NovelToon NovelToon
ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

Arthur tumbuh di bawah perlindungan seorang pelayan tua yang setia, tanpa pernah benar-benar memahami ayahnya dan apa yang telah ia tinggalkan. Ketika waktu mulai merenggut kekuatan pelindung lamanya, Arthur dipaksa menghadapi dunia yang selama ini dijauhkan darinya dunia yang dibangun di atas hutang lama, keputusan sunyi, dan enam nama yang tidak pernah disebutkan secara utuh.

Sedikit demi sedikit, Arthur menemukan bahwa kebaikan ayahnya di masa lalu telah membentuk takdir banyak orang, namun juga meninggalkan retakan yang kini mengincar dirinya.

Di antara latihan, pengkhianatan yang tidak terucap, dan sosok-sosok yang mengawasi dari kejauhan, Arthur harus memilih:
meneruskan warisan yang tidak lengkap atau menyerah bahkan sebelum ia sempat memutuskan...

baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 - Pertemuan

Di Wilayah Marquis Florence, Gerbang Perbatasan Tirpen

Setelah dari Hutan Nostradus, Para Knight rombongan Arthur, Seren, si berotot Gareth, dan Elrian memasuki wilayah Marquis Florence saat matahari hampir tenggelam, tidak sepenuhnya.

Armor para knight kusam oleh darah kering serigala merah. Jubah Arthur sendiri masih menyisakan noda merah gelap di bagian bahu lengan kanan. Mereka tidak membersihkannya sepenuhnya bukan karena lalai, melainkan karena tidak sempat.

Dan itu… menjadi pusat perhatian bagi Masyarakat Florence.

Warga menghentikan aktivitas mereka. Pedagang melambatkan langkah. Anak-anak menatap dengan mata membesar.

“Hey, Lihat Mereka, pasti datang dari hutan Nostradus…”

“Korlen, Lihat ada darah disana…”

“Siapa mereka?”

Arthur berjalan tenang di depan, wajahnya datar. Ia bisa merasakan tatapan itu seperti tekanan halus di kulitnya.

Toxen mendekat sedikit.

“Arthur, wilayah Florence tidak terbiasa melihat rombongan berdarah masuk tanpa kabar ataupun pemberitahuan.”

Arthur menjawab pelan.

“Biarkan mereka melihat Toxen, mereka masih memiliki mata dan memang seharusnya dipakai untuk melihat.”

Di sisi lain, Elrian terkekeh kecil.

“Jika mereka tahu darah itu milik monster serigala merah dengan tinggi melebihi manusia, mungkin mereka akan berhenti menatap dan pingsan saat ini juga wkwkwk.”

Penginapan “Tanduk Perak”

Sebelum menuju kediaman Marquis Florence keesokan paginya, rombongan memilih bermalam di penginapan terbesar wilayah itu: Tanduk Perak.

Api unggun besar menyala di tengah aula. Suasana ramai jelas banyak keluarga penerus telah tiba.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Dua kelompok duduk di sisi berlawanan aula.

Arthur langsung mengenali simbol di armor mereka.

Keluarga Duke New Gate

Keluarga Duke Polein

Dua dari empat keluarga yang secara terbuka bermusuhan dengan ayahnya, Moren.

Seorang pemuda dari New Gate bangkit, tinggi dan berambut cokelat keemasan. Senyumnya tajam.

“Ah… lihat siapa yang datang ini.”

Ia menatap noda darah di baju Arthur.

“Barbar dari perbatasan akhirnya tahu cara masuk kota?”

Tawa ringan terdengar dari meja Polein.

Pemuda Polein, bermata sempit dan bersuara dingin, menimpali:

“Atau mungkin mereka terbiasa mandi darah. Tradisi keluarga, mungkin?”

Ruangan menghangat bukan oleh api.

Para knight Arthur langsung berdiri setengah langkah. Elrian menghentakkan gelasnya ke meja.

“Ulangi perkataan kalian!.”

Seren sudah menghilang dari kursinya bayangannya bergerak di belakang musuh. Gareth si berotot menghela napas pelan, namun tangannya sudah berada dekat gagang senjata.

