" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
Setelah menempuhnya perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Di puncak gunung yang menampilkan pemandangan sore yang sangat indah.
cahaya matahari terbenam membuat suasana terasa menenangkan. Di tambah lagi dengan lautan awan yang membuat mereka terasa berada di surga. Ini benar benar indah seakan lelah yang tadi tergantikan secara total.
" kamu suka?" tanya Naoki pada Haruka.
bagi Naoki dan yang lain mungkin ini sudah terbiasa karena mereka sudah sering mendaki. tapi bagi Haruka ini hak yang baru dan sangat luar biasa. rasanya lebih indah dari pada di lihat di internet apa lagi asa burung burung yang terbang bebas di sana.
" suka Banget, terimakasih ya" ujar Haruka menatap Naoki dengan tatapan binar bahagia.
Naoki tersenyum ikut bahagia " hadiah nya apa?" tanya Naoki meminta hadiah.
" hadiah? " ulang Haruka binggung. pasalnya mereka sedang berada di gunung. Hadiah apa yang bisa dia beli? disini tidak ada yang jualan.
" yaa, coba kamu pilih ciuman atau kecupan? Atau pelukan? atau..... " Naoki mendekatkan wajahnya ke telinga Haruka " mengulang kembali aktivitas malam itu" bisik nya.
Salting? Tentu saja. Haruka terlalu malu untuk menjawab. dia menggigit bibirnya sendiri untuk menutupi salting nya. Apa lagi jantung nya berdegup kencang. ah! Rasanya dia ingin pingsan.
" ka-kamu maunya apa?" tanya Haruka memancing.
" aku? Emmm untuk sekarang sebagai depenya kecupan aja. tapi untuk hadiah sebenarnya aku ingin.... Mengulang malam itu lagi " ujar Naoki tersenyum.
" iih! Kamu mesum!" ujar Haruka memukul dada Naoki.
Naoki terkekeh geli lalu dia menunjukkan pipi nya " ayo sini " ujarnya.
Haruka tersenyum malu malu lalu dengan gerakan cepat dia mengecup sebelah pipi Naoki lalu hendak pergi namun langkah nya terhenti kala mendapati teman temannya Naoki sedang menatap mereka.
" cieee, hubungan apa ini? Gelap apa terang" ujar jiro memancing.
" so sweet banget sih kalian. bikin iri deh" ujar kashi yang tidak tahu apa apa.
Selain mereka, juga ada daiky dan Hansen yang menyaksikan kejadian tersebut. Tangan daiky terkepal kuat. rahangnya mengeras dan matanya memancarkan kemarahan dan kecemburuan.
" Naoki, kamu akan menyesal telah bermain dengan ku" batin daiky.
Sepertinya Naoki dan Haruka lupa disini ada yang sedang mengawasi mereka. Hingga mereka melakukan nya tanpa pikir panjang.
Di sisi lain, Naoki tersenyum miring menatap daiky yang terlihat jelas sedang menahan amarahnya. Dia sangat puas.
" ayo daiky, kita lihat sepintar apa kamu" batin Naoki.
setelah moments yang membuat canggung itu kini mereka sedang membangunkan tenda sebagai tempat penginapan mereka.
disini bukan hanya mereka saja, tapi juga ada orang lain. hanya saja tendanya sedikit berjarak sesuai lapak yang di sewa.
" udah selesai" ujar Naoki kala mereka berhasil mendirikan tenda.
Naoki satu tenda dengan Haruka. Dan jiro satu tenda dengan Alexa istrinya dan hito satu tenda dengan tunangannya kashi. Dan daiky dengan Hansen mendirikan satu tenda berdua karena Hansen hanya membawa satu tenda.
" lapar gw, masak yok" ujar kashi.
" kita cari kayu bakar dulu" ujar hito
" biar gw sama jiro yang cari kayu bakar hito ambil air saja dan yang perempuan siapkan bahan masaknya saja " ujar Naoki.
" oke" mereka mereka setuju.
Naoki dan jiro pun segera pergi mencari kayu bakarnya. saat mereka sedang asik mengambil kayu bakar tiba tiba daiky datang.
" ikut gw" ujar daiky pada Naoki.
" buat apa? " tanya Naoki datar.
