NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:45k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

( Perempuan iblis.)

" Sepertinya, kamu sudah lupa dengan apa yang sudah ku katakan beberapa Minggu yang lalu, dan yang tadi nona Julie? Haruskah ku ulangi lagi, supaya ku kamu ingat? " ucap lea kemudian mendekat ke arah Julie, Julie nampak nervous tapi tetap terkekeh sinis.

 " Aku, akan mengadukan kelakuanmu. pada kak Axe---"

Srek~

" Aaahh..."

 " Kamu, punya keberanian sebesar itu. untuk mengadukan ku? Coba saja."

Lea mencengkram kuat leher Julie, membuat Julie, tak nyaman dan sulit bernafas. Julie meronta, dia mencoba melepaskan tangannya Lea dari lehernya.

  " Lepaskan, ak----"

Plak~

Julie memejamkan matanya saat merasakan tamparan keras, dalam keadaan seperti itu. Semua orang semakin syok dan terkejut, dan sampai menutup mulutnya sendiri.

 " Kamu, bertanya siapa aku kan? Aku nyonya di mansion ini, status ku setara dengan Axel! Yang artinya aku bebas melakukan apapun Termasuk menghukum mu. Ini untukmu karena kamu sudah berani membuat keributan di sini. Dan tidak pernah menghargai keberadaan ku di sini."

  Plak~

" Dan ini untukmu, karena sudah tidak tahu diri. Dan berani melawan ku."

  Plak~

Tamparan yang terkahir, bunyi sangatlah nyaring, sehingga membuat bibir Julie sampai sobek. dan mengeluarkan darah segar Pipinya bengkak, dan memerah Julie langsung menangis meraung-raung, Karana pipinya terasa panas dan nyeri linu, Tidak ada satupun orang, yang berani menghentikan sang nyonya. Mereka takut akan seperti Julie apa lagi sang nyonya semakin kuat mencengkram lehernya Julie, meskipun Julie sudah meminta untuk di lepaskan sambil menangis.

" Sekarang, minta maaf denganku, dan padanya. Kalau kamu tidak mau melakukan itu...! Aku bersumpah aku tidak akan pernah membiarkan kamu hidup dengan tenang bahkan walaupun hanya sekedar bernafas Kamu akan merasakan kesulitan." ucap-nya Kemudian mendorongnya, dengan kuat sehingga membuat Julie terjatuh.

 Julie memegang lehernya, sambil menghirup udara dengan rakus, tubuhnya juga bergetar hebat. matanya menatap singit ke arah Lea sambil mengumpat.

" Nyonya, kamu bilang? Betapa tidak tahu malunya kamu. di lihat dari manapun, kamu lebih pantas di sebut gembel! Dan apa tadi? Meminta maaf pada kalian manusia, yang tidak berguna, aku sarankan jangan pernah bermi---"

   Bug~

   " Aaaahh..."

Julie menjerit histeris, dan berguling ke kanan berguling ke kiri, para pelayan penjaga dan luke membelalakkan matanya, mereka tidak pernah menyangka bahwa Lea akan menendang wajah Julie. selayaknya bola bal Luke hampir pingsan di tempatnya, saat melihat kekejaman Lea. Sedangkan para pelayan dan penjaga, bergetar ketakutan.

  " Penjaga...!

Para penjaga, tersentak kaget' dengan cepat mereka menghampiri sang nyonya.

 " Iya, nyo-nyonya...!"

" Seret dia, ke ruang bawah tanah. kurung dan tempatkan dia di sudut sel yang sama, Dengan orang. yang sudah ku siksa." ucap-nya tegas.

 Perintahnya, jelas membuat mereka kaget dan binggung, karena bagaimanapun juga Julie anaknya Joseph Alexander. Tapi tidak ada yang berani membantahnya.

" Lepaskan, aku." Julie memberontak, ketika para penjaga menahan tangannya, dan membawanya secara paksa.