Arthur berdiri.

Tidak terburu-buru. Tidak berteriak.

“Jika darah monster membuatku terlihat seperti orang-orang barbar, maka...”

ia menatap mereka satu per satu,

“lalu apa sebutan bagi mereka yang duduk aman sambil menunggu wilayah lain berdarah untuk kepentingannya mereka sendiri?”

Suasana langsung membeku.

Pemuda New Gate menyipitkan mata.

“Berani sekali kau, anak Marquis Fireloren!?.”

Arthur melangkah satu langkah maju.

“Keberanian bukan berasal dari darah keturunan. Tapi dari apa yang kau hadapi sendiri.”

Suara besi mulai terdengar. Knight dari kedua pihak bergerak.

Pemilik penginapan turun tangan

“CUKUP!”

Suara berat menggema.

Seorang pria tua bertubuh besar, dengan bekas luka panjang di wajahnya, pemilik Tanduk Perak berdiri di tengah aula.

“Ini wilayah Marquis Florence. Jika kalian ingin saling membunuh, lakukan di luar penginapan dasar para bedeb#h!.”

Ia menatap tajam ke semua pihak.

“Ku dengar besok kalian akan berdiri di ruangan yang sama sebagai penerus keluarga kalian sendiri. Jika kalian ingin memulai perang di sini, aku sendiri yang akan menghajar nama kalian satu per satu.”

Keheningan jatuh.

Pemuda Polein mendecak, lalu duduk kembali. Pemuda New Gate tersenyum tipis, penuh ejekan, lalu mengangkat gelasnya.

“Istirahatlah, para barbar. Besok… kita bicara dengan cara yang lebih ‘terhormat’ hahaha.”

Arthur tidak menjawab.

Ia hanya berbalik dan berjalan pergi.

Di Malam Sebelum Pertemuan Besar Terjadi

Di kamar masing-masing, kelelahan mulai terasa.

Arthur berdiri di dekat jendela, memandangi kota Florence yang bermandikan cahaya lampu.

Toxen berdiri di belakangnya.

“Tuan muda, mereka sengaja memancing kita.”

Arthur mengangguk.

“Aku tahu itu.”

“Dan kau tidak terpancing.”

Arthur mengepalkan tangan perlahan.

“Belum saat ini.”

Di kejauhan, lonceng besar wilayah Florence berdentang menandai tengah malam.

Besok, 21 penerus keluarga akan bertemu untuk pertama kalinya. Dan setelah malam ini, tidak ada lagi topeng yang akan benar-benar aman.

Berganti Ke Aula Agung Marquis Florence

Hari Pertemuan Para Penerus Keluarga Di Wilayah Tirpen

Aula itu luas dan tinggi, ditopang pilar marmer pucat dengan ukiran lambang kekaisaran Valerion yang sangat megah. Cahaya matahari pagi menembus jendela kaca, memantul di lantai batu marmer yang dipoles sempurna.

Di ujung aula, singgasana Marquis Florence berdiri namun kosong.

Hari ini bukan hari para penguasa lama berbicara.

Ini hari para penerus saling menilai.

Arthur melangkah masuk bersama Elrian, Seren, dan si berotot Gareth. Para knight masing-masing keluarga berdiri di luar ruangan pertemuan, sementara Toxen dan para pelayan keluarga lainnya berada di ruangan yang terpisah

Kemudian Seorang bangsawan tua yaitu Helvar Florence, paman Marquis Yoir Florence melangkah ke tengah aula.

“Hari ini, dua puluh satu keluarga mengirimkan penerus mereka, untuk mengenali siapa yang akan berdiri.”

Satu per satu, penerus diperkenalkan oleh bangsasan tua tersebut.

"Yang pertama dari penerus keluarga adalah..." Katanya.

Arthur Fireloren - Marquis Fireloren Wilayah Tirpen

Sikap: Tenang, terukur, diam mengamati

Banyak mata menilai ulang Arthur setelah kabar Nostradus beredar.

