saat adiknya ini dibuang ke neraka bernama Cragstone.
"Kakek... sudah kembali," Carson akhirnya mengeluarkan kartu asnya. "Dan dia mencarimu."
Tubuh Sierra menegang tapi dia tetap menatap dingin ke arah Carson. Sierra merasa khawatir saat teringat dengan Charles. Kakeknya itu sudah menjalani pengobatan bertahun-tahun dan tidak pernah kembali, Sierra takut tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi di kehidupan ini. Kembalinya Charles membuat Sierra bertanya-tanya," Apakah kakek sudah sehat seperti sedia kala?"
"Kakek mengkhawatirkanmu. Ayo pulang. Tidak usah kita ungkit lagi soal tiga tahun yang lalu. Semuanya sudah memaafkanmu," lanjut Carson dengan nada seolah-olah ia sedang memberikan pengampunan.
"Oh, wow?! Apa aku harus berterima kasih?" Sierra melipat tangan di dada. "Kalian memaafkanku atas kesalahan yang tidak pernah kulakukan."
"Berhentilah berkata sarkas seperti itu! Ayo kemasi barang-barangmu, kita harus pergi sekarang juga!" Carson mulai tidak sabar, dia tidak betah berlama-lama di apartemen kumuh ini.
Sierra membenci keluarga Moore tapi Charles... kakeknya adalah satu-satunya orang di keluarga Moore yang peduli padanya. Lima tahun lalu, Charles pergi ke luar negeri untuk pengobatan penyakitnya. Karena kondisinya yang terus memburuk, sang kakek terjebak di sana selama bertahun-tahun, tidak bisa melakukan perjalanan jauh untuk kembali ke Metropolia.
Baru tahun inilah kondisi Charles stabil. Dan Sierra bisa membayangkan betapa murkanya sang kakek saat tahu dirinya yang merupakan cucu kesayangan dibuang ke kota dengan tingkat kriminal tertinggi hanya berdasarkan rumor tak berdasar. Demi Charles, Sierra akhirnya memutuskan kembali ke Metropolia. Ia mengambil tas ransel hitamnya yang hanya berisi sebuah laptop dan mengantongi ponselnya lalu berjalan melewati Carson tanpa sepatah kata pun. Hanya laptop dan ponselnya yang merupakan benda berharga di apartemen itu.
Dua hari kemudian, di sisi lain kota, di dalam kamar suite Hotel Grand Cragstone, James masuk dengan napas terengah-engah. Ia memegang sebuah map tipis yang berisi informasi yang baru saja ia dapatkan dari informan lokal.
Adrian, yang sudah tampak jauh lebih segar meskipun dadanya masih dibalut perban, menoleh dengan tatapan menuntut.
"Namanya Sierra Moore, dia cukup terkenal di sekitar sini," ucap James tanpa membuang waktu. "Tapi ada kabar buruk. Dia sudah tidak ada di Cragstone. Dia dijemput Carson Moore dan kembali ke Metropolia."
Adrian menyipitkan mata. "Carson Moore? Metropolia?"
"Benar. Rupanya Sierra juga berasal dari Metropolia. Carson adalah kakaknya," James duduk di sofa, membuka mapnya. "Sierra dibuang ke Cragstone tiga tahun lalu oleh keluarganya sendiri. Rumornya tentangnya cukup heboh saat itu... seks bebas dengan banyak pria, hamil di luar nikah, hingga aborsi. Tapi anehnya, aku tidak menemukan satu pun bukti konkret yang mendukung rumor itu. Sepertinya ada yang sengaja menanam rumor itu untuk menghancurkan reputasinya. Sebelum ada rumor itu, Sierra terkenal sebagai anak cerdas dan multitalenta, meskipun kepribadiannya yang dingin tidak terlalu disukai orang-orang di sekitarnya"
Adrian mengepalkan tangannya. "Jika tidak ada bukti, lalu kenapa keluarga Moore sampai harus membuangnya ke tempat seperti ini?"
"Mungkin karena dia ancaman untuk posisi pewaris Moore Company," jawab James lugas. "Orang tuanya, Brady dan Samantha, hanya peduli pada Carson. Mereka punya anak perempuan lain juga yang seumuran dengan Sierra, bernama Nora. Nora terkenal baik, manis, pintar, dan penurut. Sedangkan Sierra? Dia jenius, tapi dia dingin dan sedikit pembangkang, dia juga terkenal sering berkata tajam. Mereka mungkin takut keberadaan Sierra akan mengancam posisi pewaris yang mereka siapkan untuk Carson. Apalagi Charles, CEO Moore Company saat itu lebih mendukung Sierra daripada Carson untuk menggantikan posisinya"
James bercerita dengan menggebu-gebu.
"Selain itu... Gadis bernama Nora itu juga tampaknya tidak sesimpel kelihatannya... Dialah sumber dari semua rumor buruk tentang Sierra", lanjut James.
"Kau bilang mereka seumuran? Apa mereka kembar? Tapi mereka tidak mirip..." tanya Adrian sambil melihat foto keluarga Moore.
James menggeleng. "Nora sebenarnya adalah sepupu Carson dan Sierra. Dia anak di luar nikah dari mendiang adik perempuan Brady yang bernama Belinda. Tidak diketahui siapa ayahnya karena kehidupan Belinda cukup liar saat kuliah di luar negeri. Belinda meninggal setelah melahirkan Nora. Untuk menutupi aib keluarga, Nora didaftarkan sebagai anak kandung Brady dan Samantha. Dan kau tahu apa yang gila dari keluarga ini? Ulang tahun Sierra selalu dirayakan bersamaan dengan Nora di hari ulang tahun Nora. Oleh karena itu, orang luar jadi mengira mereka saudara kembar. Selain keluarga, hanya beberapa pelayan lama yang tahu soal ini. Samantha selalu memanjakan Nora yang merupakan anak manis dan ceria, tapi selalu menjaga jarak dari Sierra yang pendiam. Brady dan Carson juga menunjukkan sikap yang sama terhadap Sierra. Hanya Charles, kakeknya yang perhatian pada Sierra tapi dia kemudian sakit dan berobat di luar negeri sejak lima tahun lalu jadi tidak ada yang melindungi Sierra saat dirinya diusir."
"Mereka tidak hanya membuang Sierra di Cragstone," gumam Adrian dengan suara rendah. "Mereka mencoba membunuhnya dengan mengirimnya ke sini."
Adrian berdiri, mengenakan mantel hitamnya dengan perlahan meskipun lukanya masih terasa nyeri.
"Kita kembali ke Metropolia sekarang," perintah Adrian.
"Akhirnya... Aku sudah sangat bosan di sini... Aku akan meminta pesawat pribadimu ready di bandara sekarang", ucap James
Adrian menatap lurus ke depan, matanya berkilat penuh obsesi dan perlindungan. "Jika keluarga Moore tidak menginginkannya, aku dengan senang hati akan menerimanya. Sierra, segera, kau akan tahu bahwa kau tidak lagi sendirian."
Sementara itu di Metropolia, mobil mewah yang dikendarai Carson memasuki gerbang besar kediaman keluarga Moore. Sierra menatap rumah besar itu dengan tatapan dingin.