Di semesta tanpa akhir, tempat miliaran ras tak berujung hidup berdampingan, berdiri banyak kekuatan tertinggi yang menguasai aliran reinkarnasi, berbicara langsung dengan Dao Agung, dan menekan seluruh era tanpa batas. Di antara semua kekuatan itu, hanya beberapa yang benar-benar mengguncang seluruh multisemesta.
Rumah Ilahi Ungu, sebuah kekuatan misterius dengan aura tak terbandingkan, hanya dengan sedikit gerakan saja mampu membuat tak terhitung banyaknya semesta bergetar ketakutan.
Keluarga Gu, keluarga kuno yang menyimpan rahasia tabu paling menakutkan. Mereka mengendalikan rahasia yang menekan seluruh era, dari masa lalu hingga masa depan.
Sekte Pedang Wuji, penguasa Dao Pedang tertinggi. Sekali pedang mereka terhunus, surga dan neraka tak terhitung jumlahnya gemetar dan bertekuk lutut.
dan anak muda bernama lu feng memiliki peradaban yang mengguncang seluruh multisemesta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertunangan dengan jian xiaoxue
“Darrr—!”
Getaran dahsyat melanda. Seluruh pegunungan dan daerah di sekitarnya bergetar hebat, tanah retak, bebatuan runtuh.
“Cepat kirim seseorang!”
“Itu pasti harta tingkat kekaisaran!”
“Hanya harta seperti itu yang bisa membunuh ahli Alam Raja Suci!”
“Kirim! Kirim untukku sekarang juga!”
Dalam sekejap, dari berbagai wilayah—sekte, kekaisaran, bahkan kekuatan kuno—banyak sosok kuat keluar dari persembunyian mereka. Semua bergerak menuju Benua Utara untuk menyelidiki kejadian itu.
---
Sementara itu, di Sekte Pedang Wuji, Benua Timur.
“Tuan,”
suara Zero terdengar tenang.
“Kapalan angkasa telah mendarat di Benua Utara, Pegunungan Cang Long. Kita akan beroperasi di sana.”
“Paling lambat besok, robot humanoid akan datang ke Sekte Pedang Wuji untuk menjemput Tuan.”
“Hoho, baiklah.”
Lu Feng tersenyum puas.
“Cepat juga.”
Suasana hatinya sangat baik. Ia pun masuk ke dalam gubuk, merebahkan diri, dan tertidur dengan tenang.
---
Keesokan harinya.
“Tuan Lu.”
Seorang pelayan sekte membangunkan Lu Feng.
“Tetua Kelima memanggil Anda. Anda diminta segera ke lapangan sekte.”
Lu Feng membuka mata. Ia terdiam sesaat, lalu teringat.
“Hari ini… pertunanganku dengan Jian Xiao Xue.”
Dalam benaknya, ia sudah bisa membayangkan reaksi banyak orang. Tantangan, ejekan, dan ketidakpuasan pasti akan muncul.
“Baiklah,”
gumamnya santai.
“Aku ke sana.”
Lu Feng pun bersiap dan keluar dari gubuk.
---
Di lapangan sekte, ribuan orang telah berkumpul. Murid luar, murid dalam, hingga murid inti bercampur menjadi satu.
“Aduh… Kakak Senior Jian benar-benar akan bertunangan dengan Lu Feng itu?”
“Heh, meski dia sudah bisa berkultivasi dan berada di Alam Raja Agung, lalu kenapa?”
“Di sekte ini masih banyak yang lebih berbakat dan menjanjikan darinya.”
“Kudengar dia bahkan tak punya latar belakang apa pun.”
“Andai saja pasangan Kakak Senior Jian adalah Kakak Senior Shangguan…”
“Benar! Kakak Senior Shangguan berasal dari keluarga kekaisaran!”
“Kekuatan keluarganya bahkan tak kalah dari Sekte Pedang Wuji!”
Di area murid inti, Shangguan Yun berdiri dengan senyum tipis. Ia mendengar semua itu dan merasa mereka berkata benar.
