NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:54.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Tarian Maut

​Uang hasil penjualan produk fermentasi dan komoditas desa mulai mengalir.

Lembah Sunyi tak lagi sesunyi namanya; suara cangkul yang menghantam tanah terdengar lebih bertenaga.

Tian Shan menggunakan koin-koin perak perampasan dan hasil dagang untuk membeli benih unggul serta peralatan tani yang lebih ringan.

Ia mempermudah hidup mereka, bukan karena rasa sayang, melainkan karena ia benci melihat keborosan sumber daya.

Bagi Tian Shan, kemiskinan adalah gangguan yang tidak logis dalam mekanisme dunia.

​Namun, kemakmuran mendadak ini adalah tamparan bagi Gubernur Kota Air Tenang.

Laporan tentang desa yang berhenti membayar upeti dan justru membunuh kepala desanya telah sampai ke meja sang penguasa.

Amarah sang Gubernur mulai mendidih di kejauhan, namun Tian Shan tidak peduli.

​Suatu sore, saat warga sibuk menjemur hasil tani, Tian Shan melangkah masuk ke bagian hutan yang paling dalam—wilayah yang dihindari manusia karena mitos tentang penunggu purba.

​Di sanalah ia bertemu dengannya.

​Udara mendadak menjadi pekat. Pohon-pohon raksasa seolah membungkuk memberi jalan bagi sesosok makhluk yang melata keluar dari kabut.

Seekor ular raksasa, dengan sisik berwarna hijau zamrud yang berkilauan seperti permata dan mata kuning vertikal yang menyimpan kebijaksanaan sekaligus kebengisan ribuan tahun.

Ini bukan sekadar hewan; ini adalah makhluk spiritual yang telah menelan ribuan harapan dan nyawa.

​Ular itu mendesis, suaranya seperti gesekan logam yang memilukan telinga. Ia tidak langsung menyerang.

Ia menatap Tian Shan, seolah sedang membaca isi jiwa manusia di depannya.

​"Kau datang untuk mati, manusia?" Sebuah suara parau seolah bergema langsung di dalam kepala Tian Shan.

​Tian Shan melepaskan capingnya, membiarkan angin hutan memainkan rambut hitamnya. "Aku datang untuk mengambil sisik dan intimu. Desa butuh modal lebih besar, dan kau... kau adalah tumpukan emas yang bernapas."

​Ular itu bergerak secepat kilat, tubuhnya yang masif menghantam tempat Tian Shan berdiri.

BOOM!

Tanah retak, namun Tian Shan sudah melompat tinggi, melayang di antara dahan pohon.

​"Kau begitu sombong untuk makhluk yang hanya hidup sekejap." desis sang ular sambil kembali memposisikan kepalanya.

​"Hidup sekejap atau abadi, apa bedanya?" jawab Tian Shan datar. Ia mendarat di atas dahan tipis yang bahkan tidak melengkung di bawah kakinya. "Kau sudah hidup ribuan tahun, namun kau tetap terjebak di hutan ini, memangsa makhluk yang lebih lemah darimu. Apakah waktu yang panjang memberimu makna, atau hanya rasa lapar yang berulang?"

​Pertarungan pun pecah. Ular itu menyerang dengan ekornya yang mampu meruntuhkan gunung kecil, sementara Tian Shan bergerak seperti asap—ada namun tak tersentuh.

Setiap kali sang ular menyerang, Tian Shan membalas dengan pukulan Qi yang terukur.

​"Hidup adalah tentang bertahan!" raung sang ular, menyemburkan bisa asam yang menghanguskan vegetasi di sekitarnya.

​"Tidak," bantah Tian Shan sambil berlari di atas punggung ular yang bergerak. "Hidup adalah tentang menunggu. Kita semua sedang mengantre di depan pintu kematian. Kau hanya sedikit lebih lambat dariku dalam antrean itu."

​Tian Shan memusatkan seluruh Qi-nya ke ujung jari tengah dan telunjuknya. Ia melompat tepat di atas kepala sang ular.

Makhluk itu membuka rahangnya, siap menelan sang pemuda bulat-bulat.

​Di saat kritis itu, Tian Shan justru merasa sangat tenang. Ia melihat ke dalam mulut ular yang gelap, melihat kegelapan yang sama dengan yang ada di hatinya.

​"Kau dan aku sama." bisik Tian Shan. "Kita adalah predator yang tidak tahu cara berhenti."

​JLEB!

​Jari Tian Shan menembus titik lemah di antara sisik kepala ular itu, mengirimkan gelombang Qi yang menghancurkan otaknya dari dalam.

Makhluk spiritual itu bergetar hebat, mengeluarkan raungan terakhir yang menggetarkan seluruh hutan, sebelum akhirnya tumbang dengan suara dentuman yang dahsyat.

​Hutan kembali hening.

​Tian Shan berdiri di atas kepala bangkai raksasa itu.

Ia tidak merasa hebat karena telah membunuh legenda. Ia hanya melihat ke arah tangannya yang lecet.

​"Bahkan makhluk suci pun mati dengan cara yang sama seperti babi hutan." gumamnya.

​Ia mulai bekerja, menguliti sisik-sisik zamrud itu dengan telaten dan mengambil inti energi (Neidan) dari dalam tubuh sang ular.

Baginya, keindahan sisik itu tidak berarti apa-apa selain angka pada koin perak.

Ia akan menjual segalanya untuk memastikan desa itu tetap "hidup", meski ia sendiri tidak mengerti mengapa ia melakukannya.

​Mungkin, jauh di dalam kehampaannya, ada satu bagian kecil dari wasiat Xinjiang yang masih ia pegang: bahwa setidaknya, ia harus tetap menjadi "bejana" yang memberi, meski ia sendiri merasa kosong hingga ke dasar.

1
Agen One
🔥🔥
Agen One
😴😴
Agen One
Privilege handsome/Facepalm/
Agen One
💪9
Agen One
👍💪
Agen One
👍💪
Agen One
🔥🤣
Agen One
🤣🤣
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥🔥
Agen One
👍👍
Agen One
😴😴
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!