NovelToon NovelToon
Penjelajah Rimba Tak Berhingga

Penjelajah Rimba Tak Berhingga

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: Guraaa~

Di puncak kesendirian yang tak tertandingi, Kaelen, sang Monarch Primordial, telah menguasai semua hukum alam di alam semestanya. Namun, kemenangan terasa hampa. Justru pada detik ia menyentuh puncak, sebuah segel kuno terpecah dalam jiwanya, mengungkap ingatan yang terpendam: ia bukanlah manusia biasa, melainkan "Fragmen Jiwa Primordial" yang tercecer dari sebuah ledakan kosmik yang mengawali segala penciptaan.

Dicetak ulang melalui ribuan reinkarnasi di dunia yang tak terhitung jumlahnya, setiap kehidupan adalah sebuah ujian, sebuah pelajaran. Tujuannya bukan lagi sekadar menjadi yang terkuat di satu dunia, tetapi untuk menyatukan semua fragmen jiwanya yang tersebar di seantero Rimba Tak Berhingga — sebuah multiverse yang terdiri dari lapisan-lapisan realitas, mulai dari dunia rendah beraura tipis, dunia immortal yang megah, hingga dimensi ilahi yang penuh dengan hukum alam purba.

Namun, Kaelen bukan satu-satunya yang mencari. Para Pemburu Fragmen, entitas dari zaman sebelum waktu,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Guraaa~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Menara Formasi dan Misteri Ungu

Menara Formasi adalah salah satu dari tiga struktur tertinggi di Sekte Azure Cloud, sebuah silinder batu pucat setinggi dua puluh lantai yang diukir dengan pola formasi yang berdenyut dengan energi halus. Di sinilah para ahli formasi sekte melakukan penelitian, membuat alat, dan memelihara formasi pertahanan sekte. Lingkungannya serius dan penuh dengan aura intelektual yang tegang.

Kaelen melapor ke lantai dasar, di mana seorang asisten elder yang sibuk mengarahkannya ke ruang kerja Lin Xia di lantai sepuluh. Ruangan itu luas, berantakan dengan gulungan kertas, diagram yang tergantung di udara dengan energi, dan meja-meja penuh dengan peralatan ukir kristal. Lin Xia sedang berdiri di depan sebuah papan tulis besar yang penuh dengan persamaan energi yang rumit.

"Kaelen. Baik kau datang," katanya tanpa menoleh. "Tugasmu sederhana: atur gulungan-gulungan di rak itu menurut katalog, dan saat kau melakukannya, pelajari diagram dasar di setiap gulungan. Aku perlu asisten yang memahami dasar-dasarnya sebelum bisa membantu dalam proyek yang sebenarnya."

Ini adalah ujian. Lin Xia ingin melihat seberapa cepat dia belajar dan seberapa dalam pemahaman intrinsiknya tentang formasi.

Kaelen mengangguk dan mulai bekerja. Rak-rak itu penuh dengan gulungan tentang prinsip formasi dasar: aliran energi nodal, geometri stabil, interaksi elemen. Bagi murid biasa, ini adalah pekerjaan membosankan. Bagi Kaelen, ini adalah kesempatan untuk secara sistematis mempelajari sistem formasi dunia ini dan mengintegrasikannya dengan pengetahuannya tentang Hukum Dasar.

Dia tidak hanya menyusun; dia menyerap. Setiap diagram, setiap catatan, dia analisis dan hubungkan dengan prinsip yang lebih dalam. Dalam beberapa hari, dia telah melalui seluruh rak dan bisa menjawab pertanyaan Lin Xia dengan akurat dan bahkan memberikan sudut pandang alternatif yang membuatnya terkesan.

"Instingmu memang tidak biasa," akui Lin Xia suatu sore. "Sepertinya kamu memahami 'mengapa' di balik 'bagaimana'. Kebanyakan orang hanya menghafal pola. Kamu memahami prinsipnya."

Dia mulai melibatkan Kaelen dalam proyek yang lebih serius: memelihara formasi iluminasi di koridor menara. Kaelen dengan cepat mengidentifikasi titik-titik kelemahan di mana aliran energi terhambat dan menyarankan penyesuaian kecil yang meningkatkan efisiensi sebesar dua puluh persen. Lin Xia semakin tertarik.

Namun, Kaelen tetap waspada. Lin Xia sering menatapnya dengan tatapan ungu yang dalam, seolah mencoba mengupas lapisannya. Dia juga memperhatikan bahwa Lin Xia sering menerima laporan melalui burung messenger spiritual dan terkadang meninggalkan menara dengan wajah serius, mungkin terkait dengan penyusup spiritual atau masalah lain.

Selain itu, berada di Menara Formasi memberinya akses tak langsung ke informasi sensitif. Suatu kali, saat mengantarkan gulungan ke ruang arsip, dia mendengar dua elder berbicara dengan suara rendah.

