NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir hancur

Javier marah dengan wajahnya yang mulai kencang. Nella berdehem dan meminta pelayan mengambil gelasnya.

"Terimakasih Nyonya sudah menyapa saya dengan baik, saya hanya bekerja dengan cara yang baik bukan menjilat dengan kata rendahan."

Javier melepaskan kepalan tangannya mendengar Nella begitu berani.

Ethan melihat Nella dari atas hingga bawah lalu wajahnya membuatnya teringat satu hal, Shellia.

"Kau bertemu dimana sekertaris mu, bukannya sudah ada Seam?"

"Seam terluka parah tangannya sulit bekerja terlalu keras itu akibat ayah yang melatih tangan sekertaris ku terlalu keras." Sindiran untuk kejadian kemarin.

"Kurasa aku harus mengumumkan siapa menantu di rumah ini, benarkan Nona Nella." Tatapan tajam dengan senyuman lalu mata yang tersenyum palsu itu jelas Nella rasa bedanya.

"Kenapa tidak langsung katakan siapa dia? Kau sudah taukan siapa orangnya ?" Javier menantang Kayla.

Senyuman mereka berdua adalah tabuhan perang. Nella pusing dengan suasana mereka berdua buat diantara kalimat mereka ucapkan.

"Hentikan banyak tamu disini." Ayah membuat keduanya sedikit menahan diri.

Nella merasa jika ada rencana tak baik yang akan ayah dari suaminya buat sekarang, saat ini.

"Kalian berdua berpisahlah sementara, sekertaris cantikmu akan pergi bersama ku ke ruang istirahat dan ayahmu akan mengurungkan pertunanganmu menjadi sah."

Nella sedikit merinding sekarang karena Javier sepertinya akan mengamuk, Nella tiba-tiba bisa merasakan apa yang Javier rasakan.

Luapan emosinya akan besar malam ini tapi, Nella tak punya kuasa, jika sampai Javier salah langkah hanya karena emosi, hancur semuanya bisa-bisa.

"Aku tidak perduli apapun itu, jika sampai ini membuat emuanya berantakan..."

"Kalo begitu di ruangan ini sudah banyak orang berjaga jika kau salah langkah maka nyawanya hanya bertahan beberapa jam saja atau seperkian detik." Jawaban dari ayahnya membuat Nella sedikit gemetar. Javier mengumpat dalam hatinya kepalan tangannya sudah sangat kencang.

****

Semuanya di kumpulkan dan mendengar pertunangan antara Renata dan Javier.

Renata bangga karena akan bertunangan dengan Javier.

Di ruang istirahat ini Nella dan Kayla berhadapan dan minum teh dengan nyaman. Cara Nella meminum tehnya dan duduk dengan tenang lumayan masuk dalam penilaian Kayla.

"Keluargamu adalah orang yang menjualmu untuk menikah dengan Javier putraku?"

Nella terkejut.

"Jangan kaget."

Tenang berusaha tidak merasa bersalah atau merasa kaget.

"Saya hanya merasa kalo anda terlalu menebak tentang siapa saya?"

"Kau bodoh dan tidak mau jujur, aneh." Balas Kayla.

Nella tersenyum manis dengan teh di atas pangkuannya.

"Saya tidak perlu bicara apapun yang menyangkut hal pribadi saya pada anda yang tidak mau membuka privasinya sendiri, membahas masalah pribadi salah satu dari kita tidak adil Nyonya, privasi anda saya akan hormati jika anda melakukan hal yang sama."

Kayla mulai kesal dengan jawaban Nella yang pintar sekali menjawab.

Suara gaduh terdengar di halaman dan itu membuat acara pertunangan terganggu dan Seam yang sudah ada di tempatnya sudah selesai membuat semua penembak di dalam ruangan dan di luar pingsan dalam waktu yang lama.

Javier melompat menjauh saat aula pesta tiba-tiba meledak dengan bom yang menjatuhkan lampu kristal besar di antara para tamu. Tidak ada korban tapi, kegaduhan ini membuat anggota tim pengamanan keluarga inti kewalahan.

Seam dan Daman melakukan tugasnya dengan baik. Didekat ruang istirahat Shinta menggantikan petugas keamanan wanita yang berjaga.

Ruangan disebelah ruang istirahat sudah berkumpul tim pengawal Nyonya Kayla. Shinta sendiri menghabisinya.

Nella tersenyum tapi, rasa gemetar di tangannya hampir tak bisa di tahan.

Nella dalam hati terus berharap kalo Javier membawanya pergi dari sini, ia benar-benar tak bisa bernafas.

Petugas keamanan dan pelayan di ruang istirahat mendekat berbisik pada Kayla.

"Keributan apa yang kalian maksud." Bisik Kayla pada pelayannya dan petugas keamanannya.

Kayla melihat Nella yang masih tersenyum menatapnya tenang.

"Aku akan pergi untuk melihat acara pertunangan putraku, terimakasih waktu yang kamu luangkan untukku, lain kali bicaralah dengan santai padaku."

