NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Kota Menjadi Petani

Transmigrasi Gadis Kota Menjadi Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Alya Maheswari, seorang gadis dewasa yang harus menelan pahitnya percintaan. bagaimana tidak, kedua orang yang ia percaya, Randa sang pacar dan Relia adik kesayangannya. Keduanya tega bermain api di belakang dirinya.

Hingga suatu malam datang, di saat kedua orang tua Randa datang ke rumahnya, gadis itu sudah merasa berbunga-bunga, karena pasti kedatangan mereka ingin memintanya baik-baik.

Tapi kenyataannya tidak seperti itu, kedua orang tua Randa membawa kabar tentang gadis yang di maksud yaitu Ralia, sang adik yang saat ini tengah mengandung benih kekasihnya itu.

Hati Alya hancur, lebih parahnya lagi keluarganya sendiri menyuruhnya untuk mengalah dan menerima takdir ini, tanpa memikirkan perasaannya.

Karena sakit hati yang mendalam Alya pun memutuskan untuk ikut program transmigrasi ke suatu desa terpencil tanpa memberi tahu ke siapapun.

Di desa yang sejuk dan asri itu, Alya belajar bercocok tanam, untuk mengubah takdirnya, dari wanita yang tersakiti menjadi wanita tangguh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Langit perlahan menggelap. Jingga senja berubah menjadi biru pucat, lalu keabu-abuan. Angin sore mulai membawa dingin tipis, membuat Alya merapatkan lengannya sendiri tanpa sadar.

Bayu melihat itu.

“Kita balik?” tanyanya pelan, bukan karena ingin pergi, tapi karena tak ingin Alya kedinginan.

Alya mengangguk. “Iya.”

Mereka berjalan berdampingan menuruni jalan setapak yang sama. Kali ini langkah Bayu melambat, menyesuaikan dengan langkah Alya. Tidak ada obrolan panjang, hanya bunyi kerikil kecil di bawah sandal dan suara alam yang kembali mengambil alih.

Sesampainya di ujung jalan setapak, Bayu berhenti sejenak. “Alya,” panggilnya.

Alya menoleh. “Kenapa?”

Bayu ragu sesaat, lalu berkata, “Kalau suatu hari nanti aku tiba-tiba menjauh… bukan karena aku nggak peduli.”

Alya mengernyit. “Terus?”

“Karena kadang aku butuh waktu buat berani,” katanya jujur. “Bukan buat lari.”

Alya menatapnya lama. “Aku juga begitu, Bayu. Kalau aku diam, bukan berarti aku nggak merasa.”

Bayu mengangguk pelan, seolah kalimat itu cukup untuk malam ini. Mereka berpisah di gang kecil. Bayu mengantar Alya sampai depan rumah, tapi kali ini tidak ada motor, tidak ada nasi pecel, hanya dua orang yang berdiri di bawah lampu jalan yang redup.

“Terima kasih sudah ikut,” kata Bayu.

“Aku senang diajak,” jawab Alya.

Bayu membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Tangannya mengepal sebentar, lalu rileks.

“Selamat malam, Alya.”

“Selamat malam, Bayu.”

Bayu melangkah pergi, kali ini tanpa menoleh. Tapi langkahnya terasa lebih ringan dari sebelumnya.

☘️☘️☘️

Malam kembali menyelimuti rumah Alya. Ia masuk ke kamar tanpa menyalakan lampu. Duduk di tepi ranjang, Alya memeluk bantal, menatap jendela yang sedikit terbuka. Kata-kata Bayu terulang di kepalanya entang berani, tentang diam, tentang tidak lari.

“Aku nggak sedang jatuh cinta,” gumamnya pelan, seolah mencoba meyakinkan diri sendiri.

“Tapi aku juga nggak sedang biasa saja.” Ia menarik napas panjang.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Alya tidak merasa harus menutup rapat hatinya. Ia hanya membiarkannya terbuka sedikit cukup untuk cahaya masuk, tanpa harus membiarkan badai menerobos.

☘️☘️☘️☘️☘️

Hari-hari setelah senja itu tidak membawa perubahan besar, tapi Alya merasakannya di hal-hal kecil.

Pagi tetap datang dengan cara yang sama. Kabut tipis menggantung di atas sawah, tanah masih lembap, dan daun-daun cabai memantulkan cahaya matahari awal. Alya tetap bangun sebelum subuh, menyiapkan air, mengenakan sepatu bot yang sama, dan berjalan ke ladang dengan langkah yang tidak terburu-buru.

Bayu pun tetap datang seperti biasa.

Ia tidak tiba-tiba menjadi lebih banyak bicara. Tidak juga berubah menjadi lelaki yang gemar tersenyum atau mencari-cari alasan untuk mendekat. Bayu tetap Bayu yang Alya kenal—datang pagi, bekerja dalam diam, menunduk pada tanah, dan menyelesaikan pekerjaannya tanpa banyak suara.

Tapi Alya tahu, ada sesuatu yang berbeda.

Kadang Bayu berhenti sejenak lebih lama saat lewat di dekatnya. Kadang pandangannya tertahan sepersekian detik sebelum ia mengalihkan mata. Dan yang paling terasa—Bayu kini lebih sering memastikan Alya sudah makan, sudah minum, atau tidak terlalu lama di bawah matahari.

Hal-hal kecil. Tapi nyata.

