Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendirikan Restoran 1
Keesokan harinya, Leon memulai pergerakan untuk menjalankan misi sistem. Untuk membuka usaha secara resmi, diperlukan izin pemerintah melalui serikat bebas. Karena itu, Leon berangkat ke gedung cabang serikat bebas kemarin setelah menyantap makanan yang dia masak sendiri di rumah.
"Selamat datang di serikat bebas. Tolong sebutkan kebutuhan anda pak."
"Saya mencari sebuah bangunan untuk dijadikan restoran, serta perizinan untuk menjalankan restoran tersebut."
Selama satu jam, staf tersebut membantu Leon mengisi formulir perizinan usaha. Terkait pajak, staf menjelaskan bahwa kecuali Leon berniat membeli bangunan tersebut, sewa bangunan bebas dari pajak. Hal lainnya adalah pajak pendapatan dari usaha Leon serta gaji para pekerja nanti.
"Silahkan menuju ruangan 2C di lantai dua. Staf lain akan membantu anda untuk memilih bangunan yang anda inginkan."
"Terimakasih."
Diperlukan dua hingga tiga hari sampai prosedur perizinan selesai. Namun dikarenakan usaha yang ingin dijalankan Leon adalah restoran, staf mengatakan tidak ada kemungkinan izin ditolak. Dengan demikian, Leon dapat langsung mulai mempersiapkan pembukaan restorannya secepat mungkin.
Di dalam ruang 2C, Leon bertemu dengan seorang pria paruh baya dan seorang pria berkacamata berusia sekitar tiga puluh tahun.
"Selamat pagi bapak Leon. Silahkan duduk."
Pria paruh baya itu menyapa Leon setelah dia memasuki ruangan.
"Terimakasih."
Setelah bersalaman, pria paruh baya itu mulai bertanya.
"Jenis bangunan seperti apa yang bapak Leon inginkan?"
"Saya ingin bangunan dua atau tiga lantai dengan lahan parkir yang luas. Jika memungkinkan, lokasinya berada di distrik utara dalam lingkungan kalangan menengah ke atas."
Pria berkacamata memasukkan kata kunci yang disebutkan Leon, kemudian layar hologram menampilkan deretan gambar bangunan lengkap dengan lokasi, harga sewa, dan harga jual. Bangunan diurutkan berdasarkan harga. Leon langsung menolak nomor satu sampai tiga. Dia bermaksud membeli bangunan, bukan menyewa. Dan tiga bangunan tersebut dijual dengan harga di atas tujuh ratus ribu dollar!
Dia masih membutuhkan cadangan uang untuk renovasi dan lain-lain. Jika tidak dia akan langsung gagal di awal.
"Bangunan nomor empat mempunyai tiga lantai, dengan lahan parkir seluas....."
Sembari pria paruh baya itu menjelaskan, hologram menampilkan video penampilan bangunan menggunakan drone dari luar. Dilanjutkan dengan interior bangunan serta rinciannya.
Pilihan pertama Leon jatuh pada bangunan nomor delapan. Sebagai cadangan, Leon mencatat bangunan nomor lima dan sepuluh jika hasil pengecekan langsung bangunan tidak sesuai.
Ketiganya turun dari gedung menuju sebuah mobil hitam di area parkir. Pria berkacamata menyetir mobil, sedangkan Leon dan pria paruh baya duduk dibelakang.
"Staf di meja layanan umum berkata bahwa perizinan usaha restoran pasti disetujui. Jadi saya berniat merekrut beberapa orang." Ketika perbincangan menjadi buntu, Leon membuka sebuah bahasan baru.
"Para pencari kerja memang biasanya melihat situs serikat bebas untuk mencari pekerjaan. Biasanya bapak Leon dapat memposting iklan lowongan melalui meja layanan umum. Namun ketika kita kembali nanti, bapak Leon bisa melakukannya di ruangan kami melalui saya." Dari kursi setir, pria berkacamata itu menyampaikan informasi yang menghemat waktu Leon.