   " Lepaskan aku, bajingan. berani sekali kalian memperlakukan aku seperti ini. Kalian tidak lupa kan siapa aku? "

" Cepat lepaskan aku, aku tidak mau di penjara. kalian akan ku menerima akibatnya nanti jika ayahku mengetahuinya."

  " Aaahhh, lepaskan aku Bajingan. apa yang kalian lakukan? Beraninya kalian berbuat ini kepadaku."

" Kalian, seharusnya Mengkapan prempuan iblis itu. bukan malah aku cepat kasih tahu ayahku, Kalian akan menerima akibatnya nanti! ayahku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja." Histeris Julie. Di seret paksa oleh penjaga.

Sebenarnya Lea, tidak ingin bertindak sejauh ini. Karena dia tahu akan banyak pro, kontra belum lagi Julie juga masih di bawah anak-anak remaja yang nakal. Seharusnya di beri arahan, agar tidak tersesat. Tapi Lea teringat dengan apa yang sudah suaminya katakan kepadanya, oleh karena itu dia memang sengaja, menghukum Julie. Bukan karena tanpa sebab, dia melakukan itu semua.

*****

 Lea memejamkan matanya, mencoba meredakan amarahnya. tapi dia malah mendengar suara suami laknat-nya! Dari belakang, mana terdengar sangat memuakkan pula, Lea jadi semakin emosi.

 " Sayang, apa yang sudah terjadi? "

" Sialan, semenjak aku menempati tubuh ini, aku semakin sulit mengendalikan diriku. Dan ini semua gara-gara Bajingan Axel! Yang menyebalkan itu." batinnya.

Mata Axel, dan Juan terbelalak kaget' saat melihat cap tangan, di pipi kirinya Lea.

 " Siapa, yang sudah melakukan ini. pada mu? Katakan! " tanya Axel dengan aura bahayanya.

Axel mengedarkan pandangannya, lalu berhenti tepat di depan Luke. Sepupunya yang sedang berdiri dengan ketakutan, dan bergetar seluruh tubuhnya.

" Luke, apakah----"

" Aku, yang sudah menampar wajahku. sendiri? " Axel menatap-nya tak percaya.

 " Itu tidak, mung----"

Plak~

  " Apa, yang sudah kamu lakukan? Kamu melukai pipimu sendiri." marah Axel.

  " Menampar, diriku sendiri. memangnya apa lagi? Kamu nggak lihat? " sahut Lea dengan wajah polosnya.

Axel mengusap wajahnya, dengan kasar kemudian menarik tangan Lea. Dan membawanya pergi dari sana, meninggalkan semua orang, yang sedang terkejut. Setelah kepergian nyonya dan tuan-nya, Juan menatap ke arah semua orang.

  " Jelaskan, padaku. seperti apa kejadian yang sebenarnya? " pinta-nya.

" Kami sebenernya tadi, menemani nyonya dari perpustakaan. Saat kami lewat di sini kami melihat nona Julie, sedang menganggu tuan muda Luke." Kelly angkat bicara,dan menjelaskan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi.

 " Dan pada akhirnya, nyonya memerintah para penjaga. untuk memasukkan nono Julie, ke dalam ruangan bawah tanah. Karena nona Julie, sudah menampar wajah Nyonya! Dan melawan nyonya."

Juan mengerjap Matanya, sepertinya dia harus menonton rekaman ulang cctv Untuk membuktikan apakah sang nyonya benar-benar mengerikan seperti itu Juan kemudian beralih menatap ke arah Luke.

" Apa Anda, tidak apa-apa. tuan muda? Atau ada yang sakit? " tanya Juan dengan sopan.

" Kakiku, sedikit sakit. tapi tidak apa-apa aku hanya butuh di beri---"

" Hubungi, dokter. " perintah Juan.

  Juan tidak perduli, meskipun luke melototi matanya mau protes. Tuan-nya hanyalah Axel Alexander! Jadi dia hanya patuh atas perintahnya saja' bukan perintah orang lain, Kecuali sang nyonya.

