NovelToon NovelToon
ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:334
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

Arthur tumbuh di bawah perlindungan seorang pelayan tua yang setia, tanpa pernah benar-benar memahami ayahnya dan apa yang telah ia tinggalkan. Ketika waktu mulai merenggut kekuatan pelindung lamanya, Arthur dipaksa menghadapi dunia yang selama ini dijauhkan darinya dunia yang dibangun di atas hutang lama, keputusan sunyi, dan enam nama yang tidak pernah disebutkan secara utuh.

Sedikit demi sedikit, Arthur menemukan bahwa kebaikan ayahnya di masa lalu telah membentuk takdir banyak orang, namun juga meninggalkan retakan yang kini mengincar dirinya.

Di antara latihan, pengkhianatan yang tidak terucap, dan sosok-sosok yang mengawasi dari kejauhan, Arthur harus memilih:
meneruskan warisan yang tidak lengkap atau menyerah bahkan sebelum ia sempat memutuskan...

baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 - Pertemuan

Di Wilayah Marquis Florence, Gerbang Perbatasan Tirpen

Setelah dari Hutan Nostradus, Para Knight rombongan Arthur, Seren, si berotot Gareth, dan Elrian memasuki wilayah Marquis Florence saat matahari hampir tenggelam, tidak sepenuhnya.

Armor para knight kusam oleh darah kering serigala merah. Jubah Arthur sendiri masih menyisakan noda merah gelap di bagian bahu lengan kanan. Mereka tidak membersihkannya sepenuhnya bukan karena lalai, melainkan karena tidak sempat.

Dan itu… menjadi pusat perhatian bagi Masyarakat Florence.

Warga menghentikan aktivitas mereka. Pedagang melambatkan langkah. Anak-anak menatap dengan mata membesar.

“Hey, Lihat Mereka, pasti datang dari hutan Nostradus…”

“Korlen, Lihat ada darah disana…”

“Siapa mereka?”

Arthur berjalan tenang di depan, wajahnya datar. Ia bisa merasakan tatapan itu seperti tekanan halus di kulitnya.

Toxen mendekat sedikit.

“Arthur, wilayah Florence tidak terbiasa melihat rombongan berdarah masuk tanpa kabar ataupun pemberitahuan.”

Arthur menjawab pelan.

“Biarkan mereka melihat Toxen, mereka masih memiliki mata dan memang seharusnya dipakai untuk melihat.”

Di sisi lain, Elrian terkekeh kecil.

“Jika mereka tahu darah itu milik monster serigala merah dengan tinggi melebihi manusia, mungkin mereka akan berhenti menatap dan pingsan saat ini juga wkwkwk.”

Penginapan “Tanduk Perak”

Sebelum menuju kediaman Marquis Florence keesokan paginya, rombongan memilih bermalam di penginapan terbesar wilayah itu: Tanduk Perak.

Api unggun besar menyala di tengah aula. Suasana ramai jelas banyak keluarga penerus telah tiba.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Dua kelompok duduk di sisi berlawanan aula.

Arthur langsung mengenali simbol di armor mereka.

Keluarga Duke New Gate

Keluarga Duke Polein

Dua dari empat keluarga yang secara terbuka bermusuhan dengan ayahnya, Moren.

Seorang pemuda dari New Gate bangkit, tinggi dan berambut cokelat keemasan. Senyumnya tajam.

“Ah… lihat siapa yang datang ini.”

Ia menatap noda darah di baju Arthur.

“Barbar dari perbatasan akhirnya tahu cara masuk kota?”

Tawa ringan terdengar dari meja Polein.

Pemuda Polein, bermata sempit dan bersuara dingin, menimpali:

“Atau mungkin mereka terbiasa mandi darah. Tradisi keluarga, mungkin?”

Ruangan menghangat bukan oleh api.

Para knight Arthur langsung berdiri setengah langkah. Elrian menghentakkan gelasnya ke meja.

“Ulangi perkataan kalian!.”

Seren sudah menghilang dari kursinya bayangannya bergerak di belakang musuh. Gareth si berotot menghela napas pelan, namun tangannya sudah berada dekat gagang senjata.

Arthur berdiri.

Tidak terburu-buru. Tidak berteriak.

