NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

    Nafis memantapkan langkahnya, semua sudah dia pertimbangkan dengan masak. Tiga bulan dia rasa cukup untuk mempertimbangkan rumah tangganya yang terlanjur rusak. Selama tiga bulan dia menjauh Hanafi juga tidak pernah mencari atau menghubunginya, bahkan dari informasi yang dia dapat, Hanafi akan menyelengarakan akad 2 minggu lagi.

   Kalau sudah begini apa yang musti dia pertahankan ?

  Maka berpisah rasanya menjadi jalan terbaik untuk dirinya dan Hanafi agar tidak terus saling menyakiti. Toh sebesar apapun upayanya juga akan berakhir menjadi sebuah kesia-siaan jika, dari Hanafi tidak ada itikad untuk menjaga keutuhan rumah tangga ini.

   Dan keputusan bulat itu sudah Nafis ambil. Sepulang dari dia mengisi seminar, Nafis mendatangi salah satu sahabatnya yang kebetulan berprofesi sebagai pengacara. Semua berkas penunjang bahkan sudah dia bawa. Berharap Andini bisa membantunya lepas dari segala kesakitan yang dia rasa selama ini.

  Langkahnya begitu mantap, memasuki gedung firman hukum milik Andini dan suaminya. Beruntung Andini sedang berada di kantor. Kedatangan Nafis tentu membuat Andini begitu senang dan terkejut. Sudah lama dia tidak berjumpa dengan sahabat baiknya itu. Yakin Andini akan semakin terkejut jika tau niat Nafis menemuinya.

   " Ya Allah Nafis, Alhamdulillah kamu main kesini, tumben lho ada angin apa ini ?" Andini memeluk erat tubuh sahabatnya yang ia rasa semakin kurus saja.

  " Kamu sendirian aja, tumben nggak di temenin bang Hanafi ?" Nafis mengeleng. Dari sini Andini mulai merasa ada sesuatu dengan sahabatnya ini.

  " Din, kamu lagi sibuk tidak ?" Semakin yakin aja Andini, pasti sahabatnya ini sedang tidak baik-baik saja.

  " Tidak Fis, aku hari ini Free. Ada apa ?" Nafis terlihat menghela nafas. Seolah berat mau menyampaikan niatnya.

  " Aku mau konsultasi sama kamu, soal aku dan mas Hanafi."

  Andini membawa Nafis naik keruangannya, dia yakin akan banyak hal di sampaikan oleh Nafis. Dan Nafis butuh ruang untuk itu.

   " Sekarang cerita sama aku kamu dan Hanafi kenapa ?" Ucap Andini begitu keduanya duduk nyaman di ruang kerja miliknya.

  Nafis menceritakan semua yang dia alami dari awal sampai akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari rumah itu. Tak ada yang dia tambahi, kalau pun ada yang dia tutupi itu demi menjaga aib Hanafi sebagai abinya anak-anak.

   " Ya Allah, 14 tahun Fis, kenapa kamu pendam sendiri ?" Ucap Andini sembari mengusap air mata Nafis. Padahal air matanya sendiri juga susah dibendung.

   " kenapa harus bertahan sejauh ini Fis ?"

   " Aku memikirkan anak-anak Din, aku juga takut membuat malu bapak "

  " Ini saja baru sama kamu aku bercerita tentang kondisiku Din"

  " Ya Allah, jadi kelaurgamu di Kaliurang belum ada yang tahu ?" Nafis mengangguk.

  " Lalu, kenapa baru sekarang kamu datang ke aku ?"

  " Sebelum ini masih banyak hal yang aku pertimbangkan Din. Tapi, 3 bulan lebih ini sudah cukup untuk aku membulatkan tekat Din. Aku sudah lelah, aku capek Din " Andini segera memeluk tubuh sahabatnya. Tangis Nafis pecah dalam pelukan Andini.