"...konfirmasi dari pengintai di perbatasan utara. Aktivitas Ordo meningkat. Mereka terlihat berkeliaran di sekitar Punggung Naga Tidur."

"Apakah mereka mencurigai Portal? Itu masih hampir tiga bulan lagi."

"Mereka mungkin memiliki sumber informasi lain. Atau mungkin mereka mencari sesuatu yang lain. Laporan tentang penampakan 'bayangan pemakan jiwa' di desa-desa sekitar meningkat."

Kaelen merasa ngeri. Pemburu tidak hanya mengincarnya; mereka juga berkumpul di sekitar tujuan. Dia harus bergerak lebih cepat.

Suatu malam, Lin Xia memanggilnya ke ruang kerjanya. Wajahnya tampak lelah.

"Kaelen, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu. Tutup pintu."

Setelah Kaelen melakukannya, Lin Xia mengaktifkan formasi peredam suara di sekitar ruangan. "Aku telah melakukan investigasi sejak insiden penyusup. Jejak spiritual yang ditinggalkan cocok dengan catatan tentang sebuah organisasi klandestin yang disebut Ordo Penghapusan. Mereka adalah kultus berbahaya yang memburu individu dengan 'jiwa tidak biasa'. Mereka percaya jiwa seperti itu adalah ancaman bagi tatanan alam." Dia menatap Kaelen. "Apakah ada alasan mengapa mereka akan menargetmu?"

Jantung Kaelen berdebar kencang. Dia memilih untuk mengungkapkan sebagian. "Senior, saya... saya tidak sepenuhnya mengerti. Tapi sejak saya masih kecil, saya kadang-kadang memiliki mimpi aneh, penglihatan tentang tempat-tempat yang tidak saya kenal. Dan sejak terobosan saya di marga, sensasinya menjadi lebih kuat. Mungkin... mungkin jiwa saya memang tidak biasa."

Lin Xia mengangguk, seolah ini mengkonfirmasi sesuatu. "Aku merasa demikian. Aura jiwamu memiliki... kedalaman yang tidak biasa, seperti lapisan-lapisan yang tertimbun. Ordo mungkin menciumnya. Mereka memiliki alat untuk mendeteksi anomali spiritual." Dia berhenti sejenak. "Kau dalam bahaya besar di sini. Sekte ini kuat, tetapi Ordo itu licik dan mereka memiliki agen bahkan di dalam sekte-sekte besar. Aku tidak bisa menjamin keamananmu selamanya."

"Lalu apa yang harus saya lakukan, Senior?" tanya Kaelen.

Lin Xia tampak berjuang dengan dirinya sendiri sebelum akhirnya berbicara. "Ada sebuah tempat. Sebuah tempat perlindungan untuk yang seperti kamu. Disebut 'Sanctum of the Unbound'. Itu adalah jaringan rahasia individu dengan jiwa atipikal yang saling melindungi. Aku... aku memiliki kontak dengan mereka."

Kaelen terkejut. Lin Xia juga terlibat dengan ini? "Senior, apakah Anda...?"

"Tidak, jiwaku biasa," potong Lin Xia. "Tapi adik perempuanku... dia seperti kamu. Dia diculik oleh Ordo sepuluh tahun yang lalu. Aku tidak pernah berhenti mencarinya. Dalam pencarianku, aku menemukan Sanctum. Mereka membantuku, tapi mereka tidak bisa menyelamatkan adikku. Sebagai balasannya, aku kadang-kadang membantu mereka, menyembunyikan atau membimbing orang-orang seperti kamu." Matanya memancarkan tekad. "Kaelen, aku ingin membawamu ke Sanctum. Di sana, kamu akan lebih aman, dan mungkin bisa belajar tentang kondisimu."

Tawaran ini menggiurkan. Tempat perlindungan, orang-orang yang mengerti. Tapi Kaelen memiliki misi. Dia tidak bisa pergi ke Sanctum dan meninggalkan pencarian fragmennya.

"Senior, saya sangat berterima kasih. Tapi... saya merasa harus pergi ke utara. Ke Gunung Naga Tidur. Ada sesuatu yang memanggil saya ke sana." Ini adalah pengakuan terbesarnya sejauh ini.

Lin Xia terkejut, lalu mengerutkan kening. "Gunung Naga Tidur? Itu berbahaya, dan dengan aktivitas Ordo di sana, itu bunuh diri. Apa yang memanggilmu?"

"Saya tidak bisa menjelaskannya. Tapi itu penting. Sangat penting." Kaelen memandangnya dengan sungguh-sungguh.

Lin Xia berdiri dan berjalan ke jendela, memandang ke arah utara. "Portal Celestial," gumamnya. "Apakah itu terkait?"

