Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkenalan
Joy bertemu kembali dengan papanya dan masih bersama dengan Lucas. Jelas papa Alfons tahu, bahwa Lucas pasti mempunyai hubungan dengan Joy. Seperti biasa Joy tidak banyak bicara dan papanya juga hanya tersenyum saja. Seperti hubungan yang kaku antara anak dan papanya. Seharusnya papanya akan menjadi cinta pertama dan pelindungnya, namun itu tidak dirasakan oleh Joy. Kalau pertemuan mereka hanya diam. Itulah yang terjadi. Namun kali ini papanya menyempatkan diri berbicara kepada Lucas waktu Joy ke toilet.
"Apakah kamu mencintai Joy??? Om titip Joy buat kamu nak, tolong jangan sakiti dia."
"Siap pak. Lucas sayang dan mencintai Joy dengan tulus."
Pertemuan yang tidak seperti biasanya antara Lucas dan orangtua Joy, yaitu papanya.
Malam berikutnya Joy diajak Lucas kerumahnya di cinere. Lucas tidak main - main dengan hubungan yang dia bina dengan Joy Debora, dia sangat serius menjalaninya. Makanya dia mau hubungan ini di ketahui oleh orangtuanya. Dengan berpakaian sangat rapi. Joy menggunakan drees warna putih ada bunga - bunga timbul berwarna putih kecil - kecil. Seperti biasa ini adalah baju maminya. Joy dijemput di apartemennya dan mereka akan ke rumah Lucas menggunakan mobilnya.
"Sayang, aku takut."
"Kan sama - sama. Santai saja."
Sampai di rumah Lucas, Joy Debora disambut oleh mama dan papanya. Mamanya Lucas sangat kenal Joy karena dulu mereka perna bekerja dua tahun. Sebagai asisten ners dokter Joy, mamanya Lucas tahu siapa Joy sebenarnya. Karena di rumah sakit, mamanya Lucas, ners Rahel adalah tempat curhatnya. Dengan di gandeng oleh Lucas, Joy masuk rumah dan langsung dipeluk oleh mamanya Lucas. Papanya tersenyum. Ketakutan Hanna seketika menghilang, dia menjadi akrab dengan orangtuanya Lucas
"Tadi ketakutan, sekarang akrab banget. Sampai pacarnya dicueki." Joy tersenyum kepada Lucas.
"Sori sayang." Suara Joy begitu pelan. Lucas sedang menganggu Joy yang sedang menyuci piring makan yang kotor. Dengan memeluk Joy dari belakang.
"Sayang ngak enak dilihat mama dan papa."
"Its oke mereka sudah melalui seperti ini."
"Terus terang nak, waktu tahu kamu pacarnya Lucas anak mama, aku ngak yakin. Kenapa kamu yang cantik, pintar manis ini mau sama anak manja itu."
"Mama jangan provokator ya???"
Selesai makan malam bersama, mereka masih duduk - duduk cerita. Kemudian Joy diantar oleh Lucas kembali ke apartemennya.sebenarnya mama dan papa Lucas menahan Joy untuk menginap di rumah mereka. Namun karena besok Joy berdinas, dan Lucas juga akan menjalankan tugas bersama tim elite dari pasukan khusus, maka Joy diantar pulang. Di apartemen Joy, Lucas masih bermesraan dengan pacarnya selama tiga puluh menit, sebelum dia kembali ke markas. Karena subuh dia bersama timnya akan berangkat.
"Sayang aku ada tugas. Mungkin seminggu kita tidak bertemu. Kalau cepat tidak ada kendala bisa satu atau dua hari bisa pulang kalau ada kendala paling lama seminggu."
"Tugas dimana sayang??? Apakah ini berbahaya??"Lucas tidak menjawab namun dia langsung mencium Joy dan memeluknya sangat erat.
"Ingat sayang, jaga diri ya. I love you." Joy menatap Lucas begitu lama. Seperti ada yang disembunyikan.
"Aku berjanji selesai tugas, akan langsung mencarimu. Jika sampai di tempat tugas ada signal pasti akan menghubungimu." Joy hanya mengangguk, dia tahu bahwa ada yang harus dilakukan oleh pacarnya dan harus dirahasiakan. Demi bangsa dan negara.
Joy memeluk Lucas sangat erat dan dibalas dengan pelukan yang erat juga.
"Janji harus sehat ya sayang. I love you."
"Iya janji. I love you too."
Lucas merenggangkan pelukannya dan menyuruh Joy untuk menutup pintu apartemennya. Lalu dia menuju markasnya disana sudah menunggu timnya. Lucas menyempatkan untuk menelepon mamanya.
"Hati - hati ya sayang. Jaga kesehatan. Joy tahu kamu mau bertugas."
"Tadi ade sudah pamit ke Joy mama. Tolong titip pesan sama buat antie menjaga cintaku ya ma."
Kemudian Aldy dan timnya berangkat dengan pesawat khusus. Mereka menuju ke dataran pulau Kalimantan. Tepatnya di daerah perbatasan. Ada sabotase pemberontak yang mulai merusak ketahanan dan pertahanan bangsanya. Mereka membangun organisasi yang menentang negara. Mereka memprovokasi rakyat.
Titik keberadaan mereka sudah diperoleh dari pengintaian yang dilakukan beberapa minggu ini dan sekarang pasukan langsung turun ke lokasi karena mereka mendapat informasi bahwa disana juga organisasi ini sedang menyandera anak - anak kecil untuk diperjual belikan organnya.
