NovelToon NovelToon
NAFSU SUAMI IMPOTEN

NAFSU SUAMI IMPOTEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Wanita Karir / CEO / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratu Darah

Michelle Valen seorang seniman muda terkenal yang meninggal karena penghianatan sahabat dan tunangannya, ia berpindah jiwa kedalam tubuh Anita Lewis.
Diberikan kesempatan hidup kedua ditubuh orang lain, ia memulai pembalasan dendam dan merebut kembali identitas dirinya yang telah direbut oleh mereka.
Pernikahan dadakan dengan Dion Leach sang CEO gila yang terkena racun aneh, menjadikannya batu loncatan demi bertahan hidup, keduanya sama-sama saling memanfaatkan dan menguntungkan.

Mau tau kelanjutan dan keseruan ceritanya?
Silahkan mampir guys....
Happy reading, semoga cukup menghibur...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Darah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Suamiku Jauh Lebih Unggul

Saat Anita Lewis selesai membaca postingan itu, notifikasi sudah meletup-letup di kolom komentar. Maklum, Selene Lewis adalah seorang seleb internet dengan follower jutaan, tentu saja cuitannya yang baru di unggah bikin geger sejagat maya.

Tanpa baca lebih jauh, Anita langsung melempar ponselnya ke Gerry Lewis. “Baca sendiri. Ini adik kesayanganmu, yang katanya selalu baik sama aku.”

Gerry cemberut, ia membaca sebentar, lalu menarik napas panjang. “Selene masih muda, masih ceroboh sama seperti dulu. Maafin dia sebagai kakak, ya?”

Anita ngakak, “Hahahah, bro, dia cuma beda dua bulan doang dari aku. Masi mau bilang dia masih berbentuk zigot seperti dulu?”

Gerry langsung diam tak bisa membalas perkataan Anita.

Sementara itu Selene yang dari tadi dikurung di peti es, kini sudah menggigil hebat. “A-Anita… aku udah posting tweet-nya. Boleh keluar nggak? Dingin banget di sini…”

Anita melirik ke arah Suzanne, ibunya Selene. “Tergantung mamamu.”

Suzanne sudah edit tweet versinya sendiri, jempol tinggal sentuh tombol kirim, pas Anita melihat.

Suzanne akhirnya menyerahkan ponselnya. “Kalau Anita mau, biar Selene segera keluar.”

Anita cuma melirik sekilas, lalu ia balikin ponselnya. “Baca keras-keras. Biar semua orang bisa denger versi kamu tentang gimana rupa ibu tiri ideal menurut kalian.”

Suzanne ragu. Tapi melihat putrinya gemetar ketakutan, dia sudah tak peduli citra lagi.

Dengan suara berat tapi jelas, Suzanne berkata, “Aku dulu sengaja ganti obat pneumonia Anita. Semua yang Selene lakukan, atas saran aku. Aku nggak pernah benar-benar cinta sama Anita. Kalau aku menunjukkan cinta, itu justru bakal menghancurkan dia.”

Kalimatnya tenang tapi cukup buat ngerobek topengnya.

Mulai detik itu, hubungan ibu dan anak tiri itu selesai.

Anita mendengus pelan. “Denger kan, Gerry?”

Gerry buru-buru mengelak. “Dia cuma ibu tiri. Wajar kalau nggak cinta kamu sepenuhnya.”

Anita tertawa geli tapi getir,“ Ahahha.... hhh…”

Philip, sang kepala pengawal, hampir meledak amarahnya. Ia tak pernah melihat seorang ayah sepicik itu.

Philip lalu mendekat ke Anita, berkata dengan sopan, “Nona, boleh saya buka petinya?”

Anita mengangguk santai, “Silakan.”

Klik!

Bbruk.

Penutup peti terbuka. Selene langsung gemetar, kakinya goyah saat memanjat keluar. Begitu turun ke lantai, duk!

Ia langsung duduk, menangis sesenggukan.

Tiba-tiba.....

Vvruuumm!

Sebuah mobil sedan hitam super low profile melesat masuk seperti cheetah dan berhenti mulus di pintu depan rumah keluarga Lewis.

Philip refleks memberi isyarat ke para penjaga untuk minggirkan peti dan semua barang agar jalanan lapang.

Lalu ia cepat-cepat maju membuka pintu belakang mobil, membungkuk dalam.

Melihat respect para penjaga, Gerry panik. Kirain itu Drake Leach, sang kakek dari keluarga Leach.

Jangan-jangan kekacauan semua ini bikin Tuan Leach marah besar?!

Gerry langsung mencoba menarik Anita, maunya biar Anita yang pasang badan.

Tapi…

Yang turun dari mobil bukan kakeknya. Philip menunduk dan berkata, “Tuan Muda.”

Semua refleks berbalik menatap.

Seorang pria turun. Postur tinggi tegap, wajah tampan yang tajam, aura cuek tapi dingin dan absolut.

Sosok itu adalah Dion Leach.

Bukan seorang monster yang buruk rupa seperti gosip.

Selene terpaku, mulutnya sampai menganga.

Karena pria itu… terlalu menakutkan sekaligus terlalu indah dipandang mata.

Begitu Dion Leach melangkah mendekat, langkahnya panjang, santai tapi tegas. Anita langsung gugup tanpa alasan, jantungnya berdetak lebih kencang.

Dug Dug Dug.....

