NovelToon NovelToon
Papan Takdir

Papan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Penyelamat / Action / Sistem
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Yin Chen menemukan papan catur ajaib di hutan bambu—setiap gerakannya mempengaruhi dunia nyata. Saat kekuatan gelap mengancam keseimbangan alam, dia bertemu Lan Wei dari kelompok Pencari Kebenaran dan mengetahui bahwa pemain lawan adalah saudara kembarnya yang hilang, Yin Yang. Bersama mereka harus menyatukan kekuatan untuk mengakhiri permainan kuno yang bisa menyelamatkan atau menghancurkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: PERJALANAN KE WILAYAH BARU

Setelah beberapa tahun bekerja di sekitar hutan Mengyou dan melihat perkembangan yang luar biasa di wilayah tersebut, Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah lain yang masih membutuhkan bantuan mereka. Berdasarkan informasi dari para pedagang dan pelancong yang datang ke pusat pembelajaran, terdapat wilayah di bagian utara yang dikenal sebagai Dataran Tinggi Biru yang sedang menghadapi kesulitan akibat gangguan pada keseimbangan alam.

Mereka memulai perjalanan pada pagi hari yang cerah, membawa persediaan yang cukup untuk perjalanan panjang serta alat-alat penting yang telah mereka kembangkan untuk membantu memantau dan memperbaiki keseimbangan alam. Di saat yang sama, mereka juga membawa pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun bekerja sebagai penjaga keseimbangan alam.

“Kita harus siap menghadapi tantangan baru yang mungkin berbeda dengan yang kita hadapi sebelumnya,” kata Yin Chen sambil memeriksa peta yang mereka gambar berdasarkan informasi dari berbagai sumber. “Wilayah ini memiliki kondisi alam yang berbeda, jadi kita harus bersikap fleksibel dan siap beradaptasi dengan kondisi yang ada di sana.”

Mereka melewati desa-desa kecil yang semakin jarang dan jauh dari satu sama lain seiring mereka semakin mendekati Dataran Tinggi Biru. Udara di sekitar mereka menjadi lebih dingin dengan udara yang lebih tipis akibat ketinggian yang semakin meningkat. Jalur yang mereka tempuh juga semakin sulit dengan banyak batu besar yang menghalangi jalan dan lereng yang semakin curam.

Pada hari ketiga perjalanan, mereka menemukan sebuah desa kecil bernama Cemara yang terletak di kaki lereng gunung. Berbeda dengan desa-desa yang mereka kunjungi sebelumnya, suasana di sini terasa sangat suram dengan penduduk yang tampak lesu dan tidak bersemangat. Tanah di sekitar desa terlihat kering dan tidak subur, dengan banyak tanaman yang layu dan mati akibat kekurangan air dan nutrisi.

Mereka berhenti di sebuah rumah kecil yang menjadi tempat tinggal seorang penyembuh tradisional bernama Pak Wahyu. Pria tua ini dengan ramah menyambut kedatangan mereka dan segera menyadari bahwa mereka bukanlah pelancong biasa yang lewat sekadar kebetulan.

“Kalian datang dengan tujuan yang baik, bukan?” tanya Pak Wahyu dengan mata yang penuh pengalaman. “Saya bisa merasakan energi yang berbeda dari kalian—energi yang membawa harapan bagi desa kita yang sedang mengalami kesulitan.”

Setelah menjelaskan tujuan mereka datang dan melihat kondisi desa secara langsung, mereka mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi alam di sekitar desa Cemara. Lan Wei menggunakan alat yang mereka kembangkan untuk mengukur keseimbangan energi alam, sementara Yin Chen dan Yin Yang memeriksa kondisi tanah, air, dan tanaman di sekitar desa.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ada gangguan besar pada aliran energi alam di wilayah ini,” jelas Lan Wei setelah selesai melakukan pengukuran. “Energi yang seharusnya mengalir dengan lancar terhalang oleh sesuatu yang kuat, menyebabkan tanah menjadi tidak subur dan sumber air mulai menyusut.”

Yin Chen mengangguk sambil menunjukkan beberapa batu besar yang terletak di atas bukit dekat desa. “Berdasarkan simbol-simbol yang saya lihat pada batu tersebut, ada kemungkinan bahwa ada struktur kuno yang tersembunyi di bawahnya,” katanya. “Struktur tersebut mungkin telah terganggu dan menyebabkan gangguan pada aliran energi alam di sekitar desa.”

