Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.
Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.
Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.
Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepuluh
Setiap melihat Jackson, Lunar tersipu entah kenapa. Pengakuan Jackson di hari itu menjadi buah bibir seantero gedung AHP. Meski mereka hanya berempat di ruangan, nyatanya dinding di sana punya mulut dan telinga.
Lunar pun tak jadi mengundurkan diri. Padahal gosip semakin memanas dan Jackson semakin menempel pada Lunar. Pria itu berencana akan membuat projek bersama Lunar.
Bukan acting ataupun music. Kolaborasi yang tak biasa, mereka akan tour ke berbagai negara. Gila. Publik dibuat heran dan Alice maupun Aaron semakin depresi.
Naomi kembali cemburu dengan perlakuan Jackson pada Lunar. Jika jujur, gadis itu lebih baik sang kakak menjomblo seumur hidup dan seluruh perhatian Jackson untuk dirinya saja.
Selepas kepergian mendiang orangtuanya, Jackson mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Naomi. Gadis itu bisa mengejar pendidikan, berbelanja, berpesta bahkan berkencan tapi Jackson? Hanya bekerja dan bekerja. Jackson selalu memenuhi apa yang Naomi mau.
Seperti saat ini, Naomi tak henti menatap kakaknya yang sibuk membereskan barang-barangnya. Garis wajah Jackson sudah terlihat karena usianya sudah tiga puluh lebih, berbeda dengan tujuh tahun terakhir yang Naomi lihat.
"Kakak," Naomi merangkul leher Jackson seperti biasa.
Matanya berkaca-kaca dan berbisik mengucapkan terimakasih pada Jackson. Ketika bangkrut, Jackson berjalan di atas duri untuk menghidupinya dan melunasi hutang. Selain sebagai kakak dan pengganti orangtuanya, Jackson merupakan pahlawan bagi Naomi. Pahlawan bagi semua orang di AHP.
"Siapkan saja semua barang-barang dan dokumenmu. Dengar, aku tak sesantai itu harus menunggumu!" Jackson melepas rangkulan Naomi.
Dengan semangat Naomi bergegas ke kamarnya. Di sisi lain, Lunar hanya berdiam diri saja. Gadis itu tak menyimak perkataan manager yang tengah memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper.
Lunar tak habis pikir, projeknya bersama Jackson hanya berjalan-jalan mengelilingi dunia. Katanya itu akan ditayangkan di channel AHP di beberapa media sosial, seingat Lunar hal itu bukan untuk mempromosikan film atau music Jackson Adiwangsa.
Akan tetapi, memang ada orang-orang gabut yang menonton mereka berjalan-jalan? Lunar tak habis pikir.
Lunar hanya tersenyum saja ketika orang-orang di AHP mengatakan dirinya beruntung. Atas perlakuan berbeda Jackson padanya, mereka sampai menghormati Lunar berlebihan. Tentu hal itu membuat Lunar tidak nyaman.
Lunar nampak cantik dengan rambut diikat ekor kuda menampilkan lehernya yang jenjang. Gadis itu memakai sepatu izmir dan tas Kelly dari hermes. Cantik sekali.
Satu hal yang disanjungi publik pada Lunar ialah riasan wajah natural. Lunar jarang memakai bedak dan riasannya terkesan soft. Bibirnya hanya diolesi lipstick cream berwarna nude tapi terlihat fresh.
Tentu Lunar melakukannya sendiri, karena sebelum melangkah ke luar dari kamar mandi gadis itu harus sudah memakai lensa hitam.
Lunar segera bersiap ketika manager memberitahu bahwa mereka akan mengelilingi Asia. Setelah itu manager menjelaskan Lunar bersama Jackson akan melakukan pemotretan di kapal pesiar.
Lunar jadi salah tingkah. Gadis itu mendumel, kenapa diberitahu belakangan? Naomi mengatakan si gengsian itu ingin berduaan bersama Lunar dengan alasan pekerjaan.
Spectrum Of The Seas, kapal pesiar khusus yang dirancang dengan fasilitas ultimate Family suite dengan rute Singapore, Jepang dan Hongkong.
Gadis itu tak menyangka, banyak yang mengenali Lunar sebagai icon kecantikan ketika berkunjung ke negara tersebut.
Lunar baru sadar betapa rich seorang Jackson Adiwangsa. Mereka pelesiran sengaja untuk mencicipi kuliner. Bahasa kerennya menjadi food blogger.
