Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8 kehangatan di balik kabut
Pasca pertempuran besar melawan Ma Zhen, Puncak Qingyun tidak lagi terasa seperti tempat pengasingan yang mati. Dengan aktifnya Menara Pengumpul Qi, udara di sekitar sekte kini terasa lebih tebal, membawa aroma segar hutan pinus yang diperkaya oleh energi spiritual. Suara angin yang biasanya melolong kasar kini berubah menjadi semilir yang menenangkan, tersaring oleh formasi kabut yang masih menyelimuti gerbang.
Su Lang duduk di teras Aula Utama yang baru direnovasi. Kayu cendana hitam yang menjadi bahan dasar bangunan itu mengeluarkan aroma terapi yang membantu menstabilkan Qi Tingkat 3 miliknya. Di tangannya, ia memutar sebuah kunci perunggu kuno yang memancarkan aura dingin—Kunci Gudang Rahasia Besi Hitam.
"Sistem, simpan kunci ini di ruang penyimpanan," gumamnya. Dia tidak terburu-buru untuk menjarah. Baginya, memastikan kestabilan di dalam sekte adalah prioritas utama sebelum ia meninggalkan gunung untuk mencari gudang tersebut.
"Guru... air mandinya sudah siap."
Suara lembut itu berasal dari Xiao Me. Gadis kecil yang beberapa hari lalu hampir mati kedinginan itu kini tampak jauh lebih segar. Pipinya yang tadinya cekung kini mulai berisi, dan matanya yang besar menatap Su Lang dengan binar pemujaan yang polos. Dia mengenakan jubah kecil berwarna putih bersih yang disediakan oleh sistem melalui fitur Manajemen Sekte.
Su Lang menoleh dan tersenyum tipis—sebuah senyum yang jarang ia perlihatkan kepada dunia luar. "Terima kasih, Xiao Me. Kau tidak perlu melakukan tugas berat seperti ini setiap hari."
Xiao Me menggeleng cepat, rambut kuncirnya bergoyang. "Xiao Me ingin membantu Guru. Guru sudah menyelamatkan kami... Guru adalah orang terhebat di dunia."
Dia berjalan mendekat dan dengan berani menarik ujung jubah Su Lang. "Boleh Xiao Me menyisir rambut Guru? Rambut Guru sedikit berantakan setelah pertempuran kemarin."
Su Lang tertegun sejenak. Di dunianya yang lama, atau bahkan di bawah didikan gurunya yang keras, ia jarang merasakan sentuhan manusia yang tulus tanpa motif tersembunyi. Dia duduk di bangku kayu, membiarkan gadis kecil itu berdiri di belakangnya.
Tangan Xiao Me yang mungil mulai menyisir rambut hitam panjang Su Lang dengan hati-hati menggunakan sisir kayu. Moment ini sangat sunyi, hanya ada suara napas teratur Xiao Me dan gesekan sisir. Meski tidak mengarah pada romansa, ada keintiman mendalam—sebuah ikatan antara pelindung dan yang dilindungi. Su Lang merasakan ketegangan di bahunya perlahan mencair. Inilah "Harem" dalam arti yang paling murni: orang-orang yang mendedikasikan hidup dan kasih sayang mereka sepenuhnya untuknya.
"Selesai, Guru!" Xiao Me berseru senang, melihat rambut Su Lang kini rapi dan terikat rapi dengan pita kain biru.
"Kerja bagus," Su Lang mengusap kepala Xiao Me pelan, membuat gadis itu tersipu merah hingga ke telinganya.
Tak lama kemudian, Li Yun muncul dari arah Menara Pengumpul Qi. Keringat membasahi tubuhnya yang mulai terlihat lebih padat. "Guru! Saya sudah menyelesaikan putaran meditasi ketiga. Saya merasa... ada sesuatu yang hangat berputar di perut saya."
Mata Su Lang berbinar. "Masuk ke tahap Qi Sensing dalam waktu sesingkat itu? Bakat Akar Roh Kayu Murni memang tidak main-main."
