NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 8

...왕신...

...-----ᏇᏗᏁᎶ ᏕᏂᎥᏁ----...

𝓗𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓻𝓮𝓪𝓭𝓲𝓷𝓰!

.

.

Ada tiga jenis yang dibawa Gibaek, satu per satu diamati kemudian dikecap oleh Takeda Origaru oleh lidahnya sebagai tester.

Selama proses itu, lain dengan yang diperhatikan Gibaek soal bagaimana tanggapan Takeda dengan barang yang dia bawa, Shin justru mengamati Takeda dari sisi yang lain.

“Dia ... Takeda Origaru ... matanya terlalu dingin.”

Cara bersikap, tatapan dan gerak tubuh ... menyimpan kekuatan besar bersama kepercayaan diri. Masuk alasan kenapa mereka datang ke Korea hanya berdua. Takeda Origaru saja sudah cukup menjadi segala benteng untuk kemungkinan terburuk.

Begitu kesimpulan isi pikiran Shin.

“Bagaimana?” Aiko Hart yang sudah mengganti pakaiannya dengan sehelai gaun sebatas lutut tanpa lengan, bertanya pada Takeda dari posisi duduk berhadapan dengan Sol Gibaek.

Tatapan Takeda padanya, diam sesaat, kemudian mengangguk, memaknai baiknya kualitas barang yang akan mereka beli.

“Sudah kubilang!” Gibaek berseru. “Aku tidak akan membuat perjalanan jauh kalian kemari menjadi sia-sia. Apa yang aku buat tidak akan lari dari kualitas kaisar. Kalian akan menuai banyak keuntungan setelah memasarkannya di Jepang.”

Takeda Origaru kembali berdiri di balik tubuh nonanya, tidak menimpal lebih dari wajah datar dan alis yang sering terangkat naik.

“Baiklah, karena Paman Takeda sudah memastikan, kami akan membeli barangmu,” putus Aiko. “Tapi dengan syarat ...."

“Syarat?” Sol Gibaek mengernyit kening.

“Ya.” Setelah menegaskan, tatapan Aiko mencuat ke seraut wajah milik Shin, yang sama seperti Takeda, pria itu berdiri di belakang atasannya.

Mata Shin sedikit mengecil saat tatapan Aiko tidak beranjak.

Gibaek dan Takeda menunggu diam.

Beberapa saat kemudian, senyuman penuh sirat lahir dari sorot mata dan bibir semerah chery milik Aiko. “Tujuanku ke sini bukan hanya untuk membeli barang kalian, tapi juga untuk berlibur beberapa saat. Dan sebagai syarat yang aku sebutkan tadi, aku ingin dia malam ini menemaniku.” Telunjuknya menunjuk Wang Shin. “Berjalan-jalan keliling kota.”

Keadaan hening. Permintaan itu menjadi bahan pertimbangan tiga pria di sekitarnya. Takeda termasuk yang terkejut karena sepertinya permintaan itu di luar rencana mereka.

Saat dia akan menentang, “Nona sebaiknyaー”

“Baiklah, aku bersedia!” Shin memotong sambil menyorot wajah Takeda. “Sebagai orang yang ditunjuk, aku akan bertanggung jawab memenuhi syarat Nona Aiko.”

Takeda teredam, wajahnya mencerminkan sedikit kurang setuju.

“Oke!” Aiko beranjak semangat. “Ayo pergi!”

...•••••• 왕신 ••••••...

Semua berjalan mulus, Sol Gibaek pulang lebih dulu ke markas dengan perasaan puas dan senang, meninggalkan Shin yang terpaksa harus mengabulkan keinginan Aiko Hart tentang jalan-jalan dan berkeliling Kota Incheon, atau bisa jadi sampai ke Seoul.

Sementara di sisi sebelah.

Sampai akan pergi, Takeda masih mencoba untuk mencegah, namun rengekan manja Aiko membuatnya terpaksa mengalah. Ditambah Shin berjanji akan menjaga sikap.

“Anda boleh awasi kami dari jauh, Tuan Takeda.”

Setidaknya begitu, Takeda mengawal di kejauhan sesuai yang disarankan Shin. Aiko Hart terpaksa setuju meski dari raut wajahnya dia sangat ingin berdua saja dengan pria lokal bernama Wang Shin.

“Bagaimana pun kita baru saling mengenal, Anda tidak boleh percaya pada sembarang orang, Nona. Jadi biarkan Tuan Takeda mengawasi di kejauhan.”

“Ck! Kau bajingan yang pengertian, ya.”

Itu kalimat akhir sebelum kemudian Shin melajukan mobil yang ditinggalkan Gibaek untuk dipakainya menyenangkan putri seorang pembeli.

“Ajak aku kemana saja, ajak aku makan apa saja. Aku juga ingin membeli beberapa helai pakaian untuk oleh-oleh pulang.”

Shin mengabulkan tanpa menyela apa pun.

Semua yang lahir dari isi kepala secara asal, justru membuat senyuman Aiko Hart semakin lebar. Gadis itu bahkan begitu lahap makan jajanan murah di pinggir jalan, membeli pakaian yang tidak punya brand lalu tertawa-tawa.

Benar saja, perjalanan keliling ini melewati batas Incheonーsampai ke Seoul.

Saat gadis itu sibuk menyantap ramyun instan cup di pinggir Hangang, Shin menatapnya dan menyimpulkan, “Apa yang dilakukannya sekarang bukan hal yang biasa dia lakukan seorang wanita dengan uang berlimpah, tapi kelakuan seorang tahanan yang lama terpenjara di dalam sangkar. Aiko Hart ... seorang anak angkat ... dan mungkin juga alat.”

