Laura Scarlett adalah seorang gadis yang tidak diinginkan oleh keluarganya, sehingga mereka membuangnya begitu saja sejak kecil, Laura scarlett tumbuh menjadi seorang gadis cantik ceria dan lembut dia di asuh oleh suami istri Johanson yang berasal dari estonia meskipun dia berasal dari British Utara yang kental.
Suatu hari ayahnya di serang sekelompok perompak, ketakutannya semakin nyata dan dia begitu benci dengan perompak, tetapi sayangnya nasib mempertemukannya dengan seorang perompak bernama Sean Nicholas Hoult bermata safir yang terang, seorang perompak yang membuat hatinya dan tubuhnya hanyut dalam gairah dan kesengsaraan.
Kisah perjalanan hidup dan cinta laura Scarlett bersama dengan pria yang membuat hidupnya sengsara tetapi juga mencintainya
Whisper of the Sea 2
Leona Lewstin adalah seorang gadis yang hidup di sebuah pulau hilang atau di sebut pulau berhantu oleh para bajak laut. Suatu ketika dia melihat seorang pria yang tidak sadarkan diri berada di bibir pantai, dia lantas menolong pria bernama Edmund Alexander, yang tidak sadarkan diri setelah ombak menggulungnya, apakah menolongnya adalah pilihan yang tepat bagi Leona?
Bijak dalam membaca, Warning !!! bukan bacaan untuk di bawah umur ya!!!
~Vote Coment and like di tunggu ya tmn2 readers, so author lebih semangat nulisnya☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vol 8
Angin berhembus kencang sehingga deburan ombak keras terdengar, Laura bersandar di tempat tidurnya membaca buku tentang kisah-kisah romantis yang dipinjamnya dari Stephanie. Jendela kamarnya terbuka ditiup angin sehingga bunyi decitan dari engselnya membuat Laura berhenti terhanyut dari buku roman itu.
"Apakah mom sudah tidur, anginnya sangat kencang." gumam Laura sambil memperbaiki jendela kayu itu. Dia memegang lampu minyak yang dibawanya sebagai penerangan.
Kamar ibunya tertutup, "mom sepertinya sudah tidur." Setelah memeriksa ibunya, Laura kembali ke kamarnya dan menguncinya.
"Kau sungguh gadis ceroboh Laura."
Suara bariton yang berat membuat Laura terkejut setengah mati, wajahnya memucat.
"A...apa apa yang kau lakukan di sini?" Laura menempel di pintu kamarnya yang dikunci.
Sean berjalan menuju tempat tidur Laura, matanya menangkap beberapa buku roman yang sedang dibaca Laura.
"Kau membaca buku seperti ini? kau mengharapkan sesuatu seperti ini masuk ke dalam hidupmu?" sean melemparkan buku itu begitu saja hingga tergeletak di lantai, dia kemudian berbaring di ranjang Laura.
Laura begitu marah, tangannya mengepal ingin sekali dia melemparkan apa saja pada pria perompak itu.
"Kemarilah Laura, kau tidak ngantuk?" dia lalu tertawa kecil sambil menutup matanya. Brengsek, pikir Laura, dia tidak beranjak dari pintu, menatapnya tajam hanya cacian dan makian yang berdengung di kepalanya.
Sean membuka matanya, menatap Laura yang masih berdiri kaku tidak bergerak. ketika melihat sean bangun dari tempat tidurnya tangan laura bergerak-gerak ingin membuka pintu kamarnya dan berlari ke kamar ibunya.
"Kenapa wajahmu sangat pucat? aku hanya mampir untuk berteduh dari badai." Angin kencang itu mengehentakkan jendela kamar Laura membuatnya terkejut.
Sean tertawa kecil melihatnya, pesona Laura membuatnya merekam wajah cantiknya hingga dia tidak tahan untuk kembali melihatnya.
Pakaian sean terlihat berantakan, kelihatannya dia baru saja selesai bertempur dengan gerombolan pembajak, tentu saja seorang perompak mengerjakan hal-hal kasar seperti itu. Laura menelan ludahnya, tangannya memutar-mutar engsel pintu kamarnya.
Sean berjalan mendekati laura, "Jangan mendekat, kau, kau boleh tidur di sini, aku akan segera keluar." Cicit Laura.
Sean tampaknya menikmati ketakutan gadis dihadapannya ini, dia menarik tangan Laura lalu memegang pinggangnya yang ramping.
"Mengapa kau selalu menyusup dipikiranku Laura, kau betul-betul seorang gadis penggoda." Bisikannya kasar tangannya mencengkram erat pinggang Laura hingga dia berjengit.