Nella mengangguk dan berdiri ketika Kayla meninggalkannya dalam ruangan ini sendirian.

Shinta yang ada di depan ruangan melihat kepergian Kayla langsung masuk dan mengajak nyonya pergi segera.

"Nyonya?" Nella menoleh melihat seorang perempuan memanggilnya. Diruangan itu hanya ada dirinya.

"Aku, ada apa?"

"Saya diminta membawa anda pergi."

Nella diam ia tak percaya.

Shinta sudah menduga jika Nella tak mudah percaya. Menelpon Tuannya Javier yang sibuk melawan anak buah ayahnya di luar menerima telpon dari Shinta.

"Sayang ikut dengan Shinta keluar dari sini, aku akan menyusul mu."

Nella mendengarnya dan suara itu sangat berisik juga ramai.

"Apa yang terjadi?" Nella bertanya.

"Saya akan menjelaskannya sambil kita keluar dari sini Nyonya, ayo."

Nella mengikuti Shinta.

Seam dan Daman sibuk membuat semua bawahan dari Charlie, orang yang di sebut sebagai orang kepercayaan Tuan Ethan, semua kendali keamanan dan kendali pengawal tingkat tinggi ada padanya.

"Kalian berdua lagi, untuk apa membela Tuan muda kalian yang lemah." Daman dan Seam berhadapan dengan Derento dia adalah ketua Tim satu, keamanan keluarga inti.

"Sialan, dia bagianku Seam... Pergilah, Shinta sendirian!" Bisiknya. Seam mengerti.

"Kau mau berhadapan denganku, Seorang Derento dengan Daman yang seorang mantan pasukan khusus, kita satu angkatan."

"Cih, aku tak sudi seangkatan dengan mu."

Shinta membawa Nella ke mobil dan segera membawanya pergi dari sini tapi saat akan naik ke mobil Shinta di tarik kasar oleh pengawal wanita lainnya.

"Sialan, brengsek!" Nella belum bingung harus bagaimana kenapa semua keributan ini sepertinya sangat berbahaya.

Dimana Javier! Nella benar-benar butuh Javier sekarang, apa dia selamat?

Ethan melepaskan tembakan pada Seam yang mau membawa Javier pergi.

"Yah Shit!"

"Seam!" Tertembak di bagian lengan sedikit robek.

"Kau merusak segalanya, kau pikir permintaan maaf cukup, hah!"

"Siapa yang mau berjalan di jalan yang kau buat, aku kehilangan ibuku itu karenamu, bukan aku, sialan!"

"Kau membunuhnya Javier! Jika kau tidak lahir ini tak akan terjadi." Nada suara Ethan pelan dan tegas.

"Oh ya, kau bahkan tidak berdaya dengan kekuasaan Kayla, kau lebih bajingan Tuan Ethan." Javier pergi membawa Seam lari bersamanya.

Ethan kehabisan peluru. Memilih pergi dari tempatnya berlawanan arah.

Kayla benar-benar marah tapi, ia harus menahannya.

"Periksa semua cctv apa yang terjadi sebenarnya."

Nella yang masih didalam mobil meringkuk berlindung di belakang kursi kemudi seketika kaget karena seseorang masuk secara bersamaan di bangku depan dan di sebelahnya.

"Sayang..." Nafas Javier terengah-engah Nella yang takut seketika sadar itu Javier.

"Ja-Javier?... Javier?"

"Iyaa.. Ini aku, kamu boleh memelukku sekarang." Mobil sudah berjalan menjauh dari kediaman Ethan dan kini berjalan pelan di jalan raya.

Tak lama suara mobil lain terdengar.

"Itu Daman." Seam mengatakan pada Shinta untuk berhenti menepi saat Daman mengerem berhenti asal didepan mobil mereka.

"Tukar mobil Tuan." Suara Daman yang tiba-tiba ada di samping kemudian Shinta.

"Iya."

Kini Nella dan Javier memakai mobil yang Daman pakai.

Nafas Nella masih tidak bisa biasa bahkan rasa gelisah dan gemetar masih terus timbul.

"Aku tidak takut... Aku tidak takut...."

"Tarik nafas, lepas pelan ulangin sampai tenang...."

"Javier.... Aku takut, sialan rasa takutnya semakin nyata, orang tadi terus membuatku sesak... Javier! Brengsek susah banget sih, Akh sesek Javier! Sesek disini!" Nella terus memukul dadanya keras sampai memerah.

Menepikan mobilnya Javier keluar dari mobil, berlari ke sisi lain membuka pintu Nella menariknya kedalam pelukannya.

Wajahnya di sembunyikan dalam pelukan Javier didadanya Nella benar-benar menangis sambil memeluknya erat.

Kanaya dan Kinan berhadapan dengan Kalinya.

"Kau membuat mereka semua bisa masuk..."

"Yap... Itu rencana Kitakan." Jawab Kalinya sambi tersenyum di sambut tawa keras Kinan dan Kanaya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!