“Jika darah monster membuatku terlihat seperti orang-orang barbar, maka...”

ia menatap mereka satu per satu,

“lalu apa sebutan bagi mereka yang duduk aman sambil menunggu wilayah lain berdarah untuk kepentingannya mereka sendiri?”

Suasana langsung membeku.

Pemuda New Gate menyipitkan mata.

“Berani sekali kau, anak Marquis Fireloren!?.”

Arthur melangkah satu langkah maju.

“Keberanian bukan berasal dari darah keturunan. Tapi dari apa yang kau hadapi sendiri.”

Suara besi mulai terdengar. Knight dari kedua pihak bergerak.

Pemilik penginapan turun tangan

“CUKUP!”

Suara berat menggema.

Seorang pria tua bertubuh besar, dengan bekas luka panjang di wajahnya, pemilik Tanduk Perak berdiri di tengah aula.

“Ini wilayah Marquis Florence. Jika kalian ingin saling membunuh, lakukan di luar penginapan dasar para bedeb#h!.”

Ia menatap tajam ke semua pihak.

“Ku dengar besok kalian akan berdiri di ruangan yang sama sebagai penerus keluarga kalian sendiri. Jika kalian ingin memulai perang di sini, aku sendiri yang akan menghajar nama kalian satu per satu.”

Keheningan jatuh.

Pemuda Polein mendecak, lalu duduk kembali. Pemuda New Gate tersenyum tipis, penuh ejekan, lalu mengangkat gelasnya.

“Istirahatlah, para barbar. Besok… kita bicara dengan cara yang lebih ‘terhormat’ hahaha.”

Arthur tidak menjawab.

Ia hanya berbalik dan berjalan pergi.

Di Malam Sebelum Pertemuan Besar Terjadi

Di kamar masing-masing, kelelahan mulai terasa.

Arthur berdiri di dekat jendela, memandangi kota Florence yang bermandikan cahaya lampu.

Toxen berdiri di belakangnya.

“Tuan muda, mereka sengaja memancing kita.”

Arthur mengangguk.

“Aku tahu itu.”

“Dan kau tidak terpancing.”

Arthur mengepalkan tangan perlahan.

“Belum saat ini.”

Di kejauhan, lonceng besar wilayah Florence berdentang menandai tengah malam.

Besok, 21 penerus keluarga akan bertemu untuk pertama kalinya. Dan setelah malam ini, tidak ada lagi topeng yang akan benar-benar aman.

Berganti Ke Aula Agung Marquis Florence

Hari Pertemuan Para Penerus Keluarga Di Wilayah Tirpen

Aula itu luas dan tinggi, ditopang pilar marmer pucat dengan ukiran lambang kekaisaran Valerion yang sangat megah. Cahaya matahari pagi menembus jendela kaca, memantul di lantai batu marmer yang dipoles sempurna.

Di ujung aula, singgasana Marquis Florence berdiri namun kosong.

Hari ini bukan hari para penguasa lama berbicara.

Ini hari para penerus saling menilai.

Arthur melangkah masuk bersama Elrian, Seren, dan si berotot Gareth. Para knight masing-masing keluarga berdiri di luar ruangan pertemuan, sementara Toxen dan para pelayan keluarga lainnya berada di ruangan yang terpisah

Kemudian Seorang bangsawan tua yaitu Helvar Florence, paman Marquis Yoir Florence melangkah ke tengah aula.

“Hari ini, dua puluh satu keluarga mengirimkan penerus mereka, untuk mengenali siapa yang akan berdiri.”

Satu per satu, penerus diperkenalkan oleh bangsasan tua tersebut.

"Yang pertama dari penerus keluarga adalah..." Katanya.

Arthur Fireloren - Marquis Fireloren Wilayah Tirpen

Sikap: Tenang, terukur, diam mengamati

Banyak mata menilai ulang Arthur setelah kabar Nostradus beredar.

(Dan beberapa mencium ancaman. Beberapa melihat potensi)

Elrian Valeris - Count Valeris

Sikap: Terbuka, jujur, penuh api

Ia berdiri santai, seolah aula ini ruang latihan.

(Keluarganya dikenal setia pada Moren saat kejatuhan)

Seren Liorant - Baron Liorant

Sikap: Pendiam, tajam, tak mudah ditebak

Beberapa penerus tidak menyadari kehadirannya…

(Dan itu justru membuat Seren berbahaya)

Gareth Brackenford - Viscount Brackenford

Sikap: Tenang, sopan, analitis

Ia mencatat ekspresi orang lain, bukan sebaliknya.

