NovelToon NovelToon
Duda Menyebalkan Itu Jodohku

Duda Menyebalkan Itu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Pengganti / Cinta setelah menikah
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Vania selebgram terkenal dengan cantik yang berasal dari keluarga kaya. Hidupnya bergelimang harta sedari dia kecil, meski begitu ia tidak pernah kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Ketika usianya sudah cukup untuk menikah, dia bertemu dengan laki-laki idamannya. Dia baik dan penyayang, semua kehidupannya nyaris sempurna. Tapi kayaknya pepatah manusia tidak ada yang sempurna. Kehidupan sempurnanya berubah seratus delapan puluh derajat begitu kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Ia hidup sendirian, di saat dia berkabung sanak keluarganya malah sibuk mengurus harta benda dan menelantarkan dirinya. Kekasihnya yang menjadi harapan satu-satunya pergi meninggalkannya dan memilih bersama wanita lain. Hidupnya berada di ujung tanduk, ketika hidupnya berada di titik terendah. Takdir mempertemukannya dengan duda menyebalkan beranak satu. Demi kelangsungan hidupnya ia terpaksa menerima pinangan duda beranak satu itu. Lalu bagaimana kehidupan Vania selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Vania duduk di kursi rias, mata cermin besar di depannya memantulkan sosoknya yang masih tak percaya. Cahaya dari lampu rias mengilat di wajahnya yang mulus, rambut panjangnya disisir dengan lembut oleh Rika. Vania menatap refleksi dirinya, berusaha mencerna kenyataan bahwa ia adalah wajah baru untuk Erisco, brand fashion yang selama ini hanya bisa ia kagumi dari jauh.

Sejenak ia memandang sekitarnya, melihat model-model lain yang juga bersiap. Mereka tampak luar biasa dengan gaun mewah dan makeup yang sempurna. Suasana ruangan penuh dengan kegembiraan dan kecemasan menjelang acara besar. Namun, di tengah keramaian itu, Vania merasa seperti berada dalam gelembung, terpisah dari realitas.

"Vania, kamu siap? Ini momen besarmu," ucap Rika sambil memberikan sentuhan terakhir pada rambutnya. Vania mengangguk, memainkan jari-jarinya karena gugup.

"Santai aja, gak usah gugup," ucap managernya yang entah sejak kapan berada di sampingnya.

Vania berjengit cukup terkejut dengan kedatangan managernya yang tiba-tiba." Mbak bikin kaget aja, tentu aja aku gugup mbak. Ini pertama kalinya aku jadi model brand terkenal, selain itu aku akan bekerja dengan model-model profesional."

"Santai aja, rileks dan anggap aja kamu bekerja seperti saat di management. Jangan merasa tertekan ya, ini kesempatan kamu untuk menaikkan nama kamu agar semakin terkenal. Engga semua bisa terpilih menjadi brand terkenal kayak gini, loh."

"Semangat, ya."

Tak lama setelah managernya pergi, Vania dihampiri oleh tiga gadis. Mereka kemudian saling berkenalan dan berjabat tangan satu sama lain.

"Kamu Vania kan? Influencer yang sedang ramai itu. Berita mengenai kamu lagi ramai di perbincangkan. Aku turut berdukacita ya." Ucap salah satu gadis itu padanya.

"Iyaa kak, memang berita ku sempat ramai. Makasih atas ucapannya."

"Aku sakit sedih dan salut sama kamu. Sedih karena gak menyangka kamu dan tunanganmu putus dan kami salut karena kamu bisa melewati cobaan yang bertubi-tubi ini."

"Vania kamu gak usah takut sendiri. Selagi kamu berbuat baik dan benar kami akan selalu mendukung kamu. Kami juga pernah gagal dalam urusan percintaan. Kemarin saat lihat berita tentang kamu, kami jadi tau siapa yang benar dan salah. Sekarang kamu fokus saja pada karirmu ya, semangat!"

Vania mengangguk, " terima kasih semua, susah mau percaya dns mendukung aku."

Ketiga gadis itu mengangguk." Sama-sama, tetap semangat ya. Jangan ambil hati jika ada yang memberikan komentar negatif, biarin aja."

Begitu Rika dan tim lainnya kembali. Ketiga gadis itu saling memeluk dan menguatkan satu sama lain, sekaligus mengakhiri percakapan mereka dan kembali ke tempat masing-masing.

Vania duduk dengan tegap di kursi rias, matanya tertutup sementara asistennya, Rika, bergerak cekatan menyapukan bedak dan eyeshadow yang memancarkan kesan elegan dan tegas. Rani memilih palet warna netral dengan sentuhan smokey yang dramatis, mempertegas garis mata Vania sehingga memancarkan aura kepemimpinan yang kuat.

Setelah selesai, Rika mengambil langkah mundur, mengagumi karyanya sebelum mengangguk puas. "Sempurna," gumamnya, sebelum mengarahkan Vania untuk berdiri dan mengganti pakaian. Vania mengikuti perintah tersebut dan menuju ruang ganti dimana setelan kemaja dan celana brand Erisco telah tersedia, tergantung rapi menunggu untuk dikenakan.

Dengan gerakan yang terlatih, Vania memakai setelan tersebut. Kain berkualitas tinggi itu meluncur sempurna mengikuti kontur tubuhnya, menonjolkan posturnya yang anggun. Setelah memastikan setiap detail pada tempatnya, dia melangkah keluar dari ruang ganti.