 " Mari tuan muda, saya antar Anda. Ke dalam kamar? Anda harus istirahat." ucap Juan Luke remaja tampan, yang hanya bisa berjalan mengunakan Walker itu, hanya mengangguk.

Mereka semua, melanjutkan pekerjaannya masing-masing. tentu saja sambil bergosip tentang apa yang baru saja terjadi.

*****

Di sisi lain, Sarah sedang menikmati senja di balkon kamarnya, sambil melihat majalah fashion. Tidak lupa di temani secangkir kopi dan beberapa cemilan, Tiba-tiba dia mendengus kesal, karena tiba-tiba teringat dengan Carlin.

 " Bagaimana, caranya agar aku bisa menyingkirkan wanita jalang itu. Aku harus segera menyingkirkannya." gumam-nya

Sambil menatap ke arah kota, yang ramai tersebut Dia sangat kesal dan marah, karena perubahannya yang begitu drastis. Dan semakin sulit untuk di sentuh, awal dia berpikir Carlin tidak akan pernah berubah meskipun dia sudah terbangun dari komanya padahal dia dan Julie, sudah menyusun semua rencananya, untuk menyingkirkan si Carlin. mulai dari menukar obatnya, Tapi sekarang semuanya jadi berantakan.

 " Mata-mata, juga sudah aku pecat. supaya tidak ada yang curiga, dan menyadari bahwa aku sudah menyuruh seorang pelayanan rendahan itu. menjadi mata-mata di mansion itu..."

 Tok~tok~tok~

Suara ketukan pintu kamarnya, membuyarkan lamunannya. Sarah mengeram marah' karena ada seseorang yang menggangu dirinya, yang sedang menyusun semua rencananya.

Tak~

Dia melempar majalah fashion, ke atas meja dengan kasar. Lalu menuju ke arah pintunya.

 Tok~tok~

" Kamu, Ugh..."

  " Maaf, nyonya..."

Pelayan itu, membungkukkan badannya berkali-kali, untuk meminta maaf. karena dia tidak sengaja sudah memukul hidungnya Sarah. Sarah mengelus hidungnya lalu menatap tajam, ke arah pelayanan yang masih meminta maaf kepadanya.

  " Kali ini, aku akan memaafkan mu. Jadi kenapa kamu mengetuk pintu kamarku tidak sabaran? kalau tidak ada yang penting, awas kamu. Aku akan menghukum mu." ucap Sarah kemudian berbalik masuk ke dalam kamarnya. Pelayan itu mengikuti langkah Sarah dengan raut wajah bingung.

  " Nona, Julie...!! Dia...di----"

" Kenapa, dengan Julie? " bentak nya.

" Nona Julie, telah di bawa penjaga ke ruang bawah tanah. Dia di-di penjara." ucap pelayan itu dengan suara bergetar, dan terbata-bata.

  " Apa, yang sudah kamu katakan hah? Coba ulangi lagi." Ucap Sarah matanya melotot Dia mencengkram kuat bahu pelayan itu. dia mengguncang tubuh pelayan itu.

" Nona Julie, di bawa penjaga ke ruang bawah tanah. Nyonya." Ulang pelayan itu, dia meringis karena Sarah mencengkram kuat bahunya.

 " Omong kosong, apa ini? Kenapa putriku di bawa ke ruang bawah tanah? Siapa orang yang sudah lancang melakukan itu semua? Cepat katakan kepada ku." Raungnya Dengan mata yang melotot tajam.

 " Saya, tidak terlalu tahu dengan jelas nyonya. ta-tapi tadi nona Julie... terus-menerus menyebut nama nyonya muda Alexander! Dan aku juga mendengar beberapa pelayan bergosip, tentang nyonya muda Alexander!."

Wajah Sarah, merah padam menahan amarahnya, rahangnya mengeras, giginya bergemuruh. Tangannya mengepal kuat dia langsung berjalan menuju ke ruang bawah tanah. dan di ikuti oleh pelayan itu dari belakangnya..