Su Lang berdiri dan menghampiri Li Yun. Dia meletakkan tangannya di bahu muridnya, mengalirkan sedikit Qi untuk memeriksa jalur meridian Li Yun. Sentuhan ini bukan hanya pemeriksaan teknis, tapi juga bentuk transfer kepercayaan. Li Yun merasa tubuhnya seolah dialiri kekuatan matahari yang stabil, membuatnya merasa sangat aman.
"Bagus. Kau sudah berada di ambang pintu kultivasi sejati," puji Su Lang. "Malam ini, aku akan memberikanmu metode kultivasi yang lebih spesifik. Tapi sebelum itu, kita punya urusan dengan sistem."
Su Lang membuka panel [Sect Management].
[Poin Dedikasi: 10.5]
[Poin Reputasi: 40]
[Fitur Terbuka: Perekrutan Murid Otomatis (Level 1)]
"Sistem, jelaskan fitur Perekrutan Murid."
[Menjawab: Fitur ini akan memancarkan 'Panggilan Spiritual' ke wilayah sekitar Puncak Qingyun. Individu dengan bakat yang sesuai akan merasa tertarik untuk mendaki gunung ini. Biaya aktivasi: 5 Poin Dedikasi/Minggu.]
"Aktifkan," perintah Su Lang. Dia sadar bahwa memiliki dua murid saja tidak cukup untuk menghidupkan sekte. Dia butuh lebih banyak orang untuk mengisi fasilitas-fasilitas yang akan dibangun nantinya.
Seketika, puncak Menara Pengumpul Qi memancarkan gelombang energi transparan yang menyebar ke seluruh penjuru hutan seperti riak air di danau yang tenang.
Malam harinya, suasana sekte terasa sangat hangat. Mereka bertiga duduk mengelilingi meja kayu di dapur. Su Lang telah memasak daging Rusa Salju yang tersisa, ditambah dengan "Bubur Sumsum Tulang Spiritual" yang resepnya didapat dari hadiah misi sebelumnya.
Xiao Me duduk di samping kanan Su Lang, sering kali secara tidak sadar menyandarkan kepalanya ke lengan Su Lang saat ia merasa mengantuk. Sementara Li Yun duduk di depannya, mendengarkan dengan saksama setiap cerita Su Lang tentang dunia kultivasi.
"Guru," Li Yun bertanya sambil mengunyah dagingnya. "Apakah ada sekte yang lebih kuat dari Sekte Besi Hitam?"
Su Lang mengangguk. "Dunia ini luas, Li Yun. Sekte Besi Hitam hanyalah seekor katak di dasar sumur. Di luar Pegunungan Utara, ada sekte yang memiliki pulau terapung, murid yang bisa membelah awan dengan satu jari, dan tetua yang bisa hidup ribuan tahun."
Mata kedua anak itu membulat. Bagi mereka, Su Lang yang sekarang sudah seperti dewa. Membayangkan ada yang lebih kuat dari itu hampir tidak masuk akal.
"Karena itulah," lanjut Su Lang, suaranya melembut namun tegas. "Kalian harus kuat. Bukan untuk menindas, tapi agar kalian tidak perlu lagi meringkuk kedinginan di bawah pohon seperti saat aku menemukan kalian."
Sentimen ini menyentuh hati Li Yun dan Xiao Me. Mereka merasa beruntung, bukan hanya karena diselamatkan, tapi karena dipimpin oleh seseorang yang memiliki visi sebesar itu.
Setelah makan malam, Su Lang memutuskan untuk menggunakan fitur [Perpustakaan Sekte] yang baru saja bisa ia bangun dengan sisa poinnya.
[Bangunan Baru: Perpustakaan Kayu Gaharu - Dibangun!]
Sebuah paviliun kecil muncul di sisi kiri Aula Utama. Di dalamnya, rak-rak buku yang masih kosong menunggu untuk diisi. Su Lang masuk ke sana, diikuti oleh Li Yun.
