NovelToon NovelToon
The Queen

The Queen

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Sore itu, taman di kediaman Alistair tampak lebih cerah. Ayah Queen, Tuan Alexandra, akhirnya kembali ke rumah setelah namanya dibersihkan sepenuhnya. Meskipun rambutnya kini memutih dan wajahnya membawa garis-garis kelelahan dari tahun-tahun di penjara, matanya bersinar saat melihat putrinya berjalan mendekat.

Di sampingnya, Ibu Queen, Maura Alexandra yang selama ini mengasingkan diri di luar negeri untuk menghindari skandal, berdiri dengan anggun mengenakan gaun sutra biru. Ia memeluk Queen dengan tangis yang pecah.

"Kau melakukannya, Elara," bisik Ibunya. "Kau mempertahankan nama kita saat kami tidak bisa melakukannya."

Ayahnya memegang pundak Queen, lalu menatap perut Queen yang mulai membuncit. "Cucu kembar... Aku tidak pernah menyangka akan melihat nya hari ini. Terima kasih telah memberikan harapan baru bagi keluarga kita, Nak."

Ketegangan sempat terasa saat seorang wanita paruh baya dengan wajah yang sangat lembut dan tenang melangkah masuk ke taman. Ia adalah Helena Alistair, Ibu kandung Adrian. Selama masa kepemimpinan tirani Thomas, Helena memilih tinggal di biara dan panti asuhan, menjauhkan diri dari kebisingan harta yang berlumuran darah.

Helena mendekati Ibu Queen. Semua orang menahan napas, mengingat masa lalu di mana mereka adalah rival dalam cinta segitiga yang mematikan. Namun, Helena justru mengulurkan tangannya dan memeluk Ibu Queen dengan tulus.

"Cukup sudah rasa sakit ini," ucap Helena lembut. "Anak-anak kita telah menebus kesalahan kita. Jangan biarkan cucu-cucu kita menghirup udara yang penuh kebencian."

Helena beralih ke Queen, mengelus pipinya dengan penuh kasih. "Adrian menceritakan segalanya padaku, Elara. Kau adalah penyelamat putraku. Terima kasih telah membawanya kembali ke sisi cahaya."

Malam itu, meja makan panjang di ruang utama kastil dipenuhi oleh tawa—sesuatu yang langka dalam sejarah kedua keluarga ini. Alexandra dan Helena Alistair duduk berseberangan, berdiskusi tentang persiapan kamar bayi, sementara Maura Ibu Queen sibuk merencanakan pesta penyambutan besar.

Adrian menatap pemandangan itu dengan perasaan haru. Ia menggenggam tangan Queen di bawah meja. "Aku tidak pernah mengira meja ini akan diisi oleh orang-orang yang saling mencintai," bisiknya.

"Cinta selalu menemukan jalan, Adrian," jawab Queen dengan senyum manisnya.

Setelah para orang tua beristirahat, Adrian membawa Queen ke kamar pribadi mereka. Kamar itu telah dihiasi dengan lilin-lilin aroma terapi yang menenangkan. Adrian berlutut di depan Queen, menciumi perutnya dengan sangat lembut.

"Mereka pasti sangat beruntung memiliki kakek dan nenek yang mencintai mereka," ucap Adrian.

Rasa syukur itu berubah menjadi kerinduan yang mendalam. Queen menarik Adrian berdiri, menatap mata suaminya yang kini penuh dengan ketenangan. Ia melepaskan jubah tidurnya, membiarkan Adrian melihat perubahan tubuhnya yang kian berisi dan mempesona.

Adrian memeluk pinggang Queen, tangannya bergerak posesif namun sangat berhati-hati. Ciuman mereka malam itu terasa berbeda—lebih intim, lebih lambat, seolah mereka ingin merayakan kehidupan yang sedang tumbuh di dalam diri Queen. Adrian mencumbu setiap inci kulit Queen dengan penuh pemujaan, memperlakukan istrinya layaknya permata yang paling berharga.

Penyatuan mereka malam itu adalah sebuah doa. Di antara desah napas dan sentuhan yang membakar, mereka saling memberikan kekuatan. Adrian memastikan setiap gerakannya memberikan kenyamanan dan kenikmatan bagi Queen, menjaga agar sang Ratu tetap merasa aman dalam dekapannya. Gairah itu meledak dengan lembut, meninggalkan rasa hangat yang menjalar ke seluruh jiwa mereka.

Fajar menyingsing di cakrawala. Queen terbangun dalam pelukan Adrian, dengan sinar matahari yang menembus jendela, menyinari foto keluarga besar mereka yang kini terpajang di meja rias.

Ayah Queen yang telah bebas, Ibu Queen yang kembali, dan Ibu Adrian yang memberikan kedamaian. Tidak ada lagi Thomas, tidak ada lagi Zee, tidak ada lagi dendam bursa saham.

Hanya ada satu keluarga besar yang sedang menantikan dua kehidupan baru. Dan di puncak kerajaan mereka, Sang Ratu dan Rajanya memerintah bukan lagi dengan rasa takut, melainkan dengan cinta yang telah teruji oleh waktu dan badai.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading😍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!