NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Ibu susu / Pengkhianatan
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Hidup Aulia Maheswari berubah dalam sekejap. Sebuah pengkhianatan merenggut kepercayaan, dan luka yang datang setelahnya memaksanya belajar bertahan.
Saat ia mengira hidupnya hanya akan diisi trauma dan penyesalan, takdir mempertemukannya dengan sebuah ikatan tak terduga. Sebuah kesepakatan, sebuah tanggung jawab, dan perasaan yang tumbuh di luar rencana.
Namun, bisakah hati yang pernah hancur berani percaya pada cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Rumah sesungguhnya...

"Oke, aku pasang lima miliar saja harganya ya," ujar Zara sambil bersiap memposting penjualan rumah milik Aulia di media sosial.

"Terserah kalian," jawab Aulia ringan. "Yang penting cepat laku."

Nada suaranya datar, seolah rumah itu tidak lebih dari urusan administratif yang ingin segera ia selesaikan. Ia mempercayakan semuanya pada kedua sahabatnya, pada orang-orang yang tidak pernah pergi bahkan saat hidupnya runtuh.

"Oh ya, Lia, satu lagi…" Daisy menambahkan. "Kafe kamu sekarang selalu ramai. Kata Diana, kita sudah butuh tambahan karyawan. Pengunjungnya naik berkali-kali lipat, dia mulai keteteran kalau harus ngurus hampir dua puluh empat jam. Aku juga sekarang jarang ke sana karena harus kerja di kantor, kata Papi."

"Aih, soal itu kamu urus dulu saja, Daisy," sahut Aulia santai. "Kalau rumahnya sudah terjual, aku kasih kamu bonus lebih banyak."

Tok… tok… tok…

“Permisi, mbak.”

Pembicaraan mereka terhenti. Suara Tyas terdengar dari balik pintu kamar Aulia, disusul tangis Leonel yang langsung menyusup sampai ke dalam.

“Leonel… ya Allah.”

Aulia bergegas berdiri dan membuka pintu. Tangis Leonel menggema di sudut kamar, menusuk naluri keibuannya.

“Sayang… maafin mami…” ucapnya panik sambil menggendong bayi itu. “Aish, gara-gara kalian berdua kebanyakan ngobrol!”

Ia menenangkan Leonel dengan cekatan, tak lupa menyalahkan kedua sahabatnya karena lupa waktu, lupa bahwa ada bayi yang mungkin sudah kelaparan.

“Dih, kita juga yang disalahin,” bisik Zara sambil memperhatikan Aulia yang tanpa canggung menyusui Leonel di depan mereka.

'Semoga kamu terus bahagia ya, Lia, dengan kehadiran Leonel di sisi kamu,' batin Zara. Matanya mengikuti setiap gerakan telaten Aulia, setiap sentuhan lembut yang seolah lahir begitu alami.

Daisy menelan ludahnya pelan. 'Harusnya sekarang kamu mengurus putrimu sendiri ya, Lia… harusnya di saat-saat begini kamu bahagia bersama darah dagingmu…' batinnya getir. Kenangan tentang luka sahabatnya kembali menyeruak, membuat dadanya terasa penuh.

Kedua sahabatnya sama-sama terdiam, larut dalam pikiran masing-masing, memandang Aulia dengan senyum yang hangat sekaligus menyakitkan.

.

.

"Kita pergi makan dulu kali ya." Mereka semua keluar dari kamar, berjalan menuju meja makan. Di sana, Mama Kania bersama Bibi Mala, asisten rumah tangga, sudah sibuk menata berbagai hidangan yang masih mengepul hangat.

Malam itu terasa akrab. Suara sendok beradu pelan dengan piring, sesekali diselingi tawa ringan yang membuat rumah besar itu terasa lebih hidup.

Aulia makan sambil memangku Leonel. Bayi itu belum juga tertidur. Jari-jari kecilnya sibuk memainkan kerah baju Aulia, lalu tiba-tiba terkikik renyah hanya karena melihat mulut Aulia bergerak saat mengunyah. Tawa polos itu menular, membuat siapa pun yang mendengarnya ikut tersenyum.

"Sialan, boleh gak sih Lia, aku culik anaknya nanti!" ujar Zara gemas, matanya tak lepas dari Leonel yang terus berceloteh dengan bahasa bayinya.

"Hanya kamu satu-satunya orang yang berniat culik tapi malah memberitahu ibunya, Zara..." sahut Daisy sambil menggeleng pelan, sudut bibirnya terangkat.

"Haihhh, habisnya gemesss banget. Tau gitu aku juga bawa Zeze tadi ya."

"Ngapain juga ditinggal di rumah. Untung Zeze lebih lengket sama opanya, jadi ibunya bebas," balas Daisy santai.

Leonel kembali tertawa, kali ini lebih keras, seolah merasa dirinya memang sedang menjadi pusat perhatian. Aulia menunduk, mengecup puncak kepala bayi itu dengan lembut sebelum kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.

Untuk sesaat, hangatnya meja makan itu seperti menutupi semua luka yang pernah ada.