Mereka menghabiskan beberapa hari untuk menyelidiki lokasi di atas bukit dekat desa. Setelah membersihkan rerumputan tinggi dan tanah yang menutupi area tersebut, mereka menemukan reruntuhan sebuah kuil kuno yang hampir seluruhnya tertutup oleh tanah dan akar pohon yang menjalar ke atas permukaannya. Simbol-simbol yang ada pada reruntuhan tersebut sama dengan yang mereka temukan di kuil Tianlong dan pusat pembelajaran dekat hutan Mengyou.

“Ini adalah salah satu titik penting dalam jaringan energi alam yang menjaga keseimbangan di wilayah ini,” kata Yin Yang dengan suara penuh keyakinan. “Struktur ini telah terganggu, menyebabkan aliran energi alam menjadi tidak lancar dan berdampak pada kehidupan di desa di bawahnya.”

Mereka mulai bekerja untuk memperbaiki reruntuhan kuil tersebut dengan hati-hati. Mereka tidak mencoba membangunnya kembali seperti semula, melainkan hanya membersihkan bagian-bagian yang menyumbat aliran energi alam dan memperbaiki bagian-bagian penting yang membantu mengalirkan energi dengan lancar kembali. Selama proses perbaikan berlangsung, penduduk desa Cemara mulai merasa bahwa ada perubahan pada udara dan suasana di sekitar mereka.

“Kita merasa ada energi baru yang mulai mengalir di sekitar kita,” ucap salah satu penduduk desa dengan senyum yang mulai muncul kembali di wajahnya. “Udara terasa lebih segar dan kita merasa lebih bertenaga daripada sebelumnya.”

Setelah beberapa minggu bekerja tanpa henti, mereka berhasil memperbaiki bagian penting dari kuil kuno tersebut. Aliran energi alam mulai kembali lancar, menyebabkan tanah yang sebelumnya kering mulai menjadi subur kembali dan sumber air yang hampir kering mulai mengalir dengan deras lagi. Penduduk desa mulai merasa semangat baru dan mulai bekerja kembali dengan giat untuk membangun desa mereka menjadi lebih baik.

Selama tinggal di desa Cemara, mereka juga mengajarkan penduduk desa tentang cara menjaga keseimbangan alam dan bekerja sama dengan alam untuk kehidupan yang lebih baik. Mereka mengajarkan teknik bertani yang sesuai dengan kondisi alam lokal, cara mengelola sumber air secara bijak, serta bagaimana mengenali tanaman obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

“Saya tidak pernah menyangka bahwa kehidupan bisa kembali seperti dulu,” kata Pak Wahyu dengan mata yang penuh rasa syukur. “Kalian telah memberikan harapan baru bagi kita semua.”

Setelah merasa yakin bahwa desa Cemara sudah bisa mandiri dan memiliki pengetahuan untuk menjaga keseimbangan alam di wilayah mereka, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke bagian lain dari Dataran Tinggi Biru. Mereka telah mendengar bahwa ada desa-desa lain yang juga mengalami kesulitan akibat gangguan pada keseimbangan alam, dan mereka siap membantu sebanyak mungkin.

Sebelum mereka berangkat, seluruh penduduk desa berkumpul untuk memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada mereka. Mereka diberikan berbagai hadiah berupa makanan yang diawetkan, pakaian yang dibuat dengan tangan, serta berbagai tanaman obat yang bisa membantu mereka dalam perjalanan selanjutnya.

“Kalian selalu akan memiliki tempat di hati kita dan di desa ini,” ucap pemimpin desa dengan suara yang penuh rasa hormat. “Semoga perjalanan kalian selamat dan semoga kalian bisa membantu banyak orang lain seperti yang kalian bantu kami.”

Dengan hati yang penuh rasa syukur dan semangat yang tinggi, mereka melanjutkan perjalanan ke wilayah lain yang membutuhkan bantuan mereka. Mereka tahu bahwa tugas sebagai penjaga keseimbangan alam adalah pekerjaan yang tidak akan pernah selesai, namun mereka juga tahu bahwa setiap langkah yang mereka ambil untuk membantu orang lain dan menjaga keseimbangan alam adalah langkah yang berharga bagi masa depan dunia yang lebih baik.

Di kejauhan, matahari mulai tenggelam memberikan warna keemasan pada langit yang semakin gelap. Suara angin yang bertiup lembut membawa mereka melalui jalur yang panjang dan penuh dengan tantangan, sementara energi alam yang mulai kembali seimbang memberikan mereka kekuatan dan semangat untuk terus maju. Mereka tahu bahwa perjalanan panjang masih menunggu mereka, namun mereka juga tahu bahwa mereka tidak akan pernah sendirian dalam perjalanan ini—karena mereka memiliki satu sama lain, serta dukungan dari semua orang yang telah mereka bantu dan yang akan mereka bantu di masa depan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!