Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
enam belas
"Bastian, gila Lo ya? Balikin buku gue." Kayla berlari berusaha mengejar Bastian yang membawa buku tugasnya.
Bastian tak menghiraukan teriakan Kayla, justru laki-laki itu malah semakin senang mengusili Kayla.
Kayla geram ia melepaskan sebelah sepatunya, matanya terpejam sebelah dan memfokuskan matanya pada punggung Bastian yang saat ini sedang berlari kecil.
"Yes berhasil!" Kayla bersorak senang ketika sepatunya berhasil mengenal pundak laki-laki itu, tanpa menunggu lama ia segera berlari menghampiri Bastian yang tengah membersihkan baju seragam yang kotor karena terkena sepatunya.
Kayla merebut buku yang berada di tangan Bastian.
"Gak asik ah, mainnya lempar sepatu." Ujar Bastian tak terima.
"Hehe, maaf ya, Lo si segala ngambil buku gue."
Bastian berdehem, lalu laki-laki itu memberikan sebelah sepatunya yang tadi ia lempar. Ia menerima sepatu itu lalu memakainya.
"Bas, seragam atas Lo buka dulu deh."
Bastian langsung menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya. "Lo mau ngapain Kay?"
Kayla memutar bola matanya. "Lebay banget ini anak satu, gue mau bersihin seragam lo."
"Oh, bilang dong."
Bastian melepas dasi dan seragam putihnya lalu memberikannya pada Kayla menyisakan kaos hitam polos di tubuhnya.
Kayla menarik lengan Bastian menuju toilet perempuan. "Lo tunggu di sini sebentar."
"Iya, buruan ya."
Kayla mengangguk, gadis itu kemudian masuk dan segera membersihkan seragam Bastian di wastafel. Setelah di rasa cukup bersih, ia mengeringkan seragam itu menggunakan hand dryer.
Ia keluar dari toilet kemudian menghampiri Bastian yang tengah bersandar di dinding sambil memainkan ponsel.
"Nih seragamnya udah bersih."
Bastian menyimpan ponselnya di kantong, laki-laki itu mengambil seragamnya dari tangan Kayla lalu memakainya.
"Besok-besok sekalian cuciin baju gue aja Kay."
Kayla mendelik. "Istri bukan, babu juga bukan ngapain nyuruh gue nyuci baju Lo?"
"Jangan babu lah, Lo cocoknya jadi istri aja."
Kayla menaikkan alisnya, ia mendekat ke arah Bastian lalu ia mengulurkan punggung tangannya pada jidat laki-laki itu.
"Gak panas, kesambet apa Lo ngomong begitu?"
"Ya emang Lo mau jadi babu?"
Kayla menggeleng.
"Yaudah, gak aneh kan kalau gue ngomong gitu?"
"Iya deh, ke kelas yuk sebentar lagi bel pulang."
Bastian maupun Kayla melangkah menjauh dari toilet, namun baru beberapa langkah seseorang menarik tangannya.
Ia membalikkan tubuhnya, ternyata yang menarik tangannya adalah Arga. Ia lihat Arga menatap tajam ke arahnya dan Bastian.
"Kamu ngapain berduaan sama dia di toilet?"
"Loh kamu sendiri ngapain di toilet perempuan?"ujar Kayla balik bertanya, walaupun hatinya sedikit luluh karena bekal yang di bawakan Arga, tapi rasa kesalnya masih tetap ada.
"Aku mau samperin kamu, tadi aku ke kelas buat ketemu kamu tapi teman kamu bilang kamu keluar sama Bastian, aku cari kamu ternyata di sini."
"Mau ngapain?bel pulang masih lama."
"Apa harus ada alasan ya buat ketemu kamu? Kay kok aku ngerasa kamu berubah ya sekarang."
Arga melirik sebentar ke arah Bastian "Jangan bilang kamu dipengaruhi sama dia?"ujar Arga lagi.
"Loh kenapa jadi salahin gue?Kay gue balik ke kelas duluan, makasih udah mau bersihin baju gue."
Bastian pergi tanpa menunggu jawaban darinya.
"Dengar kan kata Bastian tadi?itu alasan kenapa aku dan dia di sini. Jadi jangan asal nuduh!"
"Iya aku minta maaf, aku cuma khawatir aja."
"Khawatir kenapa? khawatir aku selingkuh sama Bastian?"
Arga tak menjawab, Kayla berdecih ia melepaskan pegangan tangan Arga dari tangannya.