" Jalang itu, apa yang sudah dia lakukan terhadap putriku. beraninya dia Tunggu saja pembalasan dariku Nanti." geram Sarah sepanjang perjalanannya. dia mengutuki Carlin dalam hatinya.

*****

 " Kenapa kamu, membawa ku ke kamar mu? Aku nggak mau tidur dengan mu?" celetuk Carlin, Axel berbalik menatapnya. Dan berkacak pinggang lalu berkata.

" Yang bilang, mau tidur bersama siapa? "

Carlin mengerjap matanya, dia masih mempertahankan wajah datarnya. Meskipun sedikit malu, karena salah mengira.

  " Lalu kenapa, kamu membawa ku. ke kamar mu? Jangan macam-macam kamu."

" Untuk, ini..."

Carlin menipis tangan Axel dengan kasar, karna sudah berani menyentuh pipinya. Axel menghela nafas panjangnya, kemudian menuju ke arah laci meja, yang ada di samping ranjangnya. Carlin mengamati apa yang sedang di lakukan oleh suami laknat-nya itu. Pikiran jelek mulai memenuhi kinerja otaknya.

  " Ayo kemari, Atau mau duduk di pangkuan ku? " Axel yang sudah duduk di atas kasurnya menepuk-nepuk pahanya, dengan tatapan yang menggoda.

" Aku, tidak mau. lebih baik jika kamu mengatakan kata-kata itu, kepada pelacur mu. Jangan katakan kepadaku. Karena aku bukan pelacur mu." sahutnya sinis.

" Carlin, bukankah sudah aku bilang? sudah aku jelaskan semuanya." Axel merasa frustasi dan cepak lelah. Karena setiap waktu dan setiap bertemu, yang mereka lakukan adalah berdebat dan bertengkar setiap saat.

 " Iya, kamu pria dewasa. Darah mu panas dan hormon kelaki-lakian mu. pasti enggak bisa di ta---"

Cup~

Carlin mematung di tempatnya, dengan mata yang melebar. Sementara Axel memanfaatkan waktunya untuk menikmati bibir mungil, yang terasa lembut dan manis. Meskipun mulutnya begitu pedas' ketika sedang berbicara.

 " Sepertinya, aku sudah kecanduan. dengan ini! " Axel mengusap-usap bibir basah istrinya

" Berani-beraninya, kamu mencium bibir ku secara paksa. Wah kamu minta di hajar yah?" Carlin menatap tajam lalu.

 Bug~

Axel meringis, menahan rasa nyerinya. ketika perutnya di tinju kuat oleh istrinya. Axel akui pukulan maut dari istrinya cukup sakit.

 " Kamu istriku, kenapa aku tidak boleh. men---"

" Kita, memang sudah menikah. aku juga tahu aku menikah denganmu. Tapi tubuh ku tetap milikku. Bahkan di dalam surat perjanjian bahwa kamu tidak berhak atas tubuhku! Ck sudahlah, kamu selalu membuat ku emosi Axel Alexander." Ucap Carlin yang malas berdebat.

Axel terdiam, dan menundukkan kepalanya dia menyesali kebodohannya, dan kecerobohannya. Yang bisa-bisanya waktu pagi memperlihatkan surat perjanjian pernikahan, di antara mereka berdua. dulu Axel memang sengaja membuat surat perjanjian itu, tapi sekarang sepertinya dia sangat menyesali, karena sudah membuat surat perjanjian itu.

Melihat Axel hanya terdiam, dan memasang wajah murungnya. Lea jadi merasa tidak enak dan bersalah, dia juga tidak pernah menginginkan posisinya yang harus seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi tuhan sudah menuliskan jalan takdirnya.

" Apa kamu, sudah mengantuk? " tanya-nya.

" Kenapa? apa kamu mau meniduriku, kalau aku sudah mengantuk? " Axel balik bertanya dengan kata-kata ambigu. Membuat Lea semakin sinis menatapnya.