Laura merintih kesakitan, mungkin sekarang ini pinggangnya sudah memerah, tangannya yang besar dan kasar masih memeluk Laura. Tatapannya yang tajam bermain-main dengan mata tosca laura yang ketakutan.
Napasnya memburu tanpa menunggu lama dia menyerang bibir laura, membelainya hingga bibir Laura kini terbuka untuknya, tangannya mulai menjelajahi setiap inci tubuh Laura, sean menarik pakaian tidur Laura hingga hampir saja terjatuh di lantai, tetapi dengan cepat Laura tersadar, dia melepaskan ciuman sean dan mendorongnya, matanya memanas, dia menghapus bekas ciuman sean yang masih melekat dibibirnya.
"Menjauh dariku !" ancam Laura padanya.
"Kau perompak kasar, brengsek." Matanya berkilat benci menatap sean.
Sean tidak memperdulikan ancaman Laura, dia terus mendesak dan menjelajahi wajah Laura dengan tangannya.
"Kenapa kau mempersulit keadaan Laura? aku berupaya lembut padamu, tapi sepertinya yang kau inginkan hanyalah kekasaran dariku." gumam sean di sela-sela ciumannya di rahang Laura.
Laura menutup matanya, dia berusaha melawannya, tapi pria ini sangat kuat, Laura betul-betul tidak berdaya, kedua tangannya mendorong sekuat tenaga tubuhnya. Tangan sean bergerak-gerak di bokong Laura, meremasnya membuat tubuh Laura bereaksi, suara aneh keluar begitu saja dari bibir Laura membuatnya terkesiap.
Sein tersenyum mengejek. "Kau menyukainya Laura, kau menikmati sentuhanku seperti ini?"
Sean meremas beberapa bagian tubuh Laura hingga Laura merasakan sesuatu yang aneh menjalar di tubuhnya. "Berhenti menyentuhku kau brengsek." Laura menutup mulutnya, dia tidak kuasa menahan erangan yang ingin keluar dari mulutnya.
"Mendesahlah sayang, aku ingin kau menikmati sentuhanku." Sean mengecup tubuh Laura hingga menimbulkan beberapa tanda di dadanya.
Bunyi Guntur menggelegar, angin kencang membuat keributan di jendela kamar Laura, dan sein tidak menghentikan penyiksaannya pada tubuh Laura.
"Apa yang kau lakukan? apa yang kau lakukan pada tubuhku." Desahan Laura membuat sean menggeram, membuatnya tambah bergairah.
"Tubuhmu begitu panas sayang." Dia mencium aroma dari Laura dan menghirupnya lekat-lekat. "Kau memabukkan Laura."
Suara pintu yang diketuk membuat mereka berdua tersadar. Laura mendorong sean yang tubuhnya setengah telanjang di depannya, begitupun dirinya. Laura menariknya menyuruhnya sembunyi di balik lemari. Laura dengan cepat mengenakan bajunya dan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa mom?" tanya Laura dengan sedikit gugup.
"Kepala ibu sakit, sepertinya aku mendengar suara seseorang." Laura terkejut.
"Aku membaca novel mom, aku tidak mendengar suara apapun."
"Benarkah? baiklah sayang tidurlah lagi, dan perbaiki jendela kamarmu, kau nanti masuk angin."
Laura sedikit tersenyum, "Baik mom." Dia menutup rapat pintunya, matanya menyipit menatap sein yang sudah tidur di atas tempat tidurnya kembali.
"Kau semakin pandai berbohong Laura." Dia menyilangkan tangannya di atas kepalanya, kemarilah, aku ingin menikmatimu."
Laura menggertakkan giginya dasar penjahat brengsek, dia langsung berbalik ingin membuka pintu kamarnya. Tetapi sean sudah berada di atasnya mendorong pintu hingga menutup dan menguncinya.
Sean mengangkat tubuh Laura dan membawanya ke tempat tidur, Laura memberontak seketika, dia ketakutan dan tak berdaya. Sean kini menjulang di atas tubuhnya, smirk jahat mengembang di wajahnya.
"Kau takut laura? aku tidak akan berbuat kasar, aku akan melakukannya selembut mungkin, jika aku bisa." Dia lalu tertawa.
Laura terbaring kaku, dia berusaha menutupi tubuhnya. Air matanya menetes, dia tidak ingin menanggapi pria perompak itu. Sean merasakan tubuh Laura gemetar di bawahnya.
