NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:205.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

    Nafis memantapkan langkahnya, semua sudah dia pertimbangkan dengan masak. Tiga bulan dia rasa cukup untuk mempertimbangkan rumah tangganya yang terlanjur rusak. Selama tiga bulan dia menjauh Hanafi juga tidak pernah mencari atau menghubunginya, bahkan dari informasi yang dia dapat, Hanafi akan menyelengarakan akad 2 minggu lagi.

   Kalau sudah begini apa yang musti dia pertahankan ?

  Maka berpisah rasanya menjadi jalan terbaik untuk dirinya dan Hanafi agar tidak terus saling menyakiti. Toh sebesar apapun upayanya juga akan berakhir menjadi sebuah kesia-siaan jika, dari Hanafi tidak ada itikad untuk menjaga keutuhan rumah tangga ini.

   Dan keputusan bulat itu sudah Nafis ambil. Sepulang dari dia mengisi seminar, Nafis mendatangi salah satu sahabatnya yang kebetulan berprofesi sebagai pengacara. Semua berkas penunjang bahkan sudah dia bawa. Berharap Andini bisa membantunya lepas dari segala kesakitan yang dia rasa selama ini.

  Langkahnya begitu mantap, memasuki gedung firman hukum milik Andini dan suaminya. Beruntung Andini sedang berada di kantor. Kedatangan Nafis tentu membuat Andini begitu senang dan terkejut. Sudah lama dia tidak berjumpa dengan sahabat baiknya itu. Yakin Andini akan semakin terkejut jika tau niat Nafis menemuinya.

   " Ya Allah Nafis, Alhamdulillah kamu main kesini, tumben lho ada angin apa ini ?" Andini memeluk erat tubuh sahabatnya yang ia rasa semakin kurus saja.

  " Kamu sendirian aja, tumben nggak di temenin bang Hanafi ?" Nafis mengeleng. Dari sini Andini mulai merasa ada sesuatu dengan sahabatnya ini.

  " Din, kamu lagi sibuk tidak ?" Semakin yakin aja Andini, pasti sahabatnya ini sedang tidak baik-baik saja.

  " Tidak Fis, aku hari ini Free. Ada apa ?" Nafis terlihat menghela nafas. Seolah berat mau menyampaikan niatnya.

  " Aku mau konsultasi sama kamu, soal aku dan mas Hanafi."

  Andini membawa Nafis naik keruangannya, dia yakin akan banyak hal di sampaikan oleh Nafis. Dan Nafis butuh ruang untuk itu.

   " Sekarang cerita sama aku kamu dan Hanafi kenapa ?" Ucap Andini begitu keduanya duduk nyaman di ruang kerja miliknya.

  Nafis menceritakan semua yang dia alami dari awal sampai akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari rumah itu. Tak ada yang dia tambahi, kalau pun ada yang dia tutupi itu demi menjaga aib Hanafi sebagai abinya anak-anak.

   " Ya Allah, 14 tahun Fis, kenapa kamu pendam sendiri ?" Ucap Andini sembari mengusap air mata Nafis. Padahal air matanya sendiri juga susah dibendung.

   " kenapa harus bertahan sejauh ini Fis ?"

   " Aku memikirkan anak-anak Din, aku juga takut membuat malu bapak "

  " Ini saja baru sama kamu aku bercerita tentang kondisiku Din"

  " Ya Allah, jadi kelaurgamu di Kaliurang belum ada yang tahu ?" Nafis mengangguk.

  " Lalu, kenapa baru sekarang kamu datang ke aku ?"

  " Sebelum ini masih banyak hal yang aku pertimbangkan Din. Tapi, 3 bulan lebih ini sudah cukup untuk aku membulatkan tekat Din. Aku sudah lelah, aku capek Din " Andini segera memeluk tubuh sahabatnya. Tangis Nafis pecah dalam pelukan Andini.

  " Fis, kamu tetap harus bicara dengan bapak, jangan sampai mereka menjadi orang terakhir yang tau kondisimu. Mereka pasti kecewa kalau sampai itu terjadi."

   " Kalau kamu tidak berani, biar aku yang sampaikan ke mereka. Aku yakin bapak tidak akan marah, mana mungkin beliau membiarkan kamu bertahan dengan rumah tangga yang sudah rusak ini, alih-alih membiarkan kamu menderita dengan rumah tangga ini, aku yakin beliau lebih memilih menebalkan muka dan memeluk kamu lalu, menghadapi kenyataan rumah tangga putrinya gagal dengan legowo"

   " Aku kenal betul om Jatmiko Fis, beliau tidak mungkin mengorbankan kamu demi menjaga nama baiknya. Pecaya sama aku Fis " Ucap Andini sembari mengusap pungung Nafis. Membiarkan Nafis menumpahkan tangisnya dalam pelukannya.