Refleks, Anita mundur selangkah. Dion tambah maju. Anita mundur lagi. Atmosfer langsung tegang tapi... entah kenapa juga bikin deg-degan.

Dion sempat menahan tangan Anita, suaranya rendah dan dalam, “Mau kabur ke mana Nyonya Leach?”

Telapak tangan pria itu terasa panas. Anita spontan meringis kecil. “Panas…” katanya sambil mencoba menarik tangannya.

Philip begitu gesit, cekrek, ia segera mengambil gambar menggunakan ponselnya. Lalu langsung sodorin payung ke Dion.

Dion tetap menggenggam pergelangan tangan Anita dengan tangan kiri, tangan kanannya memegang payung. Santainya sungguh keterlaluan. “Jadi... kamu setuju soal gantian itu?” suaranya berat, dan dingin.

Anita tau kalau dia jawab “ya”, bisa dipelintir habis pergelangannya.

Jadi dia cukup tersenyum manis... tapi penuh penghindaran. “Enggak. Kamu terlalu tampan dan kaya, aku ogah setuju.”

Dion sempat menyempitkan mata, “Yakin?”

Anita mengangguk cepat. “Yakin.”

Dion menatap lurus, tanpa kedip. “Kalau begitu... aku siapa bagimu?”

Anita langsung nge-freeze, pikirannya loading…

Dion semakin mengecilkan mata, radar bahaya kebaca dengan jelas. “Hmm?”

Anita teringat pesan misterius di telepon. Pipinya auto memerah. Ia nekat, lalu menjawab pelan tapi jelas, “Mmm, kamu.... suamiku.”

Begitu selesai ngomong, wajahnya langsung hssss panas kayak disetrika.

Tapi Dion malah terlihat puas banget. Tiba-tiba dia menarik Anita masuk kedalam pelukannya. “Barangmu udah siap?”

Anita hampir lemas karena mencium aroma tubuh Dion yang wangi obat herbal, terasa dingin dan maskulin. Ia lalu ngangguk malu, “Sudah. Di atas tuh.”

“Ayok berangkat.” Tanpa banyak suara, Dion akhirnya mengangkat Anita. Digendongnya didepan ala bridal style.

Philip langsung sigap kasih aba-aba kepada para pengawal buat ambil barang Anita. Pintu mobil dibukain dengan super hormat.

Selene melihat Dion mau pergi, langsung reflek buka mulut, “Tuan Leach, tunggu....”

Dion jalan terus, tak menoleh sedikitpun. Ia pun tak menjawab panggilan Selene. Seolah ia tak mendengarnya.

Selene langsung jatuh harapan. Wajahnya mirip kue yang sudah bantat.

Gerry buru-buru maju. “Tuan Leach, mungkin bisa masuk sebentar? Saya dan Anita belum...”

Dion berhenti. Matanya turun ke Anita aja. “Benarkah?”

Anita geleng cepat. “Nggak.”

Gerry langsung menatap Anita dengan tatapan garang, gesture tubuhnya seolah menyuruh “BIARKAN DIA TINGGAL”.

Selene ikutan berkata, “Tuan Leach, kalau tidak keberatan... tinggal dulu untuk makan siang.”

Suzanne langsung pasang senyum sok anggun, “Iya.... Selene jago masak, lho…”

Dion hanya memalingkan wajah sejenak, lirikan setipis silet dan dingin. “Aku keberatan. Aku nggak makan sesuatu yang bahkan nggak selevel makanan babi.”

DUARRR.

Selene dan Suzanne langsung membeku. Wajah mereka merah pucat bercampur aduk.

Anita ngakak kecil. “Ahaha.... Tajam juga nih lidah cowok gue.”

Lalu Anita melempar peluru ampuh berupa ucapan maut ke Joshua. “Tuan Hodges, tolong jaga tunanganmu itu. Jangan sampe dia coba merebut cowokku, eh bukan.... suamiku, apalagi setelah dia tahu suamiku jelas lebih unggul daripada kamu.”

Dion meninggikan alisnya. Kepuasan jelas tergambar begitu keliatan diwajahnya.

Mobil Dion pun akhirnya pergi.

Joshua melihat Selene masih memandang mobil Dion seperti patung museum. Sakit hati langsung naik level.

“Selene.” suaranya dalam dan berat.

Selene langsung tersadar. Matanya basah, wajah bersalah terpampang jelas. “Joshua... maaf... aku tidak bermaksud menyeretmu ke dalam ini…”

Ia paksa berdiri, meski lututnya sakit parah, jalannya tertatih mendekat ke arah Joshua.

Joshua melihat itu... dan dalam hati ia mengakui.

Meski caranya kadang bodoh, Selene memang sangat mencintainya.

Tak mungkin dia jatuh cinta pada Dion.

Tuan Leach itu kan iblis berumur pendek. Gila dan brutal.

Tidak mungkin Selene Lewis jatuh hati padanya.

---

Bersambung......

1
Maycosta
Tetap sehat dan semangat sukses selalu ya
Noona Manis Manja: Terimakasih kk 😍
Salam sukses untukmu juga 🤗
total 1 replies
Binay Aja
tetap semangat nulisnya 💚
Noona Manis Manja: Terimakasih kk , tetap semangat juga untukmu ... salam kenal juga 🙏🏻
total 1 replies
Binay Aja
Hai, kak. Salam kenal cerita nya seru. jika berkenan singgah ke rumah ku yuk, Sentuhan Takdir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!