Dering ponsel Aiko tiba-tiba berdering panjang. Saat melihat nama Paman Takeda di sana, gadis itu mendengus kesal.

Tapi 'tak ayal, panggilan diangkat juga.

“Ya, Paman. Aku akan kembali segera setelah menghabiskan makanan terakhirku.”

Ditutup cepat tanpa menunggu jawaban Takeda.

“Habiskan saja dulu dengan tenang, aku akan bertanggung jawab pada Takeda. Buat waktumu malam ini lebih berwarna, lepaskan semua beban yang selama ini kau tahan dan kau diamkan.”

Kata-kata itu hangat, tapi justru membuat Aiko tertegun beku.

“Apa katamu?” tanyanya setelah berhasil mengentak diri. “Kau pikir aku sulit buang air besar?”

Shin membuang wajah sambil mengulum senyum, sebelum kembali ke mata itu. “Nona Hart, aku memang tidak tahu apa pun tentangmu. Tapi dari beberapa saat kebersamaan kita, aku bisa memetik setidaknya separuh kesimpulan.”

"Katakan! Katakan apa yang saja yang bisa kau lihat dari diriku."

Separuh dari sepuluh detik, Shin mengambil waktu untuk diam, kemudian menjawab, “Waktu yang sudah kau lalui selama ini menahanmu terlalu banyak. Jika ingin berteriak, lakukan saja. Jika ingin lari, larilah secepat yang kau bisa.”

Sampai beberapa saat, Aiko tak bisa memalingkan wajah, terpaku di mata Shin yang dalam sekejap membuat jantungnya tidak lagi normal. Namun tak lama sebelum akhirnya tersenyum kecut. “Apa sejelas itu?"

“Hmm?”

“Apa sejelas ini kesanku sampai kau bisa menebak semuanya dengan benar? Apa kau seorangー"

“Sangat jelas sampai ramyun yang sedang kau makan ingin menangisimu.”

Hati Aiko Hart benar-benar goncang kali ini. Bibirnya berdecak sekali karena merasa kalah.

“Kau benar,” dia mengaku. “Terkadang, aku sangat ingin lari, melepaskan diri. Sangat ingin hilang, membuang diri. Bahkan mati pun tak apa-apa asalkan aku bisa terbebas dari jerat yang mencekik itu. Tapi ... mereka terus tak membiarkanku melakukannya.”

“Kalau begitu jangan kembali ke Jepang!” sambar Shin. "Pergilah ke tempat di mana semua orang yang kau kenal tak bisa menemukanmu.”

Itu saran yang luar biasa. Terdengar ringan sampai Aiko berani terbang. Tapi hanya sekejap, wajahnya langsung berubah sedingin salju. Sambil menatap, wajah Shin terus berputar di kepalanya, dibawa dalam pergolakan pikir. Lalu .... “Kalau menurutmu begitu ... Wang Shin ... bisakah ... kau yang membawaku pergi?”

Sedikit mengentak, Shin sempat bingung sesaat, tapi kemudian tersenyum. "Nona Hart, maksudku tidakー"

“Aku mengerti!” potong Aiko. “Seorang sepertimu tidak akan mungkin sendiri tanpa wanita. Jadi sudahlah, aku hanya bercanda. Ayo kembali. Paman Takeda sudah bersiap menyusul kemari. Jangan sampai tulangmu patah olehnya karena membuatku tertahan di sini terlalu lama.”

Shin terkesiap, lalu terkekeh kecil sambil membuang wajah.

Tidak salah, saat Aiko bangkit dari duduk kemudian melangkah pergi, di ujung sana, Takeda sudah berdiri dengan tatapan kelam. Wang Shin membenturkan punggung ke sandaran kursi, menatap mereka sambil menggeleng-geleng. “Seharusnya aku tak mengatakan apa pun.”

••••••

Dalam perjalanan pulang ke hotel, di dalam mobil yang dikendarai Takeda, Aiko Hart terus diam, menatap pergerakan jalan di balik kaca.

Takeda menolehnya sekilas, lalu bertanya, “Apa yang dikatakan bedebah itu sampai kau berubah diam seperti ini?” Gaya bicaranya pada Aiko tidak sesopan saat mereka di depan Gibaek dan Wang Shin.

“Tidak ada," sangkal Aiko. “Aku hanya sedang membayangkan bagaimana jika aku bisa hidup sebebas apa yang kulakukan beberapa saat lalu. Aku pasti akan terlihat seperti mereka.” Pemandangan para gadis berjalan riang sesama teman di trotoar menjadi sejurus perbandingannya.

Situasi seperti itu bukan terbaru, Takeda tak sampai terkejut seperti pertama kali mendengarnya. “Inilah alasan mengapa aku melarangmu pergi,” katanya menekankan. “Aiko ... jalani saja takdirmu seperti biasa. Karena hanya dengan begitu, kau tidak akan merasakan lagi pengapnya dikurung di ruang gelap. Tuan Sho bukan orang yang mudah kau lawan, jadi berhentilah berpikir untuk membebaskan diri. Kau berbeda dari mereka, itu takdirmu.”

1
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
Machan
bisa jujur juga ternyata mulutnya
Machan
anjay, keren tatonya
Machan
pernah ngalamin ini saat rapat pembentukan anggota OSIS🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!