Zivanya Aurelia Wardana (20) pergaulan bebas membuatnya mengalami mimpi terburuk dalam hidup. Menjadi ibu diusia yang masih begitu muda
Amarah Keluarga membuatnya mengambil keputusan besar untuk mengakhiri hidupnya. Namun hal itu bisa dicegah oleh seorang dokter tampan bernama Zionathan (24)
Ziva memberontak, memberi syarat pada Zio untuk mencarikan ayah bagi bayinya, menggantikan sang kekasih yang pergi entah kemana
Tak disangka jika Zionathan menjadikan dirinya sendiri sebagai ayah untuk bayi itu sekaligus suami untuk Zivanya
Bagaimana pernikahan atas dasar tanggung jawab itu dapat bertahan? dan bagaimana Zio bertindak saat ayah kandung bayi itu datang dan meminta Zivanya serta anaknya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengorbanan
"Mama serius?"
"Ya, mama gak punya pilihan lain kan, Mama gak mau kehilangan kamu, Zio. Mama sayang sama kamu!"
Mala berucap serius, ia begitu menyayangi putranya itu, tak peduli jika Zio bukanlah anak kandungnya
"Makasih Mah, Zio seneng banget dengernya!" Ujar Pria tampan itu
"Setelah ini kamu harus lebih ekstra meyakinkan Jefry dan Opa Zayyan, karena keputusan akhirnya tetap ditangan mereka!" Ujar Akbar, ia mendukung setiap keputusan yang diambil putranya itu
"Pasti Pah, besok Zio akan ketemu sama Om Jefry dan Opa!" Zio terlihat lega dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya
***
Keesokan harinya Zio datang kerumah Dhirgantara, tujuan utamanya adalah menemui Jefry serta Zayyan untuk membongkar kebusukan Candra dan tentunya membahas tentang pernikahan antara dirinya dan Ziva
"Zio" sapa Zalika, Jefry serta Zayyan yang tengah santai menikmati secangkir teh ikut menoleh "Mau ketemu Ziva atau Zavier?"
"Zio mau ketemu sama Om Jefry sama Opa!" Jefry mengerutkan keningnya, untuk apa lagi keponakannya ini menemuinya
"Bukannya kita sudah bicara Zio? Keputusan Om gak akan pernah berubah!" Ujar Jefry, pria lima puluh tahun itu cukup kesal menghadapi Zio yang keras kepala
"Kalau memang om gak mengizinkan aku menikahi Ziva, setidaknya jangan nikahkan Ziva dengan pria seperti Candra Utomo!"
Tatapan Zio dingin, seolah siap melawan jika Jefry keras kepala
"Maksud kamu apa? Apa kamu mengenal Candra?" Tanya Jefry
Ia tak mengenal Candra Utomo dengan baik, dia hanya mengenal keluarga Utomo dan saat ayah Candra memperkenalkan putranya dan pria itu mau menerima Ziva dengan segala keadaannya, Jefry tidak lagi berpikir dua kali
Zio meletakkan sebuah map diatas meja, tanpa menunggu Jefry meraih dan membaca apa yang tertulis disana
"Kamu mencari tau tentang Candra Utomo?"
"Ya, semuanya ada disana kecuali tentang kedua istrinya!"
Zalika terkejut, suaminya mengatakan jika pria yang akan menikahi putrinya adalah pria single, walaupun usianya mereka terpaut sangat jauh
"Kedua istrinya?"
"Ya, kata Papa, Candra Utomo tidak menunjukkan pada publik istri-istrinya karena dirinya masih ingin bebas mencari wanita-wanita lain diluar sana. Pernikahan mereka juga tidak tercatat di pengadilan agama!"
Semua orang mendengar dengan seksama setiap penuturan dokter muda itu. Jefry jelas terkejut, karena kehamilan putrinya ia hampir menikahkan putri kesayangannya kepada pria baji__ seperti itu
"Aku hampir saja melakukan kesalahan besar!" Ucap Jefry penuh penyesalan
"Apa kamu gak ngecek semuanya dengan benar?" Tanya Zayyan, bagaimana bisa menantunya itu abai pada masa depan cucu perempuannya
"Enggak Pah, aku cuma kenal sama tuan Utomo saja, bukan dengan putranya!"
"Bisa-bisanya kamu gak cari tau dulu! Gimana kalau dia berhasil menikahi Ziva? Putri kita akan menderita mas!" Ucap Zalika dengan kesal
Ziva yang sejak tadi berada di kamarnya, begitu mendengar perdebatan, gadis cantik itu memutuskan untuk turun
"Kak Zio!" Gumamnya begitu netranya melihat seorang pria tampan tengah berdiri dihadapan kedua orang tuanya
Ziva mendekat, berdiri berdampingan dengan Zionathan yang meliriknya sekilas
"Ada apa Mah?" Tanya Ziva karena tadi ia mendengar suara sang Mama yang berteriak
Zalika lebih dulu menghela napasnya "Papa kamu hampir saja melakukan kesalahan besar, sayang!"