  Tak pernah menyangka nasib sahabatnya begitu miris. Selama ini Nafis begitu pandai menutupi lukanya. 14 tahun hidup dengan pria yang tidak tau bagaimana menghargai wanita, tentu bukanlah hal mudah.

  " Untung kamu masih baik-baik saja Fis. Kalau wanita lain mungkin sudah gila " Ucap Andini dalam hati, membayangkan saja dia tak berani.

  Ponsel di dalam tas Nafis bergetar saat Nafis mulai tenang. Rupanya karyawan yang Nafis percaya mengelola butiknya yang berada di Pati lah yang menghubunginya. Usai berhasil menguasai diri, Nafis bergegas mengangkat panggilan tersebut.

" Assalamu'alaikum Sinta, ada apa ?"

" Wa'alaikum salam bu. Maaf menganggu Waktu bu Nafis."

" Tidak apa-apa Sin, ada apa ?"

" Itu bu, ummi Aminah hari ini datang beliau main ambil beberapa gamis dan jilbab " Nafis terlihat menghela nafas.

" Biarkan saja Sin, cukup kamu catat apa saja yang beliau ambil. Sama siapa beliau datang ?"

" Sama seorang perempuan muda bu " Meskipun tidak melihat Nafis tau dengan siapa ibu mertuanya mendatangi butiknya kali ini.

" Adiknya pak Hanafi kah ?"

" Mohon maaf sepertinya bukan bu "

" Ya sudah biarkan saja. Tolong jangan biarkan siapapun mengotak atik rekaman CCTV. Insya Allah secepatnya saya kesana. Dan juga satu hal, jika pak Hanafi atau ummi Aminah meminta uang, bilang saja semau uang sudah di kirim ke butik pusat. Bisa kan ?"

" Baik bu "

Nafis memejamkan matanya, dia benar-benar tak habis fikir, umi Aminah tanpa malu mengambil barang-barang di butiknya demi menyenangkan calon istri baru Hanafi.

" Ada apa ?" Andini tak sabar, begitu Nafis meletakan ponselnya dia langsung bertanya.

" Ibunya Hanafi membawa calon istrinya Hanafi ke butik dan mengambil beberapa baju, sepertinya buat menyenangkan maduku "

" Serius?" Andini menatap Nafis tak percaya. Baru ini dia bertemu manusia tidak punya malu begini.

" Ya begitulah, orang buat beli cincin tunangan saja mereka menguras ATMku"

" Gila ini mah."

" Kamu biarin aja gitu mertuamu ngerampok di butikmu ?"

" Biarin ajalah itung-itung menyenangkan calon mantan mertua untuk terakhir kali."

" Terus rencana kamu kedepannya apa, nggak mungkin kan kamu sampai sini tanpa punya rencana matang ?"

" Aku ingin minta bantuan kamu Din. Bisa tidak kamu jadi kuasa hukum aku untuk mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama Pati ?"

" Tentu, apa kamu sudah membawa berkas-berkasnya ?" Nafis mengangguk lalu, mengeluarkan semua berkas yang sudah dia bawa.

Andini memeriksa berkas-berkas yang Nafis bawa, memang sudah lengkap. Hanya tinggal mencari bukti pernikahan Hanafi saja.

" Semua sudah lengkap kalau kamu siap besok pun kita bisa meluncur ke Pati. Sidangku bisa di tangani mas Rayhan "

" Aku ikut gimana baiknya saja Din "

" Kamu tenang saja, kita cari bukti pernikahan Hanafi bisa sembari jalan. Aku dan team akan bekerja keras buat bantuin kamu. Bismillah semoga Allah mudahkan semuanya. "

" Aamiin, Oya Din tolong jangan cerita ke temen-temen dulu ya." Adini menghela nafas. Bisa apa dia selain mengiyakan.

" Kalau begitu aku pulang dulu ya Din, takut kemalaman soalnya aku nyetir sendiri "

" Kamu yakin mau nyetir sendiri ke Magelang dalam kondisi begini ?" Nafis mengangguk.

" Kalau bisa aku beri saran jangan pulang sekarang Fis, emosimu sedang tidak stabil bukan ?"

" Kasian Naufal Din ?"

" Ya Udah kalau maksa, biar diantar supirku, tidak ada penolakan "

" Jadinya ngerepotin dong ?"

