NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Pada kehidupan sebelumnya Ashilla dipaksa menikah dengan seorang pria yang dikabarkan kejam dan diduga sadis namun secara tegas Ashilla melawan keinginan ayahnya itu sehingga ia malah dibebankan hutang yang sangat besar karna sudah dibesarkan oleh keluarga Clinton namun tidak membalas budi.

Bertahun-tahun kemudian saat ia hendak membayar hutang tersebut, ibu tirinya datang dan memaksanya untuk menanggung kesalahan atas putrinya yang menabrak seseorang saat mengendarai mobil dengan ugal-ugalan.

Saat itulah kehidupannya hancur, untungnya waktu kembali berputar pada hari dimana semua tragedi tersebut belum terjadi dan kali ini Ashilla bertekad untuk menikahi pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 8 - Bertemu Calon Mertua

Ashilla masih berdiri terpaku beberapa detik, mencerna kata-kata Ken barusan.

“Ibumu… ingin bertemu denganku?” ulangnya pelan, seolah memastikan ia tidak salah dengar.

Ken mengangguk singkat. “Ikut aku.”

Nada bicaranya tenang, tapi sama sekali tidak memberi ruang untuk penolakan.

Tatapan para tamu langsung berubah. Bisik-bisik yang tadinya samar kini semakin jelas terdengar, seperti riak air yang tak bisa lagi ditahan.

“Ken benar-benar membawanya pergi…”

“Siapa sebenarnya gadis itu?”

“Bukankah keluarga Hambert yang datang untuk membahas pernikahan?”

Fania menegang. Kukunya tanpa sadar menancap di telapak tangan sendiri, tapi ia tidak merasakan sakitnya sama sekali.

Nyonya Hambert pun pucat. Ia tidak menyangka situasi akan berbalik secepat ini.

Laura berdiri kaku, wajahnya sulit dibaca, ia terkejut karena Ashilla benar-benar dipanggil oleh keluarga Adam.

Ashilla menoleh sekilas ke arah Laura. Tatapan mereka sempat bertemu.

Untuk sesaat, Laura seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi bibirnya hanya bergetar tanpa suara.

Akhirnya, Ashilla menarik napas dalam-dalam dan mengangguk pada Ken. “Baik.”

Ia mengikuti Ken menembus kerumunan tamu, menuju area yang lebih tenang di sisi aula.

Di lantai dua, Kanara dan Lio menyaksikan “aksi penyelamatan heroik” Ken dengan penuh minat. Namun ketika melihat Ken langsung membawa gadis itu pergi tanpa sepatah kata pun, keduanya saling berpandangan heran.

Kanara akhirnya menyadari sesuatu. Ia menatap Lio dan berkata dengan nada tertahan,

“Lio, jujur padaku. Ken benar-benar baru bertemu dengannya hari ini, bukan?”

“Hah?” Lio tertegun. “Kenapa, Bi?”

Wajah Kanara menegang.

“Aku baru bertemu gadis itu hari ini, dan sekarang dia sudah dibawa ke hadapanku. Aku bahkan tidak tahu namanya! Ini keterlaluan!”

Lio tak segera menanggapi, sementara Kanara terus mengomel,

“Aku ingin mengenal calon menantuku dulu sebelum bertemu langsung. Tapi dia malah melakukan ini. Apa bedanya dengan membawa menantu pulang tanpa memberi tahu orang tuanya? Bocah itu benar-benar membuatku tidak bisa menerimanya!”

Sebenarnya Kanara tidak benar-benar marah, namun sejak kecil Ken memang keras kepala dan selalu bertindak terlalu langsung, hingga sering tampak kurang sopan.

Ia selalu berharap putranya lebih memahami tata krama sosial, tetapi sekarang rencananya malah terganggu oleh urusan besar seperti pemilihan calon istri—yang tentu menyangkut martabatnya sebagai orang tua.

Mustahil baginya untuk tidak merasa kesal.

Melihat itu, Damian—suami Kanara—tersenyum dan mencoba menenangkannya.

“Ken tidak mungkin berbohong. Kalau dia membawanya ke sini, mungkin memang karena dia menyukainya, atau setidaknya ingin membantunya. Apa pun alasannya, ini hal yang baik. Dia akhirnya memilih seseorang yang dia mau..”

Kanara terdiam, lalu mengangguk pelan.

Ia teringat bagaimana selama ini ia mengatur banyak kencan buta untuk Ken, namun semuanya berakhir kacau. Ken selalu mempermalukan para gadis itu, dan ia harus turun tangan meminta maaf.

Lebih parah lagi, Ken tak pernah mau mengatakan tipe wanita seperti apa yang ia inginkan, membuatnya terus-menerus khawatir.

Dibandingkan semua itu, kemarahannya kali ini sebenarnya tidak terlalu berarti. Setidaknya, kali ini ia tidak perlu cemas.

Setelah dibujuk Damian, perasaan Kanara pun melunak. Bahkan ada sedikit rasa senang—ia tak menyangka putra sulungnya akan benar-benar membawa seseorang yang ia sukai.

Ketika Ashilla mengikuti Ken ke tempat tujuan, ia melihat Kanara dan Lio yang sedang tersenyum.

Lio berdiri di samping, mengamatinya beberapa saat, lalu melirik Ken dengan tatapan menggoda.

Ken mengabaikannya dan langsung memperkenalkan Ashilla.

“H-halo, Bibi.. Saya Ashilla Livini Clinton,” sapa Ashilla sambil membungkuk sopan.

'Bagaimanapun juga, kali ini aku sudah berniat menikahi Ken. Meski tanpa cinta, aku tetap harus menghormati orang yang lebih tua.'

1
Rossy Annabelle
ooh bahagianha hatiku 🥳melihat penderitaan orang lain/Facepalm/
Rossy Annabelle
next,,klo bs Doble up deh 😁tiap hari /Chuckle/
Rossy Annabelle: oke lah,, ditunggu karya lainnya mungkin.semngt 💪😁
total 2 replies
Rossy Annabelle
ditunggu next-nya😁
Lynn_: Ok kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!