NovelToon NovelToon
Young WIDOWER

Young WIDOWER

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Fantasi / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: intanpermata

Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.


Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.

Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 7

"Terimakasih!" Ucap Abrisam datar sambil fokus menyetir.

Setelah selesai makan malam bersama dan bergurau dengan Alan sebentar, Abrisam kemudian mengantar Zefanya pulang sampai rumahnya.

"Untuk apa?" Tanya Zefanya sambil menoleh kearah Abrisam merasa bingung.

"Perhatianmu kepada Alan!" Ucap Abrisam kepada Zefanya sambil sekilas menoleh kearah Zefanya.

"Tidak perlu berterimakasih! Alan anak yang sangat baik dan juga pintar!" Ucap Zefanya dengan tersenyum.

"Ya, kau benar! Tapi aku tidak bisa selalu menemaninya!" Ucap Abrisam tanpa menoleh kearah Zefanya.

"Emm..kalau boleh tau dimana ibunya Alan?" Tanya Zefanya dengan ragu-ragu namun ia sangat penasaran dan memberanikan dirinya untuk bertanya.

Abrisam tidak langsung menjawabnya. Masih dengan wajahnya yang datar, ia terus fokus dengan kemudinya.

"Emm..ma-maaf kalau aku lancang!" Lanjut Zefanya dengan terbata merasa menyesal telah lancang dan ingin tau tentang urusan pribadi orang lain.

Abrisam menghela nafasnya panjang sebelum menjawab pertanyaan Zefanya.

"Dia meninggalkannya saat Alan masih berusia sepuluh bulan!" Jawab Abrisam tanpa menoleh kearah Zefanya dengan wajah yang berubah menjadi dingin.

"Ahm..kenapa dia sampai meninggalkan Alan?" Tanya Zefanya kembali memberanikan dirinya karena merasa Abrisam telah menjawab pertanyaannya.

"Karena tidak tahan hidup miskin denganku dan dia pergi dengan laki-laki lain!" Jawab Abrisam tanpa menoleh.

"Tega sekali dia!" Gumamnya lirih.

"Sudah sampai!" Ucap Abrisam setelah menghentikan mobilnya didepan rumah Zefanya.

"Hah? Oh..emm terimakasih banyak Tuan!" Ucap Zefanya dengan sedikit gugup kepada Abrisam sambil melepas sabuk pengamannya.

"Abrisam..namaku Abrisam dan jangan memanggilku Tuan!" Ucap Abrisam sebelum Zefanya membuka pintu mobil.

"Oh..oke Abrisam, sekali lagi terimakasih banyak sudah mengantarku!" Ucap Zefanya dengan tersenyum menoleh kearahnya yang dijawab dengan anggukan dan senyum tipis oleh Abrisam.

Kemudian Zefanya turun dari mobil Abrisam dan Abrisam segera melajukan kembali mobilnya.

"Ya Tuhan, kasian sekali Alan!" Gumamnya setelah melihat mobil Abrisam melaju dan menghilang dari pandangannya.

Ada rasa ketertarikan didalam hati Zefanya. Hatinya merasa tersentuh dan ingin rasanya ingin selalu memberikan kasih sayangnya juga perhatiannya kepada Alan.

Karena ia merasa sangat kasihan kepada Alan yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.

Zefanya melangkah masuk kedalam rumah kontrakannya dan ia ingin segera mandi. Selesai mandi ia membaringkan tubuhnya diatas kasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya.

"Diluar sana masih banyak yang tidak bisa memiliki anak, tapi kenapa masih ada wanita yang dengan tega meninggalkan anak setampan dan sepintar Alan? Dia juga meninggalkan Ayahnya yang sangat tampan demi laki-laki lain?" Gumam Zefanya merasa kesal sendiri sambil menatap langit-langit kamarnya.

"Oh tidak!! Kenapa aku jadi memuji Ayahnya Alan?! Oh dasar aku ini sudah kelamaan jomblo..otakku jadi gesrek begini!" Zefanya menggerutu sambil menutup kepalanya dengan bantalnya.

Kemudian tak lama Zefanya memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.

...***************...

"Menikahlah denganku dan jadilah ibu dari Alan juga anak-anak kita nanti!" Ucap Abrisam sambil berlutut dihadapan Zefanya.

Zefanya terkejut dan terbengong dengan melebarkan mata juga mulutnya merasa sangat tidak percaya kalau Abrisam melamarnya secepat ini.

Dan dengan cepat ia menganggukan kepalanya sambil menatap Abrisam dengan mata berbinar dan senyum yang mengembang.