Bahkan murid inti lainnya juga berpikir sama.
“Jian Xiao Xue itu putri Ketua Sekte, misterius dan mulia.”
“Pasangannya seharusnya Shangguan Yun, pangeran Keluarga Shangguan.”
“Terlalu disayangkan jika dengan Lu Feng.”
“Lihat! Kakak Senior Jian datang!”
Di langit, cahaya keemasan membelah awan. Aura kuno menekan seluruh area, seolah seluruh era tunduk.
Sebuah pedang raksasa sepanjang sepuluh ribu mil membentang, berhenti tepat di gunung dekat lapangan sekte. Cahaya pedang menghilang, menyisakan sosok gadis anggun.
Jian Xiao Xue.
Bergaun putih, memegang pedang putih cemerlang. Wajahnya cantik tak tertandingi, auranya suci dan tenang.
“Ya Dewa… indah sekali.”
“Kakak Senior Jian sungguh anggun.”
“Aku rela memotong umur sepuluh tahun demi menikahinya.”
Sorakan dan decak kagum terdengar di mana-mana.
Jian Xiao Xue sudah terbiasa. Wajahnya tetap datar.
“Adik Junior Jian, kamu sudah sampai.”
Shangguan Yun melangkah maju dengan jubah merah. Wajah tampannya tersenyum ramah, seolah mereka sangat akrab.
Jian Xiao Xue meliriknya sekilas, lalu menutup mata, tak menjawab sepatah kata pun.
Shangguan Yun membeku. Tangannya mengepal.
“Jian Xiao Xue,”
katanya tersenyum misterius.
“Ketika Keluarga Shangguan datang membawa mahar, aku akan melamarmu.”
“Bagaimana mungkin kau menolak?”
Dalam hatinya, ia mencibir.
‘Lu Feng? Apa hak sampah itu bertunangan dengannya?’
Sejak pertama kali masuk Sekte Pedang Wuji dan melihat kecantikan Jian Xiao Xue, ia sudah memutuskan. Wanita itu miliknya.
“Tsk… ke mana anak Lu itu?”
Suara wanita dewasa bergema dari puncak gunung, terdengar kesal.
“Kenapa lama sekali?”
“Apa dia sudah tak menganggapku sebagai gurunya lagi?”
Sosok wanita cantik dan dewasa muncul sambil membawa pedang.
“S-salam, Tetua Kelima!”
Banyak murid langsung menunduk hormat. Tetua Kelima—legendaris, cantik seperti bunga, dan berbahaya.
“Hm.”
Tetua Kelima mengangguk, lalu menatap Jian Xiao Xue dengan puas.
“Xiao Xue, bagus sekali.”
“Niat pedangmu sudah mencapai tahap tengah tingkat kelima.”
Ucapan itu membuat seluruh lapangan gempar.
“Sungguh jenius…”
“Benar-benar gadis surgawi…”
“Tak tertandingi.”
Tiba-tiba—
Sebuah lubang hitam muncul di samping Jian Xiao Xue, berdiameter dua meter.
Banyak orang langsung waspada.
“Itu—!”
“Aku kenal bentuk portal itu!”
“Itu Lu Feng!”
Tak lama kemudian, Lu Feng melangkah keluar dengan santai. Ia berdiri tepat di samping Jian Xiao Xue.
Jian Xiao Xue menoleh, lalu tersenyum tipis.
Senyuman itu seperti pisau.
Banyak murid merasa dada mereka sakit. Selama ini, Jian Xiao Xue tak pernah tersenyum pada siapa pun.
Namun kini… senyum itu diberikan pada Lu Feng.
Shangguan Yun menyipitkan mata, senyumnya berubah dingin.
“Heheh,”
Tetua Kelima mendekat dengan semangat.
“Nak, jadi benar ya? Kau sudah mencapai Alam Raja Agung?”
Ia langsung menerjang ke arah Lu Feng.
Kedua tangannya menyentuh tubuh Lu Feng, dari bahu hingga lengan, seolah mencari rahasia.