"Karena ini merupakan bisnis pertama saya, pertama, saya hanya ingin merekrut seorang manager yang cakap. Manager itu harusnya lebih tahu berapa orang yang dibutuhkan di dalam restoran. Setelah kami saling berkonsultasi, maka akan dilakukan perekrutan yang lain."
"Bukankah adikmu sedang mencari pekerjaan? Segera beritahu dia!"
Di samping Leon, pria paruh baya itu segera berseru kepada pria berkacamata.
"Apakah itu boleh pak?"
"Dasar bodoh! Ini tidak termasuk penyelewengan jabatan. Lagipula pak Leon lah yang nantinya memutuskan akan menerima adikmu atau tidak. Benar bukan pak Leon?"
"Itu benar."
"Yah... Adik saya mungkin tidak berpengalaman sebagai seorang manager. Tapi dia merupakan lulusan kelas khusus akuntansi sekolah serikat bebas. Jadi saya yakin dia dapat melakukannya."
"Bagaimana kalau anda menelepon dia langsung? Apakah saya bisa meminjam ruangan kalian nanti untuk wawancara?"
"Hahahah tentu saja boleh. Pekerjaan saya tidak banyak."
Pria paruh baya itu menyetujui permintaan Leon. Meskipun pria berkacamata itu tersenyum kecut karena dia merupakan bawahan, dan memiliki banyak pekerjaan, dia bersedia meluangkan waktu kerjanya agar sang adik memiliki peluang mendapatkan pekerjaan baru.
Pengecekan berlangsung selama dua jam. Puas dengan hasilnya, Leon mengatakan tidak perlu untuk mengecek bangunan nomor lima dan sepuluh. Pembayaran akan dilakukan nanti sekembalinya mereka ke serikat bebas.
"Sebelum kembali, mari kita mencari sebuah restoran yang bagus. Semuanya akan ada padaku."
Sebagai badan pemerintahan, serikat bebas melarang stafnya menerima uang terimakasih. Tidak ada uang tunai yang beredar selain pertukaran kristal mana di kalangan kelas rendah. Tidak mungkin Leon mentransfer uang ke gelang EP mereka karena hal itu akan diketahui pihak serikat bebas. Jadi sebagai gantinya, Leon menawarkan untuk mentraktir keduanya makan siang yang enak.
"Hohohoho, bapak Leon sungguh dermawan."
"Saya bersedia lembur demi menikmati makanan mewah!"
"Tidak ada jam lembur. Kamu akan melanjutkan pekerjaanmu besok."
"Baik pak..."
Leon menahan tawa mendengar candaan kedua pria itu.
Pria paruh baya mengarahkan mereka ke sebuah tempat makan yang sangat dia sukai.
"Beberapa bulan sekali, saya selalu membawa istri dan anak-anak ke tempat ini. Harganya jauh lebih murah dibandingkan tempat lain. Kalian berdua akan puas!"
Restoran tersebut hanya menyediakan dua menu makanan, yaitu tusuk sate jamur dan sup jamur. Tusuk sate tidak sepenuhnya berisikan jamur, diselingi dengan buah dan sayuran segar, kemudian dipanggang sambil dilumuri dengan saus yang mirip dengan saus barbeque. Satu porsinya berisikan lima tusuk sate dengan potongan besar.
Sup jamur berisikan jamur dan sayuran. Harga tusuk sate adalah tiga ratus dollar, sedangkan sup jamur dua ratus. Karena tidak ingin kedua pria itu sungkan dan hanya memesan satu menu, Leon langsung memesan tiga porsi tusuk sate dan tiga porsi sup jamur.
"Waaah, ini sangat enak!"
Leon mengangguk setuju mendengar pernyataan pria berkacamata sambil menyantap sate jamur.
"Tentu saja pilihanku tepat! Benar-benar sebuah keberuntungan meja layanan umum mengarahkan pak Leon ke ruangan kita, hahahahah...."
Leon sudah cukup kenyang setelah menghabiskan kedua porsinya. Namun melihat mereka berdua tersenyum puas, Leon memanggil seorang pelayan.