  " Fis, kamu tetap harus bicara dengan bapak, jangan sampai mereka menjadi orang terakhir yang tau kondisimu. Mereka pasti kecewa kalau sampai itu terjadi."

   " Kalau kamu tidak berani, biar aku yang sampaikan ke mereka. Aku yakin bapak tidak akan marah, mana mungkin beliau membiarkan kamu bertahan dengan rumah tangga yang sudah rusak ini, alih-alih membiarkan kamu menderita dengan rumah tangga ini, aku yakin beliau lebih memilih menebalkan muka dan memeluk kamu lalu, menghadapi kenyataan rumah tangga putrinya gagal dengan legowo"

   " Aku kenal betul om Jatmiko Fis, beliau tidak mungkin mengorbankan kamu demi menjaga nama baiknya. Pecaya sama aku Fis " Ucap Andini sembari mengusap pungung Nafis. Membiarkan Nafis menumpahkan tangisnya dalam pelukannya.

  Tak pernah menyangka nasib sahabatnya begitu miris. Selama ini Nafis begitu pandai menutupi lukanya. 14 tahun hidup dengan pria yang tidak tau bagaimana menghargai wanita, tentu bukanlah hal mudah.

  " Untung kamu masih baik-baik saja Fis. Kalau wanita lain mungkin sudah gila " Ucap Andini dalam hati, membayangkan saja dia tak berani.

  Ponsel di dalam tas Nafis bergetar saat Nafis mulai tenang. Rupanya karyawan yang Nafis percaya mengelola butiknya yang berada di Pati lah yang menghubunginya. Usai berhasil menguasai diri, Nafis bergegas mengangkat panggilan tersebut.

" Assalamu'alaikum Sinta, ada apa ?"

" Wa'alaikum salam bu. Maaf menganggu Waktu bu Nafis."

" Tidak apa-apa Sin, ada apa ?"

" Itu bu, ummi Aminah hari ini datang beliau main ambil beberapa gamis dan jilbab " Nafis terlihat menghela nafas.

" Biarkan saja Sin, cukup kamu catat apa saja yang beliau ambil. Sama siapa beliau datang ?"

" Sama seorang perempuan muda bu " Meskipun tidak melihat Nafis tau dengan siapa ibu mertuanya mendatangi butiknya kali ini.

" Adiknya pak Hanafi kah ?"

" Mohon maaf sepertinya bukan bu "

" Ya sudah biarkan saja. Tolong jangan biarkan siapapun mengotak atik rekaman CCTV. Insya Allah secepatnya saya kesana. Dan juga satu hal, jika pak Hanafi atau ummi Aminah meminta uang, bilang saja semau uang sudah di kirim ke butik pusat. Bisa kan ?"

" Baik bu "

Nafis memejamkan matanya, dia benar-benar tak habis fikir, umi Aminah tanpa malu mengambil barang-barang di butiknya demi menyenangkan calon istri baru Hanafi.

" Ada apa ?" Andini tak sabar, begitu Nafis meletakan ponselnya dia langsung bertanya.

" Ibunya Hanafi membawa calon istrinya Hanafi ke butik dan mengambil beberapa baju, sepertinya buat menyenangkan maduku "

" Serius?" Andini menatap Nafis tak percaya. Baru ini dia bertemu manusia tidak punya malu begini.

" Ya begitulah, orang buat beli cincin tunangan saja mereka menguras ATMku"

" Gila ini mah."

" Kamu biarin aja gitu mertuamu ngerampok di butikmu ?"

" Biarin ajalah itung-itung menyenangkan calon mantan mertua untuk terakhir kali."

" Terus rencana kamu kedepannya apa, nggak mungkin kan kamu sampai sini tanpa punya rencana matang ?"

" Aku ingin minta bantuan kamu Din. Bisa tidak kamu jadi kuasa hukum aku untuk mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama Pati ?"

" Tentu, apa kamu sudah membawa berkas-berkasnya ?" Nafis mengangguk lalu, mengeluarkan semua berkas yang sudah dia bawa.