Rika dan beberapa staf lain yang hadir terdiam, mata mereka terpaku pada Vania yang bertransformasi menjadi sosok yang memancarkan keanggunan dan kekuatan. Rika berjalan mengelilingi Vania, memeriksa setiap sudut pakaian, memastikan bahwa tiap lipatan dan jahitan tampak sempurna.

“Kamu terlihat seperti seorang CEO dari perusahaan multinasional," puji salah satu staf dengan kagum. Vania hanya tersenyum, merasakan kepercayaan diri yang semakin meningkat dengan penampilannya itu.

Tak heran jika Erisco memilihnya sebagai model, pikir Rani. Vania tidak hanya memiliki wajah yang memenuhi standar kecantikan, tapi juga aura yang bisa mempengaruhi dan memikat siapa saja yang melihatnya. Hari itu, Vania bukan hanya siap untuk pemotretan, tetapi juga untuk memikat dunia.

"Mah, pah, Vania akan buktikan. Kalau Vania akan sukses dan mandiri. Bukan karena Vania pewaris tunggal, tapi karena usaha dan kerja keras Vania sendiri."

Vania berdiri tegak di tengah keramaian peluncuran produk Erisco, matanya menyapu area tersebut dengan harapan tidak bertemu dengan sosok yang tidak diinginkannya. Namun nasib berkata lain, di antara kerumunan, ia melihat sosok Karina yang juga mengenakan busana dari brand yang sama, tengah duduk di depan meja rias.

Hatinya terasa dihujam ketika melihat Karina, wanita yang telah merusak hubungannya dengan Deo. Vania merasakan jengkel dan kebencian yang mendalam, namun ia berusaha keras untuk menahan emosi di hadapan publik. Tatapan matanya yang awalnya ceria perlahan berubah menjadi dingin dan tajam, seolah bisa menembus siapa saja yang berani menatapnya.

Sementara itu, Karina yang sedang tertawa lepas bersama beberapa rekan modelnya, tiba-tiba merasakan tatapan tajam mengarah padanya. Ia menoleh dan matanya bertemu dengan Vania. Sejenak, senyumannya memudar, digantikan oleh sinis yang tergambar jelas di wajahnya. Tanpa ragu, ia melemparkan pandangan sinis tersebut kepada Vania, seolah menantangnya dalam diam.

Vania, yang sudah tidak tahan dengan sikap Karina, memilih untuk berpaling dan meninggalkan area tersebut. Langkah kakinya terasa berat, penuh dengan kekecewaan dan amarah yang menggebu. Ketika Vania hendak keluar dari ruang rias, gadis bernama Karina itu malah menghampirinya. Gadis itu tersenyum sinis ke arahnya, Vania hanya menggelengkan kepalanya. Padahal beberapa waktu lalu gadis ini mengirim pesan dan meminta maaf padanya. Ia sudah menduga dari awal jika permintaan maaf gadis itu hanya omong kosong belaka. Ia pergi tanpa mengindahkan gadis itu, berusaha menghindar. Tapi gadis itu terus menerus mengikutinya.

"Hai Vania, akhirnya kita bisa bertemu di sini. Aku minta maaf atas masalah yang kemarin itu. Aku sadar aku salah. Aku juga sebenarnya meras sakit hati karena Deo tidak bisa memilih diantara kita. Deo ternyata sayang pada kita berdua, aku sebenarnya sudah terlalu nyaman sama sama Andra dan gak bisa jauh dari dia." Ujar Karina.

"Bisa-bisanya ya kamu ngomong kayak gitu," Vania menghela napasnya." Jika dilihat dari mata kamu, sepertinya gak ada rasa bersalah sama sekali. Ya sudah ambil saja laki-laki kesayangan mu itu, aku udah gak sudi buat kembali."

"Ya aku juga mau ya gitu, tapi kamu tau? Aku merasa tertekan karena Deo gak bisa pilih diantara kita. Aku juga minta maaf karena aku yang buat Deo jadi dekat lagi. Waktu itu aku baru aja putus sama pacarku, dan aku gak punya siapa-siapa untuk dihubungi selain Deo. Ya semenjak itu aku sadar kalau Deo bisa kasih rasa nyaman ke aku dan  aku semakin gak bisa lepasin dia."

"Lalu apa gunanya kamu jelasin ini semua? Kalian sama-sama belum bisa move on dan hubungan kami juga sudah berakhir. Gak ada gunanya kamu jelasin semuanya."

"Jadi kamu gak keberatan kalau Deo pilih aku?"

Vania menarik salah satu sudut bibirnya, ia tahu saat ini Karina tangan memanasi dirinya, ia berusaha untuk bersikap tenang." Apakah wajahku terlihat keberatan? Aku sudah melepas Deo, kalau kamu mau dia silahkan ambil. Aku gak butuh laki-laki penghianat dsm manipulatif seperti dia. Lagipula untuk apa berharap untuk kembali bersama dengan laki-laki yang telah berkhianat."

Vania enggan berhadapan dengan Karina terlalu lama, jadi ia memilih untuk meninggalkan Karina. Ia melangkahkan kaki seraya menyapa rekan-rekan barunya di sana. Sedangkan Karina berdecak sebal karena Vania sama sekali tidak terpancing dengan ucapannya. Padahal niatnya, ia ingin membuat Vania emosi dan mengacaukan acara spesial ini demi menjatuh nama Vania.

1
Wayan Suryani
sombong smg kamu ilcehjan lzgi
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
falea sezi
bodoh kn ada tuh fto dio. up aja lah bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!