Di jagat hiburan, nama Leonard Abelano bukan sekadar aktor, dia adalah jaminan rating. Setiap drama yang dibintanginya pasti menyentuh angka dua digit. Leo, begitu publik memanggilnya, punya segalanya: struktur wajah yang dipahat sempurna, status pewaris takhta bisnis Abelano Group, dan sebuah reputasi yang membuatnya dijuluki "Duta Kokop Nasional."
Bagi penonton, cara Leo mencium lawan mainnya adalah seni. Namun bagi Claire Odette Aimo, itu adalah ancaman kesehatan masyarakat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan Adeline
Publik dan kru di lokasi syuting mulai menyadari perubahan besar pada Leonard Abelano. Sang Duta Kokop yang biasanya tidak keberatan dengan adegan panas, kini berubah menjadi sangat protektif terhadap bibirnya.
Dalam kontrak drama “Hidden Obsession”, Leo memberikan syarat mutlak: Tidak ada adegan ciuman. Ia hanya bersedia melakukan kecupan di kening, pipi, atau pelukan mesra.
Netizen yang awalnya bingung justru berbalik mendukung dengan teori-teori kocak.
@NY_Entertainment: "Leo Abelano pensiun dari dunia per-kokop-an? Fans menduga Leo sedang menjaga image keluarga atau mungkin sedang sariawan akut yang tak kunjung sembuh! 😂"
@Abelano_Empire: "Mungkin Leo sadar kalau bibirnya itu aset nasional yang harus dilindungi. Kita dukung keputusan Leo untuk menjadi lebih kalem di drama kali ini!"
Namun, di balik layar, alasannya hanya satu: Claire Odette Aimo. Leo tidak ingin mencari masalah dengan Ratu-nya yang bisa berubah menjadi singa betina jika melihatnya mencium wanita lain, meski itu hanya akting.
Saat proses syuting adegan di mana Adeline harus menyandarkan kepalanya di bahu Leo, mata tajam Adeline menangkap sesuatu yang janggal.
Di balik kerah kemeja mahal yang dikenakan Leo, terdapat noda kemerahan yang samar namun jelas, bukan noda makeup, melainkan hickey yang masih segar.
Adeline tertegun. Pikirannya langsung melayang pada kunjungan Claire yang "hanya jalan-jalan" tadi. Ia ingat betul bagaimana Claire masuk ke ruang ganti Leo.
"Leo..." panggil Adeline pelan saat kamera mati. "Lehermu... ada tanda merah. Apa kamu digigit serangga di ruang ganti tadi?"
Leo terdiam sejenak, lalu ia meraba lehernya dengan santai.
Bukannya malu, ia justru tersenyum tipis senyum yang terlihat sangat puas.
"Ah, ini?" Leo menarik sedikit kerahnya, membiarkan Adeline melihatnya lebih jelas.
"Ya, serangga yang sangat agresif. Dan sepertinya aku tidak keberatan digigit olehnya setiap hari."
Adeline terdiam seribu bahasa. Ia bukan gadis bodoh. Ia tahu serangga mana yang dimaksud Leo. Keberanian Claire untuk meninggalkan tanda di tempat yang bisa terlihat publik benar-benar membuatnya sadar bahwa Leo sudah tersegel.
Malamnya, saat acara press screening terbatas, Leo tampil dengan setelan jas kerah tinggi (turtleneck). Namun, saat ia membungkuk untuk menyapa penggemar, kerah jasnya sedikit bergeser dan kamera paparazzi berhasil menangkap kilatan warna merah di lehernya.
Foto itu langsung viral dalam hitungan detik.
@Manhattan_Spotted: "LIHAT INI! Ada tanda merah di leher Leo! Siapa yang berani menandai leher si Duta Kokop? Apakah ini alasan dia menolak adegan ciuman di drama baru?"
@Detective_Netijen: "Jangan-jangan tanda merah itu hasil dari adeline kemarin di lokasi syuting?"
Media sosial meledak dengan spekulasi baru. Foto close-up leher Leo disandingkan dengan foto Adeline yang sedang tersenyum malu-malu di sampingnya.
@Manhattan_Gossip: "Plot twist! Ternyata si polos Adeline yang menandai wilayahnya! Lihat tanda merah di leher Leo, itu pasti terjadi saat mereka latihan adegan pelukan. Adeline diam-diam agresif juga ya!"
@Netizen_Liar: "Pantas saja Leo menolak adegan ciuman di drama ini! Mungkin dia sudah kena duluan di belakang layar sama Adeline. Claire Aimo kalah start nih!"
@Drama_Hunters: "Team Adeline-Leo mana suaranya? Kayaknya mereka cinlok (cinta lokasi) beneran. Kasihan Claire kemarin datang jauh-jauh cuma buat nonton mereka mesra ternyata."
Di penthouse, Claire sedang menonton berita itu sambil tertawa kecil. Ia melihat wajah Leo di televisi yang tampak tenang meskipun publik sedang heboh membicarakan lehernya.
Pintu terbuka, Leo masuk dan langsung melepas jasnya, memperlihatkan tanda karya Claire yang kini sudah memudar sedikit.
"Puas, Ratu?" tanya Leo sambil menghampiri Claire. "Gara-gara tandamu, aku harus pakai turtleneck di musim panas begini. Dan Adeline sepertinya hampir menangis karena sadar dia tidak punya peluang."
Claire menarik dasi Leo, membawa pria itu mendekat ke wajahnya. "Itu hukuman karena kamu berani mengambil drama romantis. Meskipun tidak ada ciuman, setidaknya publik harus tahu kalau lehermu adalah area terlarang."
Leo tertawa, ia mengangkat Claire ke pangkuannya. "Aku suka sisi posesifmu ini, Odette. Jadi, karena aku sudah menolak semua adegan ciuman di set... kurasa aku butuh kompensasi ciuman yang nyata di sini."
Claire tidak menjawab, ia langsung membungkam bibir Leo, kali ini dengan ciuman yang jauh lebih lembut namun penuh kepemilikan, membiarkan seluruh dunia berspekulasi sementara mereka menikmati rahasia manis mereka sendiri.
Keesokan Harinya Di lokasi syuting, Adeline merasa sangat tidak nyaman. Ia melihat komentar-komentar itu dengan tangan gemetar. Di satu sisi, popularitasnya naik karena dianggap berhasil menaklukkan Leo.
Namun di sisi lain, ia ketakutan setengah mati jika Claire Aimo sang pemilik tanda sebenarnya marah besar.
Adeline melihat Leo yang sedang santai minum kopi, seolah tidak peduli namanya dan nama Adeline diseret-seret dalam gosip panas itu.
"Leo... publik mengira aku yang melakukan... itu di lehermu," bisik Adeline dengan wajah pucat.
"Apa sebaiknya kita klarifikasi?"
Leo melirik Adeline sebentar, lalu tersenyum tipis yang sangat misterius.
"Biarkan saja. Publik suka drama. Lagipula, kalau aku bilang bukan kamu, mereka akan terus mencari tahu siapa pelakunya. Kamu mau jadi tameng sementara?"
Adeline hanya bisa terdiam. Ia tahu Leo sedang melindunginya—atau lebih tepatnya, melindungi Claire dari sorotan publik.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy reading 🥰🥰😍
keren....