Di bawah langit London yang selalu kelabu, Juliatte Fontaine hidup dalam jadwal yang diatur ketat. Baginya, keamanan adalah segalanya.
Maka, ketika gerombolan motor The Ravens menderu di depan gerbang sekolah dengan asap knalpot dan aroma pemberontakan, Juliatte hanya merasakan satu hal, kejijikan.
Puncaknya adalah William Wilson. Cowok itu adalah personifikasi dari semua yang Juliatte benci. William adalah alasan adiknya hampir celaka dalam sebuah tawuran antar-geng motor di Camden. Bagi Juliatte, William adalah kriminal, bagi William, Juliatte hanyalah gadis kaca yang akan pecah jika menyentuh realita.
Namun, sebuah insiden memaksa mereka dalam satu situasi pelarian. Juliatte melihat sisi London yang tak pernah ada di buku sejarahnya, dan William menyadari bahwa gadis kaca ini punya api yang lebih besar dari percikan mesin motornya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suprise
Sore itu, Suasana syahdu di apartemen pecah seketika saat pintu depan terbuka dengan kasar menggunakan kunci cadangan. Mommy Eleanor melangkah masuk dengan gaya anggunnya yang biasa, diikuti oleh si kembar, adiknya William, yang berlarian masuk sambil membawa tas belanjaan.
"Surprise! Kami membawakanmu stok makanan untuk satu bulan, Will, karena Mommy tahu kau pasti hanya makan mi instan..."
Kalimat Eleanor terhenti di udara. Matanya membelalak menatap sofa ruang TV. Di sana, seorang gadis dengan perut yang sudah sangat membuncit sedang bersandar nyaman, mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut karena terkejut.
Eleanor tidak langsung mengenali wajah Juliatte karena rambut gadis itu sedikit berantakan dan wajahnya lebih berisi daripada terakhir kali mereka bertemu di London. Yang ada di pikiran Eleanor hanyalah satu hal, Putranya telah melakukan kesalahan fatal.
"Apa-apaan ini, William Wilson?!" teriak Eleanor, suaranya naik satu oktav, membuat si kembar ikut terpaku di belakangnya.
William yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa segelas susu hamil untuk Juliatte, membeku di tempat. "Mom? Kenapa kalian di sini?"
"Jangan tanya kenapa kami di sini!" Eleanor berjalan cepat menghampiri William dan langsung memukul lengan putranya dengan tas tangannya. "Brengsek kau, William! Kau menghamili wanita lain? Kau menyelingkuhi Juliatte, menantu kesayanganku? Di mana otakmu?!"
"Mom, tunggu—"
"Aku tidak mau dengar!" Eleanor memotong dengan api amarah di matanya. "Juliatte malang sedang berjuang sendirian di Oxford, dan kau malah menyimpan wanita simpanan yang sedang hamil di sini? Aku akan menelepon Daddy-mu sekarang juga! Kau akan dicoret dari daftar ahli waris, William!"
Si kembar hanya bisa melongo, menatap wanita hamil di sofa itu dengan pandangan bingung. "Kak Will, kau jahat sekali pada Kak Jules," gumam salah satu si kembar ikut menyalahkan.
Juliatte yang awalnya panik, kini tidak bisa menahan tawa melihat kekacauan itu. Ia perlahan menurunkan selimutnya dan bangkit berdiri dengan bantuan pegangan sofa.
"Mommy Eleanor..." suara Juliatte terdengar lembut namun gemetar karena menahan tawa.
Eleanor yang sedang sibuk mencari ponsel di tasnya seketika mematung. Ia menoleh perlahan ke arah gadis itu. Ia menyipitkan mata, menatap wajah pucat namun berseri itu dengan seksama.
"J-Juliatte?" Eleanor berkedip berkali-kali. Ia mendekat, memperhatikan fitur wajah gadis itu yang kini mulai ia kenali kembali. Matanya perlahan turun ke arah perut besar Juliatte yang tertutup daster rajut. "Juliatte Fontaine? Ini... ini kau?"
"Ini aku, Mommy," ucap Juliatte pelan, matanya mulai berkaca-kaca melihat wajah hangat Eleanor lagi.
Eleanor menjatuhkan tas tangannya ke lantai. Ia menoleh ke arah William yang kini berdiri sambil bersedekap dengan wajah 'aku-sudah-bilang-tadi'.
"William... jadi ini?"
"Iya, Mom. Ini cucumu. Little Wilson yang asli," jawab William dengan nada datar yang dibuat-buat, meski matanya berkilat geli.
"Dan kau baru saja menyebut putramu sendiri brengsek di depan nya."
Seketika, suasana berubah drastis. Eleanor menjerit kecil, kali ini jeritan bahagia, dan langsung menghambur memeluk Juliatte dengan sangat hati-hati, seolah gadis itu terbuat dari kristal paling rapuh di dunia.
"Oh Tuhan! Juliatte, Sayang! Maafkan Mommy! Mommy pikir... oh, aku sangat bahagia!" Eleanor menciumi pipi Juliatte bertubi-tubi. "Lihat perut ini! William, kenapa kau tidak memberitahu kami?! Aku akan membunuhmu karena menyembunyikan berita sebesar ini!"
Si kembar langsung berlari mendekat, berebut ingin menyentuh perut Juliatte. "Ada bayi di dalam sana? Benar-benar bayi Kak Will dan Kak Jules?"
William hanya bisa menggelengkan kepala, tersenyum melihat keluarganya kini mengerumuni Juliatte seolah ia adalah pusat semesta. "Yah, selamat datang di markas rahasia kami, Mom. Kurasa rencana lapor pada Daddy bisa dibatalkan, kan?"
🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear😍