Kaelen tidak menjawab, tapi diamnya adalah konfirmasi.

Lin Xia menghela napas. "Baiklah. Aku tidak akan menghentikanmu. Tapi kamu tidak bisa pergi sendirian. Aku akan memberimu sesuatu." Dia membuka laci terkunci di mejanya dan mengeluarkan sebuah jimat perak kecil berbentuk kupu-kupu. "Ini adalah 'Jimat Pelacak dan Penyembunyian'. Ini akan membantumu menyamarkan aura jiwamu dari deteksi Ordo untuk waktu terbatas. Dan jika kamu dalam bahaya besar, hancurkan, dan aku akan tahu lokasimu dan mencoba datang. Tapi janjikan padaku satu hal: jika kamu menemukan sesuatu tentang Ordo, tentang tempat mereka menyimpan tahanan... beri tahuku."

"Janji," kata Kaelen dengan tulus.

Lin Xia juga memberinya peta rute rahasia melalui pegunungan, menghindari area patroli Ordo yang diketahui. "Kamu harus pergi segera. Dalam seminggu, sekte akan mengadakan latihan besar-besaran di selatan, dan semua perhatian akan ada di sana. Itu adalah kesempatanmu untuk pergi tanpa terlalu banyak pertanyaan."

Kaelen menerima peta dan jimat, rasa terima kasih yang mendalam di hatinya. Lin Xia, yang awalnya dicurigai, ternyata adalah sekutu yang berharga.

Selama beberapa hari berikutnya, Kaelen mempersiapkan diri diam-diam. Dia menukar semua poin kontribusinya dengan pil penyembuhan, beast core untuk energi, dan pakaian pelindung dingin. Dia juga menyelesaikan proyek di Menara Formasi, meninggalkan catatan terperinci untuk Lin Xia.

Malam sebelum keberangkatannya, dia mengunjungi Tua Chen di perpustakaan.

"Jadi kau akan pergi," kata Tua Chen tanpa pendahuluan. "Baik. Medali itu membantumu?"

"Ya, terima kasih. Apakah ada nasihat terakhir, Tua Chen?"

Pria tua itu memandangnya dengan serius. "Hati-hati dengan ilusi di gunung. Bukan hanya ilusi alam, tapi ilusi yang berasal dari celah itu sendiri. Itu bisa memutar ingatan dan keinginanmu. Pegang erat siapa dirimu. Dan ingat, Ordo bukan satu-satunya yang mencari celah itu. Ada... hal lain. Entitas yang lebih tua, yang mungkin tertarik pada energi Jiwa Primordial. Mereka bisa menjadi sekutu atau musuh, tergantung pada bagaimana kau mendekati mereka."

Peringatan yang samar itu membuat Kaelen merinding. Dia membungkuk dalam-dalam. "Terima kasih atas segala bantuannya, Tua Chen."

"Sama-sama. Jangan mati. Aku ingin mendengar ceritamu saat kau kembali."

Kaelen juga mengirimkan pesan spiritual singkat kepada Lio di Marga Surya, memberitahukan bahwa dia akan pergi untuk waktu yang lama dan berterima kasih atas segala bantuannya.

Akhirnya, hari keberangkatan tiba. Saat fajar, ketika sekte sibuk dengan persiapan latihan besar, Kaelen dengan diam-diam keluar dari gerbang samping menggunakan tanda keluar yang diberikan Lin Xia. Dia mengenakan jubah sederhana dan membawa tas pinggang dengan persediaan. Dia menoleh sekali lagi ke Sekte Azure Cloud, tempat yang telah memberinya pengetahuan, sekutu, dan bahaya. Kemudian, dia berbalik dan menuju ke utara, ke arah pegunungan yang tertutup kabut.

Perjalanan ke Gunung Naga Tidur akan memakan waktu setidaknya tiga minggu dengan berjalan kaki. Dia akan menyusuri rute rahasia Lin Xia, melewati hutan belantara, menyebrangi sungai deras, dan menghindari pemukiman manusia. Itu akan menjadi perjalanan yang melelahkan dan berbahaya, dihuni oleh beast liar dan mungkin patroli Ordo.

Tapi Kaelen siap. Dengan setiap langkah menjauh dari sekte, dia merasa lebih dekat dengan tujuannya. Panggilan fragmen-fragmennya semakin kuat, seperti magnet yang menariknya ke arah gunung.

Di kejauhan, puncak bersalju Gunung Naga Tidur tampak seperti gigi raksasa menembus awan. Di sanalah jawabannya berada. Di sanalah bagian dirinya yang lain menunggu.

Dan mungkin, di sanalah dia akan menghadapi musuh sejati pertamanya, dan mengambil langkah besar berikutnya dalam perjalanan epiknya melintasi Rimba Tak Berhingga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!