.

.

Selesai makan, mereka masih duduk di meja, mengobrol ringan tentang banyak hal. Tawa kecil beberapa kali terdengar, menghangatkan malam yang perlahan semakin larut. Tak lama kemudian, mobil suami Zara sudah datang menjemput, membuat wanita itu berpamitan sambil masih sempat mencubit gemas pipi Leonel sebelum pergi.

Setelah suasana sedikit lebih tenang, Aulia menyuruh Tyas membawa Leonel ke dalam kamar. Daisy ikut berjalan di belakang mereka. Katanya ingin bermain dengan Leonel sampai bayi itu tertidur, meski Aulia tahu sahabatnya itu sedang berusaha memberi ruang agar ia bisa berbicara berdua dengan Mama Kania.

Ruang makan mendadak terasa lebih lengang.

Aulia menarik napas pelan. Ekor matanya melirik Mama Kania yang masih duduk membantu Bibi Mala membereskan piring. Tanpa banyak kata, Aulia bergeser dan duduk di samping wanita paruh baya yang sangat ia sayangi itu.

"Ma… Aulia boleh bicara sebentar?" suaranya lembut, tapi ada beban di dalamnya.

Mama Kania menoleh, senyumnya hangat seperti biasa. "Tentu saja boleh, sayang. Sejak kapan Aulia harus minta izin kalau mau bicara sama Mama?"

Aulia melipat bibirnya, tersenyum tipis. Ada haru yang ikut terselip di sana.

"Kita ngobrol di ruang keluarga aja ya, Ma."

Mama Kania mengangguk tanpa banyak tanya. Mereka berjalan berdampingan, meninggalkan meja makan yang kini mulai lengang. Ruang keluarga terasa tenang, hanya lampu kuning redup yang menyelimuti ruangan dengan kehangatan.

"Kamu mau ngomong apa, sayang?" tanya Mama Kania begitu mereka duduk.

Aulia tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan, seolah sedang mengumpulkan keberanian yang tercecer. Tatapannya jatuh ke lantai sesaat sebelum akhirnya kembali pada wajah wanita di depannya.

Keraguan itu jelas ada.

Jujur saja, ini bukan hal mudah untuk diucapkan. Duduk sedekat ini dengan Mama Kania justru membuat dadanya terasa semakin berat. Wanita di hadapannya bukan sekadar ibu sambung. Dia rumah. Dia tempat pulang ketika dunia terasa runtuh.

Dan justru karena itu, Aulia takut.

Takut jika kalimat yang akan keluar dari mulutnya nanti terdengar seperti palu yang memecah sesuatu yang selama ini mereka jaga bersama.

Ini bukan tentang membalas luka. Bukan pula soal amarah. Aulia hanya ingin tetap berdiri tegak tanpa harus menginjak perasaan orang yang ia cintai.

Sempat terlintas di benaknya untuk mengurungkan niat itu. Mungkin lebih mudah diam saja. Mungkin lebih aman membiarkan semuanya berjalan seperti biasa.

Namun Aulia tahu, ia tidak bisa terus menghindar.

"Ma…" panggilnya pelan.

Mama Kania menunggu. Tidak mendesak. Tidak memotong. Hanya menatap dengan sabar, seakan memberi ruang agar Aulia bisa menyusun kata-katanya sendiri.

"Aulia mau minta pendapat Mama dulu sebelum ambil keputusan," lanjutnya akhirnya. Jarinya saling bertaut, menggenggam erat kegelisahannya sendiri.

"Aulia… mau jual rumah itu, Ma."

Hening.

Tidak ada suara selain detak jam di dinding.

Tatapan Mama Kania tidak berubah drastis, tapi sorot matanya melembut. Ada sesuatu yang berpendar di sana, sesuatu yang tidak bisa langsung diberi nama.

"Itu rumah hadiah Papa waktu Aulia menikah," suara Aulia kembali terdengar, lebih pelan. "Sekarang… rasanya Aulia tidak punya alasan lagi untuk mempertahankannya."

Ia berhenti sebentar, menelan getir yang hampir naik ke permukaan.

"Tapi yang tinggal di sana Arumi… anak Mama dan adik Aulia. Karena itu Aulia tidak mau memutuskan tanpa bicara dulu."

Mama Kania terdiam cukup lama. Tangannya perlahan bergerak, menutup punggung tangan Aulia dengan genggaman hangat yang familiar.

"Aulia," ucapnya pelan, "yang disakiti itu kamu." Kalimatnya sederhana, tapi berat.

"Kamu berhak menentukan apa pun atas rumah itu. Mama tidak akan melarang."

Ia menarik napas, lalu melanjutkan dengan suara yang tetap tenang, meski ada retak halus di dalamnya. "Arumi sudah memilih jalannya sendiri sejak hari dia pergi tanpa restu Mama. Bahkan sampai sekarang… dia tidak pernah pulang. Tidak pernah menjelaskan apa pun."

Ada jeda. Bukan karena Mama Kania kehilangan kata, tapi karena ia sedang menahan sesuatu agar tidak tumpah.