Andini memeriksa berkas-berkas yang Nafis bawa, memang sudah lengkap. Hanya tinggal mencari bukti pernikahan Hanafi saja.

" Semua sudah lengkap kalau kamu siap besok pun kita bisa meluncur ke Pati. Sidangku bisa di tangani mas Rayhan "

" Aku ikut gimana baiknya saja Din "

" Kamu tenang saja, kita cari bukti pernikahan Hanafi bisa sembari jalan. Aku dan team akan bekerja keras buat bantuin kamu. Bismillah semoga Allah mudahkan semuanya. "

" Aamiin, Oya Din tolong jangan cerita ke temen-temen dulu ya." Adini menghela nafas. Bisa apa dia selain mengiyakan.

" Kalau begitu aku pulang dulu ya Din, takut kemalaman soalnya aku nyetir sendiri "

" Kamu yakin mau nyetir sendiri ke Magelang dalam kondisi begini ?" Nafis mengangguk.

" Kalau bisa aku beri saran jangan pulang sekarang Fis, emosimu sedang tidak stabil bukan ?"

" Kasian Naufal Din ?"

" Ya Udah kalau maksa, biar diantar supirku, tidak ada penolakan "

" Jadinya ngerepotin dong ?"

" Nggak ya, kamu itu kayak sama siapa aja. Lagian kalau jadi besok kamu juga kembali kesini kan. Lumayan kamu nggak usah nyetir sendiri besok"

Nafis Akhirnya mengalah, dia pulang ke Magelang dengan dia antar sopir Andini. Bisa saja dia menginap di semarang, banyak hotel yang bisa dia singgahi untuk menginap. Tapi, dia kepikiran putranya.

1
Kasih Bonda
Aamiin trima kasih.💪kak
Elia Rossa
Aamiin yra..makasih kakak author..🤗. doa yg sama buat kakak juga ya
nunik rahyuni
tokoh ummi g kluar lg thor ..sesekali kluarkan buat luapan esmosssi..😁
masih sj jd laki2 model robot setelan pabrik hanafi..😁
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ma Em
Hanafi dan ibunya msh saja kelakuannya menyebalkan tdk ada sadar2 nya , semoga Nafis makin sukses tunjukan pada mantan suami dan mantan mertua tanpa mereka juga hdp Nafis bahagia .
𝐈𝐬𝐭𝐲
ternyata mereka belum tobat juga toh masih saja sok😂😂
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
nunik rahyuni
tenggelamkan ke laut saja org modelan kya itu..
bu suuusiiiii ada orang tak berguna tenggelamkan bu...biar jd santapan iwak teri
Mayra Zahra: siap kakak. doakan otak encer ya kakak biar tidak mgelantur ceritanya
total 4 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
nunik rahyuni
bagooooes abi👏👏
nunik rahyuni
jd laki laki kok bodoh...g usah kawin jd buntut biyung mu sj..panggilan sj umi abi..harusnya paham beragama..mudahan abi bawa madu jg 👏👏
nunik rahyuni
padahal yo pinter mesti yo cantik soalnya duit adaodal jg ada kok mau model laki kya ini ..buang ja jauh jauh tukar tambah
nunik rahyuni
demi alloh jg kok tahan nya sampe punya anak 2 hidup sm laki macam ini..asli aq heran..ikut gabung thor mampir liat judulnya kya pinisirin....alon alon q mbc thor no skip..semangat lanjut sampe tomat..🤣 tamat maksudnya💪💪
La Rue
Semangat buat anak²nya Farid dan Bunda Nafis
Kasih Bonda
next Thor semangat
Reni Anggraeni
up lg thorrr
Kasih Bonda
next Thor semangat
Naufal hanifah
luar biasa /Good//Good/
Ma Em
Semoga Farid dan rombongan baik2 saja selamat dan sehat 🤲🤲.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!