Abrisam meraih tangan Zefanya dan menyematkan cincin dijari manisnya lalu mencium punggung tangan Zefanya dengan lembut kemudian ia bangkit dan berdiri.

Zefanya langsung melangkah ingin memeluk Abrisam, namun saat ingin melangkah, kakinya tersandung karpet yang diinjaknya dan ...

'BRUGK!'

"Aaawh..sssshhh!" Seketika Zefanya terbangun karena ia terjatuh dari atas tempat tidurnya dan mengusap-usap keningnya yang terbentur lantai.

"Aduuuh..sakit sekali! Huffff..ternyata aku hanya bermimpi saja! Oh sial!" Gumamnya mengeluh kepada dirinya sendiri sambil duduk dilantai dan masih mengusap-usap keningnya yang terasa nyut-nyutan.

Kemudian Zefanya segera bangkit dan beranjak menuju kamar mandi. Selesai mandi ia bersiap pergi ke TK Anak Bangsa untuk mengajar. Ia duduk dimeja rias kecilnya sambil mengusap keningnya yang memar akibat terbentur lantai saat ia terjatuh dari atas tempat tidurnya.

"Huff..sampai memar begini gara-gara memimpikan ayahnya Alan!" Gumamnya sambil menatap keningnya dipantulan cermin kecilnya.

Ia membuka kotak obat yang ada dilaci meja riasnya. Ia mengolesi keningnya yang memar dengan salep lalu menutup keningnya yang memar dengan plester.

"Oke, begini lebih baik dan setidaknya memarnya tidak kelihatan!" Gumamnya masih menatap keningnya sambil tersenyum.

Kemudian ia menuju dapur dan mengambil roti lalu ia olesi dengan selai coklat dan memakannya dengan cepat.

Setelah sarapan ia meraih tasnya dan bergegas keluar rumah tak lupa mengunci pintu dan pergi menuju TK Anak Bangsa untuk mengajar para murid-muridnya yang sangat menggemaskan baginya.

'DIN DIINN!'

Saat ia berjalan ditepian jalan tiba-tiba ada bunyi klakson mobil dibelakangnya. Namun ia tidak menoleh hanya melangkah semakin minggir dan masih terus berjalan.

'DIN DINN!'

"Aku kan sudah minggir jalannya, kenapa masih membunyikan klakson sih?? Dasar!!" Gerutunya merasa sangat kesal tanpa menoleh kebelakang dan masih terus berjalan.

"Kakak Ze!!" Suara yang sangat ia kenal memanggilnya. Seketika Zefanya menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang ternyata Alan yang memanggil dari dalam mobil sambil mengeluarkan kepalanya lewat kaca jendela mobil dibagian belakang dengan tersenyum lebar.

"Alan!!" Seru Zefanya memanggil Alan dengan tersenyum.

"Ayo kak masuk, kita berangkat bersama kesekolah!" Ucap Alan dengan riang dan tersenyum lebar.

Kemudian Abrisam menurunkan kaca jendela dibagian samping dan menatap Zefanya.

"Masuklah!" Ucap Abrisam setelah menurunkan kaca jendela sambil menatap Zefanya.

Zefanya tertegun, ia sangat terpesona melihat Abrisam yang terlihat sangat tampan dengan memakai kacamata Aviatornya yang berwarna hitam.

Oh astaga!! Kenapa dia semakin tampan saja sih?? Sial!! Jantungku kenapa tidak bersahabat denganku?? Lama-lama aku bisa terkena serangan jantung!! Gumam Zefanya dalam hati kemudian menghela nafasnya panjang untuk menormalkan kembali detak jantungnya.

"Kakak Ze cepatlah masuk atau kita akan terlambat nanti!" Ucap Alan dengan berteriak kepada Zefanya yang tampak terdiam.

Sontak Zefanya tersadar dari lamunannya. "Ahm..i-iya baiklah Alan!" Jawabnya sedikit tergagap, kemudian ia membuka pintu mobil dan duduk disamping Abrisam.

Abrisam pun segera melajukan mobilnya menuju TK Anak Bangsa.

"Kak Ze, kenapa dengan keningmu?" Tanya Alan sambil mencondongkan tubuhnya kedepan dan menoleh kearah Zefanya.

"Oh ini..ini aku tadi terbentur lemari karena tidak hati-hati!" Jawab Zefanya berbohong kepada Alan dan tersenyum kaku.