Lu Feng tak berdaya.
‘Guru kelima ini… memang seperti anak kecil.’
“Aduh…”
gumam beberapa murid dengan iri.
“Kenapa bajingan Lu Feng itu beruntung sekali?”
“Diraba-raba oleh Tetua Kelima secantik itu…”
Lu Feng mendesah.
“Guru… ini di depan banyak orang.”
“Apa?”
Tetua Kelima langsung memasang wajah sedih.
“Kau berani bicara begitu?”
“Ugh… guru sakit hati…”
Ia memegang dadanya dan berpura-pura menangis.
Lu Feng terdiam.
“Baiklah, aku tidak bercanda lagi.”
Tetua Kelima menegakkan tubuhnya. Tatapannya berganti serius saat ia memandang Jian Xiao Xue dan Lu Feng.
“Aku di sini akan menjadi saksi pertunangan kalian.”
Lu Feng dan Jian Xiao Xue sama-sama mengangguk.
Jian Xiao Xue menoleh ke arah Lu Feng. Senyum manis terbit di wajahnya. Ia telah lama menantikan hari ini.
Saat Tetua Kelima hendak membuka upacara—
“Tunggu, Tetua Kelima.”
Suara seorang pria terdengar lantang. Shangguan Yun melangkah maju, berdiri menghadap Tetua Kelima.
“Oh?”
“Wah, Kakak Senior Shangguan sudah tidak tahan lagi.”
“Heh, sepertinya akan ada pertunjukan bagus.”
Banyak murid langsung berbisik. Seluruh sekte tahu bahwa Shangguan Yun telah lama tertarik pada Jian Xiao Xue.
“Ada apa?”
Tetua Kelima bertanya dengan nada acuh tak acuh.
“Tetua Kelima,”
kata Shangguan Yun dengan suara tenang.
“Aku ingin melamar Jian Xiao Xue.”
Ia menatap Jian Xiao Xue tanpa menyembunyikan tatapan serakahnya sedikit pun.
“Lagipula, para ahli dari keluargaku juga sudah datang.”
Alis Jian Xiao Xue langsung berkerut. Wajahnya dingin, jelas menunjukkan ketidaksukaannya.
Lu Feng hanya memandang Shangguan Yun dengan ekspresi aneh, seolah melihat badut.
“Shangguan Yun,”
Tetua Kelima berkata datar.
“Kurasa tindakanmu agak lancang.”
“Kau tahu Xiao Xue dan Lu Feng sudah menjadi calon tunangan.”
“Kau melamarnya di sini, bukankah itu berarti tidak memberi muka pada Sekte Pedang Wuji?”
Shangguan Yun tersenyum sinis.
“Hehe… Tetua Kelima.”
“Bagaimana mungkin sampah seperti Lu Feng bisa bersanding dengan Xiao Xue?”
“Hanya aku yang pantas.”
“Dari segi latar belakang maupun kekuatan, aku jauh lebih unggul.”
Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan percaya diri.
“Jujur saja, banyak orang di sekte ini juga mendukungku bersama Jian Xiao Xue.”
Bisik-bisik langsung makin ramai.
“Sepertinya benar juga…”
“Keluarga Shangguan itu kekaisaran besar.”
“Kalau dibandingkan Lu Feng…”
Shangguan Yun melanjutkan.
“Aku juga sudah menyiapkan hadiah lamaran.”
Ia menepuk kedua tangannya dua kali.
Bummm—
Awan di langit bergejolak. Cahaya keemasan turun dari atas.
Seekor kuda surgawi muncul, menarik kereta emas yang indah dan megah. Jalan emas terbentang sejauh jutaan mil, langsung menuju Sekte Pedang Wuji.
Kilauannya menyilaukan mata.
“Wah…!”
“Kereta emas keluarga kekaisaran!”
“Hadiah lamaran seperti ini terlalu mewah…”
Banyak murid terdiam, napas mereka tercekat.
“Hm.”
Tetua Kelima mengerutkan kening.