(Dan beberapa mencium ancaman. Beberapa melihat potensi)

Elrian Valeris - Count Valeris

Sikap: Terbuka, jujur, penuh api

Ia berdiri santai, seolah aula ini ruang latihan.

(Keluarganya dikenal setia pada Moren saat kejatuhan)

Seren Liorant - Baron Liorant

Sikap: Pendiam, tajam, tak mudah ditebak

Beberapa penerus tidak menyadari kehadirannya…

(Dan itu justru membuat Seren berbahaya)

Gareth Brackenford - Viscount Brackenford

Sikap: Tenang, sopan, analitis

Ia mencatat ekspresi orang lain, bukan sebaliknya.

(Politik baginya adalah matematika)

Iris Elyndor - County Elyndor

Sikap: Lembut, namun penuh jarak

(Ia memberi anggukan kecil ke Arthur tanda rasa hormat lama terhadap keluarga Fireloren)

Maelis Kaedryn - Viscount Kaedryn

Sikap: Tegas, wujud ksatria sejati, dingin tetapi tidak kejam

Tatapannya lurus. Ia tidak menyukai intrik, tapi tidak naif.

Aldric Morcant - Baroness Morcant

Sikap: Cerdas, penuh senyum palsu

Ia ramah pada Arthur dan semua orang tahu itu bukan sebuah kebetulan.

Albrecht New Gate - Duke New Gate

Sikap: Arogan, provokatif

Ia tersenyum saat Arthur disebut, sebuah senyuman yang menunggu celah.

Varyn Polein - Duke Polein

Sikap: Dingin, menghitung, memandang rendah

Ia tidak bertepuk tangan.

(Diamnya lebih menghina daripada ejekan)

Oskar Halbrecht - Baron Halbrecht

Sikap: Agresif, oportunis

Ia sering berpihak pada yang kuat dan hari ini sedang menilai siapa itu.

Luwhin Viremont - Count Viremont

Sikap: Elegan, bermusuhan secara halus

Kata-katanya manis, niatnya seperti ular beracun.

Joran Fenroth - Countess Fenroth

Sikap: Netral, pengamat pasif

Vael Iskend - Baron Iskend

Sikap: Penasaran, belum memilih pihak

Mirel Redwyn - Viscount Redwyn

Sikap: Pendiam, menghindari konflik

Selwyn Orynth - Viscount Orynth

Sikap: Diplomatis, licin

Lyra Kresthal - Duke Kresthal

Sikap: Hati-hati, trauma konflik lama

Rhea Calden - Marquis Calden

Sikap: Pragmatis, menunggu hasil

Thane Caelum - Baron Caelum

Sikap: Sinis, tidak percaya siapa pun

Edric Norrveil - Baron Norrveil

Sikap: Cerdas, menyembunyikan niat

Nessa Alveric - Duke Alveric

Sikap: Militeristik, menghormati kekuatan

Darian Pelgrave - Marquis Pelgrave

Sikap: Misterius, hampir tak berbicara

(Tatapannya sempat berhenti lama pada Arthur terlalu lama)

Arthur duduk dengan tenang di tengah semua itu.

Ia menyadari satu hal penting:

Tidak ada satu pun keluarga yang datang hanya untuk pertemuan, Mereka punya kepentingan mereka sendiri-sendiri.

Beberapa datang untuk mengukur.

Beberapa untuk menjatuhkan.

Dan beberapa… untuk memastikan setiap keluarga yang hadir benar-benar layak.

Di kejauhan, seorang utusan Marquis Florence berbisik pada Tuan Helvar.

Pertemuan ini baru dimulai.

Dan Arthur tanpa menyadarinya sepenuhnya sudah berada tepat di pusat suasana yang mulai bergejolak perlahan namun pasti...