" ikut aja" ujarnya lalu pergi lebih dulu.
Naoki menatap jiro yang juga sedang menatapnya. Naoki mengedipkan matanya pada jiro dan jiro mengangguk sekali. Setelah itu Naoki segera pergi mengikuti daiky.
" ada apa?" tanya Naoki langsung to the poin.
" jauhi istri gw" ujar daiky pada Naoki.
Naoki tersenyum sinis " siapa Lo nyuruh nyuruh gw? Sorry ya kakak ku yang terhormat. Aku dan istri mu memiliki perjanjian yang tak bisa di batalkan begitu saja " ujar Naoki dengan wajah tengil nya membuat daiky semakin kesal.
" jangan main main sama gw ki, jangan pancing gw untuk mengulang kejadian 10 tahun lalu" ancam daiky.
Takut? Tentu saja tidak. Naoki malah tersenyum tanpa beban " jadi sekarang secara tidak langsung Lo mengakui jika 10 tahun yang lalu itu ulah Lo?" ujar Naoki yang tidak terkejut sama sekali" dan jika itu kembali terulang maka aku akan mengulang kejadian 20 tahun yang lalu" ancamnya balik.
Amarah daiky meningkat, tangan nya semakin terkepal. urat urat lehernya terlihat jelas bahkan wajahnya memerah karena marah. Naoki tersenyum puas melihat hal tersebut.
" oh yaa, ada satu hal yang harus Lo tahu" ujar Naoki laku mendekatkan dirinya ke arah daiky " aku sudah tidur dengan istri mu. apa kamu ingin tahu bagaimana nikmatnya?"
Brugh!
" bajingan!!" seru daiky setelah meninju wajah Naoki hingga Naoki tersungkur ke belakang. Bukanya marah atau membalas. Naoki malah tersenyum semakin lebar memancing amarah daiky.
" bajingan sialan!!"
Brugh!
Brugh!
daiky terus memukul wajah Naoki yang sudah terbaring di tanah. Dia menduduki perut Naoki dan terus memukul wajahnya.
" DAIKY!! BERHENTI!!!" teriak Haruka yang baru saja muncul bersama jiro.
Untungnya lokasi ini jauh dari lokasi tenda hingga keributan tidak menarik perhatian yang lain. Jadi hanya mereka berempat saja yang tahu.
" kamu apa apaan sih! Kenapa kamu memukulnya?" ujar Haruka marah. Dia mendorong kasar tubuh daiky dari atas tubuh Naoki. Daiky terduduk lemah di tanah dengan nafas yang memburu dan dada yang naik turun.
" nao, kamu masih sadar?" tanya Haruka panik bahkan dia Hampir menangis.
" aku tidak papa sayang, jangan menangis" ujar Naoki yang kini menunjukkan hubungan nya secara terang terangan pada daiky.
Apa yang harus di sembunyikan lagi? Daiky sudah tahu semuanya kan? jadi mereka tidak usah repot repot untuk bersembunyi lagi.
" jiro bantuin Naoki" ujar Haruka.
Jiro menurut, dia membantu Naoki berdiri. Wajah Naoki babak belur karna di pukuli. Namun rasa sakit itu tidak sebanding dengan kebahagiaan nya karena rencananya sudah berhasil.
" ayo kita kembali ke tenda" ajak jiro.
" kalian duluan saja, aku menyusul nanti " ujar Haruka.
" sthh" desis Naoki seperti orang kesakitan menyentuh sudut bibirnya yang berdarah.
" tapi ka, Naoki harus segera di obati" ujar jiro " atau perlu gw minta tolong sama istri gw?" ujarnya lagi.
Naoki tersenyum girang di dalam hati. Meskipun sahabatnya ini sering nyebelin namun dia selalu berguna. Apa lagi di saat saat seperti ini.
Haruka menatap daiky yang juga menatapnya. Tatapan daiky seolah berkata jangan pergi.
" oke" ujar Haruka lalu ikut pergi bersama Naoki dan jiro meninggal daiky di sana sendirian.
" HARUKA!!" panggil daiky namun Haruka menghiraukan nya " aku suami mu bukan dia!!" teriak daiky lagi.
" ARGHHHHH!! SIALAN!!" teriak daiky mengacak rambutnya prustasi.