NovelToon NovelToon
Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.

Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 : Kobaran Api

​Xiao Xiao terbangun bukan karena suara gaduh, melainkan karena rasa panas yang mulai merayap di kulitnya. Indranya yang tajam segera menangkap bau kayu terbakar. Ia tidak berteriak panik. Dengan gerakan tenang namun cepat, ia menyambar kain panjang, mencelupkannya ke dalam sisa air di teko, lalu melilitkannya ke hidung dan mulutnya.

​"Mao! Bangun!" seru Xiao Xiao sambil mengguncang bahu pelayannya yang tidur di lantai kamar.

​Mao terbangun dengan mata terbelalak ketakutan saat melihat asap tebal sudah memenuhi langit-langit kamar. "N-nona! Api! Paviliun kita dibakar!"

​"Jangan bicara, simpan tenagamu! Ikuti aku!" Xiao Xiao menarik tangan Mao.

​Bukannya lari ke pintu depan yang sudah dijilat api besar, Xiao Xiao justru menyeret Mao menuju jendela samping yang mengarah ke kolam kecil. Ia tahu betul, pintu depan pasti sudah dikunci dari luar oleh orang-orang Permaisuri atau utusan yang merasa dihina tadi siang.

​Brak!

​Xiao Xiao menendang kursi kayu hingga hancur, lalu menggunakan kakinya yang patah untuk menyungkil grendel jendela yang macet. Begitu jendela terbuka, udara segar masuk, namun api justru semakin besar karena mendapat oksigen.

​"Lompat, Mao! Sekarang!" perintah Xiao Xiao tegas.

​Setelah Mao mendarat di rumput basah, Xiao Xiao menyambar kotak kayu kecil berisi ramuan yang tersisa dan beberapa keping uang perak hasil penjualannya. Baginya, barang-barang ini adalah nyawanya saat ini. Ia melompat keluar tepat saat atap kamar mereka mulai runtuh.

​Di luar, suasana sangat sunyi. Tidak ada pelayan yang datang menolong. Para penjaga yang biasanya berpatroli seolah menghilang ditelan bumi. Xiao Xiao menyadari bahwa ini bukan sekadar kecelakaan; ini adalah pembersihan yang disengaja.

​"Siapa di sana?" sebuah suara berat menggelegar dari balik kegelapan.

​Pangeran Wang Zhi Chen muncul dengan pedang terhunus di tangannya. Bajunya tampak berantakan, dan ada noda jelaga di wajahnya yang tertutup topeng. Ia tampak baru saja bertarung dengan seseorang.

​"Kalian masih hidup?" tanya Zhi Chen, suaranya terdengar antara lega dan terkejut.

​"Seperti yang Anda lihat, Pangeran. Api ini tidak cukup panas untuk membakar saya," jawab Xiao Xiao sembari mengibaskan debu dari hanfu merahnya yang kini menghitam. Matanya menatap kobaran api yang menghanguskan tempat tinggalnya dengan tatapan dingin.

​Zhi Chen mendekat, matanya yang tajam menatap Xiao Xiao dari atas ke bawah. "Para penjaga gerbang telah ditarik paksa oleh perintah Istana Utama. Ada orang yang ingin kalian mati terpanggang tanpa ada saksi mata."

​Xiao Xiao mengepalkan tangannya. "Permaisuri bergerak lebih cepat dari yang aku duga. Dia lebih suka menghancurkan apa yang tidak bisa dia miliki."

​"Lalu sekarang apa?" Zhi Chen menunjuk paviliun yang sudah hampir rata dengan tanah. "Kau tidak punya tempat tinggal, dan semua bahan-bahanmu sudah hangus."

​Xiao Xiao menoleh ke arah sang Pangeran. Bukannya terlihat sedih, ia malah menunjukkan senyum yang membuat Zhi Chen merinding.

​"Pangeran, istana utama ingin kita kehilangan tempat berteduh agar kita menyerah. Tapi mereka lupa satu hal," Xiao Xiao mengangkat kotak kayu kecil yang berhasil ia selamatkan. "Selama otak dan tanganku masih ada, aku bisa membangun kembali apa pun. Malam ini, aku akan menumpang di paviliun Anda. Dan besok pagi, kita akan menagih 'ganti rugi' yang sangat mahal atas kebakaran ini."

​Zhi Chen terdiam sejenak, lalu ia menyarungkan pedangnya. "Kau benar-benar wanita yang berbahaya. Ikuti aku. Tapi jangan harap ada kemewahan di tempatku."

​Xiao Xiao berjalan mengikuti langkah besar Pangeran, mengabaikan Mao yang masih gemetar di belakangnya. Di kepalanya, ia tidak lagi memikirkan kebakaran itu. Ia sudah mulai menghitung berapa banyak harta yang bisa ia peras dari kas Permaisuri sebagai kompensasi atas insiden malam ini.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis

Terimakasih ^_^ ❤️

1
sahabat pena
ayuk semangat pangeran...
sahabat pena
nyesel deh... tp tangan istri mu yg indah sdh terluka.. kau yg memberi jarak.. skrg gmn reaksi xiao. menjaga jarak jg tdk dgn pangeran
ANWi: bener banget kak ~
total 3 replies
sahabat pena
pangeran nya 4 kemah... mau aja masuk jebakan putra mahkota. kenapa td gudang nya ga dibakar aja xiao?
ANWi: xiao xiao : nanti meledak kak ada bubuk mesiu trs bukti kejahatan nya ilang
total 1 replies
sahabat pena
menegangkan...
sahabat pena
syukur lah terpecah kan. ternyata kaisar nya bijaksana dlm mengambil keputusan... ayuk balas putra mahkota.. guling kan putra mahkota
si kecil nikkey
lanjuuttt mantaapp
si kecil nikkey
lanjuuttt.....ceritanya seruu
ANWi: makasi suda mampir kaka si kecil nikkey~
total 1 replies
si kecil nikkey
liu xiu menuju kesialannya
Murni Dewita
double up thor
ANWi: siap kak~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪
ANWi: siap kak~
total 1 replies
saniamycloe
cerita nya menarik dan membuat saya penasaran untuk melihat part selanjut nya.
ANWi: mkasi ulasan nya ka sania~
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Mila Sari
baru baca, udah penasaran ceritanya thor💪
ANWi: makasi sudah mampir kaka cantik~
total 1 replies
sahabat pena
setelah menegangkan... skrg melihat keuwuan mereka berdua.. so sweet. lanjut kak.
ANWi: siap kak~
total 1 replies
sahabat pena
langkah awal menang... masih hrs waspada..lanjut..
sahabat pena
ututututu... pengeran bisa berkata romantis jg😍😍😍
sahabat pena
dag dig ser nih... nunggu cerita berikut nya.. 🤣🤣🤣lanjut kak
sahabat pena
eh kok up nya cuma 1 kak
ANWi: maaf kak, lagi liburan , tanggal merah hehe
total 1 replies
gacadam
suka
gacadam
baru baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!