NB-:(mungkinkah main character syndrome)

1
MARDONI
Wahhh seru banget nih! 😮💥 Arthur harus pergi jauh sebelum ulang tahun ke-18, tapi malah bertemu Borein dari kelompok yang mengawasi keluarganya! 😱 Borein bilang ada yang mau Arthur mati atau hancur perlahan, bahkan kasih cincin tua dengan lambang keluarga Moren yang retak! 😯 Pas Borein bilang ayah Arthur juga buat keputusan besar di usia 18 tahun, Arthur jadi curiga sama Hendry yang selalu bilang cuma pelayan biasa. Akhirnya Arthur minta Hendry cerita tentang dirinya sendiri di perjalanan besok - beneran penasaran banget sama rahasia Hendry dan apa yang terjadi sama keluarga Arthur dulu! 💖✨
izmie kim
kejujuran biasanya akan terdengar menyakitkan tapi bila kita tau yang sebenarnya rasa sakit itu akan lebih sedikit lega
izmie kim: betul banget kunci dari segala hal di mulai dari kejujuran
total 2 replies
Indira Mr
kapan harus baik kapan harus berhenti??
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: kebaikan datang saat di perlukan aja, buat kebaikan seakan barang berharga butuh biaya yang besar untuk memberi nya.🔥🔥😄
total 1 replies
Indira Mr
mendengarkan angin,air, daun
cimownim
si dunia asli pun banyak orang yang suka memanfaatkan orang lain/Frown/
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: benar tuh😄
total 1 replies
putrijawa
kebetulan yg di sengaja kah?🤔
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: disengaja sama author🤔😂
total 1 replies
evrensya
Quotes yg bagus✊
evrensya
wah tanda2 anak yg cerdas
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: nanti pas udah dewasa bakal cerdas beneran kak🔥
total 1 replies
♡✿⁠Almi_Wahy
waw luar biasa, ceritanya seruu, semangat terus thorr
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasih kak🔥
total 1 replies
MARDONI
WOWWW SERU PARAHHH!!! 😱✨ Paman Norvist yang mendengar percakapan Arthur terus ke sana ada kelompoknya Clorfin, Permo, Ervin, Forlen, Vastorci sama Borein tuh kayak siap buat apa aja gitu! 😨 Hendry yang selalu ada buat Arthur bikin hati hangat banget, pas dia bilang gak akan pergi jauh dan siap melindunginya! 🥰 Moren yang merasa bersalah sama Isabel dan Norvist juga bikin emosi banget, padahal dia cuma mau bantu orang aja kan? 😢 Terus pas Hendry punya simbol rahasia tuh bikin penasaran banget!! Semoga Arthur bisa aman dan Hendry bisa selalu ada buat dia deh!
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: semoga aja sih kak😄
total 1 replies
izmie kim
karna gak semua kebaikan akan di balas kebaikan karna , terkadang manusia berhati busuk akan memanfaatkan kebaikan orang lain demi keuntungan dirinya sendiri
putrijawa
orang² yg cuma manfaatin kebaikan orang lain
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
benar, btw Otra Heos kalau dibaca dari belakang bakal jadi...
Indira Mr
masih bingung artinya kehilangan tanpa membalas dengan kebencian.
Indira Mr
100 persen benar
MARDONI
Merinding waktu ayah Arthur tiba-tiba berkata, “Sialann!? Bagaimana bisa mereka…” sebelum pintunya tertutup 😭🔥 Dari suasana hangat penuh tawa pas Norvist main sama Arthur, tiba-tiba berubah jadi tegang banget dalam hitungan detik. Arthur yang kecil itu cuma bisa berdiri bingung dengan kegelisahan yang belum ia pahami, dan aku ngerasa kayak ada badai besar yang lagi disiapin buat keluarganya 🥺 Hendry yang berusaha nenangin dengan menyebut Raja Arthur juga bikin hati hangat sekaligus was-was, karena rasanya kalimat itu bukan cuma penghiburan… tapi pertanda kalau perjalanan Arthur bakal jauh lebih besar dari yang dia bayangkan sekarang.
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: keren kak udah langsung nangkep gimana alur kedepannya 🗿🔥
total 1 replies
izmie kim
kehadiran anak seperti pelita yang tidak pernah padam
izmie kim
raja ARTUR
♡✿⁠Almi_Wahy
semangat terus thorr, cerita nya bagus....
cimownim
Tuan Muda Artur😍
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: /Drool//Drool/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!