NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang dengan Luka Pisau

Matahari sore menggantung rendah di ufuk barat, memandikan gerbang utara Sekte Pedang Awan dengan cahaya jingga kemerahan. Suasana di gerbang itu, yang biasanya tenang, kini dipenuhi dengan bau amis darah dan aura suram.

Rombongan misi "Pembersihan Hutan" telah kembali.

Dari sepuluh murid luar yang berangkat, hanya enam yang kembali. Empat lainnya—termasuk dua orang yang Han Luo "lepaskan" di hutan—telah menjadi pupuk bagi tanah Hutan Kabut Hantu.

Liu Ming berjalan paling depan. Jubah putihnya yang tadi pagi bersih berkilau, kini robek di beberapa tempat dan ternoda cairan hijau pekat—darah Laba-laba Muka Manusia. Wajah tampannya tergores luka cakar di pipi kanan, merusak kesempurnaannya. Ekspresinya gelap, campuran antara amarah yang tertahan dan kelelahan ekstrem.

Di belakangnya, Nona Su dipapah oleh murid lain. Wajahnya pucat pasi, matanya kosong karena trauma melihat rekannya ditarik ke dalam sarang laba-laba.

Dan di posisi paling belakang, berjalanlah Han Luo.

Dia tampak paling menyedihkan. Pakaiannya compang-camping, rambutnya acak-acakan penuh ranting, dan dia berjalan terpincang-pincang dengan bantuan tongkat kayu. Ada perban berdarah (darah ayam yang dia siapkan sebelumnya) membelit lengan kirinya.

"Sialan..." Liu Ming mengumpat pelan saat mereka melewati penjaga gerbang. "Informasi itu sampah! Tidak ada sisa sekte jahat di sana! Hanya sarang laba-laba sialan!"

Liu Ming merasa dipermainkan. Dia tidak menemukan jejak Fang Yu (target utamanya), dan malah terjebak pertarungan sengit melawan Ratu Laba-laba Tingkat 2 Puncak. Dia menang, tapi harganya mahal. Dia kehilangan empat bawahan dan banyak pil penyembuhan.

Rombongan berhenti di Aula Misi untuk melapor.

Liu Ming berbalik menatap lima murid luar yang tersisa. Tatapannya tajam, mencari kambing hitam, tapi kemudian melunak saat menyadari dia butuh mereka untuk memvalidasi laporannya agar tidak terlihat gagal total.

"Dengar," suara Liu Ming rendah tapi menekan. "Kita berhasil membasmi sarang monster yang mengancam keamanan perbatasan. Teman-teman kita mati sebagai pahlawan. Tidak ada yang perlu tahu soal 'target yang hilang'. Mengerti?"

"M-Mengerti, Kakak Senior!" jawab para murid serempak, takut pada status Murid Dalam Liu Ming.

"Bagus." Liu Ming melempar kantong-kantong kecil ke arah mereka. "Ini bayaran kalian. 10 Batu Roh sesuai janji. Dan tambahan 2 Batu Roh sebagai uang tutup mulut. Pergilah, aku muak melihat wajah kalian."

Han Luo menangkap kantong itu dengan tangan gemetar (akting), membungkuk dalam-dalam seolah Liu Ming adalah dewa penyelamatnya, lalu berjalan pergi dengan langkah terpincang-pincang.

Begitu dia berbelok di tikungan jalan setapak yang sepi menuju asrama murid luar, postur tubuh Han Luo tegak seketika. Wajah ketakutannya lenyap, digantikan seringai dingin.

Dia menimang kantong uang itu.

"12 Batu Roh," gumamnya. "Ditambah kepuasan melihat wajah frustrasi Liu Ming... ini bayaran yang sangat memuaskan."

Dia tidak hanya menyelamatkan aset masa depannya (Fang Yu), tapi juga mendapatkan modal tambahan dari musuhnya. Efisiensi kerja Sarjana Mo memang luar biasa.

Gubuk Han Luo - Malam Hari.

Han Luo mengunci pintu, menutup celah jendela dengan kain tebal, dan menyalakan satu lilin kecil.