"Kesalahan apa?"
"Candra Utomo, dia penipu!" Ziva tak terlihat terkejut, baginya siapapun itu asalkan kedua orang tuanya bahagia ia akan melakukannya
"Maafkan Papa sayang!"
"Papa gak salah, Ziva ngerti kalau Papa hanya ingin yang terbaik untuk Ziva!"
Gadis cantik itu mengulas senyumnya, ia berusaha terlihat baik-baik saja ditengah kekacauan hatinya
"Papa akan mencari orang lain, papa akan pastikan semuanya terlebih dahulu!" Ujar Jefry dan Zio terlihat keberatan mendengarnya
"Om!" Semua mata tertuju padanya "Tolong izinkan Zio menikahi Ziva!"
Ziva membawa pandangannya pada pria tampan itu, Ziva tak tau jika Zio akan sekeras kepala ini
"Tapi Zio.."
Ucapan Jefry terputus "Mama sudah memberi izin, jadi gak ada alasan lagi untuk menolak pernikahan ini!"
"Lalu bagaimana dengan status kalian sebagai kakak beradik?" Zayyan tak ingin jika pernikahan ini akan mengganggu hubungan antar keduanya
"Aku sama Ziva bukan saudara kandung Opa, gak ada hukum yang melarang untuk kami menikah!" Keukeh Zionathan
"Baiklah!" Zayyan berdiri dari duduknya, dengan bantuan tongkat kayu itu, pria senja itu kembali ke kamarnya
"Katakan pada mamamu jika Tante sama om ingin bertemu!" Ujar Jefry pada akhirnya
Ia cukup lelah untuk menyelesaikan masalah Zionathan yang keras kepala
"Om Jefry akan memberi restu kan?" Tanya Zio dengan wajah berseri
"Entahlah Zio, om ingin bertemu dulu dengan mamamu. Om tidak ingin jika mamamu memberi restu karena terpaksa!"
Jefry memilih untuk meninggalkan anak serta istrinya disana. Ia masih cukup terkejut dengan fakta tentang Candra yang ia terima
"Terima kasih Zio, karena kamu sudah membuat kami tidak melakukan kesalahan besar dengan menikahkan Ziva dengan pria seperti Candra itu!"
Zalika tersenyum, wanita cantik itu merasa jika Zio adalah pria yang paling tepat untuk menjaga putrinya
***
"Apa kak Zio gak punya pilihan lain?" Tanya Ziva, kini keduanya tengah menikmati keindahan taman dikediaman Dirgantara dengan danau buatannya
"Maksud kamu?"
"Kakak tau kan apa yang sudah menimpa Ziva? Apa kak Zio gak akan menyesal nantinya?"
Ziva tau, pria dihadapannya ini begitu sempurna, ada puluhan bahkan ratusan wanita yang siap melakukan apapun demi untuk bersama Zio
Sementara dirinya? Dirinya hanya wanita yang hamil diluar nikah dan tanpa masa depan
"Kakak menikahi kamu untuk melindungi kamu Ziva, jika kamu memang tidak mencintai kakak, kita bisa mengakhiri pernikahan ini sampai bayi ini berusia enam bulan!"
Ziva terkejut, Zio melakukan pengorbanan sebesar ini demi untuk memberikan status bagi bayinya. Zio tak ingin jika bayi itu lahir tanpa seorang ayah
"Ziva akan baik-baik aja kak, Ziva gak akan melakukan hal bodoh seperti kemarin lagi!"
Ziva menyesali perbuatannya kemarin, sekarang ia hanya ingin melanjutkan hidupnya dan memberi kehidupan yang baik bagi anaknya walaupun seorang diri
"Bayi kamu tetap butuh seorang ayah Ziva, dan kakak gak akan membiarkan jika bayi kamu memiliki seorang ayah yang gak jelas!"
Kasih sayang Zio pada adik-adiknya sangatlah besar, ia hanya ingin memastikan jika adik-adiknya jatuh ke tangan pria yang tepat termasuk Ziva
"Maafin Ziva yaa kak" Ucapnya lirih
"Kenapa kamu minta maaf Ziva?"
"Ziva udah bikin kak Zio berkorban sebesar ini!" Ziva tidak memiliki pilihan lain lagi, ia pasrah saat sang ayah mencarikan jodoh walaupun pria itu buruk
Namun takdir tetap mempertemukannya dengan pilihan yang sulit. Membesarkan anak nya seorang diri atau menerima pria yang telah ia anggap sebagai kakak sebagai suaminya