Terjadi adu senjata antara timnya Lucas dan pemberontak. Anak - anak yang berjumlah dua puluh anak sudah diamankan. Dan mereka langsung bertemu dengan pemimpin pemberontak itu. Terjadi aksi perkelahian dan berakhir dengan tembak menembak, sehingga Lucas harus menembak mati pemimpinnya. Namun disayangkan , Kapten Lucas Abner Gosal terkena lemparan bom aktif yang membuat tubuhnya terhempas jauh. Jasad merek langsung di amankan. Begitu juga dengan anak- anak yang di sandera.
Sementara kondisi tubuh Kapten Lucas harus mendapat pertolongan. Dia langsung dilarikan dengan pesawat cepat punya tentara ke Jakarta untuk menerima pertolongan. Semua alat - alat medis di pesawat sudah di pasang pada tubuh Lucas. Daniel dan ketiga rekannya selalu berusaha mengembalikan kesadaran Lucas
Informasi tentang keadaan Kapten Lucas sudah sampai di Jakarta. Kepala rumah sakit tentara mencari dokter bedah dan yang harus siap untuk mengadakan tindakan operasi. Dan mereka mendapat nama dokter Joy Debora yang perna bertugas didaerah konflik. Dan juga perna melayani di rumah sakit tentara.
Joy sudah berada di rumah sakit tentara. Penjelasan yang di sampaikan sudah dipahami oleh Joy, bahwa pasiennya harus di rahasiakan. Hasil CT scan susah ada di ipad Joy , dia sedang menganalisis bagian - bagian yang terkena serpihan bom.
"Dokter Joy siap, pasiennya sudah ada di ruang operasi."
"Siap dokter Agus."
"Ingat ini harus dirahasiakan. Diruang operasi saya akan mendampingi anda. "
Joy menyempatkan diri melihat pasien yang dalam keadaan tidak sadar. Joy hampir saja pingsan, karena pasien yang dirahasiakan adalah Lucas Abner Gosal pacarnya.
"Dokter, ayo kita mulai." Joy menganggukan kepala. Namun ners yang melihat Joy mengelap air mata di pipi dokter Joy. Operasi selama empat jam dilakukan, dan tidak ada kendala karena semua organ vital Lucas berfungsi dengan baik. Lucas sudah dibawa kedalam ruangan perawatan khusus dan dijaga ketat.
Dokter Agus yang mendapat informasi dari ners yang membantu di ruang operasi mengatakan bahwa tadi dokter Joy sebelum mulai operasi menangis. Dan benar waktu dokter Agus ke ruang khusus dokter disana dia sedang menangis.
"Saya pacar dari Kapten Lucas Abner Gosal dokter, kemarin dulu dia pamit ada tugas penting yang dia sendiri rahasiakan kepada saya. Saya tidak menyangka bahwa dia seperti ini. Dokter boleh kah saya ijin melihatnya." Dokter Agus mengantar Joy Debora. Didalam ruangan itu dia memeluk pacarnya
"Sayang, kamu janji untuk kembali sehat kepada ku. Harus kamu tepati sayang."
Sementara itu, Sersan kepala Daniel membenarkan status dokter Joy Debora yang adalah pacar dari Kapten Lucas Abner Gosal.
Sudah seminggu Lucas dirawat. Dihari kedua sesudah operasi dia sudah sadarkan diri. Dan luka - luka operasi sudah mulai membaik. Sedangkan seluruh tubuh yang kena serpihan kecil lukanya sudah sembuh dan terkelupas sehingga tidak ada bekas.
"Bagaimana Kapten Lucas kondisinya? Dia mau berdiri siap namun oleh komandannya diminta agar Lucas beristirahat saja.
"Terima kasih karena sudah kuat."
"Saya yang terima kasih, karena dokter adalah penyelamatanku." Dokter Agus hanya tersenyum.
"Haruslah berterima kasih kepada dokter Joy Debora dialah yang telah menyelamatkan anda."
"Joy Debora??"
"Iya pacar kapten."
" Dia melihat saya dengan kondisi hampir meninggal."
" iya bahkan sebelum memulai operasi dia menangis."
Lucas menelepon Joy. Dia berpura - pura seolah - olah dia tidak tahu apa yang di alami oleh Lucas.
"Sayang, kamu sudah kembali."
"Iya, bisa ke rumah sakit tentara."
"Ngapain kesana sayang?"
"Sayang, aku mau kamu disini. Sudah pulang kerja kan. Hati - hati ya."
Joy dengan mobilnya menuju ke rumah sakit tentara tempat Joy menolongnya lewat operasi. Di lobi rumah sakit, sudah ada Daniel yang menjemputnya.
"Gimana keadaan Lucas??"
"Sudah baikan. Dia baru tahu tadi kalau kamu yang menolongnya lewat operasi."
"Lucas sadar kapan?"
"Dua hari setelah di operasi?"
Dalam perjalanan menuju ruangan Lucas dirawat, mereka bertemu dengan dokter Ruth Camelia.
"Bertemu lagi dokter Joy Debora?? Ada urusan apa di rumah sakit ini?? Jangan bilang kalau kamu mau bekerja dirumah sakit yang sama dengan saya."
"Saya mengira kamu sudah menjadi kepala rumah sakit di sana. Ternyata susah ya. Dokter ngak punya keahlian khusus." Ruth langsung terdiam. Dia yang mulai mengoda Joy, dia yang kena batunya. Joy kembali melangkah, meninggalkan Ruth dalam perenungannya.
"Sori ya, jika buat kamu kecewa Dan karena sudah membalas sindirian pedis Ruth."
" its oke. Ngak ada masalah."