Tiba-tiba saja dia berbaring di sampingnya, "Malam ini sampai di sini dulu, aku ingin tidur dan jangan beranjak dari tempatmu Laura atau aku akan berubah pikiran, Tidurlah !"
Dia menarik laura ke dalam pelukannya, mengecup beberapa kali pipi dan lehernya, lalu napas normal terdengar darinya. Pria perompak itu sudah tertidur nyenyak? pikir Laura. Tangannya memeluk Laura begitu erat, meskipun begitu, Laura tidak merasa nyaman sama sekali dan dia tidak bisa tertidur. Sesuatu yang keras dari tubuh perompak itu menempel di pahanya.
"Sstt, jangan bergerak-gerak Laura, atau aku akan bercinta denganmu sekarang juga." bisiknya, membuat Laura terdiam dan menutup matanya cepat. Sean tersenyum mengerling laura yang mencoba tidur di pelukannya.
Malam itu sean begitu nyaman berada di samping Laura dia memeluknya dan tertidur pulas, semenjak pelariannya dari kematian ayahnya, sean tidak pernah sekalipun tertidur dengan nyenyak dan pulas. Dia merasakan tubuh Laura membawa sensasi kenyamanan dari dalam dirinya dan membuatnya begitu tenang.
~
Pagi sudah menyambut, matahari perlahan terbit menyinari mereka berdua yang masih tertidur, Laura menempelkan tubuhnya di dekapan sean merasakan kehangatannya. Sean terbangun dia membuka matanya dan melihat Laura yang memeluk tubuh sean dan meringkuk pulas di dadanya.
Sean mengamati wajah Laura yang masih tertidur, kulit pucat merona, hidung kecil yang mancung dan bibir merahnya membuat sean ingin segera ********** dan menghancurkannya di bibirnya. Sean merasakan tubuhnya memanas, dia kemudian mencium wajah Laura dan berlama-lama di bibirnya.
Membuka perlahan pakaian tidur Laura dan menyentuhnya dengan perlahan-lahan, membuatnya mengeras. Laura masih tidur tetapi dia mendesah karena sentuhan sean. Tubuhnya bergerak dan bergoyang di tubuh sean membuatnya menggertakkan giginya menahan dirinya untuk berbuat kasar.
Wangi tubuh Laura membuat sean lupa diri, dia mulai menjelajahi seluruh tubuhnya dan mengecupnya. Laura merasakan sensasi nikmat dan panas di seluruh tubuhnya.
"Laura?" suara serak sean memanggil-manggil namanya. Laura membuka matanya dan mendapati dirinya tidak mengenakan apapun begitupun dengan sean. Sean telah melucuti seluruh pakaian yang melekat di tubuh Laura.
"Apa yang kau lakukan?" Laura mencoba mendorongnya, tetapi sean membuka kedua kakinya dengan paksa. Laura meronta-ronta, "Tidak, lepaskan aku brengsek, lepaskan!" Teriak Laura.
Sean mulai mendesakkan dirinya di antara diri Laura dan dengan sekali sentakan mereka menyatu, membuat Laura teriak kesakitan.
"Sial !" geram sean yang merasakan kehangatan di dalam tubuh Laura. Dia mulai menggerakkan tubuhnya membuat Laura berjengit kesakitan. Laura memukul-mukul sean dan menarik rambutnya dengan keras, tetapi gerakan sean membuat Laura mengerang dan sean memiliki tubuh Laura begitu saja di pagi itu, mereka menghabiskan waktu bersama hingga siang hari.
Laura terbujur kaku di tempat tidur merasakan sakit di seluruh tubuhnya, dia tidak bisa merasakan kakinya sendiri, mengapa ibunya tidak mengetuk pintunya dan menyelamatkannya? dia sudah tidak suci lagi, perompak itu merenggut kehormatannya. Laura menangis sambil tertidur miring membelakangi Sean yang memeluknya erat dari belakang.
GK suka juga sosok Sean klo kasar dng Laura ..dan gak suka dng kelakuannya yg setiap saat memakan Laura..hanya nafsu yg dikedepankan,apakah Krn dia laki2 pelaut Krn kalau pelaut rata2 wataknya kasar dan libidonya kuat harus ada pelepasan setia waktu
padahal cintanya buat Sean
seharusnya dia meronta jng terlena hampir sja si mut2 melancarkan rudalnya.
alah Laura kurang percaya pada cinta sendiri..sdh ditidurin Sean berkali2 masih sja mau dibuai si mut2..
seharusnya pastikan dulu klo Sean benar2. TDK mencintainya juga baru cari cinta yg lain.