Ya ampun kenapa Alan harus menanyakan keningku ini sih? Maaf Alan, aku berbohong kepadamu! Tidak mungkin aku mengatakan dengan jujur kalau aku bermimpi dilamar ayahmu sampai aku terjatuh saat tidur dan terbentur lantai kan?! Yang benar saja?!

Gumam Zefanya dalam hati sambil mengigit bibir bawahnya menahan rasa yang begejolak dalam dirinya.

"Oh begitu ya? Apa itu sakit?" Tanya Alan kembali dengan sangat polos membuat Abrisam tersenyum tipis sesaat sambil fokus mengemudi.

"Ehm..tidak Alan, sudah tidak sakit! Terimakasih ya sudah mengkhawatirkan aku!" Ucap Zefanya dengan tersenyum manis menoleh kearah Alan dan mengusap kepalanya dengan lembut.

Sedari tadi Abrisam hanya diam dan fokus mengemudi. Namun ia selalu mendengarkan perbincangan Alan dengan Zefanya yang terdengar semakin akrab.

Abrisam merasakan hatinya sedikit menghangat dan ada sedikit rasa ketertarikan kepada Zefanya setiap kalinmendengar cara Zefanya berbicara dengan putra kesayangannya yang begitu lembut dan selalu ceria hingga membuat putra kesayangannya menjadi menyukainya dan merasa sangat nyaman dengannya.

Dalam hati Abrisam berkata, andai saja ibu kandung Alan seperti Zefanya, mungkin Alan akan merasa sangat bahagia.

Mobil Abrisam telah sampai diparkiran TK Anak Bangsa, kemudian ia segera turun dari mobilnya. Zefanya pun juga segera turun dari mobil Abrisam.

Abrisam berjalan kearah pintu belakang dan menggendong Alan. Kemudian ia menurunkan Alan dan berjongkok dihadapannya.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh saat didalam kelas, dan jangan membuat gaduh!" Ucap Abrisam kepada jagoan kecilnya dengan lembut sambil mengusap kepalanya lalu mencium pipi chubby Alan.

"Baik Ayah!" Jawab Alan dengan patuh dan tersenyum kemudian membalas mencium pipi Ayahnya.

Setelah itu Alan berjalan menuju kelasnya bersama Zefanya dengan bergandengan tangan sambil berbincang dan terdengar suara tawa yang begitu renyah dari Alan.

Abrisam masih memperhatikan mereka sampai mereka menghilang dari pandangannya, kemudian Abrisam berbalik dan masuk kedalam mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju Perusahaannya.

...***************...

1
YAM
Luar biasa
Dahlia Anwar
tolol semua si huft kenapa selalu emosi yang di kedepankan katanya cinta tapi bego
Dahlia Anwar
iya bego semua marahin aja bal
Neni marheningsih
goblog ze mau2 nya luluh sama Sam...haruse kasih pelajaran..orang udah punya istri masih mikirin mantan aja..Dasar plin plan
Neni marheningsih
dasar ogeb ya ogeb si sam
Neni marheningsih
Sam nya aja bego...kenapa ga punya asisten..udah tau si Clara suka di biarin ikut😬😬
korban perasan Csr
y7
Bzaa
wow semoga benih2 cinta segera menghampiri
tania_: makasih banyak, kak. sudah mampir di karya saya.🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Bzaa
semoga abrisam Mao membuka pintu hati nya buat Ze
Bzaa
akhirnya bertemu dan berteman 👍
Bzaa
menarik 😘
Bzaa
ceritanya asyik 💕
asfar arahman
bagus Fanya...sebagai wanita bermaruah kamu harus bisa menjaga dan melindungi diri kamu....jgn biarkan diri kamu diperkotak katikkan oleh wanita ular itu
asfar arahman
jgn bagitau dulu paman dan bibimu...biar Sam yg katakan semuanya..biar bibi dan sepupumu terkejuttttt
Deandra🕊🌻
gw jadi bininya si Sam, udah gw suruh pecat tu si Clara..
waktuitu
aku mampir thorrr kayanya seruuu
asfar arahman
itu normal sebagai anak gadis ...apa nak dimalukan pembalut itu memang wajib ada bg setiap perempuan
asfar arahman
Sam cari kebenaran kamu dijebak Sabrina...
tania_: makasih banyak kakak udah mampir..🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Oh Dewi
mampir ah, mana tau seru.
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈
tania_: trimakasih kakak, msh ada lagi karya aku yg seru Terjerat Pernikahan Kontrak Dengan Sang IDOLA, Perjalanan Hidup NAURA sp tau suka..😊🥰
total 1 replies
osinry 翔
Wah visualnya keren sis😍
tania_: makasih kakak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!