" Nggak ya, kamu itu kayak sama siapa aja. Lagian kalau jadi besok kamu juga kembali kesini kan. Lumayan kamu nggak usah nyetir sendiri besok"

Nafis Akhirnya mengalah, dia pulang ke Magelang dengan dia antar sopir Andini. Bisa saja dia menginap di semarang, banyak hotel yang bisa dia singgahi untuk menginap. Tapi, dia kepikiran putranya.

1
Lee Mba Young
kata si Ning hafizah tak Ada anak perempuan yg baik baik saja pisah dng bpk nya, what the hell gimana kbar anak pertama hanafi juga cewek kok tp km kekepin bpk nya smp lupa anaknya kn km enjoy saja 🤣😁. giliran aqila katanya gk baik baik saja krn gk ketemu bpk nya Mang mulut hafizah kayak comberan kl ngomong. sebagai pelakor gk pernh ngingetin hanafi ngasih nafkah anak anak Dr istri sah 🤭. anak kyai tp gk punya ilmu agama. cocok sih hanafi yg tulang selengki ma Ning yg pelakor. 👍
Dilla Fadilla: pelakor teriak pelakor mau menang sendiri 😡anak nya yg di utamakan bila bisa bikin koit anaknya Ning nong Thor gedek aku rasanya 😡
total 1 replies
Lee Mba Young
semoga adil 15th penjara. hafizah bertahan krn kl janda gk laku lagi tau kenapa krn gadis saja cm dpt laki orang apalagi sdh janda plus pelakor lagi siapa yg mau mnjadikan dia menantu. hidup juga di topang ortu kl ortu gk kaya gk akn makan tu anaknya 🤣.
kl nafis bisa jadi janda krn punya value Dan hidup gk jd parasit yg nadah uang ortu 😁🤣. Beda level banget Mang pelakor itu selalu gk punya value mkne kelihatan gk berani pisah dng hanafi krn kl pisah jelas gk akn punya suami lagi 🤣.
Dewi Sri
Jgn lama lama menjadi halal nya thor, nafis sama farid
Lee Mba Young
Ning hafizah kurang karma nya, Nafis wanita punya harga diri sdng seorang Ning anak kyai tp mulut kayak comberan ya bgini urung tau di sampluk malaikat.
Wes pelakor lambene elek e Amit Amit. mkne gk laku dpt Gus dpt e laki orang 🤣🤣🤣🤣.
jodoh cerminan diri.
Dilla Fadilla
pelakor pelakor kurang karmanya Thor masa karmanya mati orangtuanya aja harusnya anaknya juga jd adil arti kehilangan sesungguhnya 😄
Lee Mba Young: padahal anak kyai gelar Ning tp mulut nya kayak comberan 🤣. pantes gk laku dapat laki terhormat atau Gus, dpt nya ya cm hanafi laki orang pula 🤭.
total 1 replies
Susi Lawati
mungkin dengan cara ini mulut nya bisa istirahat nyakiti orang lain
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah 🤭😂😂
Mayra Zahra: lho-lho ndak bahaya ta🤭🤭🤭
total 1 replies
nunik rahyuni
nah lo...kena karma apa tu struk kah 🤔
Tarwiyah Nasa
kena struk tu nnk lampir 😄
𝐈𝐬𝐭𝐲
biarin pingsan terus bangun² dia stroke
𝐈𝐬𝐭𝐲
kok zizah thor bukan Anin ya🤔
Mayra Zahra: ya Allah iya kak, terima kasih sudah di ingatkan🙏🙏
total 1 replies
Dini Anggraini
MasyaAllah nafis setelah kamu di sia2kan hanafi sekarang akan dapatkan farid yang semua anaknya, ortunya mendukung penuh keputusan farid sekarang saja belum jadi istrinya saja anakmu azizah dan naufal sudah di anggap cucu sama ortunya farid. 👍👍👍😍😍😍😍
mama
Tuban ny kota ku kak🤣
Laila Amilia
laras lewat sama suami, y & nolongin riana sama aisyah dari kejaran Edwin
Lin
aku aja yg baca nangis
Femmy Dauhan
ko gantung ceritanya endingnya mana ?
Dilla Fadilla
Thor kapan karma Hanafi dan uminya berserta para pelakor muslimah 😡
Laila Amilia
kon si hanafi sama umi, y dpt karna jgn la,2 karma buat mrk
nunik rahyuni
aminah ooooeee aminah atiati
.
mamang karman datang ke arah mu 🤣🤣🤣
dibuatnya kmu kesot mulut perot muka peyot baru tau 🤣🤣
nunik rahyuni
kantut....pandai banar lidah nya berdusta...malah sebaliknya ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!