"Li Yun, ini adalah teknik untukmu," Su Lang mengeluarkan sebuah gulungan dari sistem: [Teknik Napas Hutan Hijau]. "Ini sangat cocok dengan Akar Roh Kayu milikmu. Pelajari ini dengan sungguh-sungguh."
Saat Li Yun menerima gulungan itu, jarinya bersentuhan dengan jari Su Lang. Ada getaran hormat yang mendalam. Bagi Li Yun, Su Lang bukan sekadar guru, tapi figur ayah yang tak pernah ia miliki.
Sementara Li Yun mulai mempelajari tekniknya, Su Lang keluar dan melihat Xiao Me yang tertidur di kursi teras. Dia mengangkat tubuh mungil gadis itu dengan lembut. Gerakannya sangat berhati-hati agar tidak membangunkannya. Dia membawa Xiao Me ke Pondok Murid dan menyelimutinya dengan kain wol hangat.
Saat ia hendak pergi, tangan kecil Xiao Me menggenggam jarinya dalam tidurnya. "Guru... jangan pergi..." igau gadis itu pelan.
Su Lang terdiam sejenak. Dia duduk di pinggir tempat tidur selama beberapa menit, membiarkan gadis itu merasa tenang dengan kehadirannya. Di momen sunyi ini, Su Lang menyadari bahwa beban di pundaknya kini bukan hanya tentang membalas dendam atau menjadi yang terkuat, tapi tentang melindungi kehangatan kecil ini.
Keesokan paginya, sistem berbunyi dengan nada yang berbeda.
[Ding!]
[Perekrutan Otomatis Berhasil.]
[Seseorang dengan bakat unik terdeteksi di bawah lereng gunung. Dia sedang dikejar oleh hewan buas.]
Su Lang berdiri tegak. Tatapannya kembali menajam, berubah dari sosok kakak/ayah yang hangat kembali menjadi Ketua Sekte yang dingin dan berwibawa.
"Li Yun! Jaga adikmu di dalam sekte!" seru Su Lang.
Tanpa menunggu jawaban, Su Lang melesat. Langkah Bayangan Awan miliknya kini begitu sempurna sehingga ia tampak seperti kilatan cahaya abu-abu yang menuruni tebing.
Di lereng tengah, ia melihat seorang wanita muda mengenakan pakaian pelayan yang robek-robek. Rambutnya yang panjang berantakan, dan kakinya berdarah karena berlari di atas bebatuan tajam. Di belakangnya, dua ekor serigala salju bermata merah siap menerkam.
Wanita itu jatuh tersungkur, menutup matanya pasrah.
Srett!
Darah serigala menyiprat ke salju putih, namun bukan darah wanita itu.
Su Lang berdiri di depannya, pedang kabutnya masih bergetar di udara. Kedua serigala itu terbelah menjadi dua bahkan sebelum mereka sempat menyadari kematian mereka.
Wanita itu membuka mata, menatap punggung tegap Su Lang yang berdiri membelakangi matahari pagi. Baginya, itu adalah pemandangan paling indah sekaligus paling menakutkan yang pernah ia lihat.
"Siapa kau?" suara Su Lang terdengar dingin namun menyelamatkan.
"Nama saya... Lin Yue," wanita itu menjawab dengan suara parau. "Saya... saya merasa ada sesuatu yang memanggil saya ke puncak ini."
Su Lang melihat notifikasi sistem yang muncul di atas kepala wanita itu.
[Nama: Lin Yue]
[Bakat: Tubuh Yin Murni (Tersegel)]
[Status: Calon Murid/Pelayan Sekte]
Su Lang mengulurkan tangannya yang besar dan hangat kepada Lin Yue. "Selamat datang di Sekte Aliran Abadi, Lin Yue. Di sini, tidak ada yang akan mengejarmu lagi."
Lin Yue menatap tangan itu, lalu perlahan menyambutnya. Saat telapak tangan mereka bersentuhan, sebuah ikatan baru terbentuk. Harem Su Lang kini bukan lagi sekadar anak-anak yang ia selamatkan, tapi mulai berkembang menjadi lingkaran orang-orang berbakat yang akan mendukung kebangkitannya.