Suatu siang, matahari tepat di atas kepala. Alya sedang mengikat batang cabai yang mulai berat oleh bunga. Tangannya cekatan, jemarinya kotor oleh tanah dan getah daun.

Bayu berdiri tak jauh, membetulkan galengan sawah.

Tanpa melihat Alya, Bayu tiba-tiba berkata, “Aku pernah gagal sekali.”

Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa pembuka.

Alya berhenti bergerak. Tangannya masih memegang tali rafia. Ia menoleh pelan.

“Dalam hal apa?” tanyanya, tidak mendesak.

Bayu tetap menatap tanah. “Dalam menjaga orang.”

Nada suaranya datar, tapi ada sesuatu yang tertahan di sana.

Alya tidak langsung menjawab. Ia kembali mengikat batang cabai, membiarkan Bayu melanjutkan jika ia mau.

Beberapa detik berlalu. Angin menggerakkan daun-daun di sekitar mereka.

“Sejak itu,” lanjut Bayu akhirnya, “aku selalu mikir dua kali sebelum dekat. Takut kalau perasaanku malah jadi beban.”

Alya menghela napas pelan. “Perasaan itu bukan beban,” katanya tenang, “kalau dibagi sama orang yang tepat.”

Bayu menoleh. Untuk sesaat, wajah mereka sejajar.

“Kamu selalu bilang hal yang bikin aku mikir lama,” katanya.

Alya terkekeh kecil. “Maaf.”

“Jangan,” Bayu berkata cepat, seolah kalimat itu keluar tanpa sempat dipikirkan. “Aku suka.”

Sunyi.

Kata itu menggantung di udara ladang yang panas. Terlalu jujur. Terlalu polos.

Bayu sadar lebih dulu. Ia mengusap tengkuknya, gugup. “Maksudku… aku suka cara kamu mikir.”

Alya tidak tertawa. Tidak juga berpura-pura tidak mendengar. Ia hanya menatap Bayu sebentar, lalu kembali ke tanamannya.

“Aku tahu,” katanya pelan.

Dan entah kenapa, jawaban itu justru membuat Bayu menarik napas lega.

☘️☘️☘️

Keesokan harinya matahari mulai muncul cerah. Tidak ada pengakuan lanjutan. Tidak ada pembicaraan besar. Tapi kebersamaan mereka menjadi lebih alami. Kadang mereka makan siang berdekatan tanpa banyak bicara. Kadang Bayu hanya duduk di pematang sambil menunggu Alya menyelesaikan pekerjaannya.

Sore-sore di ladang terasa lebih panjang.

Suatu sore, matahari hampir tenggelam. Bayu mengantar Alya sampai ujung jalan setapak. Mereka berdiri sebentar, seperti menunggu sesuatu yang tidak pernah diucapkan.

“Kalau nanti aku ngomong terlalu jauh,” kata Bayu akhirnya, suaranya rendah, “tolong ingetin.”

Alya menatapnya. “Kalau nanti kamu berhenti di tengah jalan, aku juga akan nunggu.”

Bayu mengernyit. “Kenapa?”

Alya menjawab tanpa ragu, “Karena aku tahu rasanya takut.”

Ia menatap Bayu lurus. “Dan aku nggak mau jadi orang yang bikin kamu takut.”

Bayu tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Alya lebih lama dari seharusnya. Pandangan itu terlalu dalam untuk sekadar teman, tapi belum cukup berani untuk melangkah lebih jauh.

Senja menelan cahaya terakhir. Tempat itu, ladang dan sawah yang membentang, menjadi saksi kebersamaan mereka berdua, udara sore kembali memunculkan warna keemasan, bukan sebuah pengakuan ataupun keputusan besar. Tapi dua orang yang perlahan berhenti bersembunyi dari perasaannya sendiri.

Dan untuk saat ini, mereka merasa itu sudah cukup

Bersambung…

1
Dew666
💐💐💐💐💐
Dew666
💜💜💜💜💜
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
ari sachio
makin penasaran dg bayu
PanggilsajaKanjengRatu: Halo kak, kalo berkenan yuk mampi juga ke cerita ku, judulnya “Cinta Yang Tergadai ”🙏
total 1 replies
Wanita Aries
wah bayu sama alya sama2 trluka berrti bsa saling menyembuhkan
ari sachio
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Wanita Aries
semangat trus alya menuju sukses
Wanita Aries
kl sudah tiada baru terasaaa
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Wanita Aries
penasaran ma khidupan bayu
Sartini 02
ditunggu updatenya kak...😍
Wanita Aries
halimah kocak😁
bikin alya lupa sama kisah pedih hidupnya
Wanita Aries
sabar yaa al smua akan indah pada wktnya
Dew666
🍎👑
Wanita Aries
kabar keluarga alya gmn thor masa gk nyariin
Ayumarhumah: sabar Kakak ....
total 1 replies
Wanita Aries
wahh apa bayu jodoh alya.

thor novelnya jgn trllu kaku dong
Ayumarhumah: owalah iya kak makasih sarannya
total 3 replies
Wiwik Susilowati
biasa baca bahasa jawa halus tiba2 ada bahasa jawa yg lain msh bingung ngartiinny...lanjut thor💪💪
Ayumarhumah: iya kak, ini bahasa Osing khasnya Banyuwangi. he he
total 1 replies
Dew666
💜💜💜💜💜
Wanita Aries
lanjut thor
Ayumarhumah: OK kakak ...
total 2 replies
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!