NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:296
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Jika suatu hari,kau bertanya Mengapa aku memilihmu jawabannya sederhana karena hatiku merasa pulang"

 

DI SEKOLAH – JAM PELAJARAN KEDUA

Suasana kelas XI IPS 2 sedang tenang dengan suara guru yang menjelaskan materi geografi. Elona duduk di tempat duduknya dengan fokus, meskipun mata nya masih kadang melayang jauh terpikirkan tentang kejadian malam sebelumnya. Tiba-tiba, pintu kelas terbuka dengan tergesa-gesa oleh salah satu petugas administrasi.

“Permisi, Bu Guru,” ujar petugas tersebut dengan suara sedikit terengah-engah. “Mahira Elona ada di sini kan? Ada tetangga yang menghubungi sekolah dan mengatakan ada keadaan mendadak di rumahnya.”

Elona langsung berdiri dengan wajah yang penuh kekhawatiran. Tanpa berlama-lama, dia mengikuti petugas tersebut keluar dari kelas, dan menemukan Rekai sudah menunggu di koridor dengan wajah yang juga khawatir.

“Elona, apa yang terjadi?” tanya Rekai dengan cepat saat melihat wajah Elona yang pucat.

“Tetangga menghubungi sekolah,” jawab Elona dengan suara yang mulai bergetar. “Mereka bilang ada keadaan mendadak dengan nenek saya. kita harus segera pulang, Kak Rekai!”

Rekai segera mengangguk dan mengambil tangan Elona dengan lembut. “Tenang aja Elona, aku akan mengantarmu sekarang juga. Jangan khawatir, semuanya pasti akan baik-baik saja.”

Mereka berlari cepat menuju gerbang sekolah, dan langsung naik ke dalam mobil Rekai yang sudah siap. Mobil melaju dengan kecepatan aman namun cukup cepat melewati jalanan yang mulai ramai. Elona duduk di kursi depan dengan kedua tangan saling menjepit, mata nya penuh dengan ketakutan yang sulit disembunyikan.

“Semoga nenek saya baik-baik saja,” gumam Elona dengan suara yang hampir tak terdengar.

Rekai menepuk bahunya dengan lembut sambil tetap fokus mengemudi. “Tentu saja Elona. Nenekmu orang yang kuat, pasti akan baik-baik saja.”

 

DI RUMAH ELONA

Ketika mereka sampai di depan rumah kecil Elona, suasana sudah berbeda dari biasanya. Beberapa tetangga berkumpul di depan pintu dengan wajah yang penuh kesedihan. Ada juga mobil ambulans yang sedang siap untuk berangkat dari halaman rumah.

Elona langsung membuka pintu mobil dan berlari masuk ke dalam rumah dengan hati yang hampir melompat keluar. Di ruang tamu, dia menemukan neneknya terbaring lemah di ranjang dengan beberapa petugas medis yang sedang merawatnya.

“Nenek!” seru Elona dengan suara yang penuh kesedihan. Dia ingin mendekat tapi ditahan oleh salah satu petugas medis.

“Mohon tenang saja, Nona,” ujar petugas tersebut dengan suara lembut namun tegas. “Kami sedang mencoba yang terbaik untuk menyelamatkannya.”

Elona hanya bisa berdiri dengan menangis teresak-esak, sementara Rekai berdiri di belakangnya dengan tangan yang menopangnya dengan penuh perhatian. Setelah beberapa saat yang terasa sangat lama, salah satu dokter mendekat dengan wajah yang penuh kesedihan.

“Kami sungguh menyesal memberitahukan ini,” ujar dokter dengan suara lembut. “nenek sudah tidak bisa kami selamatkan. Dia mengalami serangan jantung akut yang disertai dengan kondisi kesehatan yang sudah melemah dari sebelumnya.”

Elona merasa dunia nya runtuh dalam sekejap. Dia menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan menangis dengan penuh kesedihan yang luar biasa. Rekai segera membungkusnya dengan pelukan hangat, juga menangis melihat kesedihan yang dialami oleh sepupunya yang sudah seperti adik kandung baginya.

Setelah petugas medis membawa jenazah nenek Elona pergi, tetangga yang datang memberikan dukungan dan kata-kata penghiburan. Salah satu tetangga yang lebih tua mendekat dengan wajah yang penuh kesedihan.

“Kita menemukan nenekmu terbaring lemah di dalam kamar tadi pagi,” ujarnya dengan suara rendah. “Sepertinya ada beberapa orang yang tidak dikenal datang ke rumahmu dan mengganggunya sebelum itu.

Elona mengangkat wajahnya dengan mata yang merah karena menangis. “Siapa mereka? Mengapa mereka melakukan itu?”

“Kita tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas,” jawab tetangga tersebut dengan rasa menyesal. “Mereka datang dengan cepat dan pergi dengan cepat juga. Tidak ada yang tahu siapa mereka atau dari mana mereka berasal.”

Rekai berdiri dengan wajah yang penuh kemarahan. Dia melihat ke arah Elona dengan mata yang penuh kesetiaan. “Aku berjanji padamu, Elona,” ujarnya dengan suara yang tegas dan penuh keyakinan. “Aku akan mencari pelaku yang melakukan ini terhadap nenekmu. Mereka harus mendapatkan hukuman yang pantas atas apa yang mereka lakukan!”

