NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Tarian Pedang di Bawah Rembulan

Malam di Kota Bulan Sabit seharusnya menjadi malam yang tenang bagi penduduknya, namun di sebuah gang sempit di belakang distrik pelelangan, atmosfer terasa begitu berat seolah-olah langit akan runtuh. Cahaya bulan yang pucat tersaring oleh kabut tipis, menerangi ujung pedang para pembunuh yang kini mengepung Xiao Yuan dan Yun’er.

Lima Iblis Pemakan Jiwa. Mereka bukan sekadar tentara bayaran; mereka adalah kelompok pembantai yang dikenal karena kekejaman mereka dalam melenyapkan saksi mata. Pemimpin mereka, seorang pria dengan bekas luka bakar di seluruh wajahnya, maju satu langkah.

"Xiao Yuan, jangan salahkan kami," suara pria itu serak, seperti gesekan amplas pada kayu. "Kakak Senior Lu Chen membayar sangat mahal untuk kepalamu. Jika kau menyerah sekarang, aku berjanji akan memberikan kematian yang cepat. Tapi gadis di belakangmu... dia akan menjadi hadiah tambahan bagi anak buahku."

Mendengar kata-kata itu, genggaman Xiao Yuan pada hulu Pedang Keruntuhan Abadi semakin mengencang. Ada getaran aneh yang menjalar dari pedang itu rasa haus akan darah yang seolah-olah beresonansi dengan amarahnya sendiri.

"Hadiah?" Xiao Yuan mengulang kata itu dengan suara yang sangat rendah, hampir seperti bisikan dari liang kubur. "Kau baru saja menandatangani surat kematian yang bahkan nenek moyangmu tidak akan mampu membatalkannya."

"Sombong! Serang!" teriak si pemimpin.

Seketika, kelima pembunuh itu bergerak. Mereka menggunakan teknik "Formasi Jaring Iblis". Dua orang menyerang dari depan dengan pedang melengkung, dua dari samping menggunakan rantai berduri, dan sang pemimpin melompat dari atas dengan belati beracun.

Yun’er memejamkan matanya, memeluk punggung Xiao Yuan dengan gemetar. Namun, di dalam pelukannya, ia merasakan tubuh Xiao Yuan tidak lagi terasa seperti manusia. Kulitnya menjadi sangat panas, dan suara detak jantungnya terdengar seperti dentuman genderang perang yang mengguncang udara.

"Satu," ucap Xiao Yuan.

Wush!

Xiao Yuan menghilang. Kecepatan Langkah Bayangan Naga miliknya telah mencapai tahap di mana ia bisa meninggalkan bayangan residu yang masih berdiri di tempat. Pembunuh yang menyerang dari depan hanya menebas udara kosong.

"Di mana dia?!"

"Di belakangmu, sampah."

SLASH!

Pedang hitam Xiao Yuan menebas dengan horizontal. Tidak ada denting logam, tidak ada perlawanan. Bilah pedang itu meluncur melewati leher dua pembunuh pertama seolah-olah mereka hanya terbuat dari kertas basah. Kepala mereka jatuh ke tanah sebelum tubuh mereka sempat menyadari bahwa mereka telah tewas.

"Dua," gumam Xiao Yuan lagi.

Darah menyemprot ke dinding gang, namun anehnya, setiap tetes darah yang mendekati Xiao Yuan seolah-olah ditolak oleh perisai transparan hitam. Matanya kini sepenuhnya berubah menjadi ungu gelap, dengan pupil reptil yang bercahaya di kegelapan.

"Setan! Dia bukan manusia!" teriak salah satu pengguna rantai, wajahnya dipenuhi ketakutan luar biasa. Ia mencoba menarik rantainya untuk melarikan diri, namun Xiao Yuan sudah berada di depannya.

Xiao Yuan menangkap rantai berduri itu dengan tangan kosong. Darah mengalir dari telapak tangannya karena duri logam itu, namun ia tidak merasakan sakit. Sebaliknya, darahnya yang berwarna merah kehitaman mulai merayap naik ke rantai tersebut, menghancurkan logam itu menjadi karat dalam hitungan detik.

"Ini... Kekuatan Korosi Naga Hitam?" Si pembunuh berteriak histeris sebelum Xiao Yuan menghantamkan telapak tangannya ke dadanya.

Brak!

Tulang rusuk pria itu hancur seketika, jantungnya meledak di dalam karena tekanan energi murni. Tubuhnya terlempar sejauh sepuluh meter, menghantam tembok hingga hancur.

Tinggal sang pemimpin dan satu anak buahnya yang tersisa. Sang pemimpin, yang tadinya penuh kesombongan, kini gemetar hebat. Ia menyadari bahwa informasi yang diberikan Lu Chen salah besar. Xiao Yuan bukan "sampah yang beruntung selamat", dia adalah bencana berjalan.

"Tunggu! Aku akan memberimu informasi! Aku tahu rahasia Lu Chen!" teriak si pemimpin sambil menjatuhkan senjatanya.

Xiao Yuan berjalan mendekat dengan langkah yang lambat dan pasti. Setiap dentuman sepatunya di atas batu jalanan terasa seperti palu yang menghantam mental lawan. "Informasi bisa aku ambil dari jiwamu setelah kau mati. Aku tidak butuh mulutmu untuk bicara."