Dia segera membongkar lantai kayu di bawah tempat tidurnya. Kotak kayu berisi Ulat Sutra Es Rohani masih ada di sana, dingin dan diam.

Dia membukanya.

Di dalam kotak, kepompong putih itu mulai retak. Seekor ulat gemuk berwarna transparan seperti kristal es sedang menggeliat keluar. Panjangnya sekitar satu jari telunjuk. Tubuhnya memancarkan hawa dingin yang membuat alis Han Luo tertutup lapisan es tipis hanya dalam hitungan detik.

"Akhirnya menetas," Han Luo tersenyum. "Selamat datang di dunia, Mesin Uang."

Ulat itu mengangkat kepalanya, mengendus udara, lalu menatap Han Luo dengan mata manik hitam kecilnya.

Krukk.

Suara kecil terdengar dari perut ulat itu. Dia lapar.

Han Luo mengambil selembar daun tanaman obat biasa yang dia beli di pasar. Dia menyodorkannya.

Ulat itu mengendus, lalu memalingkan wajah dengan jijik.

Han Luo menepuk dahinya. "Bodohnya aku. Namanya Ulat Sutra Es Rohani. Dia butuh tanaman berlemen Yin atau Dingin."

Pikirannya berputar cepat, memindai peta sumber daya sekte di ingatannya. Di mana ada tanaman elemen Yin dalam jumlah banyak dan gratis?

Tiba-tiba, sebuah gambar muncul di benaknya.

Kebun Herbal Divisi Barat.

Tempat Long Tian bekerja.

Tanaman utama yang ditanam di sana adalah Rumput Roh Bulan. Tanaman itu menyerap esensi cahaya bulan dan memiliki sifat Yin yang kuat.

Han Luo tertawa pelan. "Long Tian, oh Long Tian. Sepertinya takdir kita memang terikat. Kau yang menanam, aku yang memanen."

Han Luo memutuskan dia harus melakukan "kunjungan malam" ke kebun herbal secara rutin untuk mencuri daun Rumput Roh Bulan. Tentu saja, dia tidak akan mengambil banyak-banyak. Cukup 2-3 lembar per malam dari tanaman yang berbeda agar tidak terlihat botak.

"Tapi sebelum itu..."

Han Luo beralih ke pot tanah liat di sudut ruangan.

Anggrek Wajah Hantu.

Tanaman parasit itu telah tumbuh. Sekarang tingginya sudah lima sentimeter. Bentuknya tidak lagi seperti gumpalan tanah, tapi mulai menyerupai jamur hitam kecil yang aneh. Di permukaannya, ada pola samar yang jika dilihat dari sudut tertentu... tampak seperti wajah manusia yang sedang menjerit kesakitan.

Tanaman itu bergetar saat Han Luo mendekat.

"Kau juga lapar?" tanya Han Luo.

Dia mengiris ujung jarinya lagi. Kali ini, dia meneteskan tiga tetes darah.

Tanaman itu menyerapnya dengan rakus. Dan saat darah itu meresap, Han Luo merasakan sensasi aneh di wajahnya sendiri. Sutra Seribu Wajah-nya beresonansi.

Tiba-tiba, Han Luo mendapat pemahaman baru.

Jika dia memakan selembar kelopak dari Anggrek Wajah Hantu ini saat tanaman itu dewasa nanti, dia bisa meningkatkan durasi penyamarannya dua kali lipat tanpa konsumsi Qi tambahan.

"Simbiosis," simpul Han Luo. "Aku memberimu darah, kau memberiku wajah."

Malam itu, Han Luo tidak tidur. Dia menghabiskan waktu dengan bermeditasi, menstabilkan Qi-nya yang sempat bergejolak di hutan, dan menyusun jadwal baru.

"Besok malam, aku akan mengunjungi tetanggaku lagi," Han Luo memadamkan lilin.

Di dalam kegelapan, mata ulat sutra itu bersinar biru muda, dan pola wajah di anggrek hitam itu tampak menyeringai.

Gubuk reyot ini perlahan berubah menjadi markas penjahat yang sesungguhnya.

1
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
Deevy Tresiyana
parah parah si autor kereeen coy😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!