 " Sini, biar aku oleskan cream ini. di pipimu?"

" Axel, cream apa itu? kalau aku memakainya apakah kulit wajah ku, tetap aman? Jangan sembarang Kamu menyuruhku memakai cream seperti itu."

" Don't worry..."

Axel membuka penutup cream nya, membuat Lea dapat melihat isinya yang berwarna biru.

 " Kok isinya, warna biru? Apa aku akan terlihat seperti jin, dari tekonya...! Siapa yah aku lupa." tanyanya random, membuat Axel menatap tak percaya, di detik berikutnya pria tampan dan gagah itu terkekeh geli.

Lea mengeryit heran, karna dia merasa tidak ada yang lucu. Tapi bisa-bisanya suami laknat-nya itu beraksi seperti itu.

 " Dia, bisa tertawa juga. kalau lagi ketawa gini nggak kelihatan brengsek nya." gumam-nya matanya menatap intens Ekspresi langka dari suami laknat-nya itu.

" Kamu, bilang apa tadi? Coba ulangi lagi." Axel menatap lekat.

 " Jangan, suka menatapku seperti itu. Aku tidak suka melihat tatapan mu itu."

Axel mendengus, baru saja dia merasa terhibur oleh tingkah laku istri-nya, sekarang wanita itu. sudah mau marah-marah lagi Telunjuknya mencolek cream itu. Kemudian mengoleskan ke pipi Lea, yang sudah memerah karena ulahnya sendiri.

" Hey, aku belum selesai. bicara ka--"

 " Diam lah, atau ku cium sekarang juga." potong Axel, membuat Lea langsung menjaga jarak, Dan memalingkan wajahnya.

1
Reka Cantika
lagi dong Thor
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
baru bab awal, tanda baca nya membingungkan, typonya jg lumayan. diperhatikan lg yah tor💪💪
ecly: iya terimakasih yah sudah mampir maaf maklum baru pertama 🤭🙏
total 1 replies
Reka Cantika
lagi dong Thor
Reka Cantika
lagi dong
Reka Cantika
lanjutkan lagi thor
Reka Cantika
dari tadi nungguin cuma satu doang
ecly: Maaf yah kak. lagi ada kesibukan nih hehehe 😍
total 1 replies
Reka Cantika
💪💪 semangat Thor
Reka Cantika
aku selalu lihat udh up belum.. author pun up ny dikit kali
ecly: ya ampun, masih sibuk nih kak🤭🙏
total 1 replies
sasa adzka
sdh up langsung tancap baca aja.. berasa kurang aja aku 🤭🤭
ahh keren Thor cerita.. i like 😍😍😍
semangat up trus sampai tamat ya... 😍😍😍😍 aku menunggu kelanjutan nya
ecly: hey kak makasih banyak yah atas supportnya 😍🙏
total 1 replies
Reka Cantika
Thor kenapa up ny selalu satu
ecly: dua loh sayangku, kan pagi sama malam hehehe 🙏😍
total 1 replies
sasa adzka
axel d KDRT gak tuh🤣🤣🤣 belum belajar bela diri aja sdh deg deg an axel karena d kdrt.. lahhh apalagi d setujui sama kakek belajar beladiri..takut ya axel..wkwk
emang si Lea bar bar banget..
semangat up nya trus thor😍😍😍🤭🤭🤭😂😂
ecly: terimakasih banyak yah kak, sudah mampir 🙏😍
total 1 replies
Reka Cantika
teruskan
sasa adzka
baru mampir Thor...
semoga seru dan sampai tamat ya 😍😍
aku lanjut baca lagi
ecly: hehehe terimakasih yah😍
total 1 replies
Reka Cantika
lagi dong
Reka Cantika
lagi ya Thor
Reka Cantika
ya lagi Thor
Reka Cantika
luar bisa
Reka Cantika
lagi ya Thor
Reka Cantika
lanjutkan Thor
Reka Cantika
ya ampun seru ny Thor lagi lh yg banyak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!