NovelToon NovelToon
Di Manja Suami Om-Om

Di Manja Suami Om-Om

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta setelah menikah / Cintamanis
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erunisa

Nara tak pernah membayangkan hidupnya berubah jauh. Dari gadis yang diremehkan karena nilai akademik, kini ia menjadi istri pria mapan yang usianya terpaut jauh darinya.
Arkan, sosok dingin dan misterius, justru memanjakan Nara tanpa syarat. Namun menikah bukan akhir perjuangan, kelas sosial, tekanan keluarga, dan mimpi Nara yang belum selesai menjadi ujian terbesar.
Apakah Nara hanya akan menjadi istri yang dimanja, atau perempuan yang tetap berdiri dengan mimpinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erunisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Sebelum makanan dipersilakan untuk disantap, ayah Nara berdeham pelan. Wajahnya tampak serius, seolah ingin memastikan satu hal penting sebelum semuanya benar-benar sah di hati.

“Maaf,” ucap ayahnya Nara sopan namun tegas,

“sebagai orang tua, saya harus bertanya.”

Arkan mengangguk hormat.

“Silakan, Pak.” jawab Arkan.

Ayah Nara menatap langsung ke mata Arkan.

“Ini Nara bukan jadi istri simpanan, kan?”

Suasana mendadak hening, lalu Indah justru tergelak kecil. Karena tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu.

“Pak,” kata Indah sambil tersenyum,

“kalau istri kedua, tidak mungkin acaranya serapi dan seresmi ini.” Indah menjelaskan situasi.

Beberapa kerabat Nara saling pandang.

Ibunya Nara ikut menimpali dengan wajah curiga,

“Ya bisa saja ini keluarga sewaan, karena kejadian seperti ini sudah tidak asing, di lamar pria yang baru kenal, ternyata keluarganya palsu.”

Kali ini Indah tidak tersinggung. Justru ia mengangguk pelan, kagum.

“Kewaspadaan Bapak Ibu bagus,” ucap Indah jujur.

“Tapi saya pastikan, ini keluarga asli Arkan. Anak saya belum pernah menikah, dan baru sekarang berniat serius.”

Ayah Arkan ikut mengangguk membenarkan.

Belum sempat suasana tenang, ibunya Nara kembali bertanya, kali ini lebih pelan tapi menusuk.

“Nara sedang tidak hamil, kan?” jujur sebagai ibu khawatir anaknya hamil dan buru-buru minta menikah, dan mumpung semua tetangga dan kerabat sedang berkumpul, ibunya Nara inisiatif bertanya langsung, biar tidak jadi fitnah.

Beberapa orang yang mendengar tentunya langsung menahan napas. Karena sikap jujur ibunya Nara.

Namun Arkan malah tersenyum tipis sebelum menjawab santai,

“Hamil bagaimana, Bu? Bersentuhan saja kami tidak.”

Sejenak hening, lalu tawa pecah di seluruh ruangan.

Kerabat-kerabat Nara ikut tertawa, bahkan ayah Nara sampai mengusap wajahnya sambil tersenyum malu. Suasana tegang perlahan mencair.

Indah ikut tertawa kecil.

“Anak saya ini terlalu lurus, Bu, maksudnya meskipun anak kota, bukan berarti yang bergaul secara bebas.” jawab Indah.

Nara sendiri menunduk, wajahnya panas seperti terbakar.

Namun di balik semua pertanyaan itu, satu hal menjadi jelas, keluarga Nara bukan menjual anaknya, mereka hanya ingin memastikan putri mereka benar-benar aman.

Dan melihat cara Arkan menjawab, hati orang tua Nara perlahan mulai tenang.

Setelah itu barulah makanan dipersilakan.

Di antara sendok yang bergerak dan obrolan ringan yang mulai mengalir, lamaran itu tak lagi terasa seperti pertemuan dua dunia berbeda, melainkan dua keluarga yang perlahan saling menerima.

Nara duduk diam, hatinya bergetar. Untuk pertama kalinya, ia merasa, mungkin pernikahan ini tidak seburuk yang ia takutkan.

Setelah suasana mencair dan makanan hampir habis, pembicaraan beralih ke hal yang paling ditunggu, yaitu pernikahan.

Indah kembali mengambil peran, suaranya tenang namun teratur, seperti seseorang yang sudah menyusun segalanya dengan matang.

“Kami ingin pernikahan dilakukan di tempat kami,” ucapnya sopan.

“Waktunya seminggu lagi.”

Ibunya Nara hampir tersedak minum.

“Seminggu lagi?”

“Iya,” jawab Indah mantap.

“Hanya acara sakral saja. Mengundang keluarga inti dua belah pihak. Untuk resepsi besar, nanti setelah semua persiapan matang.”

Nara membeku di tempat duduknya. Semuanya terasa terlalu cepat.

Ibunya Nara mencoba tersenyum canggung.

“Kalau begitu… barang-barang yang dibawa ini untuk Nara ya?” ibunya Nara mencoba memastikan.

Indah justru tertawa kecil.

