Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aktor
Malam selalu sama bagi Gianna kehidupan di usia muda hanya di isi dengan bekerja, mungkin lelah dan sepi tapi bekerja tetap menjadi pilihan.
"Kamu tidak seharusnya bekerja malam ini, besok kita akan pergi ke luar kota" suara David terdengar dalam ponsel Gianna, "lebih baik kamu simpan kalimat kamu, aku tidak perduli, ini tanggung jawab ku jangan mengatur di luar pekerjaan kantor," Ujar Gianna yang nampak memutar bola matanya malas, apalagi mengingat kejadian siang tadi.
Gianna mematikan ponsel dan kembali ke arah sofa untuk melanjutkan shooting talk show malam ini, yang di siarkan secara live stasiun televisi. Bintang tamu kali ini aktris dan aktor yang promosikan film horor akan segera tayang di bioskop, belum juga kembali kearah sofa dia lebih dulu di hadang seseorang "Nonton dong kamu nanti, di gala premiere" tawarnya, "Aku si mau banget untuk nonton tapi tenang aku usahakan datang" ujar Gianna dengan senyum lebar "benar ya aku tunggu atau mau aku jemput biar kita jalan bareng." hal itu membuat mata Gianna melebar sedikit sehingga lawan bicaranya sedikit terkekeh "tidak usah nanti kalo kalo ada kesempatan aku akan datang." jawab Gianna menolak halus.
Gianna tidak berani mengambil resiko pasalnya pria yang ada di hadapannya adalah seorang aktor ternama di negara ini, yang tengah naik daun. Bagaimana tidak hampir setiap peran dilibas oleh dia dengan sangat baik tidak heran dia menjadi aktor bayaran tertinggi dengan segudang penghargaan.
"bisa-bisa aku jadi trending topik jika wartawan melihat kami bersama," inner voice Gianna.
"Aku sedikit kesepian setelah kamu tambah kegiatan." Ujar Ambar yang sedang memasang masker wajah kini keduanya ada di rumah Ambar, mengingat Gianna memilih untuk menginap. Gianna menghembuskan nafasnya dalam menaruh ponsel yang sebelumnya ada di tangan nya untuk di simpan di nakas "Kamu bisa datang ke kantor kapan saja kamu mau bar" Ujar Gianna menarik selimut yang menutupi separuh tubuhnya. "bagaimana bisa" ujar Ambar "bisa" jawab Gianna yakin, "David seperti teman bagiku lagi pula aku memiliki ruangan pribadi jadi aman untuk kantor kita tidak akan menggangu." Jelas Anna "David?" Tanya Ambar merasa asing Anna ingat dia bahkan tidak menceritakan apapun pada Ambar, Gianna berbalik merubah posisi menatap langit-langit kamar yang tampak terang, Ternyata benar pekerja menyita banyak waktunya terutama bersama sahabatnya.
"David adalah CEO perusahaan tempat aku bekerja, awalnya aku fikir dia seorang kakek-kakek, atau berusia seperti Daddy atau bahkan seumuran Ayah ku tapi dia masih berusia 30an." Ambar mengangguk paham "kamu tidak menyukai dia kaaan?" kata Ambar menggoda yang kini ternyata sudah ada diranjang samping Gianna,Gianna berdecak. "ckkk--- dia tidak single" ucap Gianna yang kini justru berbalik membelakangi Ambar.
Pukul 4 pagi, Gianna menuruni Anak tangga dengan kaki panjangnya dan sendal tidur motif strawberry "Hanya ini?" Ujar Anna yang melihat dua koper sudah tersedia karena Gianna memberi perintah kepada Febrian sebelumnya " ada tujuh pasang setelan yang kamu minta jika butuh lebih aku bisa bawakan" jelas Febrian "tidak perlu, panggil Lisa saja untuk ikut dengan ku karena aku butuh jasa dia untuk menata rambut dan suruh dia bawa koper make up" tutur Anna "baik" Febrian terdiam disana "sebetulnya kamu mau kemana Gianna bukan besok ada pemotretan iklan?" Ujar Febrian mengingatkan "seseorang membayar lebih untuk pergi sekedar menemani dia bekerja."
Penjelasan itu justru menjadi salah arti "Gianna kamu mau menjadi simpanan?"
devvuholic