(Politik baginya adalah matematika)

Iris Elyndor - County Elyndor

Sikap: Lembut, namun penuh jarak

(Ia memberi anggukan kecil ke Arthur tanda rasa hormat lama terhadap keluarga Fireloren)

Maelis Kaedryn - Viscount Kaedryn

Sikap: Tegas, wujud ksatria sejati, dingin tetapi tidak kejam

Tatapannya lurus. Ia tidak menyukai intrik, tapi tidak naif.

Aldric Morcant - Baroness Morcant

Sikap: Cerdas, penuh senyum palsu

Ia ramah pada Arthur dan semua orang tahu itu bukan sebuah kebetulan.

Albrecht New Gate - Duke New Gate

Sikap: Arogan, provokatif

Ia tersenyum saat Arthur disebut, sebuah senyuman yang menunggu celah.

Varyn Polein - Duke Polein

Sikap: Dingin, menghitung, memandang rendah

Ia tidak bertepuk tangan.

(Diamnya lebih menghina daripada ejekan)

Oskar Halbrecht - Baron Halbrecht

Sikap: Agresif, oportunis

Ia sering berpihak pada yang kuat dan hari ini sedang menilai siapa itu.

Luwhin Viremont - Count Viremont

Sikap: Elegan, bermusuhan secara halus

Kata-katanya manis, niatnya seperti ular beracun.

Joran Fenroth - Countess Fenroth

Sikap: Netral, pengamat pasif

Vael Iskend - Baron Iskend

Sikap: Penasaran, belum memilih pihak

Mirel Redwyn - Viscount Redwyn

Sikap: Pendiam, menghindari konflik

Selwyn Orynth - Viscount Orynth

Sikap: Diplomatis, licin

Lyra Kresthal - Duke Kresthal

Sikap: Hati-hati, trauma konflik lama

Rhea Calden - Marquis Calden

Sikap: Pragmatis, menunggu hasil

Thane Caelum - Baron Caelum

Sikap: Sinis, tidak percaya siapa pun

Edric Norrveil - Baron Norrveil

Sikap: Cerdas, menyembunyikan niat

Nessa Alveric - Duke Alveric

Sikap: Militeristik, menghormati kekuatan

Darian Pelgrave - Marquis Pelgrave

Sikap: Misterius, hampir tak berbicara

(Tatapannya sempat berhenti lama pada Arthur terlalu lama)

Arthur duduk dengan tenang di tengah semua itu.

Ia menyadari satu hal penting:

Tidak ada satu pun keluarga yang datang hanya untuk pertemuan, Mereka punya kepentingan mereka sendiri-sendiri.

Beberapa datang untuk mengukur.

Beberapa untuk menjatuhkan.

Dan beberapa… untuk memastikan setiap keluarga yang hadir benar-benar layak.

Di kejauhan, seorang utusan Marquis Florence berbisik pada Tuan Helvar.

Pertemuan ini baru dimulai.

Dan Arthur tanpa menyadarinya sepenuhnya sudah berada tepat di pusat suasana yang mulai bergejolak perlahan namun pasti...

NB-:(mungkinkah main character syndrome)

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
sukses selalu untuk semua karyanya kak
DavidTri: terimakasih kak🌞
total 1 replies
Vanillastrawberry
kritis banget tuan muda Arthur
Zan Apexion
Nice story 👍
DavidTri: Terima kasih 👋🏻
total 1 replies
Zan Apexion
Sedikit saran Thor, lupa tanda baca 'titik' setelah kata hentakan. letaknya di paragraf awal.
DavidTri: benar, lupa naruh titik di akhirannya, btw terima kasih
total 1 replies
DavidTri
21 nama yang sangat ...🗿
DavidTri
Episode 6 - 13 udah ada di draft😄 tinggal nunggu Minggu depan biar jadi jadwal up 1-2/Minggu🥳 Btw boleh baca Novel terbaru ku, Judulnya: Welcome To SERIAL KILLER
tentang orang jadi pembunuh gitu aja, kalau penasaran boleh di baca🔥
DavidTri: btw kenapa cover nya masih ngadep belakang dah🗿 padahal udah diganti si Arthur hadap ke depan ngelihat orang ganteng/cantik😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!