Teressa Adrian adalah gadis 19 tahun cantik dan cerdas..Di balik senyum ceria dan sikap nakalnya,Teressa menyimpan luka lama: sejak usia 10 tahun, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa kedua kakinya lumpuh akibat kecelakaan tragis yang hampir merenggut nyawanya.
Namun Teressa bukan gadis rapuh. Dengan dukungan keluarga dan tekad yang tak pernah padam, ia tumbuh menjadi sosok yang bersinar… hingga sebuah perjalanan studi lapangan mengubah segalanya.
Ledakan ban bus di tikungan pegunungan membawa Teressa ke ambang kematian. Di antara jeritan, darah, dan kegelapan, ia menukar satu harapan terbesarnya “keinginan untuk bisa berjalan kembali” tanpa sadar bahwa takdir benar-benar mendengarnya.
Saat ia terbangun, Teressa tidak lagi berada di dunia yang dikenalnya..Ia terlempar ke masa puluhan tahun silam, terbangun di tubuh seorang nona muda bangsawan angkuh, berkuasa, dan… memiliki kaki yang sempurna.
Namun hidup baru ini tidak semudah yang ia bayangkan..takdir barunya menuntut bayaran atas keajaiban yang ia dapatkan..dan mungkin takdir cinta yang tidak dia sangka-sangka.
Penasaran dengan kelanjutan cerita teressa..yuk kepoin…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Topeng monyet
“Tahun 1215 nona..”jawab mery.
“What the hell!!…ini mah zaman batu..”kaget teresa dengan bahasa konyolnya..padahal gadis pembenci pelajaran sejarah itu tidak tau tepanya zaman bau itu kapan.
“Nona semakin aneh saja..”batin mery.
____________________
Dari pagi hingga siang hari teressa hanya berdiam diri di kamarnya..hal itu membuat sang pelayan mery merasa aneh..padahal setiap pagi junjungannya itu akan berkeliaran dengan pakaian mewah dan make up tebal untuk menyalurkan bakat pembuat onar nya..entah pada siapapun itu..bisa pada rakyat biasa maupun lady bangsawan yang kebanyakan adalah musuhnya.
Tapi nonanya kali ini sunguh berbeda..dia manatap sang nona lekat..baju gadis itu masih memakai gaun tidur..rambut pirang gadis itu masih tergerai acak..dan jangan lupa wajah polos yang biasanya tertempel make up tebal sedari pagi hingga malam kini masih terlihat bersih tanpa noda..sungguh sosok yang berbeda.
apa hilang ingatan bisa merubah sifat?..tanya mery yang hanya mampu di tanyakan pada dirinya sendiri.
“Nona..apa nona tidak berjalan-jalan keluar?..”tanya mery pelan.
“Jangan mengangguku..aku sedang fokus..”ucap teressa sedikit keras.
Gadis itu tengah duduk bersila sambil memejamkan kedua matanya..kedua tangan gadis itu dia letakkan ke sisi keningnya..mencoba berkonsentrasi.
Mery yang melihat itu hanya bisa terdiam tampa berani bersuara lagi.
“Ayolah..”gumam teressa dengan kesal.
“Ah..sialan..”kesal teressa..dia sedari tadi mencoba fokus untuk mendapatkan ingatan pemilik asli…tapi sampai kakinya pegal pun ingatan itu tak kunjung datang.
Di saat kesalnya..tiba-tiba ketukan pintu membuat teressa dan mery langsung menoleh bersamaan..dan tampa diminta mery langsung bergegas membuka pintu itu..terlihat seorang pegawal di depan sana..mery mulai berbicara dengan sang pengawal..pembicaraan yang tidak terdengar jelas oleh teressa..dan tak lama mery kembali ke hadapanya.
“Nona..tuan duke meminta anda untuk mengikuti makan siang bersama..”lapor mery.
“Tuan duke?..apa dia ayahku?..”tanya teressa.
“Benar nona..beliau ayah anda..”jawab mery.
“Baiklah ayo..aku juga bosan disini saja..”ucap teressa menarik pelan tangan mery..membuat mery terdiam tidak percaya..seorang nona angkuh memegang tangan pelayan yang hanya kuman dimatanya itu..yang benar saja.
“Ada apa?.”tanya terissa yang melihat mery hanya terdiam menatap genggaman tanganya.
“Mm anu nona…nona harus bersiap-siap dulu..tidak mungkin nona akan pergi dengan keadaan seperti ini..”ucap mery.
“Kenapa?..ada yang salah dengan penampilan ku?..”tanya teressa.
“nona masih memakai gaun tidur..itu tidak baik dilihat orang..lagipula nona belum menata rambut dan menghias wajah..”jawab mery,
“Tidak pantas?..tidak pantas bagaimana..orang bajunya alim begini..”ucap teressa..baginya yang gadis modern baju yang di pakainya sekarang bisa saja di bawa ke pengajian..tapi disini malah tidak pantas..dia bahkan dulu hanya pakai hot pants dan kaos pendek di rumahnya.