"Kalau memang aku berniat selingkuh, aku akan lakuin dari dulu Ga. Saat kamu lebih mentingin teman-teman kamu daripada aku, di saat kamu tebar pesona pada penggemar kamu di depan aku, aku tetap bertahan dan gak ada niat sedikitpun untuk selingkuh. Arga, apa kamu berpikir cinta aku sedangkal itu buat kamu?"
"Maaf."
Hanya kata itu yang keluar dari Arga. Kayla menarik napasnya berusaha menetralkan emosinya, ia sudah malas meladeni kekasihnya ini.
"Kamu antar Kanaya pulang, hari ini aku mau sendiri dulu."
"Oke, kamu tenangkan diri kamu dulu, besok kita bicara lagi."
Sebelum pergi seperti biasa Arga selalu mengusap pucuk kepalanya
"Jangan lama-lama ya marahnya, aku gak suka kita kaya gini."Setelah mengucapkan itu Arga benar-benar pergi meninggalkannya.
Kayla menatap punggung Arga yang menjauh, laki-laki itu selalu membuatnya bingung.
___
Kayla menendang kerikil-kerikil kecil yang ia lewati, sesekali ia menyeka keringat di pelipisnya. Arga benar-benar mengantar Kanaya pulang dan meninggalkannya, tadinya ia akan meminta Bastian untuk mengantarkannya tapi sayangnya laki-laki itu pulang bersama Sasha, ingin memesan angkutan umum sialnya uangnya habis dan ia tidak membawa uang lebih. Terpaksa ia harus berjalan dari sekolah menuju rumahnya.
Kayla duduk sebentar di pinggir jalan, ternyata jarak rumahnya cukup jauh jika berjalan kaki, masih ada setengah jalan lagi untuk sampai di rumahnya. Ia mengedarkan pandangan nya mencari gang kecil yang bisa menjadi jalan tikus untuk sampai di perumahannya.
Kayla berdiri melanjutkan perjalannya, ia terus berjalan dan berharap segera menemukan gang itu. Tak lama, ia menemukan sebuah gang kecil, yang pernah ia lewati bersama Sasha dulu untuk menuju rumahnya.
Kayla masuk ke dalam gang dan menelusuri jalan di sana, ia melihat-lihat sekitar mencoba mengingat rute menuju rumahnya.
Ia mengerutkan alisnya karena sepertinya ia tersesat, di depannya kini hanya ada gang buntu yang kumuh, ia menghela napas sudah jauh-jauh ia menelusuri gang ini malah tersesat.
"Eh? ada cewek."
Kayla berbalik ketika mendengar ada orang lain di sana selain dirinya, ia lihat ada empat laki-laki yang memakai seragam sekolah yang cukup urakan tapi sepertinya mereka bukan dari sekolah nya.
"Mau gabung sama kita-kita?"ajak salah-satu laki-laki yang memegang rokok.
Kayla tak menjawab, ia memberanikan diri untuk melangkah maju dan berjalan menjauh dari mereka.
"Maaf gue salah tempat,"ujarnya.
Salah satu laki-laki itu menahan tangannya supaya tidak pergi. "Mau kemana buru-buru banget."
Kayla berusaha melepas pegangan tangan laki-laki itu. "Lepas, gue cuma mau pulang dan gak sengaja tersesat."
"Gue lepas asal Lo temenin kita-kita dulu."
Kayla menatap takut ke arah laki-laki yang memegangnya.
"Lepasin aja lah Yan, kita di sini bukan buat main cewe,"ujar salah satu laki-laki yang memakai topi.
"Diem, Lo kalau gak mau yaudah"
"Yan lepas aja lah, Lo jangan rusak anak orang,"ujar laki-laki yang lain.
Laki-laki yang di panggil Yan itu tetap memegang tangannya, Kayla gemetar ketakutan dari keempat orang itu hanya laki-laki ini yang menakutkan.
"Lepas! gue mau pulang."
Laki-laki itu hanya tersenyum miring. "Udah gue bilang, gue akan lepasin lo kalau Lo temenin gue dulu."
Kayla menggeleng kuat. "Engga, dasar cowok cabul, Lo masih sekolah ya bisa-bisanya ngelakuin hal ini!"
Laki-laki itu terkekeh. "Kenapa kalau gue masi sekolah?"
Kayla semakin ketakutan, otaknya berpikir keras bagaimana caranya agar bisa terlepas dari laki-laki ini. Ketiga teman laki-laki itu memang tidak mengganggunya, tapi sialnya mereka juga hanya diam melihat temannya yang satu ini sedang mengganggunya.
Ia memejamkan matanya lalu dengan sekuat tenaga menendang area sensitif laki-laki itu.
"Cewek sialan!"