“Loh, itu semua buat Ibu.” jawab Indah.

“Untuk saya?” ibunya Nara melongo.

“Bukan untuk Nara? Biasanya di sini seserahan untuk calon pengantin.”

Indah menggeleng lembut.

“Kalau untuk Nara, sudah ada. Untuk apa dibawa ke sini? Semua kebutuhan Nara sudah kami siapkan di rumah.”

Ibunya Nara menelan ludah.

“Lalu perhiasan itu?”

Indah mengangguk pasti. “Itu untuk Ibu.”

Beberapa kerabat langsung berbisik kagum.

Ayah Nara yang sejak tadi diam akhirnya bersuara saat sebuah amplop tebal diserahkan kepadanya.

“Ini apa, Bu?” tanya ayahnya Nara ke Indah.

“Biaya perjalanan dan kebutuhan keluarga saat datang ke tempat kami nanti,” jawab Indah ringan.

“Anggap saja kami menjamu keluarga besan.”

Ayah Nara membuka sedikit, lalu langsung terdiam kaget.

“Ini terlalu banyak…”

“Tidak,” potong Indah halus.

“Ini pantas.” kata Indah.

Nara menunduk semakin dalam. Dadanya penuh campur aduk, terharu, takut, bingung.

Dalam satu hari, ia bukan hanya dilamar. Ia juga sudah dijadwalkan menikah.

Dan keluarganya diperlakukan dengan kemewahan yang tak pernah mereka bayangkan.

Di tengah semua itu, Arkan hanya sesekali menatap Nara, tenang, seolah ingin berkata, Kamu aman bersamaku.

Namun di hati Nara, satu kenyataan makin jelas,

hidupnya kini melaju terlalu cepat untuk sempat ia pahami sepenuhnya.

Setelah semua rencana disepakati, Nara justru ikut pulang bersama Arkan. Karena memang acaranya di tempat Arkan.

Bukan menunggu di rumah seperti kebanyakan calon pengantin perempuan di kampungnya, melainkan dibawa kembali ke kota, ke rumah Arkan. Hal itu saja sudah membuat banyak mata membulat tak percaya.

Biasanya yang dilamar tinggal, menunggu hari pernikahan. Tapi Nara malah pergi bersama calon suaminya.

Saat rombongan mobil menghilang di ujung gang, suasana rumah Nara langsung berubah ramai.

Tetangga dan kerabat yang sejak tadi menahan diri mulai berkumpul.

“Ya Allah, Nara itu rezekinya deras banget ya.”

“Calonnya kelihatan orang berada, tapi sopan.”

“Lihat tuh kue-kue mahalnya, kayak di TV.”

“Belum lagi seserahannya… mewah sekali.

Beberapa tetangga dan kerabat mulai mengeluarkan pendapat.

Tak satu pun yang berbicara buruk. Semua kagum. Untuk saat itu.

Ibunya Nara masih duduk terpaku, memegang kotak perhiasan di pangkuannya. Saat dibuka lagi, entah untuk yang kesekian kalinya, matanya kembali membesar.

Satu set kalung, gelang, cincin, dan anting berkilau di hadapannya.

“Ya Tuhan…” lirihnya gemetar,

“seumur hidup ibu belum pernah pegang emas sebanyak ini.”

Kerabat di sampingnya sampai ikut ternganga.

Ayah Nara pun tak jauh beda. Ia membuka amplop tebal itu sekali lagi, menatap tumpukan uang merah yang terasa tidak nyata.

“Bapak mimpi apa semalam…” gumamnya pelan.

“Tiba-tiba pegang uang sebanyak ini.” Ia mengusap wajah berkali-kali, seolah memastikan dirinya sadar.

Di luar rumah, gunjingan semakin ramai, tentunya tidak semuanya penuh kekaguman. Tetap saja ada yang iri. ada yang mencibir.

Tapi lebih banyak yang kagum, dan bertanya-tanya, tentang bagaimana Nara, gadis sederhana yang dulu sering diremehkan, kini dilamar keluarga berada dengan cara terhormat dan mewah.

Sementara itu, di dalam mobil Arkan, Nara duduk diam menatap jalan.

Hidupnya berubah hanya dalam hitungan jam.

Di kampungnya, ia kini menjadi bahan pembicaraan penuh kagum.

Di sisinya, duduk pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.

Dan di hatinya, masih tersisa satu perasaan yang belum hilang, tak percaya, bahwa semua ini benar-benar nyata.

Arkan menatap Nara dan menggenggam tangan Nara lalu mencium punggung tangan Nara, gerakan Arkan membuat Nara kaget, tapi tidak berani melawan.

"Tapi ngga rugi sih nikah sama Arkan, dia begitu tampan." teriak Nara di dalam hati sambil tersenyum ke arah Arkan.

1
Risma Surullah
alurnya bagus
Mita Paramita
hempaskan pelakor 🤣🤣🤣
Drama Queen
lanjut
piah Hasan
1001 ya cara pwrempuan mau jadi pelakor..
Uthie
keep dulu ya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!