"Kalau dia masih menganggap Mama ada," lanjutnya lirih, "dia pasti pulang."

Aulia merasakan genggaman itu sedikit menguat.

"Mama kecewa… sangat. Tapi keputusan ini bukan tentang Mama. Ini tentang kamu dan hidup kamu ke depan."

Wanita itu menatap Aulia dalam-dalam.

"Jangan menahan langkah hanya karena takut melukai Mama. Mama justru akan lebih terluka kalau kamu terus bertahan di tempat yang menyakiti kamu."

Dada Aulia menghangat. Matanya mulai berkabut.

"Jadi lakukan apa yang menurut kamu baik, sayang," bisik Mama Kania. "Mama ada di pihak kamu."

Dan di detik itu, Aulia tahu satu hal pasti. Ia mungkin kehilangan banyak hal dalam hidupnya.

Tapi tidak rumah ini. Tidak wanita yang kini menggenggam tangannya erat.

Aulia berhambur ke dalam pelukan Mama Kania. Tangisnya pecah tanpa bisa ia tahan, membasahi bahu wanita yang selalu ia anggap rumah itu. Pelukan hangat itu langsung mengurungnya, menenangkan, seolah berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Di sana, dalam dekap yang familiar, Aulia akhirnya membiarkan dirinya rapuh. Tidak ada yang perlu ia sembunyikan. Tidak ada yang perlu ia kuatkan.

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dadanya terasa sedikit lebih ringan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Nih double🤭

1
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
ayo double up thor/Scream//Scream/...rumahnya semoga cepet laku/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Di pasang harga murah rumahnya
total 1 replies
Mundri Astuti
baru ngisi rmhnya yg baru...tettottt ternyata hasil dari penggelapan yg Ardian lakuin...tarik lagi dehhh...

buruan jual Aulia, biar mereka ga bisa balik ...jadi gelandangan sekalian
cinta semu
mereka pergi bukan Krn merasa tak pantas tinggal di rmh u tapi Krn Adrian dah punya rmh baru .. Aulia gercep cari info akurat ...biar Adrian sm Arumi tdk semakin jumawa
Sunaryati
Sebelum Adrian dan Arumi mendapatkan hukuman di dunia ini emak belum ngasih 5 ⭐Ternyata Aulia punya usaha yang maju 👍👍
Lisa
Bersyukur Mama Kania selalu me dampingi Aulia..semangat y Aulia..
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mbuhhh sebelum 2 keong racun mendapatkan karma aku masih ngambek ke author nya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: ngambek kenapa lagi iniii😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
doubel tpi penuh bawang😐😐😐
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dihhh/Hammer//Hammer//Hammer//Facepalm/
total 2 replies
Mundri Astuti
terimakasih thor ❤️
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
bagus Lia, ayo keluar dari lingkaran sedih dan terpukulnya. kini waktunya kamu berkembang lagi/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wih keren auli mulai bangkitttt
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: biar kagak nangis mulu ah, kemarin-kemarin ampe migran di buat ama Aulia😭🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Lanjutkan Up nya Thor jangan lama" nnt aku lupa alurnya dri depan ♥️♥️♥️♥️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Siyap kak👌
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Krn Kamu Egois Arumi..hrsnya dari awal kalian jujur dgn papa tentang hubunganmu dgn Andrian... jangan salahin Ibumu..Porsi beliau sdh tepat sbg seorang ibu dn yg jdi korban itu Aulia....Arumi bodoh egois 😡😡😡
cinta semu
lanjut Thor ... ugal2an q bacany g terasa hampir jam :03 .00 ...😁hampir subuh .
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: tidur kak😭
total 1 replies
cinta semu
biarkan trauma Aulia pindah ke Arumi,, sekalian trauma ny Arumi bikin tambah gila ..biar sempurna derita ny Arumi
cinta semu
ternyata rentetan kejadian dlm hidup Aulia saling terhubung ,,suami di bil adik ny terus mantan suami karyawan ny pak Archio ,,,
cinta semu
kelakuan mahasiswi bergelar pelakor g pantas dpt ijazah ...mending ajari cuci piring ,ngepel sm masak biar jadi istri rumahan ..kampus g pernah kasih pelajaran jadi pelakor ,,entah Arumi kuliah di mana ,,belum lulus kuliah dah dpt gelar pelakor ..🤔
cinta semu
ayo Papi Archio, pecat saja mantan suami mami Aulia ..Krn dah bikin mi Aulia trauma ...
cinta semu
g ada karma instan buat Adrian & Arumi ...nunggu undangan dulu kali ya😁😁 tapi smg aja Aulia mudah move on..bisa hidup bebas dari duo belatung nangka
cinta semu
asli gedek liat suami macam Adrian,,,buat Adrian menderita seumur hidup ,,jgn pelit2 kasih hukuman buat Adrian Thor...
cinta semu
awal baca aja biasa aja tapi pas bab 2 ..bikin emosi meledak .. lanjutkan sampai tamat thor
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih kak🥺🙏

Asiyapppp👌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!