NovelToon NovelToon
Mereka Kebahagiaanku

Mereka Kebahagiaanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Penyelamat / Keluarga / Teen School/College / Teen / Anak Yatim Piatu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: FZR

ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************

Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.

ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.

hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.

siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MK 8 |GADIS YANG MALANG|

       Eltav bersama ketiga abang nya sedang menemani Feyza dan Fayren berjalan jalan di pasar malam, suasana di sana sangat ramai pengunjung dan penjual yang menjajakan jualan mereka apalagi saat malam minggu seperti ini.

Kedua nya sangat senang dan bermain ke sana kemari dengan di temani oleh daddy dan para om nya, daddy nya juga membelikan jajanan yang ada di sana.

Dan saat ini mereka sedang duduk di bangku taman sambil memakan jajanan yang mereka beli tadi.

"sudah puas main nya?" tanya Eltav dan Feyza hanya mengangguk karna sudah mengantuk.

"ya udah yuk pulang"

Eltav pun melihat Fayren yang ternyata sudah tertidur di pangkuan nya, ia pun menggendong nya dan meminta bang Veer untuk menggendong Feyza.

Mereka pun menuju parkiran dan pulang ke rumah, namun saat di pertengahan jalan mereka menemukan seorang gadis tergeletak tak sadarkan diri di tepi jalan. Eltav pun meminta bang Zandy untuk berhenti dan melihat kondisi nya dengan di ikuti oleh Eltav yang masih menggendong Fayren.

"bagaimana El?" tanya Zandy.

"kita bawa pulang dulu, besok kalo dia bangun kita tanyakan"

"baiklah"

Zandy pun menggendong gadis tersebut dan meletakkan nya di samping Eltav yang tadi nya di tempati Veer dan Feyza yang kini pindah ke belakang.

"bang Joy, tolong telpon kak Rachel, ada pasien di rumah" titah Eltav.

"baik"

Joy pun segera menelpon Rachel yang juga merupakan seorang dokter pribadi yang biasa di panggil untuk mengobati para maid yang sakit. Sedangkan di tempat dokter Rachel, dokter Rachel bergegas menyiapkan peralatan nya setelah di telpon meskipun bingung karna biasa nya pasien nya di paviliun bukan di rumah.

Sesampai nya di rumah, Eltav pun langsung naik ke lantai dua di ikuti Veer yang menggendong Feyza dan Zandy yang menggendong gadis tadi sedangkan Joy di minta untuk memanggil bu Ika untuk menggantikan pakaian gadis tersebut.

"baringkan gadis itu di kamar Fey saja karna anak anak masih tidur bersama gue sekarang"

"oke"

Eltav pun masuk ke kamar nya untuk membaringkan Fayren begitu juga dengan Veer, setelah itu mereka pergi ke kamar Feyza yang di tempati gadis tadi dan ternyata di sana sudah ada dokter Rachel.

"bagaimana keadaan nya kak?" tanya Eltav.

"tubuh nya banyak luka dan memar baik lama mau pun baru dan mungkin kondisi mental nya sedikit terguncang, besok kakak akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut"

"tadi sudah kasih salep dan ini resep obat nya, untuk salep nya di kasih saat pagi dan malam ya"

"baik kak, terima kasih"

"jangan sungkan El, kakak siap kapanpun lo panggil"

"hm"

"kalo gitu kakak pulang dulu ya, besok kakak datang lagi mungkin jam 9 nan"

"oke"

"mang Irfan mana bu?" tanya Eltav.

"mang Irfan ada di depan tadi ikut jaga di pos" jawab bu Ika.

"sini biar abang aja yang kasih ke mang Irfan" pinta Zandy.

"baiklah, ini uang nya sekalian"

"oke"

"abang sama ibu juga istirahat gih, udah malem"

"lo juga istirahat El, dari tadi lo belum istirahat" ucap Veer.

"iya bang, nanti gue istirahat"

Veer, Joy dan bu Ika pun kembali ke kamar nya masing masing. Eltav pun duduk di samping kasur dan melihat wajah gadis tersebut yang putih bersih karna tadi bu Ika sudah membersihkan nya.

Eltav kemudian pergi ke dapur untuk mengambil bubur instan, mangkuk, sendok dan segelas air putih, setelah itu ia kembali ke kamar Feyza dan meletakkan apa yang ia bawa di atas nakas lalu memasak air di sana (pake alat yang kayak di hotel itu apa nama nya, saya gak tau).

Setelah selesai, ia pun membuatkan bubur untuk gadis tersebut dan kembali meletakkan nya di atas nakas karna gadis itu belum bangun.

Eltav pun pergi ke kamar nya untuk melihat kedua anak nya karna biasa nya kedua anak nya akan terbangun dan meminta susu saat tengah malam seperti ini.

Dan benar saja, kedua nya sudah bangun dan turun dari kasur.

"eh kenapa turun hm?" tanya Eltav.

"mau cali daddy" jawab Feyza.

"daddy sudah di sini, sebentar ya daddy buatkan susu nya dulu"

Eltav pun segera membuatkan susu untuk kedua anak nya di dot, setelah jadi ia pun memberikan dot nya pada kedua anak nya. Tiba tiba ia mendengar suara seseorang jatuh dan benda pecah dari kamar samping.

GEDEBUK

CPYAR

"suala apa itu dad?" tanya Feyza.

"sebentar ya, daddy mau ke kamar sebelah dulu buat cek" ucap Eltav dan langsung pergi berlalu.

Saat memasuki kamar Feyza, ia melihat gadis yang tadi berbaring di kasur kini sudah terduduk di lantai, ia pun langsung menghampiri nya dan membantu nya untuk duduk di kasur.