"Bagaimana dengan memesan tiga porsi tusuk sate lagi?"
"Sangat baik, tapi saya tidak sanggup menghabiskan satu porsi lagi. Bagaimana dengan dua porsi dan membaginya diantara kita bertiga?" Saran pria paruh baya itu yang disetujui pria berkacamata.
Kemudian mereka menikmati porsi lain sambil melakukan obrolan santai.
Ketika mereka kembali ke gedung cabang serikat bebas, adik perempuan pria berkacamata sudah menunggu di lobby. Keempatnya kemudian naik ke lantai dua dan memasuki ruangan 2C. Demi privasi, pria paruh baya mengajak pria berkacamata meninggalkan ruangan agar Leon dapat berkomunikasi secara leluasa.
Nama perempuan itu adalah Viona, berusia 23 tahun, tiga tahun lebih tua dari Leon. Ketika Leon membaca CV yang Viona bawa, Leon cukup terkejut ketika melihat bahwa pendidikannya hanya berselang lima tahun sejak Viona berusia sepuluh, yaitu kelas khusus akuntansi sekolah serikat bebas. Pada usia enam belas, Viona mulai magang dan kemudian bekerja di sebuah perkebunan gado sebagai staf pembukuan. Dua tahun selanjutnya, dia berhasil mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan di sebuah hotel besar di distrik pusat.
"Pemilik hotel memiliki koneksi pedagang gelap yang mengimpor daging dari negara Innosia. Namun satu tahun yang lalu, pedagang tersebut dikatakan mengalami kecelakaan, jadi pemilik mencari pihak lain dari negara Innosia yang bersedia mengimpor daging. Namun harganya terlalu jauh dibandingkan sebelumnya. Mengakibatkan penerimaan tamu hotel semakin berkurang dari waktu ke waktu. Tidak lama, saya juga diberhentikan dengan alasan pengurangan staf tenaga kerja."
"Jadi begitu..."
Leon cukup terkesan ketika Viona bercerita tentang dia yang mendirikan tenda kios tidak jauh dari rumah yang mereka tempati. Mirip dengan kios bibi Reina, kios yang didirikan Viona juga menjual hasil olahan dari pohon gado. Harga makanan yang berasal dari pohon gado sangat murah, berkisar satu dollar. Namun yang terpenting, Viona tidak berdiam diri saja di rumah selama beberapa bulan terakhir sambil melamar kerja ke berbagai tempat.
"Saya terkesan dengan pengalaman anda. Kemudian jika anda diterima sebagai manager restoran, berapa nominal gaji yang anda harapkan?"
"Karena semuanya masih dalam tahap awal, saya bersedia menerima gaji 700 dollar per bulan."
Sial, itu cukup rendah!
Di restoran sebelumnya, ketika pria berkacamata tidak berada di meja, Leon bertanya kepada pria paruh baya terkait gaji yang mungkin diberikannya kepada para pekerja di restoran. Pria paruh baya itu cukup berpengetahuan luas. Katanya, para pegawai restoran umumnya berpendapatan tiga ratus dollar, mungkin empat ratus jika itu adalah restoran besar. Untuk staf yang lebih tinggi, kisaran terendah adalah enam ratus dollar, kemudian manager adalah seribu dollar.
"Baiklah, terimakasih sudah bersedia untuk melakukan wawancara. Mungkin anda sudah tahu, saya masih menunggu perizinan atas usaha restorannya."
"Benar pak."
"Saya menerima anda sebagai manager di restoran yang saya dirikan. Namun, kontrak kerja harus menunggu setelah izin usaha diberikan."
"Terimakasih pak Leon."
Viona tersenyum gembira. Dengan pengaruh kacamata di wajahnya, dia terlihat cukup manis.
Tentu saja Leon akan membuat Viona terkejut ketika kontrak kerja ditandatangani. Jangankan seribu dollar, Leon akan memulai dengan angka seribu lima ratus!
"Kemudian bagaimana dengan melihat-lihat gedung restoran kita?"