"Sembilan Tebasan Neraka: Tebasan Pertama, Pemutus Harapan!"

Xiao Yuan mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas. Sebuah gelombang energi hitam berbentuk bulan sabit meluncur cepat. Udara di gang itu seolah-olah terhisap masuk ke dalam tebasan itu, menciptakan efek vakum yang menyakitkan telinga.

Crat!

Sang pemimpin mencoba menangkis dengan seluruh energinya, namun pedang hitam itu membelah pertahanannya, senjatanya, dan tubuhnya menjadi dua bagian simetris dari selangkangan hingga kepala. Darah dan organ dalam berceceran, namun Xiao Yuan tetap berdiri tegak, napasnya teratur.

Pembunuh terakhir yang tersisa kehilangan akal sehatnya. Ia berlutut dan mulai tertawa histeris, jiwanya hancur karena melihat kengerian yang tak masuk akal ini. Xiao Yuan tidak memberinya belas kasihan. Dengan satu gerakan cepat, ia memenggal kepala terakhir itu.

Keheningan kembali menyelimuti gang tersebut. Bau amis darah yang menyengat memenuhi udara. Xiao Yuan menyarungkan kembali pedangnya. Warna matanya perlahan kembali normal, meskipun aura dingin masih menyelimuti tubuhnya.

Ia berbalik menghampiri Yun’er yang masih berdiri mematung di sudut gang. Xiao Yuan mendekat dan menggunakan lengan bajunya yang bersih untuk menutupi mata Yun’er.

"Jangan dilihat. Ayo pergi, tempat ini sudah kotor," ucapnya lembut, kontras dengan kekejaman yang baru saja ia tunjukkan.

Yun’er menggenggam tangan Xiao Yuan yang masih hangat oleh darah. "Yuan... tanganmu terluka."

Xiao Yuan menatap telapak tangannya yang terkena rantai tadi. Luka itu menutup dengan sendirinya di depan mata mereka, meninggalkan jaringan kulit baru yang lebih kuat. "Ini bukan apa-apa, Yun’er. Dibandingkan dengan rasa sakit saat mereka mencabut tulangku, ini terasa seperti belaian angin."

Sementara itu, di sebuah atap gedung tinggi yang menghadap ke gang tersebut, Hong Yue berdiri dengan tangan bersedekap. Di sampingnya, seorang pelayan berbaju hitam berlutut dengan hormat.

"Nyonya, apakah kita harus turun?" tanya sang pelayan.

Hong Yue tersenyum kecil, matanya berkilat penuh minat. "Tidak perlu. Dia sudah menyelesaikannya dengan sangat 'bersih'. Lu Chen benar-benar bodoh karena membiarkan monster seperti ini hidup. Tapi ini menguntungkan bagi kita. Kirimkan pesan ke Paviliun Merah, mulai hari ini, siapa pun yang memberikan informasi tentang Xiao Yuan kepadaku akan mendapatkan hadiah sepuluh ribu batu roh. Dan katakan pada penjaga gerbang, biarkan dia keluar kota dengan bebas."

"Baik, Nyonya. Tapi... apakah Anda tidak takut dia akan menyerang kita juga?"

Hong Yue tertawa kecil, suara tawanya terdengar merdu namun penuh misteri. "Pria seperti dia tidak peduli pada uang atau kekuasaan untuk saat ini. Dia hanya peduli pada satu hal: Kepala Lu Chen di atas baki perak. Dan selama aku bisa membantunya mencapai itu, dia akan menjadi sekutu yang paling mematikan bagi kita."

Di bawah, Xiao Yuan mulai melangkah keluar dari gang. Namun, langkahnya terhenti saat ia merasakan getaran kuat dari pelacak energi yang ia tanamkan pada Lu Chen.

"Dia tidak kembali ke sekte," gumam Xiao Yuan.

"Maksudmu?" Yun’er bertanya.

"Lu Chen menuju ke arah Hutan Terlarang di pinggiran kota. Sepertinya dia tidak sabar untuk mencoba menyerap sisa energi Sumsum Naga Suci di tempat yang sepi. Dia pikir dia aman di sana..." Xiao Yuan menatap ke arah hutan gelap di kejauhan.

"Dia ingin menjadi naga? Baiklah, aku akan menunjukkan padanya bagaimana rasanya diburu oleh naga yang sebenarnya."

Xiao Yuan menggendong Yun’er dan melompat ke atas atap rumah, bergerak cepat menuju gerbang kota. Dendamnya malam ini belum selesai. Jika lelang tadi adalah hidangan pembuka, maka apa yang akan terjadi di Hutan Terlarang adalah hidangan utamanya.

Di dalam Hutan Terlarang, Lu Chen sedang duduk bersila di tengah formasi kuno, dikelilingi oleh tetua kepercayaannya. Ia tidak menyadari bahwa energi naga yang ia serap mulai memberontak karena kehadiran Xiao Yuan yang mendekat. Tiba-tiba, langit di atas hutan itu berubah menjadi merah darah, dan suara raungan naga yang penuh penderitaan terdengar dari dalam dada Lu Chen. Saat itulah, Xiao Yuan mendarat di tengah formasi dengan pedang hitam terhunus.

Bersambung.....

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!