Elona hanya bisa menangis lebih deras mendengar janji tersebut. Dia merasa sangat kehilangan dan sendirian tanpa kehadiran neneknya yang selalu menjadi tempat perlindungan dan kasih sayang baginya.

 

DI RUMAH SHERLY

Sementara itu, di rumah mewah keluarga Sherly, Ibu Sherly sedang duduk di ruang tamu dengan wajah yang penuh kepuasan. Dia baru saja menerima panggilan dari orang yang dia kirimkan untuk melaksanakan rencananya.

“Baiklah, terima kasih atas kabar nya,” ujarnya dengan suara yang tenang namun penuh dengan kesenangan tersembunyi. “Sekarang kamu bisa pulang dan jangan pernah muncul lagi di hadapan saya atau keluarga saya.”

Setelah memutus panggilan, Ibu Sherly berdiri dan berjalan ke jendela dengan ekspresi yang semakin puas. Dia melihat ke arah langit yang cerah dengan senyum yang menyakitkan.

“Begitulah akibatnya jika kamu berani menghalangi jalan saya dan anak saya,” gumamnya dengan suara rendah namun jelas terdengar. “Sekarang gadis itu akan merasa sendirian dan tidak punya orang tua lagi untuk melindunginya. Dia pasti tidak akan bisa fokus lagi pada sekolah atau apapun yang dia lakukan. Dan akhirnya, dia akan pergi sendiri dari kehidupan Oskar.”

Luna yang sedang memasuki ruangan mendengar kata-kata tersebut dengan wajah yang sedikit bingung. “Bu, apa yang kamu lakukan?” tanya dia dengan suara yang penuh kekhawatiran.

Ibu Sherly berbalik dengan senyum yang mencoba tampak lembut. “Jangan khawatir sayang,” ujarnya dengan nada yang menenangkan. “Semua yang aku lakukan adalah untuk kebaikanmu dan untuk masa depanmu bersama Oskar. Sekarang dia akan menyadari bahwa gadis itu tidak layak untuknya dan akan kembali padamu seperti yang seharusnya.”

Luna melihat ke arah ibunya dengan ekspresi yang campuran antara rasa lega dan rasa khawatir. Meskipun dia merasa senang karena Elona akhirnya mendapatkan apa yang dia anggap sebagai hukuman

“Terima kasih, Bu,” ujar Luna dengan suara lembut. “Aku sangat mencintaimu.”

“Ibu juga mencintaimu lebih dari segalanya, sayang,” jawab Ibu Sherly dengan senyum yang semakin lebar. “Dan ibu akan selalu melakukan apa saja untuk membuatmu bahagia, tidak peduli apa yang harus dilakukan.”

 

DI RUMAH ELONA – MALAM ITU

Ruang tamu rumah Elona terasa sunyi dan sepi tanpa kehadiran neneknya yang selalu penuh semangat. Elona duduk di lantai dekat tempat tidur neneknya, menangis dengan penuh kesedihan yang mendalam. Rekai sedang berada di sisinya dengan tangan yang menopangnya dengan penuh kasih sayang.

“Semua ini adalah salah salahku Kak Rekai,” ujar Elona dengan suara yang tersendat-sendat. Nenek menjual karena memenuhi kebutuhanku ,kenapa neneknharus pergi secepat ini

“Jangan berkata seperti itu, Elona!” seru Rekai dengan suara yang penuh perhatian. “Kamu tidak ada salahnya sama sekali. Yang bersalah adalah orang yang melakukan ini terhadap nenekmu. Dan aku berjanji padamu, kita akan menemukan mereka dan membuat mereka membayar atas apa yang mereka lakukan!”

Tiba-tiba, pintu rumah terbuka dengan perlahan. Biru dan Kalash masuk dengan wajah yang penuh kesedihan. Mereka membawa beberapa makanan dan perlengkapan yang mungkin dibutuhkan oleh Elona.

“Kita sudah tahu apa yang terjadi, Elona,” ujar Biru dengan suara lembut. “Kami sangat menyesal mendengarnya. Jika ada apa-apa yang bisa kami bantu, jangan sungkan untuk memberitahu kami ya.”

Elona hanya bisa menangis lebih deras mendengar kata-kata tersebut. Kalash segera mendekat dan membungkusnya dengan pelukan hangat. “Kamu tidak sendirian, Elona,” ujarnya dengan suara penuh perhatian. “Kita semua akan selalu ada untukmu dan membantu kamu melalui masa-masa sulit ini.”

Di dalam hati, Biru merasa sangat bersalah karena menyadari bahwa semua masalah yang terjadi pada Elona adalah karena hubungannya dengan dirinya. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan melakukan apa saja untuk melindungi Elona dan menemukan pelaku yang melakukan ini terhadap neneknya. Dan jika ternyata ada hubungan dengan keluarga Luna, dia tidak akan pernah mengampuni mereka atas apa yang telah mereka lakukan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!