“Tapi nona..nona bisa di tertawakan..”ucap mery.
“Siapa yang berani menertawakan ku..”jawab teressa cepat..tapi saat melihat tatapan memohon mery..dia menghela nafas pelan.
“Baiklah baiklah..bantu aku bersiap..”ucap teressa akhirnya..mendengar itu mery melebarkan senyumnya.
“Baik nona..”ucap mery bersemangat..entah kemana hilangnya rasa takut gadis pelayan itu.
.
.
.
“Sudah selesai nona..”ucap mery setelah dia memoleh wajah teressa..tapi teriakan sang junjungan membuat mery terperenjat kaget.
“Argg monyet…”teriak teressa saat melihat make up yang baru saja mery poles..ya bagaimana tidak..make up itu sangat tebal seperti badut.
“Apa-apaan kau ini..kau mau mendaftarkan aku ikut sirkus..”kesal teressa menatap sang pelayan yang menatapnya dengan binggung.
“Bukan memang biasanya begini nona?..”tanya mery pelan.
“Biasanya begini?..astaga..”ucap teressa pusing.
“Hapus kembali..”perintah teressa.
“Tapi hamba ingin menonjolkan kecantikan nona..”jawab mery.
“Menonjolkan?..ini terlalu mencolok..”sewot teressa.
“Kalau orang liat aku dari jauh bukannya terpesona..tapi malah dikira lampu lalu lintas..”sambung teressa.
“T.tapi ini gaya bangsawan nona..”ucap mery.
“Bangsawan yang mana?..”tanya teressa menatap sang pelayan kesal.
“Lihat..ini pipi atau alarm kebakaran..ini juga ayeshadow kayak lampu diskotik..”ucap teressa membenah make upnya.
“Ini bahkan lebih berantakan dari topeng monyet..”teressa benar-benar frustrasi melihat make upnya..sedangkan sang pelayan hampir menangis mendengar komentar sang junjungan..walau tak seseram biasa..tapi pelayan itu tetap takut.
Tanpa berkata teressa kembali menghapus make upnya dan membuat make up baru yang lebih segar.
“Nah begini baru bagus..”ujar teressa menatap wajah cantik di depannya.
Wajah itu sangat cantik jelita..saat di tutupi topeng monyet saja masih terlihat sangat cantik..apalagi setelah dipoles oleh teressa se natural mungkin..apalagi rambut yang biasa tersanggul itu kini tergerai indah..bertambah berkali-kali lipat kencantikan wajah itu.
“Nona cantik sekali..”kagum sang pelayan menatap wajah sang junjungan lekat.
“Aku tau..”jawab teressa bangga.
“Sudah..ayo pergi..”ucap teressa yang di angguki sang pelayan.
.
.
.
Teressa menatap kagum halaman paviliun di depannya..halaman yang luas asri dan sangat indah..walau di mansionnya dulu memiliki taman yang tak kalah indah..beda nya taman paviliun ini memiliki unsur kuno yang pekat.
“Wah..”seruan kagum terus terucap di bibir teressa selama masa perjalananya menuju ruang makan..seruan gadis itu membuat pelayan pribadinya dan beberapa pelayan yang lewat mengeryit heran menatap gadis itu.
“Itu arah kemana?..”tanya teressa menunjuk jalan setapak yang ada di samping kanannya.
“Itu arah menuju ruang perpustakaan nona..”jawab mery yang di balas anggukan mengerti dari teressa.
“Kalau arah itu..”tunjuknya lagi pada arah yang berbeda.
“Kalau itu arah menuju ruang minum teh nona..”jawab mery.
“Ruang minum teh?..”tanya teressa yang di angguki sang pelayan.
“Di dunia ku dulu minum teh ya di ruang makan..”gumam teressa..walau dia anak orang kaya..orang tuanya tidak akan segabut itu membuat ruang khusus untuk minium teh.
“Ga cepek ya penghuni tempat ini kalau mau apa-apa kudu pisah-pisah gitu..gue mah mager..”gumam gadis itu.
“Capek jadi orang kaya..”gumamnya lagi.
“Butuh peta ni gue cuma buat jalan-jalan disini..”ucapnya lagi.
Tidak terasa teressa dan pelayan pribadinya sudah sampai di pintu ruang makan..saat memasuki ruangan itu teressa di sambut oleh tiga orang manusia yang menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda.
“Hai..”sapa gadis itu tersenyum lebar sambil melambakan tangannya.
.
.
.
TO BE CONTINUE……
tapi bajunya Cina
mungkin bisa diperjelas dia masuk ke dunia kerajaan mana ya kak biar bisa lebih dibayangkan?