"kamu gak papa? Ada yang sakit atau luka?" tanya Eltav khawatir.

"a..aku gg...gak papa" jawab nya gugup.

"daddy" panggil Feyza.

"eh kalian ikut daddy, sini masuk, duduk samping kakak sini dulu ya, daddy mau beresin ini dulu"

Kedua anak nya pun menurut dan langsung duduk di samping gadis tadi, sedangkan Eltav membereskan pecahan gelas tadi. Setelah itu, Eltav turun ke bawah untuk membungkus pecahan tadi dan membuang nya lalu kembali mengambil minum dan kembali ke atas.

"daddy, buna nangis" adu Feyza.

"dia bukan buna girl, dia kakak" ucap Eltav memberitahu.

"Fey mau punya buna" ucap Feyza dengan mata berkaca kaca membuat si bungsu juga ikut mewek.

Eltav pun menghela nafas nya kasar, Eltav mengerti keinginan mereka yang menginginkan sosok ibu dan membutuhkan kasih sayang nya.

"oke, jangan nangis ya, tunggu kakak nya sembuh dulu baru nanti tanya sama kakak nya ya" kedua nya pun mengangguk.

"kamu kenapa? Ada yang sakit? Mana yang sakit hm?" tanya Eltav yang kini beralih pada gadis itu.

"gg..gak ada" jawab nya dengan masih menunduk dan air mata nya masih mengalir.

"lalu?"

"kamu gak marah?"

"marah? Kenapa?"

"karna aku pecahin gelas nya hiks hiks maaf, aku gak sengaja"

Eltav pun refleks memeluk nya dan menenangkan nya serta mengatakan bahwa ia tidak marah.

"sudah, tidak apa apa, ayo sekarang makan dulu, bubur nya sudah dingin tuh"

Dengan telaten Eltav menyuapi gadis itu dan melihat kedua anak nya yang sudah berbaring di kasur sambil meminum susu nya.

Setelah bubur nya habis, ia pun memberikan nya minum tak lupa juga obat nya lalu meletakkan semua nya di atas nakas.

"sebentar, aku mau pindahkan mereka dulu" ucap Eltav yang melihat kedua anak nya tertidur setelah susu nya habis.

"anu....biarkan mereka tidur di sini" ucap nya.

"apa tidak apa apa?" gadis itu mengangguk.

Akhir nya Eltav hanya merubah posisi mereka saja lalu setelah itu meminta gadis itu untuk kembali beristirahat.

"apa aku boleh bertanya?"

"silahkan"

"kenapa? Aku bisa ada di sini?"

"aku semalam melihatmu tergeletak tidak sadarkan diri di tepi jalan jadi aku menolongmu, kenapa kamu bisa ada di sana?"

Gadis itu tidak menjawab dan malah beralih menatap dua anak kecil yang sedang tidur dengan tenang di samping nya, sedangkan Eltav yang mengerti bahwa gadis di hadapan nya ini belum mau menceritakan nya pun mengganti topik nya.

"siapa namamu?"

Gadis itu kembali menatap Eltav dan menjawab

"Azufa Nathalia"

"kamu masih sekolah?"

"sudah berhenti"

"belum mau cerita?"

Gadis itu pun bangun dan bersandar di kepala ranjang lalu menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan, ia pun mulai bercerita sambil menunduk.

Zufa bersekolah di sekolah biasa karna keluarga nya hanya keluarga biasa, tapi ia selalu di pukuli oleh ibu kandung nya sendiri bahkan ayah tiri nya yang selalu melindung nya pun tidak bisa melawan nya.

Eltav hanya mendengarkan nya saja meski ia tau bahwa Zufa tidak menceritakan nya secara detail jadi ia tidak begitu mengerti tentang permasalahan Zufa dan orang tua nya.

(seperti nya gue harus mencari tau semua nya sendiri) batin Eltav.

"kamu tidur lah, ini sudah hampir pagi"

Zufa pun mengangguk dan kembali berbaring sambil membelakangi Eltav, setelah itu Eltav pun keluar dan menutup pintu nya tidak rapat lalu pergi ke ruang kerja nya.

Ia pun mulai mencari semua latar belakang Zufa, 20 menit kemudian akhir nya ia menemukan nya secara detail dan ia pun mulai membaca nya hingga tuntas.

Ayah kandung Zufa telah tiada karna kecelakaan satu minggu sebelum kelahiran Zufa lalu ibu Zufa menikahi ayah tiri Zufa satu minggu setelah nya hanya untuk menyuruh nya merawat Zufa dan ia juga tidak mau memberikan asi nya lagi.

Ayah tiri Zufa hanya seorang pekerja serabutan dan harus membawa Zufa kecil bekerja. Saat Zufa masuk tk, saat itu juga Zufa mulai memukuli nya dan menyuruh nya untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, sedangkan ayah tiri Zufa tidak bisa berbuat apa apa selain terus melindungi nya karna ia selalu di ancam akan membunuh Zufa bila ia melawan nya.

Puncak nya saat Zufa sudah 2 sma, tiba tiba ia di berhentikan karna hampir tidak pernah masuk sekolah. Zufa pun pulang, tapi sesampai nya di rumah ia langsung di usir oleh ibu nya dan bila tidak pergi dari rumah maka ibu nya akan membunuh ayah tiri nya.

Zufa sempat pergi ke kamar nya dan mengambil berkas berkas penting nya dan memasukkan nya ke tas sekolah nya lalu pergi dari sana.

"gadis yang malang. Gue akan bantu lo, gue tau lo sayang banget sama bokap lo" gumam Eltav.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!