Tak disangka pelesiran mereka banyak yang minat. Banyak yang mengira, pemotretan Lunar dan Jackson untuk wedding.Tentu hal itu semakin menambah muak Alice maupun Aaron.
Naomi yang hobi berbelanja, mengamit Lunar untuk menghabiskan uang Jackson. Lunar ikut bersenang-senang ketika pergi ke taman hiburan Disney di Hongkong lalu berfoto di bawah patung Buddha raksasa di Ngong Ping, Lantau.
Dari semua barang, hanya gantungan kunci dengan desain unik Lantau Island lebih istimewa bagi Lunar karena Jackson yang memberikannya.
Bersama AHP, Lunar jadi tahu negeri sakura. Lunar dan Naomi berfoto memakai kimono. Mereka pun mampir mencicipi takoyaki pinggir jalan di negaranya langsung.
Mereka pergi di musim dingin, sehingga salju turun membuat hidung Lunar memerah. Gadis itu sampai bersin beberapa kali dan Jackson mengenakkan mantel ganda pada Lunar.
"Apa itu benar-benar es?" tanya Lunar meraup salju.
Gadis itu mengikuti Naomi membuat manusia salju. Jackson terkekeh geli dengan apa yang dibuat Lunar. Sungguh jelek sekali.
Tim AHP merekam kegiatan mereka. Mumpung sedang di Jepang, Naomi merekomendasikan untuk menjelajahi Shibuya.
Jackson memutar mata jengah. Sebenarnya, pria itu sudah sangat lelah dan ingin ranjang yang nyaman. Tapi, adiknya yang pecicilan meracuni Lunar sehingga gadis kalem itu pun ikut pecicilan.
"Kau sudah puluhan kali menyeberang di sana! Sekarang ingin lagi?" Jackson menatap tak percaya. Saking kesal dia meremas kepala Naomi.
"Ayolah kak, Lunar belum pernah. Biar Lunar tahu Jepang punya Shibuya crossing, merasakan sensasi penyebrangan ikonik paling sibuk sejagat raya! Iya kan, Lunar?" Naomi mengedipkan mata.
Tak ada yang bisa dilakukan Jackson, terpaksa pria itu mengizinkan dengan catatan dirinya tidak ikut. Jackson hanya ingin istirahat, dia bersama Tom memilih kembali ke hotel. Sebagian Tim meliput Naomi dan Lunar yang berbelanja di Shibuya 109.
"Lunar, apa kau menyukainya?" Naomi menatap Lunar yang mencoba pakaian baru.
"Tentu saja, nona Naomi. Aku sangat menyukainya!" seru Lunar semringah.
"Maksudku, kau menyukai kakakku 'kan?"
Deg
......................
"Harusnya kita tidak usah ikut. Biarkan kakakku bersama Lunar menghabiskan waktu berdua. Bukankah begitu, Tom?" Naomi berbicara setengah berbisik.
Pria gundul itu menatap adik sang ceo yang tidak punya malu. Dari semua gadis, Tom pun merasa bingung kenapa Naomi begitu optimis menjodohkan Lunar dengan kakaknya.
Tom pun merasa heran dengan ucapan Naomi barusan. Bisa-bisanya gadis itu berkata demikian setelah puas berjalan-jalan dan berbelanja.
Tom akui, sikap Naomi berbeda pada Alice. Dingin dan tak mau mengalah. Tom hanya manggut-manggut saja saat gadis itu nyerocos, bagi Tom mengenai pasangan Jackson biar pribadinya saja yang memilih. Lagipula, Lunar terlalu muda. Usianya pun di bawah Naomi.
"Mereka best couple 'kan? Ayolah Tom, buatkan gosip untuk mereka berdua!" seru Naomi mendekat lalu merangkul leher Tom sehingga pria itu merasa tercekik.
"Mereka sudah diterpa banyak gosip, nona. Gosip apalagi," Tom merasa sesak napas.
Naomi memberitahu rencananya pada Tom. Semakin serius semakin erat rangkulan Naomi pada lehernya maka semakin tercekiklah Tom.
Lunar yang menyaksikan menutup mulut lalu berbalik. Tadinya, gadis itu ingin mengajak Naomi untuk tidur bersama. Sepertinya Lunar datang di waktu yang tidak tepat. Lunar tak habis pikir, ternyata selera Naomi seperti Tom.
"Agresif sekali nona Naomi," cicit Lunar tak henti menggeleng lalu menutup wajahnya.
Begitu membuka mata, gadis itu terkejut melihat